Suci Tak Lagi Suci

Suci Tak Lagi Suci
Bab 36 ( Perselingkuhan yang terbongkar )


__ADS_3

Farel memutuskan untuk menelpon Alina terlebih dahulu sebelum berangkat menuju Rumah Sakit, karena Farel tidak tau Rumah Sakit tempat Alina dirawat.


Meski pun pada awalnya Alina menolak kedatangan Farel, tapi Farel bersikeras memaksa Alina supaya mengijinkan Farel datang ke Rumah Sakit.


📞"Alina, kalau kamu tidak memberitahu aku Rumah Sakit tempat kamu dirawat, aku tidak akan segan-segan membongkar perselingkuhan kita kepada Rian," ancam Farel, dan akhirnya Alina terpaksa memberitahu Farel, karena Alina tidak mau jika sampai Rian mengetahui tentang perselingkuhannya dengan Farel.


Setelah sampai Rumah Sakit, Farel bergegas mencari kamar perawatan Alina, dan Farel yang tidak melihat siapa pun berada di dalam kamar perawatan Alina, langsung berhambur memeluk tubuh Alina.


"Sayang, kenapa kamu tidak ngasih tau aku kalau kamu sudah melahirkan bayi kita," ujar Farel yang saat ini menghujani Alina dengan ciuman.


"Farel, jangan seperti ini, bagaimana kalau sampai ada orang yang melihat kita," ujar Alina dengan mencoba melepaskan diri dari pelukan Farel.


Percakapan Alina dan Farel terdengar oleh Bu Rita dan Rian yang saat ini membuka pintu kamar perawatan Alina.


Sayangnya kami berdua sudah mendengar bahkan melihat perbuatan tidak senonoh kalian," sindir Rian.


Sebelumnya Bu Rita pergi untuk membeli makanan, sedangkan Rian baru saja pulang dari Pengadilan Agama setelah melayangkan gugatan cerai kepada Alina.


"Rian, aku bisa menjelaskan semuanya, kamu telah salah paham. Kami berdua hanya berteman, dan kami tidak memiliki hubungan seperti yang kamu pikirkan," ujar Alina yang mencoba menampik semua tuduhan Rian.


"Tapi aku tidak percaya dengan perkataan kamu Alina. Apa kamu pikir aku tuli? kamu harus tau kalau aku sudah memiliki bukti yang kuat jika Putri bukanlah darah daging ku, karena aku dinyatakan mandul," teriak Rian dengan melayangkan hasil pemeriksaan tes kesuburannya kepada Alina.


Alina membulatkan mata melihat hasil tes tersebut, sedangkan Farel merasa bahagia karena Rian telah mengetahui perselingkuhan dirinya dan Alina.


"Jadi laki-laki ini Ayah kandung dari Putri? padahal sebelumnya aku sudah menuduh Arya yang berselingkuh dengan kamu. Nama kamu Farel kan? sebentar lagi kamu bisa menikahi Alina, karena aku sudah melayangkan gugatan cerai kepada Alina. Alina saat ini juga aku menjatuhkan talak tiga kepadamu," tegas Rian.


"Tidak Rian, aku mohon jangan ceraikan aku, aku sangat mencintaimu, dan aku tidak bisa hidup tanpamu," ucap Alina dengan menjatuhkan tubuhnya kemudian memegang kaki Rian.

__ADS_1


"Apa aku tidak salah dengar? kamu bilang kamu cinta sama aku? kamu dengar Alina, jika kamu tulus mencintai seseorang, kamu tidak akan mungkin mengkhianati orang tersebut," ujar Rian dengan melepaskan pegangan tangan Alina pada kakinya.


Farel mencoba membantu Alina untuk berdiri, tapi Alina langsung menepis tangan Farel.


"Rian, aku berjanji akan berubah, dan aku akan menjadi istri dan Ibu yang baik untuk Anak-anak kita nanti."


"Apa kamu tidak dengar kalau aku mandul? Kamu dengar baik-baik Alina, sejak awal, aku tidak pernah mencintai kamu, dan gara-gara kamu, sekarang aku kembali kehilangan Suci karena Suci telah menikah dengan Arya," ucap Rian dengan menangis, kemudian menjatuhkan tubuhnya di atas lantai karena Rian masih belum bisa menerima pernikahan Suci dan Arya.


Semua yang berada di sana terkejut mendengar pernikahan Suci dan Arya, karena sebelumnya Suci tidak mengatakan apa pun kepada Bu Rita, bahkan Suci bilang jika Suci akan menjauhi Arya.


