Suci Tak Lagi Suci

Suci Tak Lagi Suci
Bab 71 ( Aku relakan dia untukmu )


__ADS_3

Irwan yang merasa penasaran dengan cerita Arya, memutuskan untuk mengajak Rian bertemu secara diam-diam tanpa sepengetahuan Arya, karena Irwan merasa kasihan kepada Arya jika kenyataannya Rian dan Suci telah berselingkuh di belakang Arya.


Sebenarnya saat ini masih banyak beberapa pendapat yang ingin Irwan utarakan kepada Arya, apalagi tentang Anak Rian dan Susan yang bernama Rizky, tapi saat ini kondisi Arya tidak memungkinkan untuk Irwan ajak bicara, karena Arya masih terlihat begitu syok.


Aku harus mengajak Rian untuk bertemu, dan aku harus menanyakan semua kebenarannya kepada Rian. Kasihan Arya karena sekarang perasaannya semakin hancur, tapi aku masih penasaran kenapa Rian bisa memiliki Anak bernama Rizky, apalagi Anak Rian dan Susan memiliki usia yang sama dengan Anak Arya dan Suci. Jika memang Susan adalah Suci, tidak mungkin Suci melahirkan dalam waktu yang bersamaan, karena setahu ku, Suci tidak melahirkan Anak kembar, batin Irwan kini bertanya-tanya.


Irwan ke luar dari kamar Arya, kemudian Irwan menelpon Rian untuk mengajaknya bertemu.


Pada awalnya Rian menolak ajakan Irwan, tapi setelah Irwan mengatakan jika Arya sudah mengetahui jika Susan adalah Suci, Rian mau tidak mau terpaksa menerima ajakan Irwan.


Sebelum berangkat menemui Irwan, Rian meminta ijin terlebih dahulu kepada Suci.


"Sayang, tidak apa-apa kan kalau Ayah ke Restoran dulu sebentar? soalnya ada yang mau pesan catering lagi," ujar Rian yang sengaja berbohong kepada Suci.


"Apa Tuan Irwan yang kembali memesan catering?" tanya Suci.


"Bukan Irwan kok, Ayah juga belum tau siapa orangnya," jawab Rian dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dan Suci merasa curiga karena Rian terlihat gugup.


"Ayah tidak sedang berbohong kan?" tanya Suci dengan memicingkan matanya.


"Tidak mungkin Ayah berbohong kepada Bunda. Ayah juga bekerja untuk Bunda dan Anak-anak kita, apalagi kita akan segera memiliki Tuan Putri," ujar Rian, karena sebelumnya Dokter telah memprediksi jika bayi yang saat ini Suci kandung berjenis kelamin perempuan.


"Ya sudah, kalau begitu Ayah berangkat saja," ujar Suci. Akan tetapi, entah kenapa dari tadi perasaan Suci merasa tidak enak.


"Sebenarnya Ayah malas sekali berangkat kerja, Ayah selalu merasa takut jika harus meninggalkan Bunda dan Rizky."


"Ayah tidak usah cemas, sekarang sudah ada Bi Ijah yang menemani juga membantu Bunda merawat Rizky," jawab Suci dengan memaksakan diri untuk tersenyum supaya Rian tidak merasa khawatir.

__ADS_1


Suci mengantar Rian menuju halaman rumah, kemudian Suci mencium punggung tangan Rian sebelum berangkat.


Selama ini Suci selalu berperan menjadi seorang Istri yang baik, karena Suci masih mengira jika Rian adalah Suaminya.


"Sayang, Ayah berangkat kerja dulu ya, Tuan Putri jangan nyusahin Bunda selama Ayah tidak ada," ucap Rian dengan mengelus lembut perut Suci, kemudian mencium perut Suci yang sudah mulai membesar.


"Bunda, Ayah berangkat sekarang ya," ucap Rian dengan memeluk kemudian mencium kening Suci sebelum berangkat.


Setelah mengucapkan Salam, Rian selalu merasa berat untuk melangkahkan kaki nya meninggalkan Suci, tapi kali ini Rian sudah bertekad untuk menghadapi Irwan bahkan Arya sekali pun, karena Rian akan meminta Arya untuk melepaskan Suci.


