Suci Tak Lagi Suci

Suci Tak Lagi Suci
Bab 51 ( Suci adalah Anak kandung kamu )


__ADS_3

Papa Fadil akhirnya menghubungi Dokter Faris supaya datang ke rumahnya, karena saat ini kondisi Mama Erina semakin parah, bahkan Mama Erina terus berbicara sendiri.


"Putriku sayang, jangan nangis ya, Mama akan selalu ada untuk Suci," ucap Mama Erina kepada boneka yang saat ini berada dalam pangkuannya.


Papa Fadil mencoba berbicara dengan Arya dan Oma Rahma, karena Papa Fadil merasa heran dengan sikap Mama Erina yang sampai menjadi depresi setelah Suci meninggal dunia.


"Arya, Ma, kenapa ya Erina sampai menjadi seperti itu? Erina seperti orang yang sudah kehilangan Anak kandungnya sendiri. Apa mungkin karena Erina merasa sangat bersalah terhadap Suci?" tanya Papa Fadil.


Oma Rahma sebenarnya sudah tidak tahan untuk mengatakan semuanya kepada Papa Fadil, tapi saat ini situasinya sedang tidak memungkinkan, apalagi Oma Rahma mengingat jika Ibu angkat suci telah meninggal dunia karena perbuatan yang telah Arya lakukan terhadap Suci.


Maafin Mama Fadil, untuk saat ini Mama tidak bisa mengatakan yang sebenarnya kepada kamu. Apalagi kondisi Arya sedang tidak baik, dan Arya pasti akan semakin terpuruk jika mengetahui dirinya dan Suci adalah bayi yang ditukar, bahkan perbuatan Arya yang telah menghancurkan hidup Suci sudah menyebabkan Ibu kandungnya sendiri meninggal dunia, ucap Oma Rahma dalam hati.


"Mungkin dugaan kamu benar Fadil, Erina menjadi seperti itu karena menyesali perbuatannya terhadap Suci," ujar Oma Rahma yang menutupi semuanya, apalagi Arya juga masih berada di sana.


Arya hanya diam tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, karena saat ini yang ada dalam pikiran Arya hanya kebersamaannya dengan Suci yang terasa begitu singkat.


"Arya ke kamar duluan," ucap Arya, kemudian berlalu begitu saja meninggalkan Oma Rahma dan Papa Fadil, sehingga membuat Papa Fadil merasa geram karena Arya terkesan tidak peduli dengan kondisi Mama Erina.


"Arya, apa kamu tidak peduli dengan Mama kamu?" teriak Papa Fadil, tapi Arya seakan menulikan pendengarannya dan terus berjalan menuju kamar tanpa memperdulikan teriakan Papa Fadil.


"Fadil, sudah, biarkan Arya pergi. Saat ini Arya pasti masih merasa terpukul dengan kematian Suci," ujar Oma Rahma yang berusaha menenangkan Papa Fadil.

__ADS_1


"Tapi Ma, saat ini kondisi Erina sedang tidak baik, seharusnya bukan hanya Suci yang Arya pikirkan. Suci itu hanyalah istri yang ada bekasnya, tapi seorang Ibu tidak akan pernah ada bekasnya, dan seharusnya Erina yang menjadi prioritas utama Arya, karena Erina adalah Ibu kandung Arya," ujar Papa Fadil, sehingga membuat Oma Rahma merasa geram.


"Cukup Fadil, kamu pasti tidak akan berkata seperti itu jika mengetahui siapa Suci sebenarnya," ujar Oma Rahma dengan mata yang berkaca-kaca, sehingga membuat Papa Fadil merasa terkejut, karena Oma Rahma sudah bersikap berlebihan juga terhadap Suci.


"Ma, Fadil juga merasa kehilangan Suci, meski pun kami hanya bertemu sebentar, tapi kita tidak harus berlarut-larut dalam kesedihan dengan menangisi orang yang sudah meninggal, justru saat ini Fadil merasa heran, kenapa semua orang hanya memikirkan Suci? Mama juga berbicara seakan akan Suci adalah Anak kandung Fadil dan Erina?"


Oma Rahma yang sudah tidak tahan lagi mendengar perkataan Papa Fadil, akhirnya berniat untuk mengatakan yang sebenarnya.


"Karena sebenarnya Suci adalah Anak kandung kamu dan Erina," ujar Oma Rahma dengan menangis.


