Suci Tak Lagi Suci

Suci Tak Lagi Suci
Bab 56 ( Ketulusan cinta )


__ADS_3

Suci sebenarnya merasa keberatan karena Rian memakai jasa Asisten rumah tangga dan Baby Suster, karena Suci ingin merawat Suami dan Anaknya dengan tangannya sendiri, apalagi Suci melihat tatapan Susi kepada Rian yang terlihat berbeda.


"Sayang, kenapa sih dari tadi Mas lihat Suci melamun terus?" tanya Rian.


"Mas, sebenarnya Suci merasa keberatan jika kita menggunakan jasa Asisten rumah tangga dan Baby Suster."


"Memangnya kenapa? seharusnya Bunda nya Rizky yang cantik ini bahagia, karena kalau Ayah berangkat kerja, Bunda bisa ada teman, dan ada yang membantu merawat Rizky," ujar Rian dengan menangkup kedua pipi Suci yang saat ini terlihat gelisah.


"Mas, Suci ingin merawat Mas dan Rizky dengan tangan Suci sendiri. Apalagi Suci sudah mendengar banyak kasus tentang perselingkuhan yang terjadi antara majikan dan pembantunya," ujar Suci dengan menghela nafas panjang.


Rian tersenyum bahagia menanggapi perkataan Suci, sehingga membuat Suci merasa heran.


"Mas, kenapa malah tersenyum?" tanya Suci dengan memicingkan matanya.


"Mas bahagia melihat kamu bersikap seperti itu, karena artinya Suci cemburu dan takut kehilangan Mas."


"Mas itu aneh. Istri mana yang tidak akan cemburu jika nanti Suaminya dekat dengan perempuan lain, dan tentu saja aku akan merasa takut kehilangan Suamiku. Aku tidak mau jika sampai Suamiku berpaling kepada_" perkataan Suci terhenti karena Rian yang merasa gemas terhadap Suci tiba-tiba membungkam nya dengan ciuman, tapi sesaat kemudian, Rian langsung melepas ciumannya ketika menyadari jika Rian tidak seharusnya melakukan semua itu.


"Maaf," ucap Rian dengan lirih.


"Kenapa Mas meminta maaf? kita ini kan Suami istri, jadi sebelumnya kita pasti sudah sering melakukan lebih dari itu," ucap Suci dengan tertunduk malu.


Seandainya saja aku memang benar Suami kamu, aku pasti akan menjadi lelaki yang paling bahagia dalam seumur hidupku. Akan tetapi, kenyataannya yang sebenarnya aku bukanlah Suami kamu, dan tidak seharusnya aku melewati batas dengan memanfaatkan ingatan Suci yang hilang, batin Rian yang merasa bersalah.


"Mas kenapa?" tanya Suci karena saat ini Rian terlihat melamun.


"Sayang, sebaiknya sekarang Suci istirahat supaya kondisi kesehatan Suci segera pulih. Mas mau ke luar dulu ya untuk melihat Rizky," ujar Rian yang mencoba mencari alasan supaya bisa menjaga jarak dengan Suci.


Rian terkejut ketika Suci tiba-tiba mencekal pergelangan tangannya, dan meminta Rian supaya menemaninya tidur.


"Mas, bisa tidak kalau Mas menemani Suci tidur?" ucap Suci dengan malu-malu.

__ADS_1


Rian terlihat bingung jika harus tidur satu ranjang dnegan Suci, karena bagaimanapun juga Rian adalah lelaki normal.


Aku tidak mungkin satu ranjang dengan Suci, karena bagaimanapun juga aku adalah lelaki normal. Tapi aku harus memberikan alasan apa jika aku tidur di kamar yang berbeda, batin Rian.


"Sepertinya Mas keberatan ya?" tanya Suci, karena Rian belum juga menjawab pertanyaan Suci.


"Bukannya begitu sayang, hanya saja Mas tidak mau mengganggu tidur Suci, apalagi saat ini Suci sedang dalam masa pemulihan."


Suci akhirnya memberanikan diri mengatakan alasannya mencegah Rian supaya tidak melihat Rizky yang saat ini sedang berada dengan Susi.


"Mas, sebenarnya Suci tidak mau jika Mas terlalu dekat dengan Susi," ucap Suci dengan tertunduk sedih.


Rian akhirnya duduk di samping ranjang, kemudian Rian menggenggam erat tangan Suci.


"Sayang, Suci percaya kan jika dari dulu sampai sekarang, dalam hati Mas hanya ada Suci seorang? dan Suci harus tau jika tidak akan pernah ada perempuan lain di hati Mas selain Suci."


