Suci Tak Lagi Suci

Suci Tak Lagi Suci
Bab 21 ( Benar benar mirip )


__ADS_3

Arya merasakan sesak dalam dadanya ketika mendengar perkataan Suci, tapi Arya menyadari jika kesalahan yang telah ia perbuat terhadap Suci begitu besar sehingga tidak akan mudah bagi Suci untuk memaafkannya.


Sepertinya Suci sangat membenciku, tapi semua itu sangat wajar, karena kesalahan yang telah aku perbuat terhadapnya sangatlah besar. Maafkan aku Suci, aku akan menebus semua kesalahan yang telah aku lakukan terhadapmu, dan aku akan menjadi sosok Ayah yang baik untuk Anak kita, batin Arya yang sudah bertekad akan memperjuangan cinta Suci.


"Maaf Tuan, apa ya tujuan Anda datang ke sini?" tanya Suci.


Arya ingin sekali mengatakan bahwa dirinya ingin menemui Suci dan Rizky, tapi untuk saat ini Arya tidak mungkin mengatakan semua itu.


"Saya tadi lupa memberikan uang makanan yang saya pesan untuk kamu. Jadi, saya sengaja datang ke sini untuk mengantarkan uang dan memesan makanan apa saja yang saya mau untuk makan siang besok," jawab Arya.


"Sebaiknya Tuan memberikan uangnya setiap hari saja, setelah saya mengantarkan makanan, saya tidak mau kalau punya hutang kepada Tuan. Bagaimana kalau saya ada halangan dan tidak bisa memasak untuk Tuan?"


"Kamu jangan terlalu banyak pikiran, kalau kamu ada halangan dan tidak bisa memasak untuk saya, kamu bisa mengirimkan pesan kepada saya. Nanti kamu bisa simpan nomor handphone saya," ujar Arya dengan memberikan kartu nama dan segepok uang sebesar sepuluh juta rupiah kepada Suci.


"Tuan, apa Tuan tidak salah memberikan uang? memangnya itu untuk berapa bulan?" tanya Suci.


"Apa uangnya kurang?" tanya Arya.


"Bukan begitu, tapi uangnya terlalu banyak. Kalau saya buat nasi box yang harga lima puluh ribu sehari, berarti uangnya bisa untuk enam bulan lebih," ujar Suci yang terlihat berpikir.


"Itu untuk satu bulan, tapi kalau masih kurang, kamu tinggal bilang saja."


"Tapi itu terlalu banyak, dan saya tidak bisa menerimanya."


"Anggap saja itu rezeki untuk Rizky, bukannya Rezeki itu tidak boleh ditolak?" ujar Arya dengan tersenyum, dan tiba-tiba Suci merasakan getaran aneh dalam dadanya ketika melihat senyuman Arya.


Kenapa denganku? kenapa saat melihat senyuman Tuan Arya, aku merasakan getaran aneh dalam dadaku? batin Suci bertanya-tanya.


"Suci, apa boleh aku difoto bersama Rizky? kamu bisa kan memotret kami?" tanya Arya dengan memberikan handphone nya kepada Suci.


Ketika Suci melihat handphone Arya, Suci terkejut karena Arya memakai wallpaper lukisan wajah perempuan yang begitu mirip dengan Suci.

__ADS_1


Kenapa perempuan dalam lukisan ini begitu mirip denganku? apa mungkin semua ini hanya kebetulan? kenapa aku jadi ke GR-an seperti ini sih, batin Suci.


Suci memotret Arya dan Rizky, dan Suci yang melihat wajah Arya dan Rizky begitu mirip, tanpa sadar langsung bergumam.


"Benar-benar mirip."


"Siapa yang mirip?" tanya Arya.


"Eh tidak Tuan, saya hanya sedang teringat dengan sesuatu saja," ujar Suci yang mencoba untuk mencari alasan, karena Suci takut Arya berpikir macam-macam apabila mengatakan jika Arya dan Rizky terlihat mirip.


Beberapa saat kemudian, terdengar suara Bu Rita yang mengucap Salam ketika masuk ke dalam rumah.


"Eh ternyata ada tamu," ujar Bu Rita.


"Iya Bu, saya Arya temannya Suci," ujar Arya, dan Bu Rita merasa heran ketika melihat wajah Arya yang mirip sekali dengan Rizky.


Apa hanya perasaan ku saja ya, kalau wajah Arya sangat mirip sekali dengan Rizky, batin Bu Rita.


