
Saat ini Arya dan ketiga sahabatnya telah sampai di acara pernikahan Rian dan Alina, meski pun sebelumnya Rian menolak untuk menikahi Alina, tapi Mama Linda terus memaksanya, bahkan Mama Linda sampai mengancam akan bunuh diri jika Rian membatalkan pernikahannya dengan Alina, dan akhirnya Rian terpaksa mengikuti permintaan Mama Linda untuk menikahi Alina.
"Al, selamat ya, akhirnya loe nikah juga," ucap Farel kepada Alina.
"Mau gimana lagi Rel, dari dulu Arya nolak cinta gue terus. Mending gue nikah sama cowok yang benar-benar mencintai gue. Ya kan sayang?" ujar Alina kepada Rian, tapi Rian yang enggan menjawab pertanyaan Alina, hanya menjawabnya dengan senyuman.
"Oh iya, Arya kemana? kenapa hanya kalian bertiga yang ngucapin selamat sama gue?" tanya Alina.
"Si Arya sedang mencari pujaan hatinya, dia juga orang sini lho Al," jawab Erwin.
"Wah yang bener? kok gue baru tau? siapa nama cewek beruntung itu?" tanya Alina.
"Namanya Suci," jawab Erwin, dan Rian yang mendengar nama Suci, tiba-tiba merasakan sakit pada kepalanya, sampai akhirnya Rian pingsan.
"Sayang, kamu kenapa?" tanya Alina.
"Mama Linda yang melihat Rian pingsan, langsung menyuruh bodyguard nya membawa Rian ke dalam kamar.
"Farel, Irwan, Erwin, gue permisi dulu ya," ujar Alina yang mengikuti Rian masuk ke dalam kamar.
"Kenapa ya Suaminya Alina langsung pingsan saat mendengar gue nyebut nama Suci? jangan-jangan dia mantannya Suci," celetuk Erwin.
"Mungkin hanya kebetulan saja, semoga saja Rian gak sampai kenapa-napa, kasihan juga Alina kalau dia gagal malam pertama," ujar Farel yang sebenarnya dari dulu sudah jatuh cinta pada Alina, tapi Alina selalu menolaknya karena Farel adalah seorang play boy.
Lain hal nya dengan Farel, Irwan dan Erwin yang terlihat menikmati acara sambil menggoda para gadis, Arya justru terus bertanya kepada setiap orang yang ditemuinya tentang gadis bernama Suci.
"Bu, maaf saya mau tanya, apa di Desa ini ada gadis bernama Suci?" tanya Arya yang akhirnya bertanya pada salah satu Ibu yang datang pada acara pernikahan Alina dan Rian, dan Ibu tersebut tidak lain adalah Bu Inah.
"Yang namanya Suci hanya ada satu di Desa ini, yaitu Suci tetangga saya," jawab Bu Inah.
__ADS_1
"Apa dia sudah menikah?" tanya Arya yang merasa penasaran.
"Belum, karena pada malam sebelum acara pernikahannya digelar, Suci mengalami nasib malang sehingga pernikahannya dibatalkan," ujar Bu Inah.
Degg
Jantung Arya berpacu cepat ketika mendengar perkataan Bu Inah.
"Memangnya apa yang terjadi kepada Suci?" tanya Arya lagi.
"Suci mengalami pe*merkosaan, dan Rian yang menikah hari ini sebelumnya adalah calon Suami Suci. Tidak hanya itu saja kejadian malang yang menimpa Suci, karena Ibu kandung Suci yang memiliki penyakit jantung langsung meninggal dunia, ketika mengetahui jika Suci telah dinodai oleh keempat lelaki yang tidak bertanggung jawab," ujar Bu Inah dengan mata yang berkaca-kaca.
Arya yang mendengar cerita Bu Inah tentang Suci, langsung merasa lemas, dan Arya hampir saja terjatuh apabila ketiga temannya tidak datang membantu Arya.
"Bu, kenapa dengan teman saya?" tanya Farel.
"Tadi Mas ini bertanya tentang perempuan bernama Suci, dan kebetulan Suci adalah tetangga saya, setelah saya menceritakan tentang nasib malang yang menimpa Suci, tiba-tiba saja Mas nya terlihat syok," jawab Bu Inah.