"Nak Rian, tadi pagi Ibu bertemu dengan Suci, tapi Suci bilang kalau dia akan menjauhi Arya. Bagaimana mungkin sekarang mereka berdua tiba-tiba menikah?"


"Rian juga tidak tau pasti alasan mereka yang tiba-tiba menikah Bu, tapi yang pasti, sekarang Suci telah menjadi istri Arya, dan Rian tidak bisa menerimanya."


Kenapa Arya dan Suci tiba-tiba menikah? padahal tadi Arya tidak mengatakan apa pun kepadaku, batin Farel kini bertanya-tanya.


Bu Rita membantu Rian untuk berdiri, karena Rian begitu terpukul dengan pernikahan Suci.


"Makasih banyak Bu, Rian akan mencoba mengikhlaskan semuanya. Kalau begitu Rian pamit dulu. Maaf jika Rian tidak bisa membantu Ibu untuk dekat dengan Alina dan Putri," bisik Rian supaya Alina dan Farel tidak mendengar perkataannya.


Setelah kepergian Rian, Farel mendekati box bayi yang berada di samping Alina, dan Farel begitu terkejut melihat wajah Putri.


"Alina, kenapa terdapat tanda lahir yang besar pada wajah bayi kita?" tanya Farel.


"Aku juga tidak tau Farel, mungkin saja semua itu adalah karma dari kamu yang selalu berbuat dosa. Sebaiknya kamu urus bayi monster itu, karena aku tidak sudi harus mengakuinya sebagai Anak," ujar Alina.


Apa Anakku cacat karena aku telah melakukan banyak dosa di masalalu, apalagi kepada Suci? kasihan Putri harus menanggung semua kesalahan yang telah aku perbuat. Maafkan Papa Nak, Papa janji akan berubah menjadi orang baik, batin Farel.

__ADS_1


"Alina, meski pun Putri terlahir cacat, tapi aku akan menyayanginya, karena bagaimana pun juga aku yakin jika Putri adalah darah dagingku," ucap Farel, dan Bu Rita yang mendengar perkataan Farel merasa bahagia, karena ternyata Farel tidak seperti yang Bu Rita pikirkan.


Syukurlah, ternyata Farel tidak seperti yang aku pikirkan, padahal aku pikir dia akan seperti Alina yang tidak mau menerima Putri, batin Bu Rita.


......................


Suci terlihat berpikir ketika mendengar pertanyaan Arya, tapi saat ini Arya sudah menjadi Suaminya, dan bagaimana pun juga Suci tidak bisa terus-terusan menghindari keluarga Arya.


"Kemana pun Mas membawa Suci dan Rizky pergi, Suci akan ikut, karena sekarang Mas Arya adalah Imam Suci."


Arya tidak mengira jika Suci akan menyetujui ajakan nya, dan saking bahagianya, Arya langsung berhambur memeluk tubuh Suci dan Rizky.


"Semua ini rasanya masih seperti mimpi, karena hari ini adalah hari yang paling bahagia dalam hidup Mas," ucap Arya dengan mengeratkan pelukannya.


"Sayang, kamu juga tidak keberatan kan kalau kita pindah rumah?" tanya Arya.


Suci sebenarnya sudah merasa takut kalau sampai Arya mengajaknya tinggal di kediaman Argadana, tapi Suci juga tidak mungkin mengajak Arya tinggal bersama Hesti.


"Sayang, kamu tenang saja, Mas tidak mungkin mengajak kamu dan Rizky tinggal bersama keluarga Mas. Jadi, Suci tidak perlu merasa takut."


Suci begitu terkejut karena Arya mengetahui apa yang dia pikirkan.


"Mas, sudah sering mendengar jika seorang Suami tidak boleh mengajak istrinya untuk tinggal bersama dengan keluarga dari Suami, karena pasti akan menimbulkan lebih banyak masalah. Suci juga pasti gak bakalan betah jika tinggal bersama keluarga Mas, karena dalam satu rumah hanya boleh ada satu Ratu, dan kita akan membuat Istana kita sendiri_," cerocos Arya, sampai akhirnya perkataan Arya terhenti karena tiba-tiba Suci mencium pipi Arya.


"Terimakasih atas semuanya," ucap Suci, dan Arya diam mematung dengan memegangi pipinya, karena Arya masih merasa terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Suci.


*

__ADS_1


*


Bersambung


__ADS_2