
Saat dalam perjalanan menuju Rumah Sakit, Suci dan Arya menceritakan kepada Rizky dan Putri tentang penyakit yang Iqbal derita.
"Jadi Iqbal menderita penyakit leukimia?" tanya Rizky yang masih belum percaya jika dua orang yang penting dalam hidupnya saat ini tengah menderita penyakit parah.
Aku masih kepikiran dengan penyakit Putri yang sudah tidak dapat disembuhkan lagi, sekarang ditambah dengan Iqbal yang ternyata juga memiliki penyakit parah. Padahal saat ini Arsyi masih belum benar-benar sembuh dari traumanya, ucap Rizky dalam hati.
"Nak, kami mohon Rizky lakukan yang terbaik untuk penyembuhan Iqbal," ujar Suci.
"Rizky, Meski pun Papa tau kalau kamu masih kecewa dengan apa yang Iqbal lakukan terhadap Arsyi, tapi kami berharap kamu masih bersedia menolong Iqbal," ujar Arya.
"Mama sama Papa jangan terlalu banyak pikiran ya. Tidak diminta pun Rizky pasti akan melakukan yang terbaik untuk kesembuhan Iqbal, karena Iqbal adalah saudara Rizky. Bagaimana dengan pendonornya, apa Iqbal sudah mendapatkan pendonor yang cocok?" tanya Rizky.
"Sudah Nak, Ayah kandung Iqbal akan menjadi pendonor untuk Iqbal," jawab Suci.
"Jadi Iqbal sudah bertemu dengan keluarga kandungnya?" tanya Rizky.
"Iya Nak, Iqbal sudah bertemu dengan keluarganya," jawab Arya.
Arya dan Suci menceritakan kepada Rizky dan Putri tentang pertemuan Iqbal dan keluarga kandungnya.
"Kami ikut bahagia karena Iqbal sudah bertemu dengan keluarga kandungnya. Semoga saja Iqbal segera sembuh," ucap Putri dengan tersenyum tulus.
"Iya Amin sayang, semoga saja Iqbal bisa segera sembuh, dan Arsyi bersedia menerima Iqbal menjadi Suaminya. Meski pun kami tau jika saat ini Arsyi masih merasa kecewa terhadap Iqbal, tapi Arsyi juga masih menolak untuk menikah dengan Nanda," ujar Suci.
Putri terlihat berpikir, karena Putri tidak mungkin menutupi tentang penyebab Farel terkena serangan jantung dari Suci dan yang lainnya.
"Tadi saat Ibu telpon, Ibu bilang sama Putri kalau Ayah terkena serangan jantung karena Ratu menolak pertanggung jawaban dari Nanda."
Semuanya terkejut ketika mendengar perkataan Putri, bahkan Rizky sampai mengerem mobilnya secara mendadak.
"Rizky hati-hati Nak," ujar Arya.
"Maaf Pa, Rizky terkejut mendengar perkataan Putri."
"Kenapa Nanda ingin bertanggung jawab terhadap Ratu? Tidak mungkin kan kalau Nanda sudah melakukan tindakan yang tidak senonoh terhadap Ratu, karena selama ini Nanda adalah Anak yang baik?" tanya Suci.
"Sebenarnya semalam Nanda dan Ratu melakukan semua itu secara tidak sadar, karena keduanya berada di bawah pengaruh alkohol," ujar Putri.
"Astagfirullah, kenapa cobaan datang secara bertubi-tubi," gumam Suci.
Suci merasa prihatin atas kejadian yang menimpa Nanda dan Ratu, apalagi Arsyi pasti akan sedih apabila mengetahui semuanya.
"Pa, Arsyi pasti akan sangat sedih jika mengetahui tentang semua ini," ujar Suci yang saat ini berada dalam pelukan Arya.
__ADS_1
"Sayang, semua ini sudah takdir, mungkin pernikahan Arsyi dan Nanda gagal karena keduanya memang tidak berjodoh. Sekarang kita hanya bisa berdo'a meminta yang terbaik untuk semuanya," ujar Arya dengan mencium kening Suci serta mengelus punggungnya.
Putri merasa iri melihat kemesraan Suci dan Arya. Meski pun Suci dan Arya sudah menikah selama puluhan tahun, tapi keduanya masih saja terlihat mesra, bahkan tidak pernah terdengar bertengkar.
......................
Setelah semuanya sampai Rumah Sakit, mereka menuju IGD terlebih dahulu untuk melihat kondisi Farel.
"Bu, bagaimana kondisi Ayah?" tanya Putri dengan memeluk tubuh Ayu.
"Kami belum tau Nak, karena Dokter masih belum ke luar juga. Putri, Ibu takut," ujar Ayu dengan menangis dalam pelukan Putri.
"Ibu yang sabar ya, Ayah pasti akan baik-baik saja," ujar Putri yang mencoba menenangkan Ayu, padahal saat ini Putri juga merasa cemas dengan kondisi Farel.
Arya dan Suci menghampiri Irwan dan keluarganya, dan Hesti yang melihat Suci langsung menangis memeluk tubuh Suci.
"Hesti, aku sudah tau semuanya. Semoga kita semua selalu diberikan ketabahan dan keikhlasan dalam menghadapi semua ujian ini ya," ujar Suci dengan mengelus punggung Hesti.
"Suci, kenapa perempuan itu harus Ratu? Padahal kamu tau sendiri kalau aku tidak suka sama Ratu sejak dia masih kecil. Apa semua ini adalah hukuman untukku?" gumam Hesti yang semakin menangis kencang.
