Suci Tak Lagi Suci

Suci Tak Lagi Suci
Bab 169 ( Aku akan menjadi mata dan kaki mu )


__ADS_3

Ratu tidak mau mengakui kejadian yang sebenarnya kepada Putri, dan Putri hanya bisa diam karena tidak ingin terus terusan berdebat dengan Ratu, apalagi Putri sudah menyerah menghadapi sikap Ratu yang selalu saja keras kepala.


"Ratu, sebaiknya sekarang kamu bantu Kakak membereskan barang-barang Arsyi sama Dinda," ujar Putri.


"Enggak mau, aku mau beresin barang-barang Kak Rizky saja," ujar Ratu.


"Barang-barang Rizky sedang dibereskan oleh Evan dan Deri, kamu juga tidak pantas masuk ke dalam tenda laki-laki," ujar Putri.


"Suka-suka aku dong, mau aku pergi kemana juga itu bukan urusan kamu," ujar Ratu kemudian berlalu meninggalkan Putri begitu saja.


Putri hanya bisa menghela nafas panjang saat menghadapi Ratu.


"Mom, Putri harus bagaimana? Putri selalu berusaha untuk menjaga Ratu dengan baik, tapi apa pun yang Putri lakukan, semuanya tidak pernah Ratu hargai," gumam Putri dengan menitikkan airmata.


......................


Suci dan yang lainnya sudah sampai di Rumah Sakit yang tidak jauh dari tempat perkemahan, dan Nanda yang masih belum sadarkan diri bergegas dibawa menuju ruang IGD untuk mendapatkan pertolongan medis.


Semuanya kini menunggu Nanda di depan ruang IGD dengan harap-harap cemas.


"Arsyi sayang, sebaiknya kita juga memeriksakan keadaan Arsyi dulu, jangan sampai luka di kaki Arsyi semakin bengkak," ujar Suci.


"Tapi Ma, Arsyi khawatir dengan keadaan Nanda, Arsyi takut kalau Nanda sampai kenapa-napa. Semuanya salah Arsyi Ma."


Hesti yang mendengar perkataan Arsyi langsung menghampirinya, karena Hesti tidak mau kalau Arsyi terus terusan menyalahkan dirinya sendiri.


"Sayang, Arsyi jangan terus-terusan menyalahkan diri sendiri ya, semua yang Nanda lakukan adalah keinginannya sendiri, dan Nanda pasti akan lebih sedih lagi jika sampai melihat Arsyi yang terluka. Sekarang Arsyi obati dulu lukanya, kami akan terus menunggu Nanda di sini," ujar Hesti dengan memeluk tubuh Arsyila.


Arsyi mau tidak mau terpaksa mengikuti permintaan semuanya, dan akhirnya Arsyi dibantu berjalan oleh Suci dan Arya menuju ruang praktek Dokter umum.


......................


Setelah Arsyi selesai melakukan pengobatan, Arsyi meminta supaya di antar kembali ke depan ruang IGD.


Arsyi, Suci dan Arya semakin merasa khawatir ketika melihat Hesti dan yang lainnya menangis.


"Tante, apa yang terjadi dengan Nanda?" tanya Arsyi kepada Hesti.


"Nanda mengalami gegar otak dan patah tulang pada kakinya, dan saat ini Nanda harus segera melakukan operasi," jawab Hesti dengan menangis.

__ADS_1


Degg


Jantung Arsyi rasanya berhenti berdetak mendengar perkataan Hesti, Arsyi semakin merasa bersalah karena sudah menjadi penyebab Nanda mengalami kecelakaan.


"Hesti, kamu yang sabar ya, semoga Nanda baik-baik saja," ujar Suci dengan memeluk tubuh Hesti.


"Suci, aku takut, Dokter bilang kemungkinan besar setelah operasi mata Nanda tidak akan bisa melihat lagi, kaki Nanda juga akan lumpuh," ujar Hesti


Tubuh Arsyi seketika terasa lemas mendengar semua itu, bahkan Arsyi hampir saja terjatuh apabila Arya tidak menopang tubuhnya.


"Sayang, Nanda pasti akan baik-baik saja, kita harus yakin dan terus berdo'a supaya operasinya berjalan dengan lancar, dan Nanda bisa kembali sembuh seperti sedia kala," ujar Arya dengan memeluk tubuh Arsyi.


"Pa, seandainya Nanda tidak menolong Arsyi, mungkin Arsyi yang saat ini mengalami semua itu. Kenapa Nanda melakukan pengorbanan sebesar itu untuk Arsyi?" ujar Arsyi dengan menangis dalam pelukan Arya.


