Suci Tak Lagi Suci

Suci Tak Lagi Suci
Bab 37 ( Mengganggu malam pertama )


__ADS_3

"Apa barusan Mas tidak bermimpi?" gumam Arya dengan terus memegangi bekas ciuman Suci pada pipinya.


"Maaf, saya sudah lancang," ucap Suci dengan tertunduk malu.


Arya menatap Suci yang saat ini sedang tertunduk, kemudian secara perlahan Arya mengangkat dagu Suci.


"Kenapa harus meminta maaf? sekarang semua yang ada pada diri Mas sudah menjadi milik Suci. Jadi, Suci berhak melakukannya bahkan lebih dari itu," ucap Arya dengan tersenyum.


Saat ini jantung Arya dan Suci berdetak kencang, apalagi ketika Arya secara perlahan menempelkan bibirnya pada bibir Suci, tapi beberapa saat kemudian ciuman itu harus terlepas, karena Rizky terbangun lalu menangis.


"Anak Papa sepertinya sengaja nih ganggu Mama dan Papanya," ucap Arya dengan mencium pipi Rizky, kemudian mengambil Rizky dari gendongan Suci.


Suci menatap wajah Arya dan Rizky secara bergantian, dan Suci merasa heran, karena semakin hari wajah Rizky semakin mirip dengan Arya.


Kenapa ya wajah Rizky semakin hari semakin mirip dengan Mas Arya? batin Suci kini bertanya-tanya, tapi Suci selalu berusaha menampik semua dugaan jika Arya adalah lelaki bejat yang telah menghancurkan hidupnya.


"Sayang, Mas lapar, masih ada makanan tidak?" tanya Arya.


Suci mengambil makanan dari dapur, kemudian menyuapi Arya yang sedang menggendong Rizky.


"Sepertinya sudah ada kemajuan," ujar Arya.


"Maksudnya?" tanya Suci yang terlihat heran.


"Sekarang istri Mas yang cantik ini sudah memiliki inisiatif sendiri."


"Suci hanya berusaha melayani Suami dengan baik."


"Bagaimana kalau_" perkataan Arya terputus karena Suci sengaja memasukan banyak makanan ke dalam mulut Arya, dan semua itu Suci lakukan karena dirinya takut jika Arya akan bicara yang aneh aneh, dan nantinya akan membuat Suci merasa malu.


......................


Rian yang pada awalnya ingin pulang ke rumahnya, tiba-tiba merasa terkejut karena saat ini Rian sudah berada di depan rumah kontrakan Suci.


"Gara-gara mikirin Suci terus, aku malah menyetir mobil menuju kontrakan Suci," gumam Rian dengan menidurkan kepalanya di atas setir.


Hati Rian rasanya sakit ketika mendengar suara Suci dan Arya yang tengah bersenda gurau, bahkan Suci terdengar tertawa bahagia.


"Ampun Mas ampun," teriak Suci dengan tertawa.


Rian menangis karena mengira jika Suci dan Arya tengah bermesraan, padahal yang sebenarnya terjadi, Arya tengah menggelitik perut Suci karena Suci sudah menjahilinya dengan memasukan banyak makanan ke dalam mulut Arya.

__ADS_1


"Suci, semoga selamanya kamu selalu bahagia, meski pun kita tidak ditakdirkan hidup bersama," gumam Rian, kemudian kembali melajukan mobilnya menjauh dari rumah kontrakan Suci, karena Rian sudah tidak kuat jika terus mendengar suara Suci dan Arya.


"Sayang, kenapa kamu jahil sekali?" bisik Arya dengan mendekatkan wajahnya pada Suci, karena Arya tidak mau Rizky yang baru saja tertidur kembali terbangun.


"Ma_maaf," ucap Suci dengan terus tertunduk, dan Arya yang melihat tubuh Suci gemetar ketakutan, langsung membawa Suci ke dalam pelukannya.


"Semuanya akan baik-baik saja, Suci jangan takut, karena Mas tidak akan menyakiti Suci," ucap Arya kemudian mengangkat tubuh Suci dan membawanya ke dalam kamar.


Arya membaringkan tubuh Suci, kemudian ikut berbaring di sampingnya.


"Sekarang sebaiknya kita tidur, Ibu menyusui harus banyak istirahat dan tidak boleh stres," ucap Arya dengan mendekap erat tubuh Suci.


Maafkan aku Suci, karena aku adalah lelaki bejat yang telah menghancurkan hidupmu dan membuat kamu terus merasa ketakutan seperti ini, batin Arya yang selalu merasa bersalah terhadap Suci, tapi Arya masih belum siap untuk mengatakan semuanya kepada Suci.


......................


