
Arya memarahi Farel karena telah menerima Alina bekerja di Perusahaannya tanpa meminta ijin terlebih dahulu, tapi Farel terus memohon supaya Arya mengijinkan Alina menjadi Sekretaris pribadinya.
📞"Ya, aku mohon, untuk kali ini saja kamu ijinkan Alina menjadi Sekretarisku. Kamu tidak tega kan melihat aku malu di depan Alina."
📞"Rel, jika aku mengijinkan kamu menerima Alina sebagai Sekretaris pribadimu, nanti aku takut jika kalian akan terus terusan berbuat dosa."
📞"Ya, aku janji, aku dan Alina tidak akan melakukan semua itu lagi sebelum kami menikah, apalagi di kantor. Jadi, aku mohon ijinkan Alina menjadi sekretaris pribadiku, aku pasti akan bekerja lebih giat lagi karena itu adalah satu-satunya kesempatan supaya aku bisa mendapatkan cintanya. Apa kamu tidak kasihan melihat aku kecapean karena banyak kerjaan? apalagi sekarang kamu jarang sekali masuk kantor," rengek Farel.
Arya nampak berpikir, karena Arya merasa kasihan juga kepada Farel.
📞"Baiklah, aku akan menerima Alina menjadi Sekretaris pribadi kamu, tapi dia harus menjalani masa percobaan selama tiga bulan. Jika dia melakukan kesalahan dan tidak bersikap profesional, aku harap kamu akan memecat Alina," ujar Arya, dan Farel yang mendengarnya langsung merasa bahagia.
📞"Terimakasih banyak Bos, aku dan Alina pasti akan berusaha membuat perusahaan supaya lebih maju lagi."
📞"Aku pegang janji kamu Farel, kalau kamu dan Alina sampai melakukan kesalahan lagi, bukan hanya Alina yang akan aku pecat, tetapi kamu juga harus ke luar dari perusahaan. Sebaiknya sekarang kamu lanjutkan pekerjaan dengan baik," ujar Arya, kemudian menutup sambungan telponnya.
......................
Suci dan Rian ke luar dari dalam kamar mereka setelah Bi Ijah memberitahu jika makan malam telah siap.
Sekarang kamu masih bisa bahagia Suci, tapi nanti kamu pasti akan menangis, karena aku akan merebut Suami kamu, batin Susi yang terbakar api cemburu ketika melihat keharmonisan Rian dan Suci, apalagi Rian terus saja menggandeng tubuh Suci.
"Sus, apa Rizky tidak rewel?" tanya Suci, tapi Susi seakan tidak mendengar pertanyaan Suci, karena saat ini Susi terus saja menatap lekat wajah tampan Rian.
Rian yang merasa kesal terhadap Susi, akhirnya angkat suara.
"Susi kenapa kamu tidak menjawab pertanyaan Istri saya? apa kamu memang tidak berniat untuk bekerja di sini?" ujar Rian, sontak saja membuat Susi terlonjak kaget.
__ADS_1
"Maaf Tuan, saya barusan tengah melamun," ucap Susi yang takut jika Rian sampai memecatnya.
"Sebaiknya sekarang kamu jaga Anak kami dengan baik, karena kami mau makan dulu," ujar Rian dengan ketus, kemudian membawa Suci menuju ruang makan.
"Padahal tadi saat pertama kali Tuan Rian datang ke rumah ini, Tuan Rian begitu ramah terhadapku, tapi sekarang dia berubah menjadi dingin. Semua itu pasti karena si Suci sudah mempengaruhinya," gumam Susi dengan menghentak hentakan kakinya.
......................
Di tempat lain, tepatnya di kediaman Argadana, Bu Rita datang untuk menemui Arya, karena Bu Rita ingin menanyakan tentang kotak surat milik Suci.
"Arya, apa saya bisa berbicara dengan kamu?" ujar Bu Rita yang saat ini melihat Arya tengah mengajak main Rizky di taman depan rumahnya.
"Bu, silahkan duduk," ucap Arya yang bersikap ramah terhadap Bu Rita, tapi Bu Rita masih saja bersikap ketus terhadap Arya.