"Hesti, pada dasarnya semua orang memiliki hati yang baik. Semoga saja Ratu bisa berubah menjadi Istri yang baik apabila menikah dengan Nanda," ujar Suci yang mencoba menghibur Hesti.
Mama Maya yang merasa kecewa karena penyebab Nanda melakukan semua itu adalah Arsyi, langsung saja angkat suara.
Nanda yang dari tadi terus tertunduk karena merasa malu oleh Suci dan Arya, tidak rela ketika mendengar perempuan yang dicintainya disalahkan oleh Mama Maya.
"Oma, semuanya salah Nanda yang kurang iman, jadi jangan sekali pun Oma menyalahkan Arsyi."
"Sayang, Oma berkata seperti itu untuk membela Nanda, kenapa Nanda malah membela orang lain?"
"Sudah Ma, ini Rumah Sakit, kita jangan ribut di sini," ujar Papa Andi mencoba menenangkan Mama Maya.
Suci dan Arya yang merasa bersalah terhadap Irwan dan keluarga, meminta maaf karena secara tidak langsung Arsyi sudah menjadi penyebab Nanda terjerumus dalam kubangan dosa.
"Irwan, atas nama Arsyi, kami minta maaf yang sebesar-besarnya. Kami tidak tau kalau akhirnya akan seperti ini," ujar Arya dengan tertunduk sedih.
"Sudahlah Arya, kita jangan saling menyalahkan, karena semua yang terjadi dalam kehidupan kita adalah takdir. Akan tetapi, apa pun yang terjadi, jangan sampai merusak hubungan persahabatan dan persaudaraan kita," ujar Irwan.
Irwan meminta kepada Papa Andi supaya membawa Mama Maya pulang, karena keberadaan Mama Maya hanya akan memperkeruh suasana.
"Pa, sebaiknya Mama sama Papa pulang saja, kasihan Mama sama Papa pasti lelah kalau terus berada di sini," ujar Irwan yang tidak mau kedua orangtuanya merasa tersinggung.
"Irwan, apa kamu sengaja mengusir kami?" ujar Mama Maya yang masih merasa emosi.
__ADS_1
"Irwan tidak bermaksud seperti itu Ma."
"Hesti sayang, apa Hesti gak mau ikut pulang juga?" tanya Mama Maya.
"Nanti Hesti menyusul setelah mengetahui keadaan Mas Farel ya Ma," ujar Hesti dengan memeluk Mama Maya.
"Ya sudah, kalau begitu Hesti hati-hati ya, Hesti jangan terlalu banyak pikiran, kalau Ratu tetap menolak, kita tidak perlu memaksanya, masih banyak perempuan lain di luar sana yang mau menikah sama Nanda," ujar Mama Maya dengan menatap sinis Suci dan Arya.
Papa Andi merasa tidak enak atas sikap Mama Maya, dan Papa Andi memutuskan untuk meminta maaf.
"Nak Suci, Nak Arya, Om minta maaf atas sikap Mama nya Irwan ya. Kalau begitu kami pulang duluan," ujar Papa Andi dengan menggandeng Mama Maya ke luar dari Rumah Sakit.
Irwan, Nanda dan Hesti juga meminta maaf atas sikap Mama Maya kepada Suci dan Arya, tapi Arya dan Suci sama sekali tidak mempermasalahkan tentang semua itu, karena keduanya tau semua itu Mama Maya lakukan karena sayang terhadap keluarganya.
Beberapa saat kemudian Dokter ke luar dari dalam ruang IGD, dan semuanya langsung menghampiri Dokter
"Dok, bagaimana keadaan Suami saya?" tanya Ayu yang terlihat cemas.
"Seperti dugaan sebelumnya, Tuan Farel terkena serangan jantung, dan setelah kami melakukan serangkaian tes, jantung Tuan Farel mengalami penyumbatan dan harus segera mendapatkan donor jantung," jelas Dokter.
Ayu yang begitu syok langsung pingsan, dan Rizky sebagai Dokter bedah di Rumah Sakit tersebut menyarankan kepada Dokter supaya melakukan pemasangan ring terlebih dahulu.
"Dok, sebaiknya untuk sementara waktu kita lakukan pemasangan ring terlebih dahulu, semoga secepatnya kita bisa mendapatkan donor jantung," ujar Rizky.
"Baik Dokter Rizky, kalau begitu sekarang pihak keluarga harus menandatangani surat persetujuan pemasangan ring terlebih dahulu," ujar Dokter.
"Dok, biar saya saja yang menjadi penanggung jawab pasien, karena pasien adalah Ayah mertua saya," ujar Rizky.
Rizky mengikuti Dokter menuju ruangannya, sedangkan yang lainnya masih mengurusi Ayu yang pingsan.
Arya menghela nafas panjang, karena dulu Suci juga mengalami hal yang sama, beruntung Suci mendapatkan donor jantung dari mendiang Rian sehingga masih bisa bertahan hidup sampai saat ini.
"Putri yang sabar ya, kami pasti akan membantu Farel supaya segera mendapatkan donor jantung," ujar Arya.
"Terimakasih banyak semuanya," ucap Putri yang merasa terharu atas kebaikan keluarga Arya dan Irwan.
"Nak, dari dulu Putri sudah kami anggap sebagai Putri kandung kami sendiri, apalagi sekarang Putri sudah menikah dengan Rizky, jadi sudah seharusnya sebagai keluarga kita saling membantu," ujar Suci dengan memeluk tubuh Putri.
Ayah pasti akan sembuh, karena aku sendiri yang akan menjadi pendonor untuk Ayah, ucap Putri dalam hati yang sudah memutuskan akan mendonorkan jantungnya untuk Farel.
*
*
__ADS_1
Bersambung