Papa Fadil bagai tersambar petir di siang bolong mendengar perkataan Oma Rahma, karena tidak sedikit pun Papa Fadil mempunyai pikiran jika Suci adalah Anak kandungnya.


"Ma, kalau bercanda jangan kelewatan. Apa Mama pikir Fadil akan percaya jika mendiang Suci adalah Anak kandung Fadil? apa buktinya jika Suci adalah darah daging Fadil?" tanya Papa Fadil dengan mata memerah, karena tidak dapat dipungkiri jika Papa Fadil memiliki ikatan batin yang kuat dengan Suci, bahkan sejak pertama kali Papa Fadil bertemu dengan Suci.


Papa Fadil terus berusaha menampik semuanya, karena Papa Fadil tidak mau percaya jika Anak kandungnya sudah meninggal dunia.


"Ma, banyak orang yang mirip di dunia ini, jadi itu tidak bisa menjadi bukti jika Suci adalah Anak kandung Fadil dan Erina."


"Apa tadi kamu tidak dengar perkataan Bu Rita, jika semenjak bayi Suci sudah ditukarkan oleh Ibu kandungnya sendiri? bahkan saat tadi kamu membawa Erina masuk, Bu Rita sempat mengatakan jika alamat rumah orangtua Suci berada di komplek ini, dan nama orangtua kandung Suci adalah Fadil dan Erina. Sekarang Mama tanya, ada berapa orang di komplek ini yang memiliki nama Fadil dan Erina? hanya kamu dan Erina, Nak."


"Ma, apa kita bisa percaya dengan perkataan orang yang belum kita kenal?"

__ADS_1


"Kalau begitu, nanti kita cari kotak surat peninggalan Ibu angkat Suci yang bernama Asih. Kita bisa lihat alamat rumah orangtua kandung Suci di sana, dan kamu pasti tidak lupa jika Asih adalah nama Asisten rumah tangga kamu pada 22 tahun yang lalu."


Ingatan Papa Fadil menerawang pada 22 tahun yang lalu. Saat itu Asisten rumah tangga Papa Fadil yang bernama Asih juga tengah hamil, bahkan usia kandungan Asih sama dengan Mama Erina.


Saat Mama Erina melahirkan, Papa Fadil dan Oma Rahma sedang pergi ke luar kota untuk menghadiri pemakaman kerabatnya yang meninggal dunia, tapi saat Papa Fadil dan Oma Rahma kembali dari luar kota, Mama Erina ternyata telah melahirkan Arya, dan Mama Erina bilang jika Bu Asih dan Suaminya sudah pulang kampung karena Bu Asih juga melahirkan di hari yang sama dengan Mama Erina.


Apa benar jika Erina telah menukar Suci dan Arya saat mereka baru dilahirkan? dulu aku memang selalu berkata semoga Anak pertamaku berjenis kelamin laki-laki. Apa itu yang membuat Erina nekad menukar bayi kami? batin Papa Fadil kini bertanya-tanya.


Beberapa saat kemudian, Dokter Keluarga Argadana datang untuk memeriksa kondisi Mama Erina, sehingga membuat Papa Fadil dan Oma Rahma menghentikan pembicaraan tentang identitas Suci yang sebenarnya.


"Dok, bagaimana kondisi Istri saya?" tanya Papa Fadil setelah Dokter Faris selesai memeriksa kondisi Mama Erina.


"Kondisi fisik Nyonya saat ini memang sehat, tapi sepertinya beliau begitu syok atas meninggalnya Nona Suci, sehingga menyebabkan beliau mengalami depresi. Untuk lebih jelasnya, kita harus membawa Nyonya ke psikiater, karena saat ini kondisi psikologis Nyonya telah terganggu," ujar Dokter Faris.


Setelah Dokter Faris pamit kepada Oma Rahma dan Papa Fadil, Oma Rahma kembali angkat suara.


"Fadil, kamu dengar sendiri perkataan Dokter Faris kan? tidak mungkin Erina sampai depresi seperti itu, jika dia tidak melakukan kesalahan yang besar terhadap Suci, dan semua itu pasti karena Erina sangat menyesali perbuatannya yang sudah menukar Bayi kalian dengan bayi Asih," ujar Oma Rahma, dan Papa Fadil langsung menangis ketika menyadari jika semua perkataan Oma Rahma ada benarnya.


"Ja_jadi Suci adalah Anak kandung Fadil?"


*

__ADS_1


*


Bersambung


__ADS_2