
Nanda yang merasa stres karena Arsyi terus saja menolaknya, memutuskan untuk pergi ke salah satu klub malam yang berada di Ibukota. Padahal sebelumnya Nanda tidak pernah masuk ke tempat seperti itu.
"Seharusnya malam ini menjadi malam yang indah untuk aku dan Arsyi seandainya Iqbal tidak datang dan menghancurkan semuanya," gumam Nanda dengan terus menenggak minuman beralkohol.
Ratu yang kebetulan sudah berada di tempat tersebut, memutuskan untuk menghampiri Nanda, karena sebelumnya Ratu tidak pernah melihat Nanda datang ke klub malam.
"Tumben kamu datang ke tempat seperti ini? Apa kamu sedang patah hati juga?" sindir Ratu dengan duduk di kursi yang berada di samping Nanda.
"Kamu juga ngapain berada di sini?" tanya Nanda dengan tatapan sinis, karena dari dulu Nanda dan Ratu tidak pernah akur.
"Aku sudah biasa main ke tempat seperti ini, apalagi sekarang hatiku sedang hancur, karena lelaki yang aku cintai sudah menjadi Kakak iparku," jawab Ratu dengan tersenyum kecut.
"Jadi kamu masih belum melupakan Kak Rizky?" tanya Nanda.
"Melupakan tidak semudah membalikan telapak tangan Nanda, apalagi aku sudah menyukai Kak Rizky semenjak kita masih kecil. Dinda juga pasti patah hati kan makanya dia memutuskan bekerja di luar negeri?" ujar Cindi.
"Dinda memang patah hati, tapi aku lebih patah hati lagi, karena seharusnya yang menikah hari ini adalah aku dan Arsyi."
Ratu terkejut ketika mendengar perkataan Nanda, karena Ratu mengira jika Putri dan Rizky sudah merencanakan pernikahan mereka dari jauh-jauh hari.
"Jadi Putri dan Kak Rizky hanya pengantin pengganti? Kenapa Arsyi sampai memutuskan hubungannya dengan kamu? Padahal kalian sudah menjalin hubungan selama enam tahun?" tanya Ratu yang merasa penasaran.
"Aku tidak bisa mengatakan penyebabnya sama kamu, tapi yang pasti semua itu terjadi karena Iqbal," ujar Nanda yang sudah mulai hilang kesadarannya karena terus meminum alkohol.
"Sepertinya Arsyi masih belum melupakan cintanya kepada Iqbal."
"Kamu jangan bicara sembarangan, karena Arsyi hanya mencintaiku."
"Apa kamu akan terus mengejar Arsyi?"
"Tentu saja. Sampai ke ujung dunia pun aku akan terus mengejar Arsyi, karena hanya dia satu-satunya perempuan yang aku cintai dalam hidupku."
Ratu dan Nanda terus melampiaskan kekecewaan mereka dengan meminum alkohol, sampai akhirnya keduanya sama-sama mabuk.
"Kak Rizky, ini beneran Kak Rizky kan?" ujar Ratu dengan memeluk Nanda, karena Ratu mengira jika Nanda adalah Rizky.
"Arsyi sayang, kamu pasti datang ke sini untuk mencari ku? Aku tau kalau kamu juga mencintaiku, dan malam ini, aku ingin memilikimu," ujar Nanda, yang mengira jika Ratu adalah Arsyi.
__ADS_1
"Tentu saja aku sangat mencintai Kak Rizky, dan malam ini akan menjadi malam yang indah untuk kita berdua," bisik Ratu pada telinga Nanda.
"Aku sudah menantikan malam ini sayang, karena selama ini kamu tidak pernah membiarkan aku menyentuhmu," ujar Nanda dengan mencium bibir Ratu.
Ratu yang sebelumnya sudah memesan sebuah kamar di klub tersebut, mengajak Nanda menuju kamarnya.
Setelah Ratu dan Nanda sampai di dalam kamar, keduanya kembali berciuman.
"Sayang, aku sangat mencintaimu," ucap Nanda dengan melucuti pakaian yang Ratu kenakan.
"Aku juga sangat mencintaimu," ucap Ratu yang sudah pasrah ketika Nanda menjelajahi setiap inci tubuhnya.
Keduanya sama-sama lupa daratan, sampai akhirnya Ratu dan Nanda melakukan hubungan terlarang, karena keduanya berada di bawah pengaruh alkohol, sehingga mereka mengira jika semua itu dilakukan dengan orang yang mereka cintai.
......................
Suci dan Arya sudah tiba di Rumah Sakit tempat Iqbal di rawat. Keduanya langsung menuju kamar perawatan Iqbal, karena sebelumnya Bagas sudah memberitahukannya kepada Arya.
Pak Tamrin yang juga sudah berada di Rumah Sakit setelah mendapatkan kabar dari Cindi, begitu terkejut ketika melihat Suci.
"Iqbal sayang, kenapa kamu membuat kami khawatir Nak?" ucap Suci dengan memeluk tubuh Iqbal yang sudah siuman.
"Mama, Papa, dari mana kalian tau kalau Iqbal berada di sini?"
"Tadi Bagas yang memberitahukan semuanya sama Papa saat dia menghadiri pernikahan Rizky dan Putri," jawab Arya.
Iqbal terkejut, karena sebelumnya Iqbal mengira jika yang menikah adalah Arsyi dan Nanda.