"Arya, kamu tidak usah berpura-pura baik terhadap saya, karena sejak saya tau jika kamu adalah lelaki bejat yang telah menghancurkan hidup Suci, saya sudah tidak respect lagi terhadap kamu."
"Seharusnya dari awal kamu jujur terhadap Suci. Apa dengan kamu berbohong dan menikahi Suci, kamu merasa sudah menebus kesalahan kamu? kamu salah Arya, justru perbuatan kamu semakin menorehkan luka pada hatinya, karena Suci merasa terluka untuk yang kedua kalinya."
Arya hanya diam, dan tidak berusaha untuk melakukan pembelaan, karena dirinya memang sudah melalukan kesalahan yang sangat besar.
"Sudahlah Arya, tidak ada gunanya kita terus membahas semua ini, sekarang semuanya sudah terlambat, karena Suci sudah pergi untuk selamanya. Semoga saja sekarang Suci sudah bisa beristirahat dengan tenang. Sebenarnya tujuan saya datang ke sini untuk menanyakan kotak surat milik Suci," ujar Bu Rita, dan Arya terlihat heran, karena Arya tidak mengetahui tentang kotak surat tersebut.
Pada saat Bu Rita menceritakan kepada keluarga Arya tentang identitas Suci yang sebenarnya, saat itu Arya masih dalam keadaan pingsan, sedangkan Oma Rahma dan yang lainnya berusaha untuk menyembunyikan semuanya dari Arya.
"Maaf Bu, tapi saya tidak mengetahui tentang kotak surat milik Suci."
"Apa Suci belum bercerita tentang kedua orangtua kandungnya?" tanya Bu Rita.
__ADS_1
Arya kembali teringat dengan perkataan Suci sebelum Arya mengucap ijab kabul pernikahan.
"Jadi sebenarnya kedua orangtua Suci masih hidup? sebelum ijab kabul pernikahan, saya memang merasa heran ketika Suci mengatakan jika nama Ayah kandungnya adalah Pak Fadil, dan saat saya menanyakannya, Suci bilang kalau nanti dia akan mengatakan semuanya, tapi sayangnya kami belum sempat membicarakan semua itu," ujar Arya.
"Mungkin orangtua Suci masih hidup, tapi mereka tidak menginginkan Suci, karena Ayah kandung Suci menginginkan bayi laki-laki, sehingga Ibu kandung Suci tega menukar Suci dengan Anak pembantunya yang berjenis kelamin laki-laki," jawab Bu Rita.
Dada Arya bergemuruh hebat, darahnya terasa mendidih mendengar perkataan Bu Rita, karena Arya merasa kasihan terhadap nasib malang yang menimpa Suci.
"Kenapa ada orangtua yang begitu tega melakukan perbuatan keji seperti itu," gumam Arya dengan mengepalkan kedua tangannya.
"Ibu juga merasa kasihan karena sejak dilahirkan ke Dunia ini, Suci belum pernah merasakan kebahagiaan, makanya Ibu ingin mencari keberadaan kedua orangtua Suci, dan di dalam surat yang ditulis oleh Ibu angkat Suci, tertulis alamat rumah kedua orangtua kandungnya. Sebenarnya Ibu mengingat alamatnya, tapi Ibu lupa nomor rumahnya."
"Memangnya dimana rumah orangtua kandung Suci?" tanya Arya yang bertekad akan membantu Bu Rita untuk mencari keberadaan kedua orangtua Suci.
"Yang Ibu tau rumahnya masih ada di komplek perumahan ini, dan nama orangtua kandung Suci adalah Fadil dan Erina."
Degg
Jantung Arya rasanya berhenti berdetak ketika mendengar perkataan Bu Rita, karena setahu Arya, nama Fadil dan Erina di komplek tersebut hanyalah kedua orangtuanya.
Apa mungkin kedua orangtua kandung Suci adalah Mama dan Papa? karena nama Fadil dan Erina di komplek ini hanyalah Mama dan Papa, apalagi Mama sampai depresi setelah Suci meninggal dunia. Aku harus mencari tahu kebenarannya, batin Arya kini bertanya-tanya.
*
*
Bersambung
__ADS_1