Suci Tak Lagi Suci

Suci Tak Lagi Suci
Bab 43 ( Sebagian ingatan yang hilang )


__ADS_3

Rian terus menggenggam erat tangan Suci, sampai akhirnya Rian tertidur di samping ranjang pesakitan Suci.


Dua jam kemudian, secara perlahan Suci mulai membuka matanya, dan Suci yang melihat Rian tertidur di sampingnya, langsung menyunggingkan senyuman, karena saat ini sebagian ingatan Suci telah hilang, dan Suci hanya mengingat kejadian sebelum malam tragedi yang menimpa dirinya pada satu tahun yang lalu.


Secara perlahan Suci mengelus lembut rambut Rian, karena Suci mengira jika Rian masih Kekasihnya.


"Sayang, kamu sudah bangun?" tanya Rian yang merasakan tangan Suci mengelus lembut kepalanya.


"Rian, kenapa aku bisa berada di Rumah Sakit?" tanya Suci.


"Suci, tadi kamu menjadi korban tabrak lari, makanya aku membawa kamu ke Rumah Sakit. Apa kamu tidak mengingat kejadian sebelum kecelakaan?" tanya Rian, dan Suci hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.


Apa mungkin sebagian ingatan Suci telah hilang, makanya saat terbangun, Suci tidak menanyakan keberadaan Arya dan Rizky? batin Rian kini bertanya-tanya.


Rian menekan tombol untuk memanggil Dokter, dan beberapa saat kemudian, Dokter pun masuk ke dalam kamar perawatan Suci.


"Nyonya, apa keluhan Anda saat ini?" tanya Dokter dengan memeriksa kondisi Suci secara seksama.


"Kepala saya masih sakit Dok," jawab Suci.


"Sebagian ingatan Suci juga sepertinya hilang Dok, karena Suci tidak mengingat kejadian sebelum kecelakaan," tambah Rian.


"Apa yang terakhir Nyonya ingat?" tanya Dokter.


"Yang terakhir saya ingat, saya dan Rian sedang mempersiapkan acara pernikahan kami," jawab Suci.


"Tuan, kapan pernikahan kalian digelar?" tanya Dokter.


"Satu tahun yang lalu Dok."


"Sepertinya pendarahan pada otak Nyonya Suci telah menyebabkan sebagian ingatannya hilang, dan ingatan yang hilang pada Nyonya Suci adalah ingatan satu tahun ke belakang."


"Dok, sampai kapan Istri saya akan mengalami hilang ingatan?" tanya Rian.


"Kami tidak bisa memprediksi kapan ingatan Pasien akan kembali, tapi sebaiknya Nyonya Suci jangan terlalu memaksakan diri untuk mengingat semuanya, karena semua itu bisa merusak syaraf motorik Nyonya."


"Apa yang bisa saya lakukan supaya ingatan yang hilang pada istri saya bisa cepat kembali?"

__ADS_1


"Tuan bisa melakukan therapy kepada Nyonya dengan membawa Nyonya ke tempat yang Nyonya kunjungi selama satu tahun terakhir. Tuan juga bisa membawa Nyonya bertemu dengan orang-orang terdekatnya, mungkin dengan begitu secara perlahan ingatan yang hilang akan kembali."


Aku harus membawa Suci menjauh dari Arya dan Rizky, kalau perlu aku akan membawa Suci pergi ke luar kota, supaya ingatan Suci yang hilang tidak dapat kembali lagi. Maafkan aku Suci, karena aku sudah egois, tapi aku tidak bisa hidup tanpa kamu, batin Rian.


"Kalau begitu saya permisi dulu, kalau ada apa-apa Nyonya dan Tuan bisa memanggil saya," ujar Dokter kemudian melangkahkan kaki ke luar dari kamar perawatan Suci.


Setelah Dokter ke luar dari dalam kamar perawatan Suci, Suci yang masih merasa bingung karena Rian mengaku sebagai Suaminya, akhirnya bertanya kepada Rian.


"Rian, kapan kita menikah? padahal aku hanya mengingat jika kita baru bertunangan dan akan mempersiapkan acara pernikahan kita bulan depan."


"Kita sudah hampir satu tahun menikah sayang," jawab Rian yang sebenarnya merasa takut jika Suci tidak mempercayai perkataannya.


"Maaf ya, aku tidak mengingat pernikahan kita, tapi aku bahagia karena akhirnya kita bisa ditakdirkan hidup bersama," ucap Suci dengan memegang tangan Rian.


"Tidak apa-apa sayang, yang penting sekarang kondisi kamu baik-baik saja."


