Suci Tak Lagi Suci

Suci Tak Lagi Suci
Bab 178 ( Menjadi korban pemerkosaan )


__ADS_3

Keesokan paginya, secara perlahan Iqbal membuka matanya ketika mendengar suara Adzan Subuh berkumandang.


"Dimana aku? Kenapa kepala ku sakit sekali? Sepertinya aku berada di kamar Arsyi," gumam Iqbal dengan memegangi kepalanya.


Iqbal terkejut ketika melihat dirinya yang tidak mengenakan sehelai benang pun,dan Iqbal lebih terkejut lagi ketika melihat Arsyi yang berada di sebelahnya tanpa mengenakan sehelai benang pun juga.


Iqbal langsung menutupi tubuh Arsyi menggunakan selimut, kemudian Iqbal mencoba mengingat kejadian semalam.


"Apa yang sudah terjadi? Apa yang sudah aku lakukan kepada Arsyi?" gumam Iqbal dengan mengacak rambutnya secara kasar.


Secara perlahan Iqbal mengingat kejadian semalam.


Deg deg deg


Jantung Iqbal berpacu cepat ketika mengingat tentang perbuatan yang telah dia lakukan kepada Arsyi.


"Arsyi, bangun sayang, kenapa aku tega sekali menghancurkan hidup perempuan yang aku cintai?" gumam Iqbal dengan menangis memeluk tubuh Arsyi.


Iqbal sangat menyesal atas perbuatan yang telah dia lakukan, apalagi saat ini tubuh Arsyi demam dan tidak sadarkan diri.


"Aku harus segera membawa Arsyi ke Rumah Sakit, aku tidak mau Arsyi sampai kenapa-napa."


Iqbal memakai pakaiannya, kemudian Iqbal memakaikan pakaian kepada Arsyi.


Iqbal menggendong Arsyi, lalu memasukannya ke dalam mobil.


Sepanjang perjalanan menuju Rumah Sakit, Iqbal terus mengucapkan kata maaf kepada Arsyi dengan sebelah tangan memegang tangan Arsyi dengan erat.


"Sayang, maafin Kakak, Kakak tidak tau kenapa Kakak bisa melakukan semua itu. Kakak adalah lelaki bejat, dan Kakak akan melakukan apa pun untuk menebus semua kesalahan yang telah Kakak lakukan."


Setelah sampai Rumah Sakit, Iqbal kembali menggendong Arsyi, kemudian Iqbal berlari membawa Arsyi menuju ruang IGD.


"Dok, tolong Adik saya," teriak Iqbal, dan ternyata saat ini Dokter jaga di Rumah Sakit tersebut adalah Putri.


Putri juga bekerja di Rumah Sakit yang sama dengan Rizky, dan Putri menjadi Dokter kandungan di Rumah Sakit tersebut.

__ADS_1


"Iqbal, apa yang terjadi dengan Arsyi?" tanya Putri, tapi Iqbal tidak menjawabnya.


Iqbal tidak tau harus mengatakan apa kepada Putri, karena saat ini Iqbal merasa takut dan sangat mencemaskan keadaan Arsyi.


"Put, tolong selamatkan Arsyi, aku takut Arsyi sampai kenapa-napa," ucap Iqbal dengan tatapan memohon.


"Kami akan melakukan yang terbaik, kalau begitu aku akan memeriksa Arsyi dulu, tapi maaf kamu tidak bisa ikut masuk," ujar Putri kemudian menutup pintu ruang IGD.


Iqbal terlihat mondar mandir di depan ruang IGD, sampai akhirnya Iqbal menghentikan langkahnya ketika mendengar suara Rizky.


"Iqbal, apa yang kamu lakukan di sini? Siapa yang sakit?" tanya Rizky.


"A_arsyi," jawab Iqbal dengan suara tergagap.


Rizky begitu terkejut ketika mendengar perkataan Iqbal, karena Rizky ingat betul jika Arsyi dalam keadaan baik-baik saja ketika Rizky meninggalkannya.


"Arsyi sakit apa? Kenapa Arsyi bisa mendadak sakit? Padahal semalam saat aku meninggalkannya Arsyi baik-baik saja," ujar Rizky.


Iqbal merasa takut untuk mengakui perbuatannya, sampai akhirnya Rizky memutuskan masuk ke dalam ruang IGD untuk melihat keadaan Arsyi.


Beberapa saat kemudian, Rizky ke luar dari dalam ruang IGD, dan tanpa basa-basi lagi Rizky langsung melayangkan pertanyaan kepada Iqbal.


"Siapa yang sudah menodai Arsyi?" tanya Rizky dengan penuh penekanan.


Wajah Rizky memerah karena menahan amarah, Rizky juga sangat menyesal karena semalam dirinya telah meninggalkan Arsyi.


