
...🥀🥀🥀...
...Dulu sikap kamu yang hangat , sekarang chat kamu yang dingin. ...
...~Princess Endut~...
...•...
...•...
...•...
...Tandai jika ada kesalahan penulisan ....
...•...
...•...
...•...
...🌹🌹🌹...
"Turung Lo !" Ujar Ken sembari membuka pintu mobil membuat weva menganga di dalam sana.
Walio yang melihat nyonya itu terlihat terancam segera berlari turung dari mobil dan dengan cepat menghempas tangan Ken. Pintu mobil yang tadi terbuka itu kini tertutup rapat membuat Ken menatap walio tajam.
"Jangan macam-macam kamu !" Tunjuk walio dengan wajah mengancamnya.Â
"Lo siapa ?" Tanya Ken sinis sembari menatap dari ujung kaki dan ujung rambut walio.
"Hah kriting !" Ejek Ken membuat walio syok.
"Oh main hina, eh Beta ini dari tanah Papua eh, jangan macam-macam kamu eh ! Jangan sampai Beta ini kasi jadi makanan anjing Beta di Papua pake usus kamu itu".
"Eh udah-udah !" Ujar weva sembari dengan cepat membuka pintu mobil dan berdiri di tempat pemisah antara Ken dan walio.
"Pak walio".
"Iya non" hormat walio.
"Ini teman weva, dia bukan penjahat".
"Oh iya non, Beta minta maaf".
Weva menghela nafas dan segera berpaling menatap Ken yang masih berdiri di belakangnya.
"Naik Lo sekarang !" Pintah Ken sembari melangkah ke arah motornya meninggalkan weva yang terbelalak.
Weva terdiam. Apa yang baru saja di katakan Ken ? Apakah ia menyuruh nya untuk naik ke atas jok motor Vespanya itu.
"Kok diem ?" Tanya Ken bernada sinis sembari telah siap dengan tangannya yang sudah berada di kedua stang motornya. Â
__ADS_1
"Hah ?".
"Cepetan naik !" Ujar Ken.
Oh tuhan ini bener ! Ken memang benar menyuruh nya untuk naik ke atas motornya. Sekarang apa yang harus weva lakukan, bahkan weva tak pernah di Bonceng menggunakan motor dan Sekarang malah weva takut jika motor Ken akan rusak jika weva duduki.
"Kok diem ?, Cepetan naik !".
"Tapi...".
"Nggak ada bantahan !" Tegas Ken membuat weva menelan ludah.
"Lo lupa sama kesepakatan kita ? Sekarang cepetan naik ?".
"Cepetan !" Pintah Ken di riingi suara motor Vespa ken yang terdengar.
Weva melangkah pelan dengan tatapan tak tega terhadap motor Vespa ken yang harus menanggung beban tubuhnya.
"Lelet banget sih !" Kesal Ken membuat weva dengan cepat mempercepat langkahnya dan duduk di atas motor Ken.
Weva memejamkan kedua matanya seakan tak siap melihat ban motor Ken kempes di depan matanya.
Tak lama motor Vespa itu melaju membuat weva tersentak kaget dan membuat jari-jarinya meremas seragam Ken.
Weva membuka matanya cepat membuatnya canggung untuk menyentuh pria monyet pemanjat tower tangki air itu. Dengan cepat weva melepas pegangannya dan beralih menyentuh permukaan tas hitam ken. Weva kembali memejamkan kedua matanya dengan rasa takut, bagaimana tidak weva takut jika weva tak pernah naik motor seperti ini, ini pertama kalinya.Â
"HATI-HATI NON !" Teriak walio yang nampak ikut khawatir dengan motor Vespa yang weva duduki.
Langkah Semua para siswa dan siswi terhenti secara tiba-tiba ketika menatap sesuatu hal yang tak pernah ia lihat. Seorang Ken si pembully nomor satu dan tampan membonceng gadis gendut yang selalu Ken bully di sekolah.
Weva melangkah turung dari motor Vespa yang kini sedang terparkir di parkiran khusus motor, di susul Ken yang melepas helm hitam dari kepalanya.
"Lo bawa tas gue dan jalan di belakang gue !" Lempar Ken membuat weva dengan cepat menangkap tas Ken yang lumayan berat itu.
Ken melangkah pergi dengan santainya meninggalkan weva yang nampak melongo menatap Ken dengan tatapan tak percaya. Â
Apa ini mimpi ? Seorang gadis dari keluarga said harus menjadi babu untuk pria bernama Ken ?. Â
Sadarlah !!!!!