Suci mencari keberadaan Bu Asih, karena yang Suci ingat Bu Asih masih hidup.


"Oh iya, Ibu kemana? kenapa Ibu tidak ada di sini?"


"Rian, Ibu kemana? Ibu baik-baik saja kan?"


Rian beberapa kali mengembuskan napas secara kasar sebelum menjawab pertanyaan Suci.


"Suci, sudah hampir satu tahun Ibu meninggal dunia karena penyakit jantungnya, bahkan Ibu meninggal sebelum acara pernikahan kita," jawab Rian, dan Suci langsung menangis ketika mengetahui jika Bu Asih telah meninggal dunia.


"Kenapa Ibu ninggalin Suci? padahal Suci masih belum bisa membahagiakan Ibu."


"Sayang, Ibu sudah beristirahat dengan tenang, sebaiknya Suci jangan terlalu banyak pikiran supaya kondisi kesehatan Suci cepat pulih. Suci juga jangan berpikir seperti itu, karena Suci selalu membuat mendiang Ibu bangga selama hidupnya. Ikhlaskan kepergian Ibu ya, kasihan selama hidupnya Ibu sudah sering menahan sakit jantung yang beliau derita, tapi sekarang Ibu sudah tidak merasakan sakit lagi," ujar Rian dengan memeluk dan mengelus lembut kepala Suci.


"Aku beruntung karena memiliki kamu Rian. Oh iya, apa kita sudah memiliki Anak? kenapa pa*yudara ku sakit sekali dan terus mengeluarkan air susu?" tanya Suci.


Rian bingung harus menjawab pertanyaan Suci seperti apa, tidak mungkin jika Rian mengatakan bayi Suci telah meninggal dunia, sampai akhirnya Rian terbesit ide untuk mengadopsi bayi dari Panti Asuhan.


"Kita sudah memiliki bayi yang baru berusia dua minggu, dan kita memberikan nama bayi kita Rizky Nugraha sesuai rencana kita sebelum menikah dulu," ujar Rian.


"Ternyata impian ku menikah dengan kamu dan memberikan nama Rizky Nugraha untuk Anak kita akhirnya tercapai juga," ujar Suci yang merasa bahagia.

__ADS_1


Maafkan aku Suci, aku terpaksa membohongi kamu, aku tidak sanggup lagi untuk berpisah dengan kamu. Suci, aku janji akan selalu membahagiakan kamu, batin Rian.


......................


Farel mengajak Arya duduk, karena saat ini Arya terlihat tidak baik-baik saja.


"Ya, maafin kesalahan Irwan dan Erwin ya, apalagi sekarang Erwin telah meninggal dunia," ujar Farel.


"Aku sudah memaafkan kesalahan mereka, tapi masalahnya sekarang aku tidak tau keberadaan Suci."


"Memangnya apa yang telah terjadi?"


"Tadi aku sudah meminta maaf dan mengakui kesalahan yang telah aku perbuat kepada Suci di depan Suci dan juga keluargaku, karena aku tidak rela jika Mama terus saja merendahkan Suci, dan menuduh Suci sebagai perempuan murahan karena telah memiliki Anak di luar nikah."


"Terus bagaimana reaksi Suci?"


"Suci begitu marah dan terkejut dengan apa yang aku katakan, sampai akhirnya Suci pergi entah kemana. Aku ingin mengejar Suci, tapi Mama mencegahku, bahkan Mama sampai pingsan karena aku telah memberikan aib untuk keluarga. Rel, aku takut kalau sebelum kecelakaan mobil yang terjadi kepada Irwan dan Erwin, mereka telah mencelakai Suci terlebih dahulu."


"Ya, kamu yang sabar ya, nanti kita tanyakan kepada Irwan jika dia sudah sadar," ujar Farel dengan menepuk bahu Arya.


"Dari tadi perasaanku tidak enak Rel, aku takut terjadi sesuatu yang buruk kepada Istriku."


"Suci pasti akan baik-baik saja. Selama ini dia adalah perempuan yang kuat kan?"


"Semoga saja Suci segera pulang, kasihan Rizky, karena Rizky sangat membutuhkan Ibunya, begitu juga denganku yang tidak bisa hidup tanpa Suci."


Arya memutuskan untuk pulang sambil mencari keberadaan Suci, dan sepanjang perjalanan pulang, Arya terus bertanya kepada setiap orang yang ditemuinya.


"Pak maaf, apa Bapak pernah melihat perempuan ini?" tanya Arya dengan memperlihatkan fhoto Suci kepada beberapa orang yang saat ini berada di pinggir jalan.


"Sepertinya perempuan ini yang tadi pagi tertabrak mobil."


*


*


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2