
Kelompok yang Rizky pimpin berhasil ke luar dari dalam hutan dengan urutan pertama setelah menemukan lima bendera, sedangkan Kelompok yang dipimpin oleh Putri masih belum bisa ke luar dari dalam hutan karena Arsyila dan Nanda terjatuh ke dalam jurang.
"Kak Putri, kita harus bagaimana?" tanya salah satu teman Arsyila yang bernama Erni dengan menangis ketakutan.
"Sebaiknya sekarang Evan sama Deri kembali ke perkemahan untuk meminta bantuan, biar Kak Putri dan Erni menunggu di sini," ujar Putri kepada kedua Adik kelas nya yang laki-laki.
"Kalau begitu kami berangkat sekarang, Kak Putri sama Erni jaga diri baik-baik," ujar Evan dan Deri.
Putri dan Erni terlihat cemas karena keduanya tidak mendengar suara Arsyila dan Nanda, apalagi mereka tidak bisa melihat kedalaman jurang karena keadaan hutan yang gelap.
"Kak, Erni takut, bagaimana kalau Arsyi dan Nanda sampai kenapa-napa?" ujar Erni.
"Kita harus tenang, sebaiknya sekarang kita terus berdo'a untuk keselamatan Arsyi dan Nanda," ujar Putri.
Arsyila terjatuh ke dalam jurang karena terpeleset ketika menginjak jalanan yang licin, apalagi keadaaan dalam hutan sangat gelap, dan Nanda yang berusaha menolongnya ikut terjatuh juga sebab ikut tertarik oleh Arsyila.
Satu jam kemudian, Evan dan Deri kembali bersama Rizky dan tim SAR yang akan mencari keberadaan Arsyila dan Nanda.
"Put, kenapa Arsyi dan Nanda bisa sampai jatuh ke dalam jurang?" tanya Rizky yang terlihat panik.
"Tadi Arsyi terpeleset, dan Nanda yang berusaha menolongnya ikut terjatuh juga," jawab Putri.
"Aku sudah gagal menjaga Arsyi, Mama sama Papa pasti kecewa karena aku tidak bisa menjaga Adik ku sendiri. Harusnya aku tidak menyetujui usul Arsyi untuk bertukar kelompok dengan Ratu," gumam Rizky dengan mengacak rambutnya secara kasar.
"Rizky, aku minta maaf karena tidak bisa menjaga Arsyi," ucap Putri yang merasa bersalah.
"Sudahlah Put, ini bukan salah kamu. Sebaiknya kalian pulang duluan ke perkemahan, jangan sampai kalian kenapa-napa juga," ujar Rizky.
Putri dan yang lainnya ingin sekali membantu mencari Arsyila, tapi tiba-tiba hujan turun, dan mereka terpaksa mengikuti perkataan Rizky untuk pulang ke perkemahan.
"Rizky, sebaiknya sekarang kita pulang juga ke perkemahan, kita tidak bisa melanjutkan pencarian dalam keadaan hujan seperti ini, karena itu terlalu berbahaya," ujar Kepala sekolah.
"Tapi Pak, saya takut kalau Arsyi dan Nanda sampai kenapa-napa," ujar Rizky.
"Besok pagi kita lanjutkan lagi pencarian Arsyi dan Nanda, semoga mereka tidak sampai kenapa-napa," ujar Kepala sekolah.
Rizky bersikeras ingin tetap mencari keberadaan Arsyi dan Nanda, tapi Kepala sekolah memaksanya untuk pulang dulu, begitu juga dengan Putri yang mencoba untuk membujuknya.
"Rizky, aku tau kalau saat ini kamu mengkhawatirkan keadaan Arsyi dan Nanda, begitu juga dengan kami, tapi kamu tidak boleh seperti ini, Tante Suci dan keluarga kamu pasti akan sedih jika kamu sampai membahayakan diri sendiri. Sekarang yang bisa kita lakukan adalah terus mendo'akan keselamatan Arsyi dan Nanda," ujar Putri.
__ADS_1
Rizky akhirnya ikut kembali ke Perkemahan, karena Rizky harus menghubungi orangtuanya dan orangtua Nanda.
......................
Keesokan paginya, Arsyila mulai sadar dari pingsannya, dan Arsyila begitu terkejut ketika melihat dirinya yang tertidur di atas tangan Nanda, karena saat terjatuh, Nanda memeluk tubuh Arsyila untuk melindunginya.
"Kenapa aku bisa berada di sini?" gumam Arsyila dengan memegangi kepalanya yang terasa sakit, kemudian Arsyila mencoba mengingat kejadian yang ia alami.
"Semalam aku terpeleset, dan Nanda mencoba menolongku, tapi kami berdua terjatuh ke dalam jurang," gumam Arsyila.
Arsyila mencoba membangunkan Nanda yang masih tidak sadarkan diri di sampingnya, tapi Nanda tidak bangun juga.
"Nanda, bangun Nanda, kamu jangan membuat aku khawatir," ujar Arsyila dengan menggoyangkan tubuh Nanda.
Arsyila terkejut ketika melihat darah yang terus mengalir dari kepala Nanda yang sebelumnya terbentur batu.