"Ja_jadi yang menikah bukan Arsyi dan Nanda?" tanya Iqbal dengan tergagap.
"Bukan Nak, karena Arsyi sudah membatalkan pernikahannya dengan Nanda. Arsyi merasa tidak pantas lagi untuk bersanding dengan Nanda. Jadi, Rizky memutuskan untuk menikahi Putri, supaya kami tidak merasa malu karena sebelumnya kabar pernikahan Arsyi dan Nanda sudah tersebar," jawab Suci.
Iqbal semakin merasa bersalah ketika mendengar Rizky yang sudah menutupi aib keluarga atas kesalahan yang telah ia perbuat.
"Ma, Pa, Iqbal minta maaf karena sudah mencoreng nama baik keluarga Argadana. Kasihan Rizky karena harus mengorbankan perasaannya, padahal Iqbal tau kalau yang Rizky cintai adalah Dinda bukan Putri," ujar Iqbal, karena sebelumnya Iqbal pernah melihat Rizky menyimpan fhoto Dinda, meski pun pada saat itu Rizky sendiri belum yakin dengan perasaan yang ia miliki untuk Dinda.
Arya terkejut ketika mendengar perkataan Iqbal, karena selama ini Arya mengira jika yang Rizky cintai adalah Putri, makanya Arya menyetujui usul Dinda untuk menikahkan Rizky dan Putri.
__ADS_1
"Ma, apa benar kalau sebenarnya Dinda yang Rizky cintai? Kenapa Mama gak bilang sama Papa? Padahal Papa mengira kalau Putri yang Rizky cintai, makanya Papa menyetujui usul Dinda untuk menikahkan Rizky dan Putri."
"Pa, maaf kalau Mama merahasiakan semuanya dari Papa, karena Rizky yang meminta Mama melakukan semua itu, apalagi sekarang Dinda sudah berangkat ke Amerika."
Suci menceritakan kepada Iqbal dan Arya alasan Rizky memutuskan menikah dengan Putri, dan Arya merasa bersalah terhadap Rizky, karena secara tidak langsung Arya sudah menghancurkan kebahagiaan Anaknya.
"Ma, Papa sudah melakukan kesalahan. Pantas saja tadi Rizky terlihat sedih, karena pasti Rizky tidak bahagia dengan pernikahannya," ucap Arya dengan lirih.
"Papa jangan terus-terusan menyalahkan diri sendiri, mungkin semua ini memang sudah takdir, dan kita hanya bisa mendo'akan kebahagiaan Anak-anak kita," ujar Suci dengan memeluk tubuh Arya.
Suci dan Arya masih belum menyadari keberadaan Pak Tamrin dan keluarganya, karena mereka terlalu fokus membahas masalah Rizky.
"Ma, Pa, perkenalkan, ini Pak Tamrin dan keluarganya. Selama ini mereka yang sudah membantu Iqbal," ucap Iqbal.
"Saya ucapkan terimakasih banyak kepada Bapak dan keluarga karena sudah membantu Anak kami. Perkenalkan nama saya Arya, dan ini istri saya Suci," ujar Arya.
Suci dan Arya bergantian menjabat tangan Pak Tamrin dan keluarga, dan Pak Tamrin merasa senang karena ternyata Iqbal memiliki orangtua yang sangat baik, padahal mereka tau jika Arya dan Suci berasal dari keluarga terpandang.
"Sebenarnya kami yang harus berterimakasih kepada Nak Iqbal, karena Nak Iqbal sudah banyak membantu keluarga kami. Bahkan sudah beberapa hari ini Nak Iqbal mengajak kami untuk membuka usaha jual beli sayuran dan buah-buahan," ucap Pak Tamrin.
"Iqbal juga sudah membuat kami merasa bangga dengan prestasi yang dia dapatkan saat kuliah di luar negeri, tapi karena kemarin-kemarin sempat terjadi kesalahpahaman, saya merasa emosi dan mengusir Iqbal dari rumah," ujar Arya.
"Pa, seberapa banyak pun Iqbal membuat Mama dan Papa merasa bangga, semua itu tidak akan bisa menebus kesalahan yang telah Iqbal lakukan terhadap Arsyi. Jadi, Iqbal mohon sama Mama dan Papa supaya mengijinkan Iqbal menikahi Arsyi."
"Nak, semua keputusan ada di tangan Arsyi, dan kami tidak bisa memaksanya. Iqbal jangan terlalu banyak pikiran ya, yang penting sekarang Iqbal harus sembuh dulu. Nanti kita bicarakan lagi semuanya dengan Arsyi kalau Iqbal sudah sembuh," ujar Suci dengan mengelus lembut punggung Iqbal yang saat ini tengah memeluknya.
Arya selalu merasa cemburu apabila melihat Suci dipeluk oleh lelaki lain, meski pun itu adalah Anak kandungnya sendiri, tapi Arya mencoba menahan semuanya karena merasa tidak enak terhadap Pak Tamrin dan keluarga.
Pak Tamrin sebenarnya masih merasa penasaran dengan sosok Suci yang begitu mirip dengan Istri dari Rian, sampai akhirnya Pak Tamrin memberanikan diri untuk bertanya, supaya beliau bisa mengetahui keberadaan Anak Bungsunya yang telah ia berikan kepada Rian.
"Nak Suci, mohon maaf sebelumnya kalau saya sudah lancang. Apa Nak Suci mengenal Nak Rian?"
*
*
Bersambung
__ADS_1