
"Cepetan sini!!!" teriak Ken lagi.
"Lelet banget, sih tuh," ujar Kevin yang ikut kesal menatap dua gadis yang kini masih diam seperti patung.
"Tuh, Wi, dipanggil lagi sama si Ken," bisik Weva dengan wajahnya yang telah pucat.
"Nggak apa-apa, Wev. Gue bakalan ada di samping lo, kok."
Weva mengangguk diiringi senyum manis menatap sahabatnya itu lalu melangkah mendekati Ken dan geng berandalnya sembari mengenggam jari-jari Wiwi yang disaksikan oleh ribuan pasang mata penjuru sekolah.
"Eits! Lo ngapain ikut? Gue cuman panggil si gendut aja. Lo, si kampret nggak usah ikut karena gue nggak butuh lo," tegur ken sembari menunjuk ke arah Wiwi.
"Aduh, Ken tersayang nama Wiwi bukan kampret tapi Wiwi, w-i-w-i, Wiwi," jelas Wiwi sembari mengerakkan jari tangannya seakan sedang menulis namanya di udara.
Ia kembali tersenyum menatap Ken yang terlihat memasang wajah tidak peduli. Hah, memangnya ada rasa peduli pada diri seseorang Ken? Rasa Iba saja ia tidak punya lalu bagaimana dia mau peduli.
"Jelas nggak?"
Tak ada jawaban.
"Nama Wiwi itu Wiwi, bukan kampret. Emang lo mau potongin gue kambing lagi? Hah?".l
"Bener tuh, Tante Ina pernah bilang kalau Wiwi dulu itu waktu diaqiqah dipotongin dua kambing jantan walaupun Wiwi perempuan terus sama sapi satu ekor, iya, kan Wi?" sahut Weva lalu ia menoleh menatap Wiwi yang terlihat menggeleng.
"Eh, bukan sapi, Wev. Mama dulu itu potongnya kerbau satu ekor bukan sapi," bantah Wiwi.
"Bukan, Wi. Tante Ina pernah bilang kalau Wiwi dipotongin sapi bukan kerbau."
"Kerbau, Weva."
"Sapi, Wi."
"Kerbau."
"Sapi."
Semuanya nampak melongo menatap dua gadis yang terlihat berdebat itu seakan tak peduli jika ada Ken di depannya yang kini ikut terdiam.
"Cih, dia nggak tahu kalau waktu gue di aqiqah dipotongin unta," ujar Fhina sembari memandang enteng ke arah dua gadis itu.
"Wev, jelas-jelas gue liat di foto itu kepalanya warna item," ujar Wiwi memberi bukti sambil menggerakkan tangannya membentuk bulat.
"Wi, kepalanya emang warna item, tapi badannya warna merah kecoklatan, Wi, jadi itu sapi bukan kerbau."
"Badannya emang merah, Wev, tapi, buntutnya warna item."
Ken dan yang lainnya kini nampak masih melongo menatap pertengkaran aduh mulut yang begitu deramatis. Pertengkaran mengenai sapi dan kerbau yang sedang disaksikan ribuan penjuru penghuni sekolah.
__ADS_1
"Lo nggak tahu, sih Wev suara sapi itu beda sama kerbau. Suara yang gue denger di Vidio itu suara ngoooooooooo," jelas Wiwi sembari memberi contoh.
Weva menggeleng cepat.
"No no no, Wiwi salah. Bukan kayak gitu, Wi. Suara yang Weva denger di Vidio itu mooooooooo bukan ngoooooooooo," bantah Weva sembari ikut memberi contoh.
"Nggak, sotoy lo. Jelas-jelas gue denger vidio itu udah 17 kali."
"Tapi Weva udah denger 20 kali."
"Hah? Sejak kapan?"
"Pas Wiwi tidur, Weva putar diam-diam."
Ken mengacak-acak rambutnya prustasi seakan tak tahan menghadapi perkelahian adu mulut ini yang rasanya tak ada jalan keluarnya.
"Heh!!!" teriak Ken membuat Weva dan Wiwi tersentak kaget dan memilih diam sambil menatap Ken yang terlihat begitu marah.
"Bisa diam nggak, sih? Dari tadi nyerocos melulu nggak ada berhentinya," kesal Ken.
"Tapi kalau menurut Ken waktu Wiwi di aqiqah Tante Ina potong sapi atau kerbau?" tanya Weva.
