Suci Tak Lagi Suci

Suci Tak Lagi Suci
Bab 9 ( Masuk penjara )


__ADS_3

Saat ini Suci sudah berada di Kantor Polisi. Meski pun Suci terus mengelak jika dirinya tidak mencelakai Rian, tapi tiga orang saksi yang dibayar oleh Mama Linda, membuat Suci tidak dapat mengelak lagi atas tuduhan yang ditunjukkan kepadanya.


Setelah para Saksi selesai memberikan keterangan, Suci dimasukan ke dalam sel, dan akhirnya Suci hanya bisa pasrah dengan takdir hidup yang harus dia jalani.


Ibu bilang jika Tuhan tidak akan memberikan ujian melebihi batas kemampuan Umat-Nya, dan aku yakin dibalik semua musibah ini akan ada hikmah yang tersembunyi, batin Suci.


"Heh Anak baru, kejahatan apa yang sudah kamu lakukan?" tanya Tahanan senior yang bernama Rita.


"Saya tidak melakukan kesalahan apa pun," jawab Suci.


"Kalau kamu tidak melakukan suatu kejahatan, kenapa kamu bisa masuk ke dalam penjara?" tanya Rita lagi.


"Saya telah difitnah."


"Halah sok suci kamu, sekarang sebaiknya kamu pijitin pundak aku, di sini kamu harus menuruti semua perintahku, karena kalau tidak, aku tidak akan segan-segan menyakiti kamu, seperti perempuan dipojokan itu. Dia sampai tidak bisa bicara lagi karena selalu aku hajar," ujar Rita dengan bangganya.


"Seharusnya Ibu malu karena Ibu telah menindas orang yang lemah," ujar Suci dengan menghampiri seorang perempuan yang saat ini tengah menyendiri di pojokan, dan Suci tidak menghiraukan teriakan Anak buah Rita.


"Bos, dia sudah berani melawan Bos, sebaiknya kita beri pelajaran juga kepada Anak baru itu," ujar Ina, yaitu salah satu Anak buah Rita, tapi Rita hanya diam karena sebenarnya Rita merasa malu dengan perkataan Suci, apalagi Suci begitu lemah lembut dalam berbicara.


Kenapa denganku? kenapa aku merasa malu ketika mendengar perkataan Anak baru itu, batin Rita.


................


Suci mencoba mendekati perempuan yang saat ini berada di pojokan, kemudian secara perlahan Suci memegang bahu perempuan tersebut.


"Mbak, siapa namanya?" tanya Suci, tapi perempuan yang Suci tanya terlihat gemetar ketakutan.


"Mbak jangan takut. Nama saya Suci, dan saya tidak akan menyakiti Mbak," ujar Suci.


"Sa_saya Hesti," ujar Hesti dengan suara tergagap.

__ADS_1


"Mbak Hesti, mulai sekarang Mbak Hesti bisa menganggap saya sebagai saudara," ujar Suci, dan Hesti yang mendengar perkataan


Suci langsung menangis karena terharu, kemudian Hesti memeluk tubuh Suci.


"Terimakasih banyak Suci, kamu adalah sahabat pertama yang aku miliki," ujar Hesti.


Suci bertanya kepada Hesti tentang penyebab Hesti masuk penjara, dan Hesti bercerita jika dirinya terpaksa mencuri karena saat itu Hesti membutuhkan biaya untuk operasi Ayahnya.


"Aku menyesal telah mencuri, karena pada akhirnya aku tetap tidak bisa menyelamatkan nyawa Ayahku," ujar Hesti yang kembali menangis karena menyesali perbuatannya di masalalu.


"Hesti, sekarang menyesal pun sudah tidak ada gunanya lagi, yang penting kamu harus memperbaiki semuanya supaya kamu tidak melakukan kesalahan di masa mendatang. Sebaiknya sekarang kita shalat Ashar dulu," ajak Suci.


"Tapi aku sudah lupa bagaimana caranya Shalat," ujar Hesti dengan tertunduk malu.


"Kamu tidak perlu malu, aku akan membantu kamu, dan kita akan belajar bersama-sama."


Rita dan Anak buahnya terus melihat Suci dan Hesti yang hendak melaksanakan shalat, sampai akhirnya Suci memutuskan untuk mengajak Rita dan keempat Anak buahnya juga.


"Aku sudah banyak dosa, pasti Tuhan tidak akan menerima taubat ku," ujar Rita.


"Ibu salah, karena Tuhan akan selalu menerima taubat hambanya."


