Princess Endut

Princess Endut
218. Alasan (End)


__ADS_3

Taburan kelopak bunga-bunga mawar merah berjatuhan di atas makam Brilyan. Sebuah jemari tangan berkulit putih itu menyentuh kayu nisan bertuliskan nama Brilyan di sana.


Lagi dan lagi pipi itu ditetesi oleh air mata yang berhasil menetes dari kedua matanya yang telah sembab serta sayup.


Cuaca hari ini nampak begitu mendung seakan alam pun ikut berduka cita untuk kepergian Brilyan. Satu persatu para pelayat yang berpakaian serba hitam itu melangkah pergi menyisahkan beberapa orang di makam Brilyan.


Pak Ahmad melangkah mendekati Johan, memeluk pria itu yang tak pernah berhenti menangis.


"Sabar, tuan," ujarnya membuat Johan mengangguk.


Pak Ahmad menepuk pundak Johan lalu melangkah pergi menghampiri Laila, merangkul bahunya dan melangkah pergi meninggalkan makam.


"Pak Ahmad!" panggil Burhan membuat langkah pak Ahmad dan Laila terhenti.


Mereka menoleh menatap Burhan dan Nyonya Sasmita yang mendekat.


"Saya turut berdukacita. Weva sudah menceritakan semuanya kepada kami."


Pak Ahmad mengangguk. Tak ada senyuman dari bibir pria itu. Tak berselang lama ia kembali melangkah pergi menuju mobilnya meninggalkan Burhan dan Nyonya Sasmita yang kini ikut melangkah ke arah mobil.


Wiwi mendekati Ken, menyentuh pundaknya membuat pria yang sangat terpukul itu menoleh.


"Gue turut berdukacita, bukan hanya gue tapi semuanya," ujar Wiwi yang menoleh menatap Pak Walio, Ina, Nenek Ratum dan anggota geng sangmut yang juga hadir dalam proses pemakaman ini.


Ken mengangguk pelan membuat Wiwi bangkit dan melangkah pergi bersama dengan yang lainnya meninggalkan Ken dan Weva yang kini masih setia di makam Brilyan.


Dedaunan berjatuhan ke atas rerumputan hijau saat diterpa angin yang membawa aroma hujan. Langit gelap saat ini menandakan tak lama lagi akan turun hujan sore ini.


Weva menyentuh ragu pundak Ken, mengelusnya pria itu hingga akhirnya ia menoleh.


Ken tersenyum tipis namun, tak berselang lama senyum itu hilang dari bibirnya. Ia menunduk menatap kayu nisan dan kembali menyentuhnya.

__ADS_1


"Lo tau nggak Wev kenapa gue nyuruh lo buat nerima Brilyan jadi pacar lo?"


Tak ada jawaban dari Weva. Ia diam, tak tau harus mengatakan apa kali ini.


"Sebenarnya Brilyan udah tau kalau penyakitnya itu parah. Tumor di otaknya sudah menyebar dan sulit untuk disembuhkan walau telah dilakukan operasi."


"Dia ngasih tau itu ke gue dan dia juga bilang Kalau sebelum dia pergi dari dunia ini dia mau keluarga ini baik-baik aja dan semuanya sudah terwujud."


"Bapak dan Tuan Johan udah baikan, dia juga udah bilang kalau dia udah seneng bisa ngerasain rasanya punya keluarga yang utuh."


"Dia udah tau siapa orang tua kandungnya tapi cintanya tetap untuk ibunya yang telah lama meninggal dan itu akhirnya itu yang membuat Brilyan ikhlas untuk pergi."


"Wev!"


Weva menoleh menatap Ken yang kini menatapnya dengan penuh tulus, ia menyentuh jemari Weva dan tersenyum tipis di sana.


"Satu hal yang Brilyan bilang saat dia mau pergi."


Ken menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya pelan.


"Brilyan nyuruh gue buat ngejaga lo, Wev dan sekarang gue akan ngelakuin apa yang Brilyan bilang."


"Wev, bagaimanapun kondisinya bagaimanapun jalan ceritanya gue akan tetap ada di samping lo sampai Tuhan ngambil gue dari dunia ini."


Ken menyentuh rambut Weva, membelainya begitu lembut membuat Weva tersenyum dengan bibir yang bergetar menahan tangis.


"Gue cinta sama lo, Wev. Gue bener-bener cinta sama lo."


"Lo harus tau kalau Brilyan juga cinta sama lo. Brilyan nggak mau kalau orang lain yang hidup bersama lo."


"Brilyan udah nitipin lo ke gue dan gue akan tepatin janji itu. Sekarang lo mau kan hidup bersama gue?" tanya Ken membuat bibir Weva yang tertutup rapat itu bergetar menahan tangis.

__ADS_1


"Mau, kan?"


Tangisan Weva pecah, ia mengangguk lalu memeluk tubuh Ken yang langsung menyambut pelukan hangat itu. Ken melepas pelukannya, membelai air mata di kedua pipi Weva dengan lembut.


"Gue janji, Wev ini adalah air mata kesedihan terakhir yang keluar dari mata lo. Gue akan buat lo jadi bahagia. Gue janji, Wev, gue janji," ujarnya yang kembali memeluk tubuh Weva.


Ken menjulurkan jemari tangannya membuat Weva meletakkan jemari tangannya di atas telapak tangan Ken dan membawanya bangkit.


Mereka menatap makam Brilyan sejenak hingga akhirnya memutuskan untuk melangkah pergi.


Apakah ini sebuah akhir cerita dalam kisah cerita princess endut? Kisah cinta tiga makhluk yang mengharapkan sebuah cinta dari seseorang.


Kita tidak akan pernah tau dimana cinta itu berasal. Mungkin kita akan mengharapkan cinta itu dari seseorang tapi nyatanya cinta itu berasal dari orang yang berbeda seperti Weva dalam kisah cinta mereka.


Weva yang mengira jika anak laki-laki yang menolongnya dulu adalah Brilyan dan membuatnya jatuh cinta di setiap hari, mencoba untuk bertahan hidup dari banyaknya bulian dari banyak orang, mencoba untuk menerima kekurangannya tetapi itu tidak mudah hingga ia dipertemukan oleh pria bernama Ken Satya Negara.


Pria yang merupakan salah satu pembully nomor satu baginya kini menjadi cinta sejatinya. Kita tidak tau siapa cinta kita dan dari mana cinta sejati kita berasal. Kita tidak pernah tahu hal itu.


Mungkin hari ini kita akan membenci seseorang namun, kita tidak akan tau apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Mungkin saja orang yang kita benci akan menjadi cinta sejati kita.


Apakah ini akhir dari ceritanya? Kepergian dan bersatunya seseorang dan mungkin, ya mungkin tak ada kisah yang lebih indah dari sebuah persatuan namun, tak ada kisah yang indah jika ada sebuah kematian.


Jika hal itu bisa berada dalam sebuah satu cerita maka tangis dan tawa terpadu dalam sebuah kisah yang akan sulit untuk dilupa.


Jika seseorang bertanya apakah ada seorang pria yang benar-benar pendiam maka sebut saja namanya adalah Brilyan namun, jika kamu mendengar sosok pria pembully yang akhirnya mencintai gadis yang ia bully maka itu adalah Ken.


Jika kamu mendengar seorang gadis bertubuh gendut dan kembali menjadi langsing demi orang yang salah maka tentu saja dia adalah Weva.


Seperti inilah sebuah kisah, kisah cinta tiga makhluk yang berada di dalam satu kisah. Ada yang pergi dan ada yang bersatu itulah mereka, princess Endut.


......~TAMAT~......

__ADS_1


__ADS_2