"Nanda, bangun Nanda, kamu tidak boleh kenapa-napa, aku akan merasa berdosa dalam seumur hidupku jika sampai terjadi sesuatu yang buruk sama kamu," ujar Arsyila.
Arsyila mencoba berteriak untuk meminta tolong, sampai akhirnya Arya, Irwan, Rizky dan tim SAR yang mendengar teriakan Arsyila berhasil menemukan keberadaan Arsyila dan Nanda.
"Tuan Puteri tidak kenapa-napa kan?" tanya Arya dengan memeluk tubuh Arsyila yang menangis ketakutan.
"Sayang, Nanda pasti akan baik-baik saja, sekarang kita harus segera membawa Nanda ke Rumah Sakit," ujar Arya.
Arsyi semakin merasa bersalah ketika melihat Irwan menangis dengan memeluk tubuh Nanda yang sudah berada di atas tandu.
"Om, Arsyi minta maaf ya, Nanda sampai seperti itu karena Arsyi," ucap Arsyila dengan tertunduk sedih.
"Arsyi tidak boleh berkata seperti itu, semua ini adalah kecelakaan. Meski pun Om sedih, tapi Om merasa bangga karena Nanda sudah berusaha untuk melindungi Arsyi," ujar Irwan dengan menepuk bahu Arsyila.
Arya memeriksa kaki Arsyila yang terlihat bengkak, dan Arya memutuskan untuk menggendong Putri bungsunya tersebut.
"Sekarang Tuan Putri naik ke atas punggung Papa ya."
"Arsyi masih bisa jalan Pa. Sekarang Arsyi sudah besar, bagaimana kalau nanti pinggang Papa sampai encok."
"Nanti Papa bisa gantian sama Kak Rizky kalau pinggang Papa sakit," ujar Arya.
Arsyila terpaksa menuruti perintah Arya, karena kakinya terasa sakit ketika berjalan.
__ADS_1
"Tidak terasa sekarang Tuan Putri sudah besar, perasaan baru kemarin Tuan Putri dilahirkan ke Dunia ini," ujar Arya yang terus mengajak Arsyila mengobrol supaya Arsyila tidak terus-terusan merasa bersalah terhadap Nanda.
"Pa, Arsyi takut kalau Nanda sampai kenapa-napa, Arsyi sudah berhutang budi sama dia."
"Nak, jangan terus menyalahkan diri sendiri, kita sebaiknya terus berdo'a supaya Nanda tidak sampai kenapa-napa," ujar Arya mencoba menghibur Arsyila.
"Pa, Rizky minta maaf, semua ini salah Rizky karena tidak bisa menjaga Arsyi dengan baik," ujar Rizky yang saat ini mengikuti langkah Arya dari belakang.
"Kak Rizky tidak bersalah, karena Arsyi yang sudah memaksa Kak Rizky supaya mengijinkan Arsyi bertukar kelompok dengan Ratu."
Arya mencoba memberi pengertian kepada Arsyila dan Rizky supaya tidak terus-terusan menyalahkan diri sendiri.
"Kalian jangan terus menyalahkan diri sendiri, karena semua itu tidak akan bisa merubah keadaan," ujar Arya.
Ketika semuanya sampai di perkemahan, Suci dan Hesti yang terus saja menangis karena mencemaskan keadaan Nanda dan Arsyila, langsung berlari untuk melihat keadaan Anak-anaknya.
"Ayah, kenapa Nanda tidak sadarkan diri? Kenapa banyak darah pada tubuhnya?" tanya Hesti.
"Bunda, sekarang kita harus bergegas membawa Nanda ke Rumah Sakit supaya bisa segera mendapatkan penanganan medis," ujar Irwan.
"Pa, Ma, Arsyi ikut naik Ambulance ya sama Om Irwan dan Tante Hesti," ujar Arsyila yang sangat mengkhawatirkan keadaan Nanda.
Suci dan Arya mengijinkan Arsyila karena mereka tau jika saat ini Arsyila merasa bersalah dan berhutang budi kepada Nanda.
Arsyila, Irwan dan Hesti ikut masuk ke dalam Ambulance, sedangkan Arya membawa mobilnya mengikuti mobil Ambulance bersama Rizky, Suci dan Dinda.
Ratu bersikeras untuk ikut ke Rumah Sakit, tapi Putri mencoba menahannya.
"Putri, kenapa kamu mencegahku untuk ikut Rumah Sakit?" tanya Ratu.
"Ratu, untuk apa kamu pergi ke Rumah Sakit jika tujuan kamu hanya ingin mendekati Rizky? Kamu tidak boleh egois, sekarang bukan waktu yang tepat, keluarga Om Arya dan Om Irwan sedang berduka. Sebaiknya sekarang kita membantu mengemasi barang-barang Rizky, Nanda, Arsyi dan Dinda, nanti kita bisa menjenguk mereka bersama Ayah dan Ibu," ujar Putri.
"Kamu tidak mengerti kalau sekarang adalah waktu yang tepat untuk menghibur Kak Rizky, pasti Kak Rizky sedih dan menyalahkan dirinya sendiri karena tidak bisa menjaga Arsyi," ujar Ratu.
"Kamu jujur sama Kakak, apa kamu yang sudah memaksa Arsyi bertukar kelompok supaya kamu bisa mendekati Rizky?"
*
*
__ADS_1
Bersambung