
Satu bulan kemudian..
Saat bangun tidur, Suci merasakan gejolak hebat pada perutnya, sampai akhirnya Suci berlari ke dalam kamar mandi untuk mengeluarkan isi perutnya.
"Kenapa denganku? tidak biasanya aku mengalami mual muntah seperti ini," gumam Suci.
Suci kembali ke dalam kamarnya, kemudian Suci melihat jadwal menstruasi nya pada kalender.
"Tidak, tidak mungkin aku hamil," ucap Suci dengan menutup mulutnya karena dia sudah telat datang bulan selama dua minggu.
Suci hanya bisa menangis, karena dirinya tidak tau harus berbuat apa.
"Ujian apa lagi ini Tuhan? aku harus bagaimana? aku tidak mau berbuat dosa jika sampai menggugurkan bayi yang tidak berdosa ini," gumam Suci dengan memegangi perutnya, karena Suci sangat yakin jika saat ini dirinya tengah mengandung.
......................
Di lain tempat, tepatnya di kediaman Rian, saat ini Rian tengah bingung karena besok dirinya akan menikah dengan Alina, tapi sampai saat ini Rian masih belum juga memiliki perasaan cinta terhadap Alina.
"Bukannya Mama bilang aku dan Alina saling mencintai? tapi kenapa sampai saat ini aku masih belum juga merasakan apa pun terhadap Alina? justru semakin lama, aku semakin teringat dengan perempuan bernama Suci. Sekarang aku harus bagaimana? aku tidak ingin menikah dengan Alina," gumam Rian dengan terus memukuli kepalanya dengan harapan ingatan nya akan kembali.
Mama Linda yang masuk ke dalam kamar Rian langsung menghentikan Rian, karena Mama Linda takut jika sampai Rian kenapa-napa.
"Hentikan Rian !! Apa yang kamu lakukan?"
"Ma, kenapa sampai sekarang Rian masih belum mengingat apa pun tentang masalalu Rian? Rian tidak mau menikah dengan Alina, Rian tidak mencintainya."
"Rian, dari dulu kamu sangat mencintai Alina, dan Alina pasti sedih jika kita membatalkan pernikahan kalian." Dan Mama harus segera menikahkan kamu dengan Alina sebelum kamu kembali mengingat Suci. Sebaiknya aku segera melaporkan Suci kepada Polisi, aku juga sudah membayar Saksi palsu supaya mau bersaksi jika Suci yang telah mendorong Rian hingga Rian tertabrak mobil, lanjut Mama Linda dalam hati.
Mama Linda akhirnya melaporkan Suci kepada Polisi sebelum pernikahan Rian dan Alina digelar, karena Mama Linda tidak mau kalau Suci sampai menggagalkan pernikahan Rian dan Alina. Bahkan Mama Linda sampai menyiapkan acara pernikahan Rian dan Alina di kediamannya, supaya Rian tidak berani macam-macam.
......................
__ADS_1
Suci begitu terkejut ketika ada beberapa orang Polisi yang datang untuk menangkapnya.
"Saudari Suci, Anda kami tangkap atas laporan percobaan pembunuhan kepada Saudara Rian," ujar Polisi Wanita yang saat ini menjemput Suci ke rumahnya.
"Bu, saya tidak bersalah, Rian tertabrak truk karena mencoba menyelamatkan saya yang hampir tertabrak," ujar Suci dengan menangis.
"Iya Bu, Suci tidak mungkin melakukan kejahatan kepada Rian, apalagi mereka saling mencintai," bela Bu Inah.
"Anda bisa menjelaskan semuanya saat di kantor Polisi, karena kami sudah memiliki Saksi kalau Anda yang sudah mendorong saudara Rian hingga tertabrak truk," ujar Polisi dengan membawa Suci.
Bu Inah dan Pak Maman hanya bisa menangis melihat hidup Suci yang malang, karena mereka tidak bisa berbuat apa pun untuk membantu Suci.
......................
Suci saat ini sudah ditangkap oleh Polisi, dan Polisi menghentikan mobilnya saat berada di depan rumah Rian untuk memberitahu kepada Mama Linda jika Suci sudah ditangkap, dan Polisi juga mengatakan supaya Rian bisa menjadi saksi saat di persidangan nanti.
Suci begitu sedih ketika melihat tenda biru dan janur kuning yang melengkung di depan rumah Rian, karena Suci sudah mengetahui jika Rian dan Alina akan melangsungkan pernikahan pada esok hari.
