Suci Tak Lagi Suci

Suci Tak Lagi Suci
Bab 77 ( Permintaan maaf Mama Linda )


__ADS_3

Mama Linda tidak dapat berkata apa-apa lagi, karena Rian tetap bersikeras dengan pendiriannya.


"Baiklah kalau itu sudah menjadi keputusan kamu, Mama sudah tidak tau harus berkata apa-apa lagi, tapi kamu harus ingat karena suatu saat nanti, apa yang kamu tanam, itu juga yang akan kamu tuai."


"Iya Ma, Rian akan menerima semua konsekuensinya apabila nanti ingatan Suci kembali. Rian akan menerima jika Suci membenci Rian dan lebih memilih untuk kembali kepada Arya."


Mama Linda meminta kepada Rian supaya memanggil Suci, karena Mama Linda ingin meminta maaf atas semua kesalahannya selama ini.


"Rian, sebaiknya sekarang kamu panggil Suci, karena Mama ingin meminta maaf kepada Suci atas semua kesalahan yang telah Mama perbuat."


"Tapi Mama harus janji kepada Rian, kalau Mama tidak akan mengatakan apa pun kepada Suci tentang semua kebohongan yang telah Rian lakukan."


"Sebenarnya Mama tidak mau masuk ke dalam permainan yang kamu buat, tapi jika semua itu bisa membuat kamu bahagia, Mama akan mencoba untuk merahasiakan semuanya dari Suci. Tapi kamu juga harus berjanji, kalau kamu tidak akan melewati batas. Mama tidak mau kalau kamu sampai melakukan dosa besar karena telah menyentuh Istri oranglain."


"Terimakasih Ma, Rian janji, Rian akan menjaga kesucian Suci, karena Rian tulus mencintainya, yang penting Rian bisa selalu berada di dekat Suci," ucap Rian dengan tersenyum bahagia, kemudian Rian memeluk tubuh Mama Linda.


Mama Linda sampai menitikkan airmata, karena baru kali ini melihat Rian tersenyum bahagia, bahkan sampai mau memeluknya.


Baru kali ini aku merasakan dipeluk oleh Anakku sendiri, karena selama ini aku selalu egois dan tidak pernah memikirkan kebahagiaan Rian, batin Mama Linda.


"Kenapa Mama menangis?"


"Ini adalah airmata bahagia, karena sudah lama Mama tidak melihat kamu tersenyum bahagia, bahkan sampai memeluk Mama. Rian, Mama minta maaf, karena selama ini Mama selalu memaksakan kehendak Mama terhadap kamu, dan Mama tidak pernah memikirkan kebahagiaan kamu," ucap Mama Linda dengan airmata yang semakin menganak sungai.


"Ma, setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan, begitu juga dengan Rian. Rian tau kalau saat ini yang Rian lakukan adalah salah, tapi Rian masih saja bersikeras melakukan semuanya, karena Rian belum sanggup apabila harus kembali berpisah dengan Suci."


Rian memanggil Suci ke dalam kamarnya, dan Suci terlihat heran ketika melihat senyuman yang terus mengembang pada bibir Rian.


"Sayang, Ayah punya kabar bahagia," ujar Rian dengan mendekati tubuh Suci yang saat ini sedang duduk di atas kasur.


"Memangnya Ayah punya kabar bahagia apa?" tanya Suci dengan memegang tangan Rian yang saat ini duduk di sampingnya.

__ADS_1


"Mama sudah merestui pernikahan kita, dan sekarang Mama ingin bertemu dengan Bunda," jawab Rian.


"Alhamdulillah, kalau begitu sekarang kita ke kamar Mama," ujar Suci dengan tersenyum bahagia.


Rian membantu Suci untuk berjalan, karena Rian selalu khawatir melihat perut Suci yang sudah membesar.


Setelah sampai di kamar Mama Linda, Suci terlihat ragu untuk mendekati Mama Linda, tapi Rian tersenyum dan menganggukkan kepalanya kepada Suci supaya Suci tidak merasa ragu atau pun takut.


"Nyonya," ucap Suci dengan duduk si samping Mama Linda.


Tiba-tiba Mama Linda memeluk tubuh Suci, kemudian Mama Linda menumpahkan tangisannya dalam pelukan Suci.


"Suci, maafin Mama, selama ini Mama sudah melakukan kesalahan yang besar kepada Suci."


