
"AAAAAAAAA !!!" Jerit weva ketika dirinya di kejar oleh seekor anjing yang terlihat amat sangat menyeramkan.
Lari weva begitu sangat kencang di kala anjing Pitbull yang mengejarnya itu terdengar menggonggong sembari terus mengejar weva tanpa henti.
Sekarang weva tau apa maksud ken membawanya ke rumah Ken, itu semua karena anjing yang masih mengejar weva tanpa henti itu. Anjing yang saat di panggil dengan begitu manis dengan sebutan pinky oleh Ken berhasil membuat weva terkaget. siapa yang akan menyangka jika anjing menyeramkan itu punya nama yang begitu sangat imut.
Anjing Pitbull dengan mata melotot itu Masi mengejarnya bahkan weva sesekali menoleh menatap anjing yang tak henti mengejarnya.
"AAAAAAAA !!!! TOLONG !".
"SIAPA PUUN TOLONG WEVAAAAA !!!".
"AAAAAA !!!" Teriak weva begitu ketakutan.
Terkutuk lah engkau Ken ! Terkutuk lah engkau !
Hah, pria pembully itu memang tak memiliki perasaan, apakah dia tak kasian kepada weva jika di kejar oleh anjing seperti ini ? bahkan rasanya kaki weva sudah sangat sakit dan weva tak akan pernah berniat untuk menghentikan larinya, yah weva takut jika anjing berwajah menyeramkan itu mengigit betis gendutnya.
Tuhan ini sangat menyakitkan !
"TOLOOOOOONG !!!!" Teriak weva lagi,
berharap seseorang menolongnya dari kejaran dan ancaman anjing Pitbull yang tak lelahnya mengejar weva.
Para penghuni jalan raya yang melihat kejadian tersebut hanya mampu melongo menyaksikan kejadian langka dimana sesosok makhluk gendut di kejar oleh seekor anjing ganas.
Para penghuni toko-toko mini yang weva lintasi sambil berteriak itu segera membuka pintu dan berlarian keluar berusaha melihat weva yang masih berlari.
GONG GONG GONG
Semuanya menoleh menatap anjing yang menyeramkan itu berlari melintasi toko membuat para penghuni dengan cepat berlarian masuk ke dalam toko dan menutup pintu dengan rapat.
Tak lama anjing itu melintas melewati depan toko, kini sesosok pria ikut berlari melewati depan toko seakan ikut mengejar kepergian kedua makhluk berbeda bentuk itu.
"Apakah pria itu mengejar anjing ?" Tanya salah satu pembeli yang menempelkan kedua tangannya di permukaan kaca dengan tatapannya yang menatap ke arah luar jalan dimana tiga makhluk itu telah melintas.
Weva terus berlari sering waktu yang berputar hingga ia berlari masuk kedalam gang perumahan di susul gonggongan anjing Pitbull yang tak hentinya menggonggong.
BRUAK
Tubuh weva terhempas ke gundukkan pasir yang tak jauh dari tempat bangunan rumah setengah jadi. Tak ada orang pekerja di sana, mungkin semuanya telah pulang karena waktu yang menujukkan jam sholat.
weva meringis ketika lututnya yang terseret kasar di atas permukaan pasir dan separuh wajahnya yang menghantam keras gundukan pasir membuat wajah weva kotor.
GONG
Weva terbelalak ketika suara gonggongan anjing itu terdengar tepat di belakangnya. Dengan cepat weva menoleh membuatnya terbelalak dengan seekor anjing yang benar-benar berada tepat di hadapannya itu.
ARRRRRRGH ARGHHH GONG
Weva bergerak menggeser tubuh lelahnya di permukaaan pasir berusaha menjauhi anjing yang nampak mengerang jahat itu.
Anjing dengan gigi taringnya itu kini mendekat dengan langkah kakinya yang bergerak bergantian membuat weva merasa sesak dengan ketakutan. Wajah weva memucat dengan suhu tubuhnya yang mendingin dan detak jantungnya yang seakan mengguncang tubuh kakunya.
Weva benar-bebar takut.
SYUUU
"AAAAAAAA !!!" Teriak weva ketika anjing tersebut melompat ke arahnya.
__ADS_1
****
Matahari sore menerpa pepohonan yang rindang dengan hembusan angin yang menerpa lembut dedaunan yang berada di dahan hijau kecoklatan.
Kini jam telah menunjukkan pukul lima sore dimana suasana jalan nampak begitu ramai. Taman-taman yang Ken datangi untuk mencari sosok pinky dan weva pun nampak begitu ramai.
Sudah sedari tadi Ken berlarian kesana-kemari untuk mencari anjing kesayangannya dan weva, entah dimana mereka sekarang hingga tak berhasil ken temui sampai menjelang sore seperti ini.
"Maaf mau numpang tanya pak" ujar Ken pada seorang pria penjul bakso gerobak pinggir jalan.
"Iya dek, mau tanya apa ?".
"Eh bapak liat perempuan gendut lewat sini nggak pak ?".
"Gendut ?".
"Iya pak, dia itu di kejar-kejar anjing imut gitu pak, bapak liat nggak ?" jelas Ken.
"Wah enggak dek, bapak nggak liat" jawabnya membuat Ken menghembuskan nafas lelah.
Ken mengacak-acak rambutnya prustasi, sudah puluhan orang yang ia tanya namun, semuanya menjawab tidak tau. Sekarang entah kemana lagi ken harus mencari mereka.
"AAAAA !!!" kesal ken menendang beberapa kerikil kecil yang berada di jangkauan kakinya.