Mama Erina yang mendapatkan kabar dari mata-mata suruhannya, semakin merasa geram ketika mendengar berita tentang Arya yang telah menikahi Suci.


"Bisa-bisanya Arya menikah tanpa meminta ijin terlebih dahulu kepada keluarganya. Semua itu pasti karena perempuan ja*lang bernama Suci yang telah mempengaruhi Arya," gumam Mama Erina dengan mengepalkan kedua tangannya, dan Mama Erina semakin membenci Suci.


Mama Erina terus mencoba menelpon Arya, tapi nomor Arya tidak dapat dihubungi karena handphone Arya lowbat, dan Arya yang tengah menikmati waktu bersama keluarga kecilnya sampai lupa untuk mencharger handphone nya.


Papa Fadil yang melihat Mama Erina sudah berpenampilan rapi juga membawa tas, akhirnya melontarkan pertanyaan kepada Istrinya tersebut, apalagi saat ini waktu sudah menunjukan pukul sembilan malam.


"Ma, mau pergi kemana malam-malam begini?" tanya Papa Fadil.


"Mama mau menyusul Anak kita Pa."


"Ma, Arya bukan Anak kecil lagi, tidak seharusnya Mama terus mengatur hidup Arya. Biarkan Arya menikmati masa lajangnya, yang penting Arya bertanggung jawab atas pekerjaan dan tidak melanggar semua batasan," ujar Papa Fadil.


"Tapi Pa, Mama baru saja mendapatkan informasi kalau Arya telah menikahi seorang perempuan ja*lang."


"Apa maksud Mama? tidak mungkin Anak kita menikahi perempuan sembarangan, apalagi tanpa meminta persetujuan terlebih dahulu dari kita," ujar Papa Fadil.


"Benar Pa, untuk apa Mama berbohong, makanya sekarang juga Mama akan menghampiri Arya dan istrinya," ujar Mama Erina.


Oma Rahma yang mendengar percakapan Anak dan Menantunya tentang Arya yang sudah menikah, bersikeras ingin ikut juga, sampai akhirnya semuanya saat ini pergi menuju kontrakan Suci.


......................


Arya dan Suci yang baru saja tertidur, dikagetkan dengan suara ketukan pintu.

__ADS_1


"Sayang, sebaiknya Mas saja yang ke luar, Suci tidur lagi saja," ujar Arya, kemudian melangkahkan kaki ke luar dari dalam kamar.


Arya begitu terkejut saat membuka pintu, karena saat ini Mama, Papa dan juga Neneknya tengah berdiri di hadapannya dengan tatapan tajam.


"Kenapa kamu terlihat kaget seperti itu Arya? apa kamu terkejut dengan kedatangan kami?" tanya Mama Erina.


"Tentu saja Ma, ini sudah malam, kenapa kalian semua datang ke sini? padahal besok juga Arya bakalan datang untuk memperkenalkan Menantu kalian," jawab Arya yang terlihat santai.


"Jadi kamu beneran sudah menikah?" tanya Papa Fadil.


"Iya Pa, maaf jika Arya tidak meminta ijin terlebih dahulu kepada kalian, karena tadi telah terjadi kesalahpahaman, jadi acaranya di adakan secara mendadak."


"Kamu pasti telah dijebak kan, makanya kalian sampai dinikahkan?" tanya Mama Erina.


"Bukan seperti itu Ma, Mama telah salah paham terhadap Suci, karena Suci adalah perempuan baik-baik," ujar Arya yang tidak terima dengan tuduhan Mama Erina.


Suci yang mendengar keributan, memutuskan untuk menyusul Arya.


"Mas, siapa yang datang?" tanya Suci kemudian menghampiri Arya.


Suci terkejut ketika melihat Mama Erina, tapi Papa Fadil dan Oma Rahma lebih terkejut lagi ketika melihat wajah Suci yang begitu mirip dengan Mama Erina saat masih muda dulu.


Kenapa wajah istri Arya sangat mirip dengan Mama saat masih muda dulu? batin Papa Fadil, begitu juga dengan Oma Rahma yang memiliki pemikiran yang sama.


"Nak, apa ini Cucu Menantu Oma?" tanya Oma Rahma dengan menghampiri Suci.


"Iya benar Oma, Suci cantik kan?"


Suci memberanikan diri mencium punggung tangan Oma Rahma, dan Oma Rahma yang merasakan ikatan batin dengan Suci, langsung memeluk tubuh Suci.


"Cucu Menantu Oma memang sangat cantik, dan Arya pintar sekali memilih istri," puji Oma Rahma.


"Percuma cantik jika dia adalah seorang ja*lang," sindir Mama Erina, sehingga memancing emosi Arya.


"Apa maksud Mama berbicara seperti itu tentang Suci?"


*


*


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2