Beberapa saat kemudian, Nanda yang sudah mulai siuman, dibawa ke luar dari dalam ruang IGD menuju ruang operasi.


Semuanya bergantian memberikan semangat untuk Nanda sebelum masuk ruang operasi, dan Arsyi rasanya tidak sanggup melihat kondisi Nanda saat ini.


Secara perlahan Arsyi mulai melangkahkan kakinya menghampiri Nanda, kemudian Arsyi menggenggam erat tangan Nanda.


"Arsyi, apa kamu baik-baik saja?" tanya Nanda dengan lirih.


"Jangan menangis, semua luka di tubuhku tidak sebanding dengan rasa sakit di dalam hatiku saat melihat kamu menangis," ujar Nanda dengan mengusap airmata pada pipi Arsyi.


"Nanda, maaf, aku minta maaf karena telah menyebabkan kamu menjadi seperti ini," ucap Arsyi.


"Aku tidak kenapa-napa, justru aku tidak akan memaafkan diriku sendiri jika sampai kamu kenapa-napa. Arsyi, aku bahagia karena masih diberikan kesempatan untuk melihat wajah kamu. Apabila nanti setelah operasi mataku tidak dapat melihat lagi, aku akan selalu mengingat wajah kamu di dalam hatiku," ujar Nanda dengan tersenyum.


"Tidak, kamu pasti akan baik-baik saja, kamu pasti akan sembuh," ujar Arsyi.


"Bagaimana jika aku tidak bisa melihat dan berjalan lagi? Apa kamu masih mau menjadi temanku?" tanya Nanda.


"Jika sampai kamu tidak bisa melihat lagi, aku yang akan menjadi mata untuk kamu, dan jika kamu tidak bisa berjalan lagi, aku yang akan menjadi kaki untuk kamu. Kamu juga harus berjanji kalau kamu akan baik-baik saja, kami akan selalu menunggu kamu di sini," ujar Arsyi sehingga membuat Nanda tersenyum bahagia.


Hesti dan yang lainnya sampai menitikkan airmata ketika mendengar perkataan Arsyi, apalagi semuanya merasa takut jika sampai terjadi sesuatu yang buruk kepada Nanda pasca operasi nanti.


......................


Empat jam sudah Nanda berada di dalam ruang operasi, dan semuanya masih menunggu di depan ruang operasi dengan harap-harap cemas.

__ADS_1


"Ma, apa Nanda akan baik-baik saja?" tanya Arsyi yang saat ini tengah berada dalam pelukan Suci.


"Nanda pasti akan baik-baik saja sayang, jadi Arsyi tidak perlu khawatir," ujar Suci dengan mengelus lembut kepala Arsyi.


Beberapa saat kemudian, lampu ruang operasi pun terlihat padam, dan semuanya langsung berdiri ketika melihat Dokter membuka pintu ruang operasi.


"Dok, bagaimana operasi Anak kami?" tanya Irwan.


"Operasinya berjalan dengan lancar, tapi seperti dugaan sebelumnya, kemungkinan besar pasien akan mengalami gangguan penglihatan serta mengalami kelumpuhan pasca operasi. Semoga saja semua itu masih bisa disembuhkan dan hanya bersifat sementara," jawab Dokter.


Hesti kembali menangis, begitu juga dengan yang lainnya, tapi saat ini semuanya harus kuat demi kesembuhan Nanda.


......................


Satu minggu kemudian..


Setiap hari Arsyi selalu datang ke Rumah Sakit untuk menjenguk Nanda, Arsyi juga membantu Hesti merawat Nanda.


"Nanda, kamu harus makan yang banyak supaya kamu bisa segera sembuh," ujar Arsyi yang saat ini menyuapi Nanda.


"Arsyi, aku sebenarnya tidak takut jika sampai tidak bisa berjalan lagi, tapi aku merasa takut jika tidak bisa melihat wajah kamu lagi," ujar Nanda.


"Apa pun yang terjadi, aku akan selalu berada di samping kamu. Sebelumnya aku juga sudah berjanji akan menjadi mata dan kaki kamu, jadi kamu jangan terlalu banyak pikiran, karena aku yakin semuanya akan baik-baik saja," ujar Arsyi dengan menepuk punggung tangan Nanda.


Hari ini perban pada mata Nanda akan dibuka, karena sebelumnya Dokter menutup mata Nanda ketika melakukan operasi pada bagian kepalanya.


Semuanya sudah harap-harap cemas ketika secara perlahan Dokter membuka perban pada mata Nanda.


"Sekarang coba buka matanya secara perlahan," ujar Dokter.


Secara perlahan Nanda mulai membuka matanya.


"Apa Anda masih bisa melihat?"


*


*


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2