Weva menghela nafas berat. Ini semua demi tubuh yang langsing.
Hidup tubuh langsing !!!!!.
HIDUP !!!
Tatapan semua orang kini terpusat ke satu titik, yakni weva yang kini mengikuti langkah Ken yang berjalan santai ke arah kelas .
"Itu si gendut jelek kenapa mepet-mepet sama si Ken sih ?" Ujar Fhina kesal.
"Dasar gatel !" Tambah firda.
__ADS_1
"Wah harus gue viralin nih !" Ujar harni begitu antusias sembari dengan cepat mengeluarkan handphone dari saku bajunya.
Suasana kelas nampak begitu hening ketika Bu yungmi telah memberikan beberapa tugas untuk di jawab oleh para siswa dan siswi.
Weva menghentikan gerakan jari nya yang sedari tadi menulis jawaban membuatnya menoleh menatap Wiwi yang tengah duduk sendiri di sana. Untuk pertama kali bagi weva jauh dari sahabat tersayangnya itu. Yap lagi pula Wiwi juga tidak keberatan dan ini demi kebaikan weva juga.
"Tulis punya gue !" Pintah Ken sembari menjulurkan bukunya.
Weva melirik aneh dengan pintah Ken yang terujar secara tiba-tiba, weva ingin menolak dengan cepat namun, weva baru ingat jika ini sebuah peraturan dan perjanjian yang sudah di sepakati. Â
Weva menarik buku Ken dengan kasar dan menyalin jawaban yang telah ia dapatkan. Ini sebuah penderitaan di awal hari pertamanya untuk menurungkan berat badan. Tapi kapan weva olahraga secara fisik ? Sedari tadi Ken hanya menyuruhnya seperti pelayan di rumah, naik turung tangga seperti orang bodoh, membawa tas Ken, mengerjakan tugas sekolah Ken dan bahkan untuk pertama kalinya weva tak sarapan pagi.
weva meremas perutnya yang sudah keroncongan sedari tadi, yah mereka kelaparan dan itu semua atas kesalahan Ken si pria monyet pemanjat tower tangki air itu.
Tuhan tolong weva !.
Suara bel tanda jam istirahat terdengar membuat bu yungmi menutup pelajaran nya dan melangkah keluar dari kelas. Satu persatu bangku-bangku di tinggalkan oleh pemiliknya membuat suasana ruangan kelas menjadi sunyi menyisah kan beberapa orang di dalam sana termasuk Wiwi yang terdiam di kursinya. kali ini Wiwi bingung, entah bagaimana ia ke kantin sementara tak ada sahabat gendutnya itu.
Wiwi bangkit dan melangkah keluar dengan langkah pelan seakan berharap jika weva memanggilnya. Sementara di satu sisi weva memonyongkan ujung bibirnya seakan tak mau membiarkan Wiwi pergi ke kantin tanpa dirinya, yah kali ini weva sangat kelaparan.
weva melangkah maju berniat untuk menghampiri Wiwi tanpa mengigat jika ada Ken di belakangnya.
"Mau kemana Lo ?" Tanya Ken.
Wiwi menoleh menatap dua makhluk yang kini saling bertatapan, tanpa pikir panjang Wiwi melangkah pergi meninggalkan ruangan kelas.
"Apa lagi sih ?" Tanya weva dengan raut wajah sedihnya.Â
"Mau kemana Lo ?".
"Weva mau ke kantin sama Wiwi".
"Lo lupa sama perjanjian kita".
"Tapi weva lapar, weva nggak sarapan waktu pagi dan ini semua karena Ken !".
"Gue ?".
"Yah iya lah ini semua karena Ken".
"Nggak usah nyalahin gue !, gue nggak suka di salah-salahin sama Lo !" Ujar Ken sembari menunjuk ke arah wajah weva.
"Lagian ini juga demi kebaikan Lo kok, kalau Lo nggak suka yah udah berhenti Ajah !" Sambung Ken.
Weva terdiam dengan wajah sedihnya sembari menyentuh perut gendutnya yang telah perih, ini sudah tingkat lapar paling menyakitkan bagi weva.
"Tapi weva lapar" ujar weva dengan nada suara yang di kecilkan.
Ken terdiam dengan tatapannya yang menatap serius ke arah weva.
"Ikut gue Lo ! " Ujar Ken lalu melangkah pergi.  Â
__ADS_1