
Setelah sampai rumah kontrakan Hesti, Bu Rita mengeluarkan handphone nya untuk menelpon Rian, tapi Bu Rita terkejut karena yang mengangkat telpon nya adalah seorang perempuan, apalagi suara perempuan tersebut terdengar tidak asing bagi Bu Rita dan Hesti.
📞"Assalamu'alaikum," ucap Suci saat mengangkat handphone milik Rian, karena saat ini Rian sedang berada di dalam kamar mandi, dan Rian menyuruh Suci untuk mengangkat telponnya karena Rian mengira jika itu adalah telpon dari Rita karyawan Restorannya.
📞"Wa'alaikumsalam. Apa Nak Rian nya ada?" tanya Bu Rita.
📞"Maaf Mas Rian nya lagi di kamar mandi, tapi kalau Ibu ada pesan, nanti saya sampaikan," jawab Suci.
Bu Rita dan Hesti saling berpandangan, karena mereka berdua memiliki pemikiran yang sama.
"Bu, kenapa suaranya mirip Suci?" bisik Hesti, karena sebelumnya Bu Rita menekan loud speaker pada handphone nya.
"Iya, suaranya mirip sekali dengan Suci. Kalau begitu Ibu coba tanya namanya," bisik Bu Rita kepada Hesti.
📞"Maaf, ini dengan siapanya Nak Rian ya? apa boleh saya mengetahui nama Anda?" tanya Bu Rita yang merasa sangat penasaran.
Rian yang baru ke luar dari kamar mandi langsung menghampiri Suci pada saat Suci hendak menjawab pertanyaan Bu Rita.
📞"Saya istrinya Mas Rian. Nama saya Su_" perkataan Suci terhenti karena Rian memotongnya.
"Sayang, yang telpon Rita Karyawan nya Mas kan?" tanya Rian.
"Gak tau Mas, tapi nama kontak di handphone nya Bu Rita," jawab Suci.
Rian langsung merebut handphone nya dari tangan Suci, karena Rian baru mengingat jika sebelumnya dia dan Bu Rita telah bertukar nomor telpon.
"Sayang, maaf ya Mas ke luar dulu," ujar Rian, kemudian bergegas ke luar dari kamar perawatan Suci untuk berbicara dengan Bu Rita.
Suci merasa heran dengan sikap Rian, karena Rian terlihat ketakutan.
"Kenapa ya Mas Rian tiba-tiba merebut handphone nya? dan Mas Rian juga terlihat ketakutan?" gumam Suci.
__ADS_1
Rian yang gugup saat akan berbicara dengan Bu Rita, beberapa kali mencoba mengembuskan napasnya secara kasar supaya merasa lebih tenang dan tidak sampai keceplosan saat berbicara dengan Bu Rita.
📞"Assalamu'alaikum Bu, maaf ya barusan Rian habis dari kamar mandi," ucap Rian.
📞"Wa'alaikumsalam Nak. Apa Nak Rian sudah mengetahui kabar tentang meninggalnya Suci?" tanya Bu Rita.
📞"Innalillahi..Memangnya Suci meninggal kenapa Bu? soalnya Rian sekarang sedang berada di luar kota," ujar Rian.
Rian berpura-pura terkejut dan balik bertanya kepada Bu Rita supaya Bu Rita tidak mencurigainya, karena tadi Suci dan Bu Rita sempat mengobrol.
Bu Rita menceritakan kronologis kejadian yang menimpa Suci, bahkan Bu Rita menceritakan tentang Arya yang sebenarnya adalah Ayah biologis dari Rizky.
📞"Jadi, lelaki bejat yang telah menghancurkan hidup Suci adalah Arya?" ujar Rian yang begitu geram saat mengetahui jika Arya dan teman-temannya yang sudah membuat dirinya dan Suci berpisah.
📞"Iya Nak, Ibu juga tidak mengira jika Arya adalah lelaki bejat yang telah menghancurkan hidup Suci. Jika saja sejak awal Ibu mengetahuinya, Ibu pasti akan melarang Suci supaya tidak dekat dengan Arya, dan mungkin Suci juga tidak akan menerima Arya sebagai Suaminya."
Sekarang aku tidak perlu merasa bersalah lagi karena telah memisahkan Arya dan Suci, karena ternyata Arya adalah lelaki brengsek yang dulu telah memisahkan aku dan Suci. Aku juga tidak perlu mengkhawatirkan Rizky, karena Arya pasti akan menjaga dan melindungi Anak kandungnya, batin Rian.
📞"Nak Rian baik-baik saja kan?" tanya Bu Rita, karena Rian hanya diam saja.
📞"Kami juga tidak menyangka jika Suci pergi secepat itu. Sekarang yang bisa kita lakukan hanyalah mendo'akan mendiang Suci supaya tenang di alam sana."
