
"Gue mau ngasih pelajaran buat si murid baru ini biar dia tau apa itu sopan santun dan gue harap jangan pernah ada yang berani nolongin si murid baru kurang ajar ini!!!" teriak Fhina dengan suaranya yang menggema ke seluruh ruangan kelas.
"Jangan gitu dong, Fhina!"
"Iya, Fhin. Lo nggak boleh kayak gitu, dong sama dia. Dia kan belum tau apa-apa di sekolah ini."
"Kasian, Fhin. Dia kan murid baru di sini," bela beberapa siswa dengan wajah khawatirnya.
Mereka takut jika geng Sangmut benar-benar akan melakukan hal yang tidak baik kepada Klorin yang saat ini masih terdiam di kursinya.
"Heh! Diam lo semua!!!" teriak Firda membuat semua orang terdiam.
"Iya, lo semua nggak usah sok peduli sama dia!!!" teriak Harni yang juga tidak mau kalah.
Fhina tersenyum penuh kelicikan dan menatap wajah Klorin yang terlihat santai-santai saja, masih diam duduk di kursinya.
Harni berlari kecil menghampiri Beno yang terlihat memeluk beberapa buku.
"Nih, lo pegang handphone gue. Gue mau semua flowers gue ngeliat murid baru ini diberi pelajaran," suruh Harni yang meletakkan handphone ke tangan Beno yang nampak gemetar.
Tak berselang lama dengan gerakan yang sangat cepat Fhina menggerakkan tangannya berniat untuk menampar pipi mulus Klorin yang sedari tadi hanya duduk terdiam.
Klorin sedikit tersenyum dan dengan cepat ia menangkis tangan Fhina dan menendang wajahnya dengan keras membuat Fhina terhempas ke lantai.
Semua orang sangat terkejut setelah melihat Klorin yang tak disangka-sangka pandai dalam beladiri.
"Ah," ringis Fhina yang kini berusaha untuk duduk dengan tubuhnya yang tergeletak di lantai dan tangannya yang meraba hidungnya yang terasa sakit.
Kedua mata Fhina membulat menatap apa yang ada pada ujung jemari tangannya.
"Aaaaaa!!!" jeritnya setengah menangis setelah merabah hidungnya dan mendapati darah segar di sana.
"Heh! Kok, lo berdua cuman diem, sih?" kesal Fhina sembari menatap kedua sahabatnya yang terlihat sangat syok.
"Ayo pukul dia!!!" teriak Fhina.
Firda yang masih syok itu dengan cepat berlari ke arah Klorin berniat untuk melayangkan tinjunya tapi belum sempat tinjunya itu mendarat di tempat tujuannya dengan cepat Klorin mengangkat sebelah kakinya dan menampar pipi Firda dengan keras membuat Firda dengan sangat keras terhempas ke tubuh sahabatnya, Fhina.
Fhina meringis kesakitan saat tubuhnya yang telah sakit itu kini ditimpa dengan beban tubuh Firda.
"Fird! Lo gila, ya! Malah niban badan gue lagi!" kesal Fhina yang berusaha untuk mendorong tubuh Firda agar segera menyingkir dari tubuhnya.
"Uuuuuuu!!!" Sorak semuanya yang terlihat kegirangan dan melompat-lompat bahagia.
Rasanya semua merasa gembira setelah melihat anggota geng Sangmut terkapar di lantai sambil meringis kesakitan seperti ini.
Klorin yang memasang wajah datarnya kini bangkit dari kursinya membuat Harni terbelalak dengan wajahnya yang sangat pucat ketakutan.
__ADS_1
"Kenapa diam?"
"Iya kenapa lo diam Harni? Ayo maju!" teriak salah satu siswa membuat Harni terkejut.
"Maju!!!"
"Maju!!!"
"Ayo majun!" sorak mereka dengan kompak.
Harni yang merasa ketakutan itu dengan ragu mengangkat tinjuannya seakan siap untuk memukul Klorin.
Tangan Harni bergetar karena ketakutan menatap Klorin yang kini telah berdiri dari kursinya. Jika duduk sama si murid baru itu mampu memukul Fhina dan Firda lalu bagaimana nasibnya jika si murid baru itu berdiri dan memukulnya.
"Ayo Harmut lawan dia!!!" jerit Fhina dengan yang terlihat kesal.
Harmut menoleh menatap kedua sahabatnya yang kini hanya mampu terduduk di lantai setelah dipukul oleh Klorin. Tak berselang lama ia menoleh menatap ke arah Beno yang masih mengarahkan kamera handphone yang masih melakukan siaran langsung itu ke arahnya.
