Suci Tak Lagi Suci

Suci Tak Lagi Suci
Bab 187 ( Permintaan Ratu )


__ADS_3

Hari pernikahan Putri dan Rizky sudah semakin dekat, dan Farel meminta Ratu supaya segera pulang ke Indonesia untuk menghadiri pernikahan Kakaknya.


Selama satu tahun ini, Ratu yang bekerja sebagai model, mengambil pekerjaan yang berada di luar negeri, dan Ratu begitu terkejut ketika mendengar Putri yang tiba-tiba akan menikah, apalagi sebelumnya Ratu tidak pernah mendengar Putri menjalin hubungan dengan lelaki mana pun.


"Lelaki mana yang mau menikahi si Putri? Pasti dia buta karena bersedia menikahi perempuan cacat?" gumam Ratu saat berada di dalam pesawat yang akan membawanya menuju tanah air.


Ratu awalnya tidak ingin menghadiri pernikahan Putri, tapi Farel memaksanya untuk pulang, apalagi hanya Ratu satu-satunya saudara Putri.


"Sudah satu tahun aku tidak bertemu dengan Kak Rizky, aku kangen sekali sama dia, pasti dia semakin tampan. Semoga saja Kak Rizky segera melamar aku untuk menjadi Istrinya, dan aku akan menjadi perempuan paling beruntung di Dunia ini apabila bisa menikah dengan Pangeran impianku," gumam Ratu dengan tersenyum bahagia, karena Ratu membayangkan jika dirinya tengah bersanding di pelaminan bersama Rizky.


Ketika Ratu sampai di Bandara, Farel dan Ayu sudah terlihat menunggu kedatangan Ratu, dan Ratu merasa bahagia ketika melihat Farel yang sudah bisa berjalan kembali.


"Daddy, akhirnya Daddy bisa jalan lagi, Ratu bahagia sekali melihatnya," ujar Ratu dengan memeluk Farel, tapi Ratu terlihat acuh dengan keberadaan Ayu yang berdiri di samping Farel.


"Alhamdulillah Nak, semua ini berkat do'a dari semuanya, makanya Daddy bisa berjalan lagi, apalagi Daddy merasa sangat beruntung karena memiliki Istri secantik dan sebaik Ibu kamu," ujar Farel dengan mengusap lembut kepala Ratu, dan Ratu merasa kesal karena Farel selalu memuji Ayu.


Ayu mencoba menyapa Ratu, karena bagaimanapun juga Ratu adalah Anak sambungnya, bahkan Ayu sudah menganggap Ratu dan Putri sebagai Anak kandungnya sendiri.


"Ratu sayang, bagaimana kabarnya?" tanya Ayu dengan tersenyum, tapi Ratu seakan tidak mendengar pertanyaan Ayu.


"Nak, Ibu barusan tanya sama Ratu. Kenapa Ratu tidak menjawabnya?" ujar Farel.


"Ratu paling tidak suka sama orang yang pura-pura baik, lagian dia lihat sendiri kalau Ratu baik-baik saja, jadi sepertinya Ratu tidak perlu menjawab pertanyaannya yang tidak penting."


Farel menghela nafas panjang, Farel merasa sedih karena Ratu masih saja belum bisa menerima keberadaan Ayu.


"Sayang, sampai kapan Ratu akan seperti ini terus? Selama ini Ibu Ayu tulus menyayangi Ratu dan Putri," ujar Farel yang mencoba untuk tidak emosi, apalagi Ayu terus memegang tangannya.


"Sudahlah Dad, Ratu tidak ingin membicarakan masalah ini, mood Ratu hancur kalau membicarakan dia. Sebaiknya sekarang kita pulang, Ratu capek," ujar Ratu dengan menarik tangan Farel, tapi sekejap pun Farel tidak melepaskan pegangan tangannya dari Ayu.


Ketika sampai parkiran, Ratu langsung menerobos masuk mobil Farel, kemudian duduk di jok depan.

__ADS_1


"Nak, itu tempat duduk Ibu, sebaiknya Ratu duduk di belakang," ujar Farel yang merasa tidak enak kepada Ayu.


"Dad, Ratu masih kangen sama Daddy, Rati ingin dekat sama Daddy. Kenapa bukan dia saja yang duduk di belakang," tunjuk Ratu kepada Ayu.


"Yah, udah gak apa-apa, biar Ibu yang duduk di belakang," ujar Ayu yang selalu mengalah.


Farel merasa bersalah terhadap Ayu, bahkan Farel terus meminta maaf.