Bu Rita kembali ke ruang tamu setelah menyimpan bahan-bahan masakan ke dapur, dan Bu Rita membawa kue ke ruang tamu, kemudian bergabung bersama Suci dan Arya.


"Iya, makasih banyak Bu," ujar Arya.


Arya sebenarnya tidak pernah memakan makanan sembarangan, apalagi dari Pasar, tapi Arya tidak enak jika tidak menghargai makanan yang disuguhkan kepadanya, sehingga Arya memakan salah satu kue yang disuguhkan oleh Bu Rita.


"Tuan, Anda pasti sudah pegal karena sudah lama menggendong Rizky, sebaiknya saya tidurkan dulu Rizky nya ke kamar," ujar Suci.


"Aku tidak merasa pegal sama sekali. Boleh ya aku gendong Rizky sampai aku pulang," ujar Arya, sehingga membuat Suci dan Bu Rita merasa heran.


"Oh iya, Ibu ini Ibu nya Suci atau Hesti?" tanya Arya yang pura-pura tidak tau kalau Ibu nya Suci sudah meninggal dunia.


"Saya teman satu sel nya Suci," ujar Bu Rita yang tidak mau berbohong.

__ADS_1


"A_apa maksud Ibu?" tanya Arya yang begitu terkejut mendengar jawaban Bu Rita.


"Saya dan Suci baru saja bebas dari penjara satu minggu yang lalu, tepatnya setelah satu hari Suci melahirkan Rizky," ujar Bu Rita.


"Jadi selama ini Suci telah dipenjara?" tanya Arya yang begitu geram karena baru mengetahui semuanya.


Pantas saja selama ini aku tidak bisa menemukan Suci, ternyata Suci hidup di Penjara dalam keadaan hamil. Siapa yang tega memasukan Ibu dari Anakku ke dalam penjara? untung saja Suci bisa mempertahankan bayi kami. Aku semakin merasa bersalah kepada Suci, batin Arya.


"Iya benar, selama sembilan bulan Suci harus tinggal di balik jeruji besi menanggung kesalahan yang tidak pernah Suci perbuat," ujar Bu Rita.


"Kenapa bisa seperti itu? siapa orang yang sudah tega memfitnah Suci?" tanya Arya yang terlihat begitu marah, sehingga membuat Suci dan Bu Rita semakin merasa heran dengan sikap Arya.


"Sebaiknya kita tidak perlu membahas masalalu lagi, Suci tidak mau kembali mengingat kejadian pahit yang telah menimpa Suci," ujar Suci dengan tertunduk sedih.


"Maaf Suci, aku tidak bermaksud lancang mengorek luka lama yang terjadi dalam hidup kamu, tapi jika aku mengetahui siapa orang yang telah memfitnah kamu, aku akan membalaskan dendam kamu terhadap orang itu," ujar Arya.


"Tidak perlu Tuan, orang yang memfitnah saya telah mendapatkan balasannya dari Tuhan. Jika saya membalas kejahatan dengan kejahatan juga, apa bedanya saya dengan orang yang telah berbuat jahat terhadap saya?" ujar Suci sehingga membuat Arya semakin merasa kagum dengan sosok Suci.


Mama Linda sudah mendapatkan balasan yang setimpal atas perbuatannya, karena saat ini kakinya sudah lumpuh, bahkan operasi plastik yang dilakukan Mama Linda hanya bisa menyembuhkan lima puluh persen luka bakar yang di alaminya.


Mama Linda sudah terbukti bersalah karena memberikan tuduhan palsu, tapi Papa Ardi memberikan uang jaminan sehingga Mama Linda mendapatkan penangguhan penahanan, tapi tidak dengan para Saksi yang memberikan keterangan Palsu, karena ketiga Saksi dihukum selama empat tahun penjara.


"Suci, kalau begitu aku pulang dulu ya," ujar Arya dengan memberikan Rizky kepada Suci.


Arya sebenarnya merasa berat untuk berpisah dengan Rizky, tapi Arya merasa tidak enak, karena Arya sudah berada di rumah kontrakan Suci selama lima jam.


"Hati-hati ya Tuan, terimakasih karena telah membantu saya menjaga Rizky," ujar Suci, karena selama Suci dan Bu Rita memotong bahan-bahan masakan, Arya dengan telaten mengurus Rizky.


"Suci, apa boleh aku datang setiap hari untuk menemui Rizky?"


*

__ADS_1


*


Bersambung


__ADS_2