"Dosaku sudah terlalu banyak Suci, aku adalah seorang pembunuh," ujar Rita dengan tertunduk malu.


"Sebesar apa pun dosa yang Ibu perbuat di masalalu, yakinlah kalau Tuhan akan mengampuni dosa yang telah Ibu lakukan, asalkan Ibu bersungguh-sungguh ingin bertaubat, dan berusaha untuk tidak melakukan kesalahan lagi di masa mendatang," ujar Suci dengan merangkul bahu Rita.


"Benarkah seperti itu?" tanya Rita dengan menatap lekat wajah Suci untuk mencari kebenaran lewat tatapan mata Suci, karena Rita takut kalau Suci membohonginya.


"Tentu saja, Tuhan selalu menunggu Umat-Nya untuk bertaubat, makanya Tuhan masih memberikan umur kepada kita. Selagi Tuhan memberikan kesempatan, kita harus menggunakannya sebaik mungkin, karena kita tidak tau kapan ajal akan menjemput," ujar Suci dengan penuh keyakinan.


Rita dan yang lainnya sangat berterimakasih kepada Suci, karena Suci sudah mengingatkan mereka, sampai akhirnya semua yang berada dalam satu sel bersama Suci ikut Shalat berjamaah bersama Suci dan Hesti.

__ADS_1


Penjaga tahanan begitu bersyukur karena kehadiran Suci telah membuat tahanan yang lain berubah menjadi lebih baik, padahal biasanya jika ada tahanan baru, penjara akan ramai, karena tahanan yang lama akan menindas tahanan baru.


"Tahanan baru yang bernama Suci sepertinya orang baik, belum satu jam dia berada di dalam penjara, dia sudah bisa mengajak Rita menuju jalan kebenaran, padahal selama ini Rita sudah terkenal sebagai biang onar di seluruh Penjara ini," ujar salah satu Polisi Wanita yang bertugas menjaga para tahanan.


"Iya, kasihan sekali nasibnya, sepertinya dia difitnah, tapi ada tiga orang Saksi yang memberatkannya. Semoga kebenaran akan segera terungkap," ujar salah satu penjaga penjara lainnya.


................


Arya dan ketiga temannya sedang berada dalam perjalanan menuju pernikahan Rian dan Alina, dan saat Arya melewati hutan pinus tempat dirinya merenggut kesucian Suci, tubuh Arya bergetar hebat karena kejadian itu kembali terbayang dalam ingatannya.


"Ya, loe baik-baik saja kan?" tanya Farel yang saat ini tengah mengendarai mobil.


"Kalian masih ingat hutan pinus ini kan?" tanya Arya kepada tiga temannya.


"Tentu saja kita masih ingat, hutan pinus ini kan saksi bisu loe melakukan_" ucapan Erwin terhenti karena Irwan yang berada di samping Erwin langsung menutup mulutnya.


"Loe kalau ngomong sama Arya tuh hati-hati, jangan asal jeplak. Loe lihat sendiri, sekarang Arya terlihat sedih," bisik Irwan pada Erwin.


"Gue sudah menjadi lelaki bejat karena berada di bawah pengaruh alkohol, pasti sekarang hidup Suci sudah hancur karena perbuatan gue. Apa mungkin Suci mau memaafkan kesalahan yang telah gue lakukan kepadanya?" gumam Arya.


"Ya, sebaiknya loe lupakan gadis bernama Suci itu, itu semua hanya kecelakaan," ujar Farel.


"Iya Rel, loe benar, itu semua hanya kecelakaan, tapi itu adalah kecelakaan yang telah kita sengaja, dan semua itu gara-gara loe yang sudah mempengaruhi gue," ujar Arya yang tersulut emosi.


"Ya, Rel, stop jangan berdebat lagi, kita ini teman, dan gue gak mau persahabatan kita hancur karena masalah ini," ujar Irwan yang mencoba untuk menengahi perdebatan kedua sahabatnya tersebut.


"Kalian semua gak tau perasaan gue, setiap hari, setiap malam, gue selalu terbayang dengan kejahatan yang telah kita lakukan, gue selalu dihantui oleh rasa bersalah. Semoga saja nanti gue bisa bertemu dengan Suci supaya bisa menebus semua kesalahan yang telah gue lakukan," ujar Arya dengan mengacak rambutnya secara kasar, dan ketiga sahabat Arya akhirnya hanya diam tanpa mengeluarkan satu patah kata pun, karena mereka tidak ingin Arya kembali tersinggung dengan pendapat mereka.


*


*

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2