"Suci memang percaya sepenuhnya terhadap Mas, tapi Suci tidak percaya dengan perempuan lain di luar sana, apalagi yang tinggal satu rumah dengan kita."


Suci terlihat berpikir karena Suci merasa tidak tega jika sampai memecat Susi.


"Tidak perlu Mas, selama Susi bisa bersikap baik dan profesional dalam melakukan pekerjaan, tidak ada alasan bagi kita untuk memecatnya. Suci juga tidak tega jika sampai kita memecat Susi."


"Tapi Mas tidak mau jika sampai Suci merasa tidak nyaman dengan keberadaan Susi di rumah kita."


"Yang penting Mas tidak dekat-dekat dengan Susi saja," ujar Suci dengan memeluk erat tubuh Rian.


"Mas janji akan selalu menjaga hati dan cinta Mas hanya untuk Suci seorang," ucap Rian dengan mengelus lembut kepala Suci.


"Makasih Mas, karena dari dulu sampai sekarang, Mas selalu menyayangi dan mencintai Suci dengan tulus," ucap Suci dengan tersenyum bahagia.


Rian akhirnya memutuskan untuk tidur di samping Suci supaya Suci merasa lebih tenang, dan cinta tulus Rian terhadap Suci membuat Rian benar-benar berusaha menjaga kesucian cintanya dengan tidak melewati batasan.

__ADS_1


Aku berjanji tidak akan pernah melewati batasanku. Aku hanya ingin terus berada di sampingmu untuk menjaga dan melindungimu dalam seumur hidupku, batin Rian.


......................


Di tempat lain, Farel tersenyum bahagia ketika melihat Alina yang saat ini masih terlelap dalam pelukannya.


Aku pasti akan membuat kamu jatuh cinta kepadaku Alina, batin Farel.


Arya yang dari tadi memantau CCTV Perusahaan dari rumahnya, dan melihat Alina masuk ke dalam ruang kerja Farel, akhirnya berusaha menelpon Farel, karena sudah dua jam Alina masih belum juga ke luar dari dalam ruang kerja Farel, sehingga membuat Arya merasa geram karena sudah pasti Farel dan Alina melakukan tindakan tidak senonoh di dalam kantornya.


Farel yang mendengar handphonenya berbunyi merasa terkejut, apalagi saat ini nama Arya tertera pada layar handphone nya.


"Aduh, bagaimana ini, si Arya pasti ngamuk karena aku sudah melakukan tindakan tidak senonoh di kantornya," gumam Farel, dan benar saja saat Farel mengangkat telpon dari Arya, Farel mendengar teriakan Arya yang begitu menggema pada gendang telinganya.


📞"Farel, apa yang sudah kamu lakukan? bisa-bisanya kamu melakukan tindakan yang tidak senonoh di Perusahaan ku. Sekarang juga kamu suruh Alina pulang, aku tidak mau kalau Perusahaan ku terkena sial karena ulah kalian berdua," teriak Arya, sehingga Farel menjauhkan handphone dari telinganya.


📞"Bos, Alina saat ini sedang tidur, aku gak tega bangunin Alina," bisik Farel yang tidak mau jika Alina sampai terbangun.


📞"Farel, aku menggaji kamu bukan untuk tidur, tapi untuk bekerja. Kali ini aku akan membiarkan Alina sampai dia terbangun, tapi tidak untuk kamu, karena sekarang juga kamu harus kembali bekerja. Kamu harus selalu ingat, jika ini adalah untuk yang pertama dan terakhir kali aku melihat kamu melakukan perbuatan dosa. Kapan kamu akan berubah Rel? kita tidak tau kapan ajal akan menjemput," ujar Arya.


📞"Iya Pak Ustad, saya mengaku salah, dan saya tidak akan mengulanginya lagi. Tapi aku bersumpah, sejak aku melakukannya dengan Alina, aku tidak pernah melakukannya lagi dengan perempuan lain," ujar Farel.


📞"Sebaiknya kamu segera nikahi Alina, supaya kalian tidak terus melakukan perbuatan dosa," ujar Arya.


📞"Aku juga inginnya begitu ya, hanya saja Alina masih belum bisa menerima lamaranku. Apalagi sekarang Alina memutuskan untuk bekerja, dan aku sudah menerima dia bekerja di Perusahaan kamu Ya. Tidak apa-apa kan?" tanya Farel, sontak saja Arya merasa terkejut, karena Arya sudah tau betul bagaimana sikap Alina.


📞"Apa?"


*


*

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2