Princess Endut

Princess Endut
68. Ganggu Tahap Dua Dan Tiga


__ADS_3

Ganggu Tahap 2


Weva berlari kecil mengikuti langkah Ken yang begitu terusik dengan keberadaan Weva di belakangnya. Yap, kali ini Weva sangat bersungguh-sungguh untuk menganggu Ken dan membuat Ken mau membantu Weva.


Semua siswa dan siswi kini menatap serius dengan tingkah aneh Weva yang masih mengikuti Ken di koridor sekolah seperti seekor anak gajah yang tengah mengikuti induknya.


Sejak tadi Weva melakukan ini dan tidak akan berhenti sampai Ken mau membantunya walau pun harus melewati jalan pemaksaan.


"Ken pelan-pelan, dong! Ken itu, kok jalannya cepat banget, sih?" suruh Weva masih mengikuti langkah Ken yang tak kunjung memelan.


Ken berjalan cepat seakan kebelet pipis membuat Weva harus bernafas ngos-ngosan di belakang. Ah, semoga saja ia tidak dilarikan ke rumah sakit setelah mencoba untuk mengimbangi langkahnya dengan Ken.


"Ken!"


Tak ada jawaban. Pria itu hanya diam sambil terus melangkah.


"Ken!"


"Tunggu, dong!"


"Ken!"


"Ken nggak kasian sama Weva yang harus ngikutin Ken kayak gini?"


"Ken!"


"Tunggu, dong!"


"Ken!"


Bruak


Tubuh Ken terhempas di lantai ketika tanpa sengaja Weva menabrak tubuh Ken. Kedua mata Weva kini membulat dengan bibir yang menganga menatap Ken yang berada di lantai.


Lalu beberapa detik kemudian Weva mengigit ujung kukunya dan meringis ketakutan. Ini bukan kesalahannya kan? Lagi pula Weva tak tahu jika Ken akan berhenti secara tiba-tiba seperti tadi dan membuat Weva menabrak Ken.


"Ke-ke-ken-"


Semuanya tertawa membuat Ken menggerutu kesal dan segera bangkit dengan wajah amarahnya sembari melangkah mendekati Weva yang langsung menciut dengan wajah takut.


"Lo-"


"Weva minta maaf," potong Weva cepat sebelum Ken mengamuk.


Ken menurungkan telujuk-nya yang nampak siap menusuk biji mata Weva. Ken menggerutu kesal dan mengacak-acak rambutnya prustasi.

__ADS_1


"Maaf, beneran Weva nggak sengaja nabrak Ken."


"Lagian lo ngapain, sih ngikutin gue?"


"Yah, Weva mau Ken bantuin Weva biar Weva bisa, jadi langsing. Ken mau, kan bantuin Weva?"


Ken mendengus kesal. Lagi-lagi gadis ini mengajukan pertanyaan yang sampai-sampai Ken hapal dialognya.


"Lo keras kepala banget, sih? Gue nggak mau bantuin lo dan lo denger, yah!"


Tunjuk Ken ke arah wajah Weva yang berhasil membuat mata Weva menjulingd menatap ke arah ujung jari telunjuk Ken.


"Lo dengar apa yang gue bilang dan lo harus ingat ini baik-baik! Walaupun lo ngikutin gue sampai lo terbang ke langit, guling-guling di lantai atau apapun itu, gue nggak akan bantuin lo," oceh Ken sambil menggerakkan ujung jarinya membuat biji mata Weva ikut bergerak.


"Ken!" tahan Weva yang langsung menjauhkan jari telunjuk Ken.


Kedua matanya kini merasa sakit.


"Weva itu nggak bisa terbang dan Weva juga nggak bisa guling-giling soalnya Weva ini gendut."


"Lo nggak usah ngelawak, ya! Karena itu nggak akan jadi pengaruh buat gue!" Tunjuk-nya lagi.


Weva terdiam memasang wajah sedih menatap Ken yang kini berhenti mengoceh dan segera berpaling dan melangkah pergi meninggalkan Weva yang kini menghela nafas.


"Tapi Weva berharap banget sama Ken!!!" teriak Weva sembari mengikuti langkah Ken.


"Heh, Endut!" Tunjuk-nya sambil menunjuk membuat Weva memundurkan langkahnya seakan jari telunjuk Ken adalah sebuah senjata tajam.


