Suci Tak Lagi Suci

Suci Tak Lagi Suci
Bab 32 ( Mengalah untuk menang )


__ADS_3

Suci mengajak Bu Rita untuk duduk, kemudian Suci memberikan segelas air kepada Bu Rita, karena saat ini Bu Rita masih terlihat kesal.


"Bu, sebaiknya sekarang Ibu minum dulu supaya merasa lebih tenang."


"Makasih banyak," ucap Bu Rita dengan meneguk habis air pemberian Suci, dan setelah merasa lebih tenang, Bu Rita kembali angkat suara.


"Nak, kenapa Suci tidak membiarkan Ibu menghajar perempuan sombong tadi?"


"Bu, Suci tidak mau kalau sampai Mama nya Tuan Arya melaporkan kita kepada pihak berwajib jika sampai Ibu melakukan kekerasan."


"Tapi orang sombong seperti Ibunya Arya harus diberikan pelajaran. Ibu heran kenapa Arya bisa sampai punya Ibu kandung seperti perempuan tadi."


"Bu, kekerasan hanya akan menambah masalah untuk kita, jadi lebih baik kita mengalah untuk menang. Oh iya bagaimana dengan Alina? apa operasinya berjalan dengan lancar?"


"Alhamdulillah, operasi Alina berjalan dengan lancar, dan Ibu masih tidak percaya jika Alina istrinya Rian adalah Putri kandung Ibu," ucap Bu Rita dengan tertunduk sedih.


"Alhamdulillah, akhirnya Ibu bertemu juga dengan keluarga Ibu. Tapi kenapa Ibu terlihat tidak bahagia? seharusnya Ibu bahagia kan karena akhirnya bisa berjumpa dengan Putri yang selama ini selalu Ibu rindukan?"


"Suci, Ibu masih belum bisa berkata jujur tentang siapa Ibu sebenarnya kepada Alina, karena Alina pasti akan membenci Ibu jika mengetahui identitas Ibu yang sebenarnya."


"Apa mantan Suami Ibu sudah mengetahui kejadian yang sebenarnya?"


"Ferdi sudah mengetahui yang sebenarnya, bahkan Ferdi langsung menceraikan Meri, dan Ferdi mengajak Ibu untuk rujuk."


"Lalu, apa Ibu menerima ajakan untuk rujuk?"


"Tidak Nak, karena luka yang Ferdi torehkan masih membekas di hati Ibu, dan Ibu tidak bisa jika harus kembali bersama dengan lelaki yang telah mengkhianati Ibu, karena Ibu takut jika Ferdi kembali berselingkuh setelah Ibu menerima ajakan rujuknya."


Suci terlihat berpikir, karena Suci juga sudah sering mengalami luka pada hatinya, dan itu sangat sakit, bahkan sangat sulit untuk di obati.

__ADS_1


"Suci mengerti perasaan Ibu, pasti tidak akan mudah untuk menyembuhkan trauma yang Ibu alami. Apa pun keputusan Ibu, Suci akan selalu mendukungnya. Apa Pak Ferdi juga sudah mengatakan yang sebenarnya kepada Alina?"


"Sudah Nak, untung saja Ibu terbesit ide untuk berpura-pura menjadi pengasuh bayi Alina, karena ternyata benar dugaan Ibu, jika Alina sangat membenci Ibu. Meski pun Alina sudah tau kejadian yang sebenarnya, tapi Alina masih tetap membenci Ibu. Sekarang yang penting bagi Ibu adalah bisa dekat dengan Anak dan Cucu Ibu, meski pun Alina tidak mengetahui siapa Ibu sebenarnya. Ibu juga kasihan dengan bayi Alina, karena Alina tidak mau menerima kehadiran Putri."


"Kenapa bisa seperti itu Bu?"


"Putri terlahir dengan tanda hitam yang menutupi sebagian wajahnya, dan Alina menolak Putri karena Alina bilang tidak mau memiliki bayi cacat."


Kasihan bayi Alina, aku tau rasanya menjadi seorang bayi yang tidak diinginkan oleh Ibu kandung sendiri, batin Suci dengan menitikkan airmata.


"Ibu yang sabar ya, semoga suatu saat nanti pintu hati Alina bisa terbuka, dan Alina mau mengakui Ibu sebagai Ibu kandungnya juga bersedia menyayangi Putri sebagai Anak kandungnya sendiri," ujar Suci dengan memeluk tubuh Bu Rita.


