Suci Tak Lagi Suci

Suci Tak Lagi Suci
Bab 47 ( Memisahkan Ibu dan Anak )


__ADS_3

"Arya adalah Ayah biologis Rizky," jawab Oma Rahma, dan Bu Rita begitu terkejut ketika mendengarnya, karena ternyata selama ini dugaan Bu Rita benar.


"Jadi selama ini dugaanku benar jika Arya adalah Ayah kandung Rizky?" gumam Bu Rita.


Bu Rita merasa geram terhadap Arya, karena Arya sudah membohongi semua orang pada saat kembali bertemu dengan Suci.


"Keluar kamu Arya, kamu ternyata adalah lelaki bajingan yang telah menghancurkan hidup Suci !!" teriak Bu Rita dengan menangis.


"Bu, saat ini Arya masih pingsan, karena Arya begitu terpukul dengan kematian Suci," ujar Oma Rahma.


Hesti yang baru sampai di kediaman Argadana langsung membantu Farel menenangkan Bu Rita yang saat ini terus mengamuk menyuruh Arya ke luar.


"Bu, jangan seperti ini. Kasihan Suci, dia pasti sedih jika kita tidak bisa mengikhlaskan kepergiannya," ujar Hesti dengan menangis memeluk tubuh Bu Rita.


Hesti juga baru sadar dari pingsannya, dan semua yang dekat dengan Suci, begitu terpukul dengan kabar kematian Suci yang secara tiba-tiba, apalagi Suci merupakan sosok yang baik selama hidupnya.


"Hesti, ternyata Arya adalah lelaki bejat yang telah menghancurkan hidup Suci, dan dia adalah Ayah biologis Rizky," ujar Bu Rita.


Farel yang juga merasa bersalah, akhirnya mengakui kesalahannya di depan semua orang, karena Farel tidak mau jika Bu Rita dan Hesti hanya menyalahkan Arya atas kejadian satu tahun yang lalu.


"Sebenarnya bukan hanya Arya yang telah menghancurkan hidup Suci, tapi saya dan dua teman saya juga ikut bersalah, bahkan saya adalah dalang di balik kejahatan yang telah Arya lakukan terhadap Suci," ucap Farel dengan tertunduk malu.


Plak


Bu Rita yang mendengar pengakuan Farel, langsung menampar keras pipi Farel.


"Kalian semua adalah binatang. Kenapa baru sekarang kalian mengakui kesalahan yang telah kalian perbuat? dimana hati nurani kalian? bagaimana jika hal yang Suci alami terjadi kepada keluarga kalian?" teriak Bu Rita.


"Bu, setelah kejadian itu, Arya terus mencari keberadaan Suci untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, tapi Arya tidak dapat menemukan Suci. Makanya saat Arya berhasil bertemu dengan Suci, Arya sangat takut kehilangan Suci lagi, karena sejak pertama kali bertemu dengan Suci, Arya sudah jatuh cinta terhadap sosok Suci."

__ADS_1


"Seseorang yang mencintai dengan tulus, tidak mungkin menyakiti orang yang dicintainya. Dan sekarang, percuma kalian menyesal, karena Suci telah tiada, Suci telah pergi untuk selama-lamanya," teriak Bu Rita.


"Saat itu kami berempat tengah berada di bawah pengaruh alkohol, dan kami_"


"Cukup, sekali salah tetap salah, dan kamu tidak perlu merasa benar dengan melakukan pembelaan," ujar Bu Rita dengan memotong perkataan Farel.


"Bu, Hesti lihat Tuan Arya sangat tulus mencintai Suci, bahkan Tuan Arya sudah bertanggung jawab dengan menikahi Suci. Hesti juga melihat sendiri jika kemarin Suci terlihat sangat bahagia, tapi Hesti tidak mengira jika kebahagiaan Suci hanya berlangsung sebentar," ujar Hesti yang tidak mengira jika kemarin adalah pertemuan terakhirnya dengan Suci.


Bu Rita hanya bisa menangis karena saat ini sudah tidak ada lagi yang bisa Bu Rita lakukan untuk Suci selain mendo'akan nya.


"Bu, kami mengerti dengan perasaan Ibu, kami juga merasakan hal yang sama, apalagi sampai sekarang Arya masih belum sadarkan diri. Meski pun saya baru bertemu dua kali dengan Suci, tapi entah kenapa saya merasa sudah sangat dekat dengan Suci, dan saya langsung menyayangi Suci seperti Cucu kandung saya sendiri," ucap Oma Rahma dengan merangkul bahu Bu Rita.


Bu Rita kembali mengingat alamat orangtua kandung Suci yang juga berada di daerah kediaman Argadana, tapi Bu Rita lupa nomor rumahnya.