"Gue bukan BPJS yang mau diharepin sama lo, gendut !" ujar Ken lalu kembali melangkah pergi meninggalkan Weva.


"Tapi Weva berharap banget-banget sama Ken," ujar Weva penuh sungguh-sunguh dan kembali melangkah mengikuti langkah Ken yang tak kunjung bisa untuk Weva imbangi.


Di satu sisi lain ketiga gadis dalam satu geng Sangmut ini nampak terdiam heran menatap dari kejauhan Weva yang mengikuti langkah Ken. 


"Ngapain, tuh si gendut?" tanya Firda keheranan sambil menyikut tangan Fhina yang dengan cepat menghentikan langkahnya lalu ikut menoleh.


Fhina mengernyit bingung.


"Udah berubah kali, tuh seleranya si gendut and jelek," ujar Fhina.


"Mungkin dia udah kapok karena udah kita siksa."


"Bener juga, tuh," timpal Fhina lalu tertawa sinis menanggapi ujaran Firda.


Firda yang fokus menatap Weva kini menoleh menatap Harni yang terlihat serius mengarahkan kameranya ke arah Weva.

__ADS_1


"Masih betah juga lo ngeviralin si gendut itu?" tanya Firda menatap serius ke arah Harni yang nampak antusias merekam Weva.


Harni tersenyum lalu mematikan live di Instagramnya ketika Weva sudah berlalu cukup jauh dan beralih tersenyum menatap Firda.


"Haduh, gimana, yah guys mut? Habisnya tiap hari followers Harmut itu bertambah gara-gara Harmut selalu nge-live si gendut itu."


"Gue penasaran, deh, apa sih yang Weva incar dari si Ken."


"Iya yah Fhimut, bukannya si gendut itu sukanya sama si Brilyan?" tanggap Firda.


"Mut-mut perhatiin, deh! Ken itu kalau diliat-liat ganteng banget, yah terus dia juga keren, body nya bagus, terkenal, yah walau pun dia terkenal bukan karena pintar kayak si Brilyan, tapi Ken terkenal karena suka ngebully," jelas Harni.


Kedua sahabatnya ini mengangguk paham yang dikatakan Harni memang sangat benar.


Ganggu Tapah 3


Weva tersenyum sembari menopang dagunya ketika menatap Ken yang kini tengah menikmati roti isi kacang di kantin.


Yap, keduanya kini berada di kantin dan semua penghuni kantin terus menatap heran ke arah Weva. Si gendut itu kini tengah duduk di hadapan pria pumbully yang selalu membullynya.


Ken melirik menatap tak suka dengan tatapan Weva. Dasar bodoh entah mengapa ia jadi salah tingkah ditatap oleh Weva seperti ini. Ken mengalihkan pandangannya dan menatap orang-orang yang nampak menatapnya. Ken tahu apa isi kepala mereka. 


"Ngapain lo semua ngeliatin gue?!!" bentak Ken membuat semuanya kini menghentikan tatapannya dan sibuk dengan urusannya masing-masing.  


Ken mendengus kesal lalu menyeruput minuman dinginnya dan sesekali mencuri pandang menatap Weva yang terus menatap dirinya.


"Lo bisa nggak-"


"Apa?" tanya Weva dengan antusias sambil mendekatkan kursinya ke meja.


"Bisa nggak lo nggak usah ngeliat gue kayak gitu?" tanya Ken yang nampak sangat kesal.


"Weva nggak bakalan berhenti ngeliat Ken kayak gini sebelum Ken mau bantuin Weva!" ancam Weva tanpa dosa.


"Gue nggak suka diliat kayak gitu."


"Pokoknya Weva nggak bakalan berhenti."


"Tapi gue nggak suka! Gue risih tahu nggak. Ngerti, nggak, sih lo?"


"Yah, udah bantuin Weva biar Weva, jadi langsing! Ken mau kan?"


"Nggak!"


"Yah, udah Weva bakalan ngeliatin Ken terus," ujarnya sembari tersenyum lebih lebar dan menopang dagunya dengan kedua tangan.

__ADS_1


Ken meringis kesal. Gadis ini benar-benar membuatnya akan segera gila. Entah mimpi apa Ken semalam hingga harus dihantui oleh gadis gendut ini.


__ADS_2