Sekarang Ken benar-benar sangat khawatir dengan anjing kesayangannya itu, entah kemana perginya pinky sekarang.
"Pusing yah dek ?" Tanya pria setengah baya itu membuat Ken menoleh.
Ken mengangguk mengiyakan ujaran pria penjual bakso tersebut di susul pria itu tersenyum penuh makna.
"Gimana sih bapak, orang kita punya masalah malah nawarin bakso, yah udah deh saya pesan satu !" Ujar Ken mengangkat jari telunjuknya dan segera duduk di permukaan kursi panjang membuat tukang bakso itu tersenyum kegirangan.
***
Ken terdiam dengan tatapannya yang menatap serius ke arah depan rumahnya menanti kehadiran pinky, si anjing kesayangannya itu, yah dan termasuk juga weva, tapi harus Ken akui jika ia lebih khawatir dengan anjing kesayangan nya itu.
sudah berupa-rupa doa yang Ken panjatkan untuk keselamatan pinky yang sampai kini tak tau sampai dimana ia mengejar weva.
Padahal niat Ken hanya untuk membuat weva berlari dengan sungguh-sungguh dengan bantuan pinky tapi apa boleh buat, sekarang kedua makhluk itu menghilang entah kemana.
Hari kini kian semakin gelap di tambah lampu penerang jalan yang telah menyala diiringi kumandang azan Maghrib yang menggema begitu merdu.
Jiwa Ken kini resah dengan pikirannya yang tak henti-hentinya memikirkan pinky. Lelah Ken melangkah mondar mandir kini Ken memutuskan untuk duduk di anakan tangga teras rumah.
"Ken !" Ujar seseorang dengan suara Kecil membuat Ken menoleh cepat ke arah sumber suara.
Ken dengan spontan bangkit dari tempat duduknya dengan Kedua matanya yang terbelalak menatap weva dengan rambut sebahunya yang acak-acakan serta pakaian nya yang nampak kotor.
Weva berdiri menghadap ke arah Ken dengan sebelah tangannya yang memegang erat kalung anjing yang baru saja ia beli di toko peralatan hewan di sebrang jalan tak jauh dari gang tempat weva terjatuh tadi.
Nyatanya yang weva pikirkan mengenai anjing Ken yang menyeramkan ini salah, anjing Ken tak sejahat yang weva pikirkan. Buktinya anjing ken yang bernama pinky ini tak mengigit nya di saat ia terjatuh ke pasir.
"Lo dari mana ajah ?" Tanya Ken setelah berhasil berlari menghampiri weva dengan wajah khawatirnya.
"Ken khawatir yah sama weva ?" Tanya weva dengan senyum jahilnya.
"Gila loh, gue itu khawatir sama si pinky, pinky ! kamu dari mana ajah sih ?" Ujarnya lembut pada pinky sembari berlutut dan mengelus bulu lembut pinky membuat pinky nampak senang mendapati belaian lembut tuan nya.
__ADS_1
Piiiiiiip
Suara klakson mobil terdengar dari luar pagar membuat tiga makhluk yang berada di dalam pekarangan rumah itu menoleh.
"Siapa tu ?" Tanya Ken setelah bangkit dari berlutut nya di hadapan pinky.
"Nyonya weva !" Panggil pak walio dengan wajah sumringahnya dan berlari kecil ke arah pagar.
GONG GONG GONG
Pak walio yang mendapati gonggongan secara tiba-tiba dari pinky kini menghentikan langkahnya dengan cepat dan melangkah mundur.
"Siapa tu ? Kayak pernah liat" heran Ken.
"Dia pak walio, supir pribadi weva".
"Oh si kriting itu" ujar ken membuat pak walio terbelalak dan melangkah maju namun, pinky kembali mengonggong membuat pak walio tersentak dan segera melangkah mundur.
"Sembarang kamu yah !" Kesal pak walio.
"Apa Lo ? Nggak suka Lo ?" Kesal Ken.
"Udah-udah ! Weva mau pulang".
Ken mengangguk cepat membuat weva segera melangkah dengan kaki pincangnya, yah lututnya agak luka jadi rasanya perih jika melangkah.
Ken menghembuskan nafas panjang, sepertinya ia salah dalam menyuruh pinky untuk mengejar weva, walaupun niatnya hanya untuk membuat weva lari dengan sungguh-sungguh dan membuat berat badan weva menurun dengan cepat tapi sepertinya ini juga berbahaya bagi weva dan sekarang si gadis gendut itu harus berjalan pincang.
Ken terdiam hingga mobil yang weva tunggangi bergerak cepat meninggalkan rumah Ken.
"Ken !" Panggil Laila.
Ken menoleh mendapati mamanya yang tersenyum di bibir pintu dengan sepiring pisang goreng dengan taburan keju.
"Mama punya pisang goreng kesukaan keken !" Ujarnya gembira.
Ken mengangguk dan segera melangkah mendekati Laila yang tersenyum begitu manis.
"Oh iya keken dari mana ajah tadi ? Mama cariin ke sana-kemari tapi nggak ketemu".
"Nih ! Cariin si pinky".
"Loh emangnya si imut pinky ke mana ?".
"Ngejer temen Ken".
"Temen ? Temen kamu yang bangsat itu ?".
Ken menggeleng cepat, sudah jelas maksud mamanya adalah kedua sahabatnya yang meninggalkan di saat susah di kejadian beberapa hari yang lalu.
"Loh terus siapa ?".
"Tau ah !" Ujar Ken malas dan segera melangkah masuk ke dalam rumah di susul Laila yang ikut berlari.
"Temen yang mana keken ?" Tanya Laila.
"Udah pergi dia" jawabnya.
__ADS_1