"Nyonya tidak perlu meminta maaf, Nyonya tidak melakukan kesalahan apa pun kepada saya. Saya mengerti kalau Nyonya pasti ingin yang terbaik untuk Mas Rian, makanya Nyonya tidak merestui hubungan kami,"


Suci pasti tidak mengingat jika aku pernah menjebloskannya ke dalam penjara. Sekarang aku harus menebus semua kesalahanku dengan menyayangi Suci seperti Putriku sendiri, mungpung aku masih diberikan kesempatan, batin Mama Linda.


"Iya Ma, terimakasih," ucap Suci dengan menitikkan airmata bahagia.


......................


Di tempat lain, Arya terus mencari keberadaan Suci, meski pun saat ini kondisi kesehatan Arya terus menurun.


"Arya, kamu baik-baik saja kan?" tanya Alina yang melihat Arya terjatuh di pinggir jalan.


"Jangan sentuh aku," ujar Arya dengan menghempaskan tangan Alina yang hendak membantunya untuk berdiri.


Alina saat ini akan pergi ke sebuah Klinik untuk menggugurkan kandungannya, tapi saat Alina melihat Arya, Alina memutuskan untuk menghampiri Arya terlebih dahulu, karena Alina tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang langka tersebut.


"Arya, kenapa kamu tidak pernah menghargai semua yang aku lakukan? Padahal aku tulus melakukan semuanya," ujar Alina.

__ADS_1


"Alina apa kamu sadar dengan apa yang kamu ucapkan? Kamu bilang kamu tulus terhadapku? seharusnya kamu berpikir jika selama ini Farel juga tulus terhadapmu. Kamu meminta aku menghargai kamu, tapi kamu sendiri tidak pernah menghargai semua yang Farel lakukan untuk kamu," ujar Arya.


"Arya tapi aku sangat mencintai kamu."


"Yang kamu rasakan untukku bukanlah cinta, tapi hanyalah sebuah obsesi. Sekarang kamu bayangkan jika kamu yang berada di posisi Farel, bagaimana perasaan kamu jika semua yang kamu lakukan tidak dihargai oleh orang yang kamu cintai? Jangan sampai kamu menyesal setelah Farel berpaling ke lain hati, karena setiap manusia pasti memiliki batas kesabaran," jelas Arya.


Alina terlihat melamun, dan Alina mengingat semua pengorbanan yang sudah Farel lakukan untuknya.


Arya benar, selama ini aku tidak pernah menghargai Farel, padahal Farel sudah menjadi Suamiku, tapi aku masih saja mengejar laki-laki lain, batin Alina.


"Sepertinya aku sudah terlambat, karena sekarang Farel sudah dekat dengan Karin," ujar Alina dengan tertunduk sedih, karena Alina selalu merasa cemburu apabila melihat kedekatan Farel dengan Karin.


"Kamu seharusnya tau jika Farel sengaja ingin membuat kamu cemburu. Kalau Farel mau, sudah dari dulu Farel mendekati Karin, dan dia pasti dengan mudah bisa mendapatkan Karin, karena aku tau kalau sudah lama Karin naksir Farel, tapi yang Farel cintai hanyalah kamu, jadi kamu jangan sia-siakan orang yang mencintai kamu. Sebaiknya sekarang kamu temui Farel sebelum Karin merebutnya," ujar Arya.


"Terimakasih Arya, kamu sudah menyadarkan aku," ucap Alina, kemudian bergegas pergi untuk menemui Farel.


"Sekarang aku harus menemui Farel, aku tidak mau jika sampai ada perempuan lain yang merebutnya. Untung saja aku belum melakukan hal bodoh dengan menggugurkan buah cinta kami. Sekarang juga aku harus mengatakan kepada Farel kalau saat ini aku sedang hamil Anaknya, dan aku harus jujur kalau aku juga mencintainya," gumam Alina.


Alina mempercepat langkah kakinya ketika sampai di Argadana Grup, dan Alina menerobos masuk begitu saja ke dalam ruang meeting.


Farel terkejut ketika melihat Alina menghampirinya, apalagi Alina langsung memeluk tubuh Farel dan menangis dalam pelukannya.


"Alina, kamu kenapa? Apa ada orang yang sudah menyakiti kamu?" tanya Farel.


"Farel, maafkan aku, aku adalah perempuan paling bodoh di Dunia ini, karena aku sudah menyia-nyiakan Suamiku, bahkan aku meminta kamu supaya merahasiakan pernikahan kita dari oranglain," ucap Alina sehingga membuat semua yang berada di ruang meeting merasa terkejut, terutama Karin yang sudah berharap bisa mendapatkan cinta Farel.


*


*


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2