"Hati-hati di jalan Yah," ucap Suci dengan melambaikan tangannya ketika mobil Rian mulai melaju.


Suci, sebentar lagi kamu akan menjadi milikku seutuhnya, karena aku akan meminta Arya supaya melepaskanmu, batin Rian.


......................


Setelah sampai lobi, Rian menelpon Irwan untuk memberitahu jika dirinya telah sampai, dan Irwan menyuruh Rian supaya langsung menuju Restoran, karena kebetulan Irwan sudah menunggu Rian di sana.


"Irwan, apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya Rian saat pertama kali melihat Irwan.


"Rian, sebaiknya kamu duduk dulu, karena kita harus berbicara dari hati ke hati," ujar Irwan.


Setelah Rian duduk, Irwan kembali angkat suara.


"Rian, apa benar jika Susan adalah Suci?"


"Kalau benar, memangnya kamu mau apa?" Rian balik bertanya.

__ADS_1


"Rian, kenapa kamu dan Suci tega sekali menyakiti Arya? Kamu tau kalau Arya begitu terpuruk saat mengetahui Suci meninggal dunia."


"Kamu tidak tau apa-apa tentang hubunganku dengan Suci, karena dari awal aku dan Suci saling mencintai, dan Arya yang telah memisahkan kami. Arya juga yang telah menghancurkan hidup Suci, jadi wajar saja kalau Suci memutuskan untuk kembali kepadaku setelah mengetahui jika lelaki bejat yang telah menghancurkan hidupnya adalah Arya," ujar Rian.


Ketika Irwan hendak kembali berbicara, Arya tiba-tiba datang dan langsung angkat suara.


"Perkataan Rian benar, Seharusnya dari awal aku tidak melakukan kesalahan dengan menghancurkan hidup Suci, tapi aku bodoh karena aku justru malah jatuh cinta pada perempuan pengkhianat seperti Suci."


Rian sebenarnya tidak rela ketika mendengar hinaan yang Arya lontarkan kepada Suci, tapi Rian yang sudah bertekad untuk merebut Suci dari Arya, terpaksa kembali berbohong dan tidak mengatakan kejadian yang sebenarnya kepada Arya, karena ini adalah kesempatan yang bagus untuk Rian.


"Maaf Arya, tapi aku hanya mengambil kembali sesuatu yang seharusnya menjadi milikku, karena dari awal Suci adalah milikku, tapi kamu yang sudah merebutnya dariku, jadi sekarang jangan salahkan Suci apabila dia membenci kamu, karena kamu adalah lelaki bejat yang telah menghancurkan hidupnya, bahkan kamu sudah menyebabkan Ibunya meninggal dunia, dan seharusnya kamu menyadari semua kesalahan yang telah kamu lakukan terhadap Suci bukan malah menyalahkannya," tegas Rian.


Arya ingin sekali menanyakan secara langsung kepada Suci kenapa Suci tega sekali meninggalkan Arya dan Rizky, tapi perkataan Rian telah menyadarkan Arya tentang kesalahan besar yang telah dia lakukan kepada Suci di masa lalu.


"Kamu benar Rian, seharusnya aku menerima hukuman yang Suci berikan untukku, karena Suci berhak hidup bahagia meski pun bukan bersamaku," ucap Arya dengan terisak, karena sebenarnya Arya masih belum rela melepaskan Suci untuk Rian.


"Arya, aku minta lepaskan Suci, dan jangan pernah mengganggu hidupnya lagi, karena sekarang Suci sudah hidup bahagia bersamaku."


Tubuh Arya bergetar hebat, dan Arya merasakan sesak dalam dadanya ketika harus menerima kenyataan jika perempuan yang dirinya cintai sudah menjadi milik lelaki lain.


"Mulai sekarang Aku relakan Suci untukmu, dan aku akan melepaskan Suci demi kebahagiaannya. Aku akan menganggap jika Suciku telah meninggal dunia, supaya Rizky tidak merasa sakit hati apabila mengetahui yang sebenarnya bahwa Ibu kandungnya sendiri tidak menginginkan kehadiran Rizky di Dunia ini," ucap Arya dengan menitikkan airmata, karena hatinya terasa sakit bagai tertusuk ribuan duri ketika mengucapkan semua itu.


"Arya, