Suci Tak Lagi Suci

Suci Tak Lagi Suci
Bab 191 ( Pernikahan Rizky dan Putri )


__ADS_3

Hari ini adalah hari pernikahan Rizky dan Putri. Pernikahan keduanya di selenggarakan dengan begitu mewah di salah satu Hotel berbintang lima milik keluarga Argadana.


Ratu sudah beberapa kali berusaha menggagalkan pernikahan Rizky dan Putri dengan berbagai cara, tapi usaha Ratu selalu saja gagal, sehingga membuat Ratu merasa stres karena tidak sanggup melihat Putri menikah dengan pujaan hatinya.


"Apalagi yang harus aku lakukan untuk menggagalkan pernikahan Putri dan Kak Rizky? Aku tidak rela melihat Kak Rizky bersanding dengan perempuan lain, apalagi perempuan tersebut adalah Kakak kandungku sendiri," gumam Ratu dengan mengacak rambutnya secara kasar.


Farel mengetuk pintu kamar Ratu, karena Ratu masih belum juga ke luar dari dalam kamarnya, padahal semuanya sudah siap untuk berangkat menuju tempat acara diselenggarakan.


"Ratu sayang, kenapa kamu belum ke luar juga Nak?" tanya Farel.


Ratu mau tidak mau membuka pintu kamarnya, karena Farel terus mengetuk pintunya.


"Lho, kenapa kamu belum bersiap? Padahal sekarang kita sudah mau berangkat?" tanya Farel.


"Maaf Dad, tapi Ratu tidak bisa menyaksikan pernikahan Putri dan Kak Rizky. Apa Daddy ingin melihat Ratu semakin hancur?"


Farel mengusap lembut kepala Ratu, karena Farel sangat memahami bagaimana perasaan Ratu, apalagi Farel pernah berada di posisi Ratu saat dulu Alina memutuskan untuk menikah dengan Rian.


"Nak, Daddy mengerti perasaan Ratu, kalau memang Ratu tidak ingin pergi, kami tidak akan memaksa Ratu," ujar Farel.


"Dad, apa Daddy tidak bisa membatalkan pernikahan Putri dan Kak Rizky? Kenapa bukan Ratu saja yang menikah dengan Kak Rizky?" tanya Ratu dengan menangis dalam pelukan Farel.


"Maf Nak, tapi cinta tidak bisa dipaksakan, karena Rizky sendiri yang sudah memilih Putri untuk menjadi pendamping hidupnya. Maaf ya sayang, sekarang Daddy harus berangkat," ucap Farel, kemudian mencium kening Ratu sebelum berangkat menuju Hotel.


"Kenapa tidak ada yang mengerti perasaanku? Percuma aku hidup, jika aku tidak bisa memiliki lelaki yang aku cintai," gumam Ratu dengan menjatuhkan tubuhnya di atas lantai.


......................


Di kediaman Argadana, Suci menghampiri Rizky yang masih berada di dalam kamar nya, dan Suci menghela nafas panjang ketika melihat Rizky yang masih saja melamun dengan melihat ke luar jendela.


"Nak, Mama tau kalau Rizky masih belum bisa melupakan Dinda kan?"


"Ma, maaf kalau Rizky sudah mengecewakan Mama, Rizky tau tidak seharusnya Rizky memikirkan perempuan lain selain Putri. Akan tetapi, entah kenapa semakin hari perasaan yang Rizky miliki untuk Dinda malah semakin besar. Rizky sudah berusaha melupakan Dinda Ma, tapi tetap saja tidak bisa," ujar Rizky dengan menangis memeluk tubuh Suci.


"Nak, kalau memang Rizky tidak bisa menikahi Putri, kami tidak akan memaksanya, karena yang terpenting adalah kebahagiaan Rizky. Kami tidak mau kalau Rizky merasa terpaksa melakukan semua ini," ujar Suci dengan mengusap lembut punggung Rizky.


Rizky terlihat berpikir, karena kali ini dia sudah tidak memiliki kesempatan lagi untuk mundur, apalagi tujuan awal Rizky untuk menutupi malu keluarga karena Arsyi membatalkan pernikahannya dengan Nanda.


"Rizky baik-baik saja Ma, sebaiknya kita berangkat sekarang, kasihan semuanya sudah menunggu," ujar Rizky dengan menggandeng Suci ke luar dari dalam kamar.


