Suci Tak Lagi Suci

Suci Tak Lagi Suci
Bab 87 ( Mantan Narapidana )


__ADS_3

Rian dan Mama Linda memutuskan ke luar dari kamar untuk menghampiri Suci dan Arya, dan Mama Linda menyuruh Bi Sari membereskan kamar supaya Suci tidak merasa curiga dengan perbuatan Rian.


"Ayah baik-baik saja kan?" tanya Suci dengan menghampiri Rian yang saat ini terlihat mendorong kursi roda Mama Linda.


"Sayang, Ayah baik-baik saja. Tadi Ayah hanya kecapean dan ada sedikit masalah di Restoran. Maaf ya kalau Ayah sudah membuat Bunda merasa cemas," ujar Rian dengan sengaja memeluk tubuh Suci secara posesif di hadapan Arya.


Arya berusaha menahan rasa cemburu, karena Arya sudah bertekad akan bertahan untuk berada di dekat Suci demi Rizky.


Sabar Arya, kamu harus kuat demi Rizky, ucap Arya dalam hati dengan tertunduk sedih.


Entah kenapa lagi lagi Suci merasa sedih ketika melihat raut wajah Arya yang sedih, sehingga Suci berusaha melepaskan diri dari pelukan Rian.


"Maaf Yah, tidak enak ada tamu," bisik Suci.


"Tapi dia hanya tamu tak di undang," sindir Rian kepada Arya.


Kenapa Mas Rian terlihat tidak suka kepada Mas Arya? Padahal Mas Arya adalah orang yang sudah menolongku saat melahirkan Arsyila, batin Suci kini bertanya-tanya.


"Yah, tidak seharusnya Ayah berbicara seperti itu, bagaimanapun juga Mas Arya adalah orang yang sudah membantu Bunda melahirkan Tuan Putri kita," bisik Suci kepada Rian, karena Suci tidak mau jika ada yang sampai mendengarnya.


Arya memutuskan untuk pamit, karena lama-lama Arya tidak tahan juga melihat pemandangan yang menyesakkan dadanya.


"Suci, semuanya, kalau begitu saya pamit pulang dulu," ujar Arya dengan mengambil Rizky dari gendongan Suci, dan Rizky langsung menangis kencang ketika terlepas dari gendongan Suci.


Kenapa rasanya aku ingin terus berada di dekat Rizky? Aku seperti memiliki ikatan batin dengannya, padahal kami baru pertama kali bertemu, batin Suci yang tiba-tiba menitikkan airmata ketika melihat Arya membawa Rizky pulang.


Rian menghela nafas panjang ketika melihat Suci menangis, sampai akhirnya Rian menyuruh Suci untuk membantu Arya bersih-bersih di rumahnya.


"Sebaiknya sekarang Bunda bantu-bantu Arya beres-beres di rumahnya, kasihan Arya pasti kesusahan karena harus beres-beres sambil menggendong Rizky," ujar Rian, dan tiba-tiba Suci langsung berhenti menangis.


"Apa benar Ayah mengijinkan Bunda membantu Mas Arya?" tanya Suci dengan mata yang berbinar.


"Anggap saja itu sebagai tanda terimakasih kita kepada Arya karena telah membantu membawa Bunda ke Rumah Sakit saat akan melahirkan Arsyi," jawab Rian.


Suci bergegas berangkat menuju rumah Arya, dan Mama Linda bersyukur dengan sikap Rian yang sudah memperbolehkan Suci dekat dengan Arya dan Rizky.

__ADS_1


"Nak, Mama bangga sama Rian, karena Rian sudah bersikap tidak egois."


"Rian melakukan semua itu demi Suci juga Ma, Rian tau kalau ikatan batin antara Ibu dan Anak pasti sangat kuat, makanya Suci sampai menangis ketika melihat Arya membawa Rizky pulang ke rumahnya."


......................


Hesti yang mendengar perkataan Irwan jika perempuan di dalam cermin adalah dirinya, merasa sangat terkejut, karena Hesti tidak pernah menyangka jika dirinya bisa terlihat cantik setelah dirias.


Ternyata uang bisa merubah penampilan seseorang, tapi aku tidak mau membohongi semua orang dengan penampilanku, karena pada kenyataannya aku tetaplah gadis miskin yang tidak pantas untuk bersanding dengan Irwan, ucap Hesti dalam hati.


"Sayang, kamu baik-baik saja kan? Sebaiknya kita berangkat sekarang, karena Mama barusan sudah telpon, katanya semua tamu undangan sudah hadir," ujar Irwan.


Hesti dan Irwan melanjutkan perjalanan menuju Pesta ulang tahun yang akan diselenggarakan di rumah Irwan, tapi sepanjang perjalanan, Hesti hanya diam tanpa mengeluarkan satu patah kata pun, padahal biasanya Hesti selalu berisik dan banyak protes.


"Sayang, kita sudah sampai, silahkan turun Ratu ku," ujar Irwan ketika membukakan pintu mobil untuk Hesti.


Hesti semakin merasa gugup saat turun dari mobil, apalagi rumah Irwan begitu mewah bak istana dalam dongeng.