Kedua bibir Ken terbuka dengan wajah kagetnya. Apa gadis gendut ini sudah gila sehingga berani bertanya hal sepele kepadanya.
"Ken, lo harus percaya kalau yang dipotong itu kerbau."
"Aaaa!!! Terserah!!!" bentak Ken membuat kedua gadis bertubuh gendut dan kurus itu tersentak kaget.
"Heh denger, ya!" Tunjuk Ken ke arah wajah Weva yang kedua biji matanya menatap ujung jari telunjuk Ken.
"Denger! Gue nggak peduli sama apa yang lo bahas. Mau sahabat kurus lo ini diaqiqah pakai semut, ular pitong atau bahkan buaya sekali pun, gue nggak peduli," oceh Ken.
"Tapi kalau gue, sih sapi," sahut Kevin yanh malah ikut menebak membuat semua orang menoleh menatap Kevin dan terutama Ken yang langsung menoleh menatap tak menyangka pada sahabatnya itu.
"Tuh, kan, Wi. Denger, kan? Kevin aja juga bilangnya itu sapi bukan kerbau," ujar Weva.
"Salah, Wev. Eh, Kevin. Lo itu salah, kalau aja lo liat Vidionya pasti lo bakalan milih kerbau."
"Kalau gue, sih kerbau," tambah Roy.
"Nah tuh baru bener." Tunjuk Wiwi.
Ken mendecakkan bibirnya dengan kesal. Mengapa kedua sahabatnya malah ikut-ikutan membahas sesuatu yang tidak penting.
"Hah, berisik lo pada. Kenapa malah bahas sapi sama kerbau, sih?!!" teriak Ken penuh amarah membuat semua orang kini menjadi diam.
__ADS_1
Sementara Kevin dan Roy kini terlihat tertunduk sambil sesekali saling melirik dan menyikut satu sama lain.
"Lo!" Tunjuk Ken ke arah Weva yang kembali tersentak kaget.
Hah, pria bernama Ken ini selalu saja berteriak dan membentak.
"Sini lo!" panggil Ken.
Weva menghela nafas lalu melirik Wiwi yang nampak mengangguk seakan memberi tahu kan jika semuanya akan baik-baik saja.
"Weva takut," bisiknya.
"Udah cepetan maju! Nanti Ken tambah marah."
"Ngapain lo berdua bisik-bisik? Gue nggak nyuruh lo bisik-bisik. Cepetan sini!" paksa Ken.
Weva kini melangkah maju mendekati Ken yang nampak menghentak-hentakkan ujung sepatunya seperti halnya seorang penjahat.
Kedua sahabat Ken yakni Kevin dan Roy yang kini melangkah mendekati Wiwi yang nampak melangkah mundur seakan berusaha untuk waspada dari dua pria ini.
Wiwi tak akan pernah lupa terhadap apa yang pernah dilakukan oleh mereka.
"Ngapain lo berdua?" tanya Wiwi menatap secara bergantian kedua pria berandal ini.
"Mau pegang tangan gue lagi? Iya? Hah?"
Tak ada jawaban. Roy dan Kevin saling menatap beberapa saat lalu kembali menatap Wiwi.
"Eh, nggak usah modus, ya! Mau main pegang-pegang segala. Kalau emang suka, ya bilang gitu aja susah," oceh Wiwi.
"Ih, sumpah, deh berisik banget ini cewek," kesal Kevin.
"Tahu nih si Saipul, orang kita mau ngusir lo!"
"Ngusir?" Tatap Wiwi heran setelah mendengar perkataan Roy.
Kevin dan Roy mengangguk mengiyakan ucapan Wiwi membuat Wiwi tertawa kecil.
"Enak aja mau ngusir, emang lo siapa? Emang jalan ini punya lo, hah?"
"Jadi lo nggak mau?" tanya Kevin.
Wiwi mendecapkan bibirnya lalu segera menopang pinggang memperlihatkan kesan gagah pada tubuhnya.
"Gue nggak mau. Kenapa, hah?"
Kevin dan Roy kini saling bertatapan dengan raut wajahnya yang dibuat sesinis mungkin lalu kembali menatap Wiwi dan....
__ADS_1
"Lepasin gue!!!" jerit Wiwi ketika kedua tangannya ditarik oleh Kevin dan Roy cukup kuat menjauhi kerumunan.