Mama Erina sudah kembali ke Indonesia untuk menghadiri acara pernikahan Rizky dan Putri, karena Mama Erina sudah sembuh setelah melakukan pengobatan di Singapura.


Awalnya Mama Erina merasa terkejut karena sebelumnya yang berencana menikah adalah Arsyi dan Nanda, tapi Suci mengatakan kalau Nanda dan Arsyi masih belum siap, sehingga mereka mengganti kedua mempelai dengan Rizky dan Putri.


Suci dan yang lainnya masih merahasiakan tentang kejadian yang menimpa Arsyi, karena mereka takut jika kondisi Mama Erina kembali memburuk apabila mengetahui semuanya, bahkan Suci mengatakan jika Iqbal kerja di luar negeri ketika Mama Erina menanyakan keberadaan Iqbal.

__ADS_1


Suci mengajak semuanya untuk berangkat menuju Hotel, karena pernikahan Rizky dan Putri akan dilaksanakan satu jam lagi.


"Arsyi sayang baik-baik saja kan?" tanya Putri dengan memeluk tubuh Arsyi yang terlihat pucat.


"Arsyi baik-baik saja kok Ma," ucap Arsyi yang mencoba terlihat kuat di hadapan semuanya, padahal setiap malam Arsyi selalu merasa ketakutan apabila teringat dengan kejadian yang dilakukan oleh Iqbal.


Tadinya Arsyi tidak akan menghadiri pernikahan Rizky dan Putri, tapi Arsyi tidak ingin membuat semuanya merasa sedih.


Hari ini seharusnya menjadi hari paling bahagia dalam hidupku, karena tadinya aku dan Nanda yang akan menikah. Semua ini gara-gara Kak Iqbal, aku benci Kak Iqbal, ucap Arsyi dalam hati.


......................


Keluarga Suci sudah tiba lebih dulu di Hotel, begitu juga dengan Irwan dan keluarganya yang sudah datang untuk menghadiri acara pernikahan Rizky dan Putri.


Suci dan keluarga menyapa keluarga Irwan terlebih dahulu, dan Hesti menangis ketika berpelukan dengan Suci.


"Hesti, aku minta maaf atas semuanya," ucap Suci yang ikut menangis juga.


"Suci, semua ini sudah menjadi takdir, jadi kamu tidak perlu meminta maaf," ucap Hesti.


Irwan memeluk tubuh Rizky, dan Rizky menitikkan airmata ketika memeluk Irwan, karena Rizky kembali mengingat Dinda.


"Nak, Ayah sudah tau semuanya dari Nanda. Sekarang Rizky akan menjadi Menantu Ayah juga, jadi Rizky harus bahagia, jangan sampai pengorbanan Dinda untuk Rizky dan Putri menjadi sia-sia," bisik Irwan pada Rizky.


"Terimakasih Ayah, maaf kalau Rizky sudah menyakiti hati Dinda."


Arya merasa bingung ketika melihat Rizky dan Irwan yang terlihat sedih, karena Arya tidak tau apa yang terjadi sebenarnya.


"Ma, apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa Rizky terlihat sedih?" tanya Arya.


Rizky sebelumnya meminta kepada Suci supaya merahasiakan tentang perasaannya terhadap Dinda dari Arya, karena Rizky tidak mau jika Arya merasa bersalah, tapi Suci sudah tidak sanggup lagi menyembunyikan semuanya.


"Sebenarnya Rizky mencintai Din_" perkataan Suci terputus, karena Farel dan keluarga sudah tiba di Hotel.


"Nak, sebaiknya Suci dan Arya menyambut Farel dan keluarga dulu," ujar Mama Erina, sedangkan Rizky, Mama Erina suruh untuk segera duduk di tempat ijab kabul.


Hesti memeluk Rizky sebelum pergi ke tempat ijab kabul, dan Rizky semakin merasa bersalah, apalagi Mama Maya dan Papa Andi terlihat marah kepada Rizky, bahkan keduanya tidak mau menyapa Rizky.


"Semuanya, maafin Rizky," ucap Rizky dengan lirih, kemudian Irwan mengantar Rizky untuk duduk di depan Penghulu.


Arsyi dan Nanda saling memandang, dan keduanya merasakan kerinduan yang mendalam pada hati mereka.