"Sayang, maafin Ratu ya, dia selalu bersikap keterlaluan sama Ibu."


"Tidak apa-apa Yah, Ibu yakin jika suatu saat nanti Ratu akan berubah dan menerima Ibu sebagai Ibu kandungnya sendiri," ujar Ayu dengan tersenyum tulus.


Ketika sampai rumah, Ratu langsung menghampiri Putri yang berada di dalam kamar, karena Ratu merasa penasaran dengan sosok calon Suami Putri.


Saat ini Putri sedang memeriksa daftar tamu undangan pernikahan, karena Putri takut jika ada salah satu Teman nya yang terlewat dan tidak menerima undangan pernikahannya dengan Rizky.


"Calon pengantin sepertinya terlihat bahagia? Lelaki buta mana yang mau menikah dengan perempuan cacat seperti kamu?" sindir Ratu, dan Putri hanya menanggapinya dengan senyuman.


"Memangnya kamu tidak akan terkejut kalau aku memberitahu kamu siapa calon Suamiku? Aku takut kalau kamu akan terkejut bahkan sampai pingsan jika kamu mengetahui siapa orangnya," ujar Putri.


"Siapa pun orangnya aku tidak peduli, kecuali dia adalah Pangeran impianku," ujar Ratu dengan tersenyum ketika membayangkan wajah tampan Rizky.


"Tapi sayangnya aku sudah mengecewakan kamu, karena lelaki yang kamu bilang buta, tua, gendut dan jelek adalah Pangeran impianmu," ujar Putri dengan tersenyum mengejek.


Ratu begitu syok ketika mendengar perkataan Putri, bahkan gelas yang dipegang oleh Ratu sampai terlepas dari genggaman tangannya.


Prang


Gelas milik Ratu terjatuh dan pecah.


"Ka_kamu hanya bercanda kan? Tidak mungkin Kak Rizky mau menikah dengan perempuan cacat sepertimu," ujar Ratu dengan tergagap.

__ADS_1


Putri memberikan Undangan pernikahannya kepada Ratu, dan Ratu bagai tersambar petir di siang bolong ketika melihat nama Rizky Putra Argadana yang tertulis pada Undangan yang diberikan oleh Putri.


"I_ini tidak mungkin, aku tidak bisa menerima semua ini. Kak Rizky hanya akan menjadi milikku, hanya aku yang bisa menikah dengan Kak Rizky," ujar Ratu dengan meremas Undangan pernikahan Putri dan Rizky.


"Ratu, kamu baik-baik saja kan?" tanya Putri dengan menahan tubuh Ratu yang hampir terjatuh.


Ratu langsung mendorong tubuh Putri, karena Ratu tidak bisa menerima kenyataan jika Rizky akan menjadi Kakak iparnya.


"Putri, aku tidak mau tau. Kamu harus membatalkan pernikahan kamu dengan Kak Rizky, karena dalam seumur hidup aku, aku tidak akan rela melihat Kak Rizky bersanding dengan perempuan lain, apalagi perempuan itu adalah Kakak kandungku sendiri."


"Maaf Ratu, tapi aku juga mencintai Rizky, dan kali ini aku tidak bisa mengabulkan permintaan kamu," ujar Putri.


"Putri, apa kamu lupa dengan janji kamu kepada mendiang Mommy? Kamu akan selalu menjagaku, sebagai seorang Kakak, kamu seharusnya mengalah."


Putri menghela nafas panjang, karena kali ini Putri tidak bisa mengalah kepada Ratu.


"Selama ini aku selalu mengalah untuk kamu, tapi tidak kali ini, karena aku akan tetap menikah dengan Rizky," ujar Putri dengan menitikkan airmata.


Ratu bersimpuh di bawah kaki Putri, siapa tau dengan seperti itu Putri akan luluh.


"Putri, aku mohon. Baru kali ini aku merendahkan diriku di hadapan orang lain, aku mohon biarkan aku yang menjadi pendamping hidup Kak Rizky," ujar Ratu dengan menangis.


"Ratu jangan seperti ini, karena apa pun yang kamu lakukan, aku tidak akan pernah melepaskan Rizky."


"Kamu tega Putri, kamu tega," teriak Ratu, kemudian ke luar dari dalam kamar Putri.


Maaf Ratu kalau aku sudah bersikap egois, tapi aku tidak bisa mengabulkan permintaan kamu, karena aku juga ingin merasakan kebahagiaan di sisa umurku yang hanya sebentar lagi, ucap Putri dalam hati dengan menitikkan airmata.


*


*

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2