Harus apa sekarang? Jika ia tidak melawan maka ia akan dianggap penakut oleh para followersnya yang saat ini masih setia menyaksikan.
"Ayo pukul!!! Kenapa lo diam aja?!!" teriak Firda.
Harni menganggukkan kepalanya dan menoleh menatap Klorin yang saat ini menatapnya sangat tajam.
"Aaaaa!!!" teriak Harni mendekati Klorin.
"Aaah, sakit!!!" jeritnya sambil melompat-lompat.
Klorin tersenyum sinis dan mendorong lutut kiri Harni hingga berhasil membuat Harni berlutut di lantai dengan tangannya yang masih di bekap dari belakang.
"Aaaaaa!!!" jerit Harni kesakitan dengan air mata yang mengalir membasahi pipinya.
"Aaaaa!!! Guys Mut!!! Tolongin Harmut!!! Dia mau matahin tangan gue!!!"
Fhina yang melihat hal tersebut dengan cepat bangkit dan berlari mendekati Klorin. Fhina yang penuh amarah itu dengan kasar menarik rambut panjang Klorin.
Klorin yang mendapati serangan dari belakang dengan cepat melepas bekapannya dan melayangkan pukulan ke dada Fhina.
Kedua mulut Fhina terbuka setelah merasakan tumbukan keras di dadanya membuat dadanya sakit dan terasa sesak untuk bernafas.
Fhina melangkah mundur sembari menyentuh dadanya dengan wajahnya yang terasa pucat. Rasanya ia tak mampu bernafas. Pukulan itu benar-benar ingin menghancurkan dadanya.
"Aaaaa!!!" teriak Klorin dan berlari mendekati Fhina dan menjambak kerah bajunya dengan kasar.
Buk!!
Buk!!!
__ADS_1
Bukk!!!
Dengan gerakan yang sangat cepat serta tangannya bergetar karena amarah Klorin memukul wajah Fhina yang meringis kesakitan.
Disaat itu tubuh Fhina tumbang dari tempatnya berdiri dan terhempas ke lantai.
Tanpa rasa ampun Klorin melangkah dan duduk di atas tubuh Fhina dan memukulnya berkali-kali.
Semua orang yang melihat hal tersebut kini hanya mampu terdiam menatap iba kepada Fhina yang sudah pingsang di lantai dan masih di pukul oleh Klorin.
"Aaaaaaa!!!" teriak klorin sekali lagi.
Salah satu siswa yang merasa sangat Iba dengan cepat berlari dan menarik klorin agar kiranya menghentikan pukulannya.
Klorin yang mendapati tarikan itu dengan cepat menghempaskan tangannya agar kiranya tak dihalau oleh siapa pun membuat siswa itu terhempas ke lantai.
"Eh, itu bantuin!!!" teriak Wiwi yang masih berdiri di atas meja.
Walau ia juga tak suka dengan ke tiga anggota geng sangmut, tetapi ia juga tak bisa membiarkan murid baru itu melakukan hal yang begitu sangat kasur.
"Udahlah nggak usah dibantu! Emang gitu kalau orang jahat," ujar salah satu siswi yang merupakan korban bully dari geng Sangmut.
"Iya, nggak usah!" tambah beberapa siswi dengan kompak.
Buk!!!
Pukulan keras itu tak henti-hentinya mendarat di wajah Fhina seakan ia memiliki dendam pribadi kepadanya.
"Ken, cepetan bantuin!" pinta Wiwi sembari mendorong Ken.
"Kok, gue?"
"Emang siapa lagi? Cepetan!"
Ken yang mendengar hal tersebut dengan cepat berlari mendekati Klorin dan menariknya.
"Aaaaaaa, Lepasin!!!" teriak Klorin sembari memberontak ketika dirinya sudah menjauh dari tubuh Fhina.
"Aaaaaaa!!!" teriaknya sembari masih memberontak berusaha untuk lepas.
"Heh, udah! Udah!" teriak Ken sembari memegang kedua tangan Klorin.
Klorin yang mendengar suara Ken secara tiba-tiba menghentikan teriakannya dan menoleh menatap Ken yang menatapnya begitu serius.
"Udah!" pinta Ken dengan bola matanya yang menatap kedua mata Klorin yang terlihat gemetar.
Klorin seketika terdiam kaku dan tak berselang lama ia melepaskan tangisannya lalu memeluk tubuh Ken yang terdiam kaku sembari menerima pelukan dari Klorin yang membenamkan wajahnya di dada Ken.
__ADS_1