"Irwan, sebaiknya aku pulang saja. Aku merasa tidak pantas masuk rumah kamu," ujar Hesti yang hendak melangkahkan kakinya untuk pulang, tapi Irwan bergegas mencekal pergelangan tangan Hesti.


Selama ini Irwan selalu memperlakukanku dengan baik, dan semua perlakuannya telah membuat aku masuk ke dalam permainanku sendiri, karena pada kenyataannya aku sudah jatuh cinta kepadanya. Seandainya saja Irwan bukanlah orang yang menyebabkan Suci meninggal dunia, ucap Hesti dalam hati.


Ketika memasuki tempat acara Ulang tahun, Irwan dan Hesti menjadi pusat perhatian karena mereka tampak begitu serasi.


"Ma, Pa, kenalin ini adalah Calon Istri Irwan," ujar Irwan dengan membawa Hesti menemui kedua orangtuanya.


Hesti mencium punggung tangan kedua orangtua Irwan, dan kedua orangtua Irwan menyambut hangat kedatangan Hesti.


"Ternyata ini ya yang namanya Hesti? Pantas saja Irwan selalu memuji Hesti, ternyata Hesti sangat cantik," puji Mama Maya dengan merangkul tubuh Hesti.


"Makasih banyak pujiannya Tante, tapi Tante lebih cantik," ujar Hesti dengan tersenyum, karena Mama Maya masih terlihat cantik dan awet muda di usianya yang sudah memasuki usia lima puluh tahun.


"Menantu Mama bisa aja. Hesti panggilnya Mama aja ya, sebentar lagi Hesti akan menjadi Anak kami juga," ujar Mama Maya.


Papa Andi menyuruh pembawa acara untuk segera membuka acaranya, dan Serli sudah tersenyum licik, karena sebentar lagi Serli akan mempermalukan Hesti di hadapan semua orang.

__ADS_1


Sebelum Irwan meniup lilin, Irwan terlebih dahulu menyampaikan permintaannya kepada Mama Maya dan Papa Andi supaya ini menjadi pesta ulang tahunnya yang terakhir.


"Ma, Pa, Irwan harap, tahun depan Mama dan Papa tidak membuatkan pesta ulang tahun lagi untuk Irwan."


"Kenapa seperti itu Nak? Irwan adalah Anak tunggal kami setelah Erwin meninggal dunia, jadi kami ingin memberikan yang terbaik untuk Irwan," ujar Mama Maya.


"Ma, sekarang usia Irwan sudah 25 tahun. Kalau ada umur, tahun depan Irwan ingin mengadakan acara amal saja kepada Anak Yatim dan fakir miskin untuk mensyukuri pertambahan usia Irwan, dan semoga saja tahun depan Irwan sudah bisa memberikan Cucu untuk Mama dan Papa, karena Irwan ingin secepatnya menikahi Hesti," ujar Irwan, sehingga membuat pipi Hesti memerah seperti udang rebus karena merasa malu.


Mama Maya dan Papa Andi begitu bahagia mendengar keinginan Irwan, dan mereka sudah menduga jika sikap Irwan berubah menjadi lebih baik berkat Hesti.


"Kami bangga sama kamu Nak, karena sekarang Irwan sudah lebih dewasa. Semua itu pasti karena calon Menantu kami," ujar Papa Andi.


"Iya Pa, selama ini Hesti selalu mengingatkan Irwan tentang arti berbagi dengan orang yang lebih membutuhkan."


"Terimakasih ya sayang, karena Hesti sudah mengingatkan Irwan. Mama bahagia karena akan segera memiliki Menantu yang baik seperti Hesti. Kalau begitu sekarang kita tiup lilin sama potong kue nya," ujar Mama Maya.


Setelah Irwan meniup lilin dan memotong kue, Irwan menyuapi Mama Maya dan Papa Andi, dan orang ketiga yang Irwan suapi adalah Hesti, meski pun Hesti terlihat malu-malu.


Serli yang merasa geram langsung saja naik ke atas panggung untuk mengumumkan kepada semuanya jika Hesti adalah mantan Narapidana.


"Selamat malam semuanya, perkenalkan nama saya Serli, dan saya adalah mantan kekasih Irwan. Saya ucapkan selamat ulang tahun untuk Irwan, semoga panjang umur, sehat selalu, dan makin sukses untuk kariernya."


Perasaan Hesti dan Irwan sudah merasa tidak enak ketika melihat Serli naik ke atas panggung. Akan tetapi, apa pun yang terjadi, Irwan tidak akan pernah melepas pegangan tangannya terhadap Hesti.


"Irwan sayang, sebelum kamu mengambil keputusan untuk menikahi perempuan kampung, miskin juga Yatim Piatu yang ada di sebelah kamu, kamu harus tau asal usul Calon Istri kamu dulu," ujar Serli, dan Irwan yang mendengar perkataan Serli langsung saja angkat suara.


"Serli, kamu tidak pantas menghina Calon Istriku. Harus berapa kali aku bilang kalau Hesti beribu-ribu kali lipat lebih baik segala-galanya dibandingkan dengan kamu."


"Irwan sayang, sepertinya kamu belum tau kalau Hesti adalah Mantan Narapidana," ucap Serli dengan lantang sehingga membuat semua yang berada di sana merasa terkejut.


*


*


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2