"Hesti, tempat tinggal orangtua kandung Suci juga berada di daerah sini, tapi Ibu lupa nomor rumahnya," ucap Bu Rita.


"Beberapa hari yang lalu, Suci pernah memperlihatkan surat yang mendiang Ibu angkatnya tulis, dan di sana Bu Asih mengatakan jika nama orangtua kandung Suci adalah Fadil dan Erina, bahkan Bu Asih menuliskan alamat rumahnya," ujar Bu Rita.


Oma Rahma begitu terkejut ketika mendengar perkataan Bu Rita, karena nama Fadil dan Erina di komplek tersebut hanya Anak dan Menantunya.


Apa mungkin Erina dan Fadil yang dimaksud oleh mendiang orangtua angkat Suci adalah Anak dan Menantuku? tidak mungkin semua itu kebetulan, apalagi wajah Suci mirip sekali dengan Erina, bahkan aku dan Fadil merasakan ikatan batin yang kuat saat pertama kali melihat Suci. Bu Rita juga mengatakan jika nama Ibu angkat Suci adalah Asih. Bukannya Asih adalah nama Asisten rumah tangga Erina dan Fadil beberapa puluh tahun silam? batin Oma Rahma kini bertanya-tanya.


......................


Di lain tempat, tepatnya di Rumah Sakit, Rian merasa sangat bahagia, karena sekarang Suci bisa terus berada di sisinya, tapi hati kecil Rian sebenarnya merasa kasihan karena Rian telah memisahkan Suci dari Anak kandungnya.


Aku memang sudah egois karena telah memisahkan Ibu dan Anak, tapi aku juga tidak bisa hidup tanpa Suci. Maafkan Om, Rizky. Om janji akan membahagiakan Mama kamu. Semoga Arya mau menjaga Rizky dan menyayanginya seperti Anak kandungnya sendiri, batin Rian yang masih belum mengetahui jika Arya adalah Ayah kandung Rizky.


Suci merasa heran, karena air susu yang tadinya terus ke luar, tiba-tiba kering.

__ADS_1


"Mas, kenapa ya air susunya tidak ke luar? padahal tadinya aku ingin menyusui Anak kita."


"Sayang, Mas sudah membeli susu formula untuk Rizky, karena Suci tidak mungkin menyusui Rizky, apalagi sekarang Suci sedang meminum obat-obatan untuk memulihkan kondisi kesehatan Suci," jawab Rian dengan mengambil bayi Pak Tamrin yang saat ini tengah Suci gendong.


"Sayang, sebaiknya sekarang Suci makan dulu, Suci juga harus minum obat," ujar Rian, kemudian menyuapi Suci makan setelah menyimpan Rizky ke dalam box bayi.


"Semua ini rasanya seperti mimpi, karena sekarang lelaki yang aku cintai sudah menjadi Suamiku. Tapi, tadi Suci mimpi aneh Mas."


"Memangnya Suci mimpi apa?" tanya Rian dengan membetulkan rambut Suci.


"Suci mimpi menggendong bayi laki-laki, tapi anehnya wajah bayi laki-laki tersebut tidak mirip dengan Rizky Anak kita. Suci juga mendengar suara seorang laki-laki yang terus memanggil nama Suci, dan Laki-laki tersebut menangis dengan memegangi tangan Suci."


Apa mungkin Suci memimpikan Arya dan Rizky? semoga saja Suci tidak kembali mengingat mereka, batin Rian yang terlihat gelisah.


Suci yang melihat ekspresi wajah Rian berubah, merasa bersalah karena telah menceritakan mimpinya.


"Mas Rian marah ya? maaf ya Mas, Suci tidak bermaksud memikirkan laki-laki lain, tidak seharusnya juga Suci menceritakan tentang mimpi yang Suci alami."


"Sayang, Mas tidak marah kok, mimpi kan hanya bunga tidur, yang penting semua itu tidak terjadi di dunia nyata saja, karena Mas tidak bisa hidup tanpa kamu," ucap Rian dengan memeluk erat tubuh Suci.


"Tidak mungkin Suci mencintai lelaki lain selain Mas Rian, apalagi kita juga sudah memiliki bayi. Lagian wajah lelaki tersebut juga tidak jelas, dan sudah pasti lebih tampan Suami Suci," ujar Suci dengan tersenyum, sehingga membuat hati Rian merasa lebih tenang.


Apa kamu masih akan berkata seperti itu apabila kamu mengetahui semua kebenarannya jika aku sudah tega memisahkan kamu dan Rizky, aku adalah orang kejam yang telah memisahkan Ibu dan Anak, batin Rian dengan mengelus lembut kepala Suci.


*


*


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2