Sekarang hidupku sudah benar-benar hancur, aku sudah kehilangan segalanya gara-gara lelaki bernama Arya, batin Suci yang semakin membenci Arya.
......................
"Aku harus mencari perempuan yang sudah aku nodai, apa pun yang terjadi, aku harus mempertanggung jawabkan perbuatanku," gumam Arya.
Farel, Irwan dan Erwin merasa bingung dengan perubahan sikap Arya, karena semenjak kejadian malam itu, Arya tidak pernah mau mereka ajak ke luar rumah lagi.
"Ya, besok loe bakalan datang kan ke pernikahan Alina?" tanya Farel, karena kebetulan Alina yang akan menikah dengan Rian adalah teman kuliah mereka.
"Gak Rel, gue males kemana-mana," jawab Arya yang selalu terlihat murung.
"Ya, loe baik-baik saja kan? sepertinya semenjak kejadian malam itu lho jadi berubah," ujar Farel.
__ADS_1
"Iya Ya, sekarang loe gak asyik. Padahal pernikahan Alina bakalan di adakan di Desa tempat tinggal perempuan yang malam itu," ujar Erwin.
"Sebaiknya kita tidak usah datang saja, gue takut kalau sampai ketemu sama perempuan yang sudah kita kerjain. Bagaimana kalau sampai dia melaporkan kita kepada Polisi," ujar Irwan.
"Loe tenang aja Wan, tidak mungkin perempuan itu bisa melaporkan kita kepada Polisi, karena dia tidak memiliki bukti apa pun. Apalagi kejadian itu sudah satu bulan lebih, kalau pun kita ketemu sama dia, dia pasti sudah lupa dengan wajah kita," ujar Farel.
Arya yang mendengar jika pernikahan Alina akan di adakan di Desa tempat tinggal Suci, langsung bersemangat, karena Arya sudah bertekad untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.
"Gue bakalan ikut kalian," ujar Arya dengan tersenyum.
"Loe kesambet apaan Ya bisa jadi semangat begitu?" tanya Farel.
"Sepertinya Arya bersemangat karena bakalan ketemu sama perempuan yang sudah mengambil ke*perjakaannya," celetuk Erwin, dan Irwan langsung menatap tajam Erwin sebelum Arya menghabisi mereka, tapi kali ini Irwan salah, karena Arya malah tersenyum mendengar perkataan Erwin, dan akhirnya Arya mengatakan tentang sesuatu yang mengganjal dalam hatinya selama ini.
"Loe benar Win, gue memang ingin bertemu dengan gadis itu," ujar Arya, sontak saja ketiga teman Arya merasa terkejut.
"Apa?" teriak Farel, Irwan, dan Erwin secara bersamaan.
"Selama ini gue terus-terusan dihantui rasa bersalah karena telah menghancurkan hidup seorang gadis, dan gue sudah memutuskan untuk meminta maaf kepada Suci. Bahkan gue bakalan menikahinya," ujar Arya dengan antusias.
"Ya, loe baik-baik aja kan? sepertinya yang sekarang berada di hadapan kita bukan Arya yang kita kenal," ujar Farel.
"Gue ingin menebus semua kesalahan gue, dan seharusnya kalian mendukung gue supaya hidup gue tenang. Sepertinya gue juga udah jatuh cinta sama perempuan bernama Suci itu," ujar Arya dengan terus mengembangkan senyuman saat membayangkan wajah cantik Suci.
"Ya, gue gak setuju dengan keputusan loe. Loe sama saja mau bunuh diri kalau loe sampai mengakui kesalahan yang telah kita perbuat," ujar Farel.
"Iya Ya, gue gak mau masuk penjara, kalau loe jujur tentang perbuatan kita, sama saja loe bersedia untuk masuk penjara. Mending kalau si Suci mau maafin kita, bagaimana kalau dia malah ngelaporin kita kepada Polisi," ujar Irwan.
"Kalian tenang saja, apa pun yang terjadi, gue gak bakalan melibatkan kalian, karena gue sendiri yang akan mempertanggung jawabkan kesalahan yang telah gue lakukan, meski pun gue harus masuk ke dalam penjara sekali pun," ujar Arya, sehingga ketiga temannya semakin merasa terkejut dengan keputusan yang telah Arya buat.
*
__ADS_1
*
Bersambung