📞"Iya Bu, Rian pasti akan selalu berdo'a untuk Suci," semoga selamanya Suci selalu berada di samping Rian, hingga maut yang memisahkan kami, lanjut Rian dalam hati.
📞"Oh iya, apa Nak Rian sudah menikah lagi? soalnya tadi yang mengangkat telpon mengatakan kalau dia istrinya Nak Rian?" tanya Bu Rita yang masih merasa penasaran dengan perempuan yang mengaku sebagai istri Rian.
📞"Alhamdulillah Bu, Rian baru saja menikah dengan perempuan baik bernama Susan," jawab Rian, karena tadi Rian sempat mendengar Suci hendak menyebutkan namanya.
📞"Alhamdulillah kalau seperti itu, semoga kalian menjadi keluarga sakinah, mawadah dan warahmah," ucap Bu Rita.
📞"Amin, terimakasih banyak do'anya Bu," ucap Rian kemudian mengucapkan salam sebelum mengakhiri panggilan telpon dengan Bu Rita.
__ADS_1
"Sebaiknya aku segera mengganti nomor handphone ku supaya Bu Rita atau Hesti tidak dapat menghubungi ku lagi, karena aku takut jika suatu saat nanti, Suci yang kembali mengangkat telpon dari mereka," gumam Rian, kemudian kembali masuk ke dalam kamar perawatan Suci.
Suci langsung mengembangkan senyuman ketika melihat Rian kembali masuk ke dalam kamar perawatannya.
"Mas, siapa yang barusan telpon? sepertinya Mas terlihat sangat ketakutan?" tanya Suci.
"Maaf ya sayang, tadi Mas langsung merebut handphonenya dari tangan Suci. Mas takut terjadi sesuatu yang buruk dengan Mama, karena yang barusan menelpon adalah orang yang Mas tugaskan mengurus Mama."
"Memangnya kenapa dengan Nyonya Linda?" tanya Suci yang tidak mengingat kejadian apa pun dalam satu tahun ke belakang.
"Kamu pasti lupa kalau beberapa bulan yang lalu, Mama mengalami kecelakaan mobil sehingga membuat kaki Mama lumpuh, bahkan wajah dan tubuh Mama masih belum pulih sepenuhnya dari luka bakar."
"Innalillahi..Kasihan sekali Nyonya Linda. Kalau begitu, nanti setelah Suci diijinkan pulang dari Rumah Sakit, Suci yang akan merawat Nyonya Linda. Bagaimanapun juga Nyonya Linda adalah Mama Mertua Suci."
"Sayang, tapi setelah Suci ke luar dari Rumah Sakit, Mas harus membawa Suci dan Rizky pindah ke Kalimantan, karena kita akan mengurus Restoran yang berada di sana."
"Padahal Suci ingin sekali merawat Nyonya Linda, apalagi kedua orangtua Suci sudah meninggal dunia, jadi Suci akan menganggap kedua orang tua Mas sebagai Orangtua kandung Suci sendiri."
"Sayang, makasih banyak ya, Suci masih saja baik terhadap Mama, padahal Mama sudah banyak melakukan kejahatan terhadap Suci. Sebenarnya Mama dan Papa mungkin akan bercerai, karena ternyata Papa sudah berselingkuh, bahkan saat ini selingkuhan Papa tengah hamil," ujar Rian dengan mata yang berkaca-kaca, karena bagaimanapun juga Rian tidak mau kedua orangtuanya sampai bercerai.
"Mas yang sabar ya, kasihan Nyonya Linda, pasti beliau sangat sedih."
"Mas tidak bisa menyalahkan Papa sepenuhnya, karena Papa juga sampai berselingkuh karena Mama yang selalu merendahkan Papa. Makanya Papa sampai berpaling ke lain hati."
"Semoga semua itu menjadi pelajaran untuk kita, karena pada dasarnya rumah tangga harus didasari dengan kejujuran dan saling percaya."
"Ya sudah Sekarang sebaiknya Suci istirahat dan jangan terlalu banyak pikiran, supaya kondisi kesehatan Suci segera pulih," ujar Rian dengan membantu Suci untuk berbaring.
Maaf Suci, aku terpaksa harus berbohong dengan status kita, karena aku tidak akan sanggup lagi jika harus berpisah denganmu. Nanti aku akan membawa kamu dan Rizky pergi jauh dari sini, supaya tidak ada lagi orang yang mengenali kita, dan kita akan membuka lembaran baru sebagai pasangan Suami istri, meski pun aku tidak mungkin bisa menyentuhmu sebagai seorang Suami, karena aku bukanlah Suami kamu yang sebenarnya, ucap Rian dalam hati
*
__ADS_1
*
Bersambung