"Iqbal, cepat jawab, siapa yang sudah tega menodai Adik kita?" tanya Rizky dengan nada tinggi.


Putri yang mendengar keributan dari depan ruang IGD, bergegas ke luar menyusul Rizky, dan Putri mencoba menenangkan Rizky yang sedang menarik kerah kemeja Iqbal.


"Tenang Rizky, ini Rumah Sakit, apalagi kamu adalah salah satu Dokter yang bekerja di Rumah Sakit ini juga, jadi kamu jangan membuat keributan," ujar Putri dengan mencoba melepaskan tangan Rizky yang terus menarik kerah kemeja Iqbal.


"Cepat katakan sebelum kesabaranku habis Iqbal !!" ujar Rizky dengan penuh penekanan.


Iqbal masih diam mematung, sampai akhirnya Putri ikut angkat suara.

__ADS_1


"Iqbal, ini adalah masalah serius, sebaiknya kamu jangan menutupi lelaki bejat yang telah menodai Arsyi, karena kita harus melaporkan kepada pihak berwajib tentang kasus pemerkosaan yang menimpa Arsyi. Kasihan Arsyi karena telah menjadi korban pemerkosaan, Tante Suci dan Om Arya juga pasti akan sedih jika mengetahui tentang semua ini, apalagi sebentar lagi Arsyi dan Nanda akan menikah," ujar Putri dengan menitikkan airmata.


Iqbal beberapa kali mengembuskan nafas secara kasar sebelum mengakui kesalahannya.


"Lelaki bejat yang telah menodai Arsyi adalah aku," ucap Iqbal dengan lirih.


Rizky dan Putri begitu terkejut mendengar pengakuan Iqbal, akan tetapi mereka tidak percaya dengan perkataan Iqbal, karena mereka tau betul jika Iqbal adalah orang yang paling dekat dengan Arsyi semenjak mereka masih kecil.


"Iqbal, kamu jangan bercanda, aku tidak percaya jika kamu sudah melakukan hal bejat seperti itu kepada Tuan Putri kita."


"Rizky, aku tidak bercanda," ujar Iqbal, tapi Rizky masih juga tidak mempercayainya.


"Selama ini kamu adalah orang yang paling dekat dengan Arsyi, dan aku tidak percaya jika kamu bisa melakukan hal seperti itu kepada Adik kita, karena dari kecil kamu selalu menjaga dan melindungi Arsyi dengan baik dibandingkan dengan siapa pun. Sebaiknya katakan yang sejujurnya, siapa yang telah melakukan perbuatan sekeji itu? karena aku tidak akan segan-segan melakukan perhitungan dengan orang itu," ujar Rizky dengan tatapan mata nyalang.


"Rizky, aku menyesal telah menyakiti Arsyi, tapi aku tidak sengaja melakukan semua itu, karena semalam aku berada di bawah pengaruh Alkohol," ucap Iqbal dengan tertunduk sedih.


Rizky yang mendengar pengakuan Iqbal, langsung melayangkan tinju, kemudian Rizky membabi buta memukuli Iqbal, tapi Iqbal sama sekali tidak melakukan perlawanan.


"Rizky hentikan, istighfar Rizky, emosi tidak akan bisa menyelesaikan masalah," ujar Putri dengan menarik tubuh Rizky, apalagi saat ini kondisi Iqbal sudah babak belur.


"Kamu binatang Iqbal, aku kecewa sama kamu. Seorang Kakak seharusnya melindungi Adiknya dengan baik, tapi apa yang sudah kamu lakukan? Bahkan kamu sendiri yang sudah merusak kehidupan Adik kita, apa kamu sadar kalau kamu sudah merusak masa depannya?" teriak Rizky kemudian menjatuhkan tubuhnya di atas lantai, begitu juga dengan Iqbal yang saat ini duduk di atas lantai dengan menekuk lutut serta menyandarkan tubuhnya pada tembok, bahkan Iqbal terus menangis karena menyesali perbuatannya.


Rizky merasa berdosa karena lagi-lagi Rizky tidak bisa menjaga Arsyi dengan baik.


"Kenapa semuanya bisa seperti ini? Kenapa semua ini harus terjadi kepada Arsyi? Aku lagi lagi gagal menjaga amanah yang diberikan oleh Mama dan Papa. Apa yang harus aku katakan kepada mereka," gumam Rizky dengan menangis pilu.


Putri tidak tau harus berbuat apa ketika melihat Iqbal dan Rizky yang terlihat begitu terpukul, sampai akhirnya Putri memutuskan untuk menelpon Suci dan Arya.


"Aku akan menelpon Tante Suci dan Om Arya, karena mereka berhak tau tentang kejadian yang menimpa Arsyi."


*


*


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2