Farel melajukan mobilnya menjauh dari Desa tempat Suci tinggal, karena saat ini Arya masih merasa syok dengan cerita Bu Inah tentang Suci.
"Ya, loe baik-baik saja kan? sebaiknya sekarang loe minum dulu," ujar Farel dengan memberikan satu botol air mineral kepada Arya.
"Emangnya loe denger berita apa sih Ya, sampai kayak kesambet gitu?" tanya Erwin.
Arya beberapa kali mengembuskan nafas secara kasar sebelum menceritakan tentang yang dikatakan oleh Bu Inah.
"Ibu yang tadi bilang, Rian Suaminya Alina tadinya adalah calon Suami Suci, dan kita sudah menghancurkan hidup Suci, karena aku sudah menodai Suci tepat pada malam sebelum pernikahannya dengan Rian. Bukan hanya itu, tapi Ibu nya Suci sampai meninggal dunia karena serangan jantung ketika mendengar kabar jika Suci telah menjadi korban pe*merkosaan," ujar Arya dengan menangis, karena dirinya semakin merasa berdosa telah menghancurkan hidup Suci.
Ketiga teman Arya akhirnya menyesali perbuatan mereka juga, karena mereka tidak menyangka jika perbuatan mereka telah menyebabkan hidup Suci hancur, bahkan secara tidak langsung mereka telah menyebabkan seseorang meninggal dunia.
__ADS_1
"Ya, gue minta maaf, karena semua itu adalah ide gue, sekarang gue menyesal karena sudah menyebabkan hidup Suci hancur, bahkan secara tidak langsung, kita sudah menjadi penyebab Ibunya Suci meninggal dunia," ujar Farel dengan tertunduk sedih.
"Loe jangan minta maaf sama gue Rel, tapi kita semua harus meminta maaf kepada Suci," ujar Arya yang sudah bertekad untuk kembali mencari keberadaan Suci.
"Ya, tapi gue takut, Suci pasti tidak akan menerima permintaan maaf kita, karena kesalahan kita sangat besar," ujar Erwin.
"Kita harus bertanggung jawab atas perbuatan yang telah kita lakukan. Kalau kalian tidak mau mengakui kesalahan kalian, biar gue sendiri yang meminta maaf kepada Suci," ujar Arya dengan masuk ke dalam mobil.
"Ya, tunggu Ya, kita ikut," ujar ketiga teman Arya dengan ikut masuk ke dalam mobil juga.
Arya melajukan mobilnya menuju tempat acara pernikahan Alina dan Rian digelar, karena Arya ingin kembali mencari Bu Inah untuk menanyakan alamat Suci. Akan tetapi, Bu Inah sudah pulang, sehingga Arya memutuskan untuk bertanya kepada orang lain yang berada di sekitar rumah Rian.
"Pak, maaf saya mau tanya, rumah gadis bernama Suci dimana ya?" tanya Arya.
"Rumahnya tidak jauh dari sini Mas, tapi saya dengar Suci sudah pindah ke luar kota, karena dia sudah hidup sebatang kara semenjak Ibunya meninggal."
"Kalau boleh saya tau, Suci pindah kemana?"
"Tidak ada yang tau Suci pindah kemana, bahkan tetangganya sendiri menjawab tidak tau saat banyak orang yang menanyakan alamat baru Suci."
Bu Inah dan Pak Maman sengaja menutupi keberadaan Suci yang saat ini tengah dipenjara, karena mereka merasa kasihan kepada Suci apabila tetangga yang lain mengetahui yang sebenarnya. Mereka juga melakukan semua itu supaya suatu saat nanti saat Suci ke luar dari dalam penjara, Suci tidak menjadi bahan hujatan orang lain.
Arya menghela napas panjang, ketika mengetahui kalau Suci sudah tidak tinggal di Desa tersebut, tapi Arya sudah bertekad akan terus mencari keberadaan Suci supaya bisa menebus semua kesalahannya.
Suci, sampai ke ujung dunia pun, aku akan terus mencarimu, batin Arya.
*
*
__ADS_1
Bersambung