"Amin, semoga saja. Terimakasih banyak ya Nak, mendiang orangtua Suci pasti bangga memiliki Anak sebaik Suci."


"Mungkin saat ini orangtua Suci masih hidup Bu, karena sebenarnya Suci bukan Anak kandung dari mendiang Ibu dan Bapak."


"Kenapa bisa seperti itu Nak?"


Bu Rita begitu terkejut ketika melihat fhoto bayi laki-laki yang berada di dalam kotak tersebut.


"Nak, kenapa bayi di dalam fhoto mirip sekali dengan Rizky?" ucap Bu Rita.


"Masa sih Bu," ujar Suci kemudian melihat fhoto tersebut dengan seksama.


"Iya Bu, kenapa ya fhoto bayinya mirip sekali dengan Rizky?"


"Apa mungkin jika Ayah kandung Rizky adalah Anak mendiang Bu Asih?"


"Tidak mungkin Bu, semoga saja bukan, karena Suci kasihan sama mendiang Ibu dan Bapak jika memiliki Anak seorang lelaki bejat yang sudah menghancurkan hidup oranglain, bahkan secara tidak langsung orang tersebut telah menyebabkan Bu Asih meninggal karena perbuatannya."

__ADS_1


"Nak, apa Suci tidak ingin menemui orangtua kandung Suci, kebetulan alamat rumahnya masih di Jakarta juga?"


"Untuk apa Suci menemui orang yang tidak menginginkan kehadiran Suci Bu?"


"Tapi Nak, Bu Asih hanya mengatakan jika hanya Ibu kandung Suci yang tidak menginginkan kehadiran Suci, mungkin saja kan kalau Ayah kandung Suci masih belum mengetahui semua kebenarannya?"


"Tapi Ibu kandung Suci melakukan semua itu karena Ayah kandung Suci menginginkan bayi laki-laki, dan dia takut jika Ayah sampai menceraikannya. Jadi, untuk apa Suci menemui orangtua yang tidak menginginkan kehadiran Suci di Dunia ini?"


"Suci yang sabar ya, Suci masih memiliki Rizky, Ibu dan juga Hesti yang akan selalu menyayangi Suci dengan tulus. Sedangkan Arya, meski pun Arya terlihat tulus menyayangi Rizky dan Suci, tapi Ibu tidak suka dengan kelakuan Mama nya yang sombong itu, dan pastinya dia tidak akan merestui hubungan Suci dan Arya."


"Suci juga sadar diri Bu, Suci tidak pantas bersanding dengan Tuan Arya, meski pun hanya sebagai Teman. Jadi, sebaiknya mulai sekarang Suci melarang Tuan Arya untuk datang ke sini lagi, dan nanti biar Hesti saja yang mengantarkan makan siang untuk Tuan Arya," ucap Suci dengan menahan sesak dalam dadanya, karena Suci tiba-tiba merasa sedih ketika memikirkan jika nanti Suci tidak bisa bertemu lagi dengan Arya.


"Suci jujur sama Ibu, apa Suci mencintai Arya?" tanya Bu Rita yang saat ini melihat kesedihan pada mata Suci.


"Suci sudah mengatakan jika Suci tidak pantas untuk Tuan Arya, dan lebih baik jika kita tidak usah bertemu lagi sebelum rasa yang kami miliki semakin dalam."


Bu Rita sebenarnya merasa kasihan dengan nasib yang Suci alami, karena semenjak malam tragedi itu, Suci baru bisa kembali tertawa lepas sejak bertemu dengan sosok Arya yang selalu berusaha menghiburnya.


Kasihan Suci, padahal Suci selalu terlihat bahagia saat bersama dengan Arya, tapi takdir sepertinya tidak berpihak kepada mereka. Apa aku bantu saja Rian supaya kembali dekat dengan Suci? mungkin dengan begitu Putri akan menemukan sosok Ibu dari Suci, karena aku yakin jika Suci akan menyayangi Putri, tidak seperti Alina yang menolak kehadiran Putri kandungnya sendiri, batin Bu Rita


"Nak, lalu bagaimana perasaan Suci terhadap Rian? pasti tidak mudah untuk melupakan sosok cinta pertama?"


"Rian hanyalah masalalu yang harus bisa Suci lupakan, karena tidak pantas jika Suci masih memikirkan laki-laki yang sudah memiliki istri."


"Nak, Rian sudah bertekad untuk berpisah dengan Alina. Apa Suci mau menerima kembali cinta Rian jika nanti Rian sudah resmi bercerai dengan Alina?"


*


*

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2