Stelah kejadian yang menimpa Arsyi, baru kali ini Nanda dan Arsyi bertemu kembali, karena sebelumnya Arsyi selalu menolak bertemu dengan Nanda.


"Arsyi, apa bisa kita bicara berdua?" tanya Nanda dengan menggenggam tangan Arsyi.

__ADS_1


"Maaf Nanda, sepertinya sudah tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi," ujar Arsyi dengan melepaskan pegangan tangan Nanda dari tangannya.


"Arsyi, aku tau kalau kamu juga sudah jatuh cinta sama aku kan? Aku mohon beri aku kesempatan untuk membahagiakan kamu."


"Kamu berhak mendapatkan perempuan yang lebih baik segala-galanya dibandingkan aku, karena aku hanya perempuan kotor yang sudah tidak pantas lagi untukmu," ujar Arsyi, kemudian menjauhi Nanda, karena Arsyi takut tidak bisa menahan perasaannya terhadap Nanda apabila mereka terus berdekatan.


Setelah Putri dan Rizky berada di depan Penghulu, Penghulu membuka acara dengan bacaan Basmalah.


"Nak Rizky, apa Anda sudah siap?" tanya Pak Penghulu, tapi Rizky hanya diam tanpa menjawab pertanyaan Pak Penghulu.


Putri tau jika saat ini Rizky tengah memikirkan Dinda, dan Putri meminta waktu kepada Pak Penghulu untuk berbicara berdua dengan Rizky.


"Rizky, apa bisa kita bicara sebentar?" tanya Putri, dan Rizky akhirnya mengikuti Putri yang membawanya ke Taman yang berada di belakang Hotel.


Setelah sampai Taman, Putri mengajak Rizky duduk, kemudian Putri memberikan selembar kertas kepada Rizky.


"Apa ini?" tanya Rizky, kemudian membaca laporan medis hasil pemeriksaan Putri.


Rizky terkejut ketika mengetahui jika Putri terkena kanker paru-paru stadium akhir.


"Ja_jadi kamu terkena kanker paru-paru stadium akhir?" tanya Rizky yang tidak percaya jika Putri memiliki penyakit berat.


"Iya, dan kemungkinan aku hanya bisa bertahan selama enam bulan lagi. Rizky, aku tau kalau kamu tidak mencintaiku, karena perempuan yang kamu cintai adalah Dinda."


"Jadi kamu sudah mengetahui tentang perasaanku? Maaf Putri, aku tidak bermaksud membohongi kamu."


"Kamu tidak perlu meminta maaf, karena seharusnya aku yang meminta maaf. Aku tau kalau aku sudah egois karena menginginkan kamu menikahi ku, tapi aku ingin berada di samping kamu di sisa umurku."


"Putri, apa keluarga kamu sudah mengetahui tentang penyakit yang kamu derita?" tanya Rizky.


"Tidak, karena aku sengaja merahasiakan semuanya dari mereka. Kamu juga harus janji untuk merahasiakannya, karena aku tidak ingin membuat mereka sedih."


Rizky hanya diam tanpa mengeluarkan satu patah kata pun, karena dirinya masih merasa syok ketika mengetahui penyakit Putri.


"Rizky, sekali lagi aku minta maaf karena aku sudah egois. Meski pun nanti kita sudah menikah, tapi kamu tidak perlu melakukan kewajiban kamu sebagai seorang Suami, kita akan tetap menjadi Teman, dan suatu saat nanti, aku akan mengembalikan kamu kepada Dinda supaya kalian bisa bersama."


"Putri, apa yang kamu katakan? Pernikahan bukanlah sebuah permainan, dan kamu harus semangat untuk sembuh, karena aku akan berusaha melakukan apa pun untuk kesembuhan kamu," ujar Rizky yang merasa kasihan terhadap Putri.


"Rizky, Dokter sudah mengatakan kalau penyakit ku sudah tidak dapat disembuhkan lagi, dan kamu tidak perlu mengasihani ku, anggap saja pernikahan ini adalah permintaan terakhir aku. Sebaiknya sekarang kita kembali ke dalam, dan selama beberapa bulan ini, kamu harus berpura-pura menjadi Suami yang baik untukku," ucap Putri dengan tersenyum.


Rizky dan Putri kembali duduk di tempat ijab kabul, dan akhirnya Rizky mengucap Ijab kabul pernikahan untuk memenuhi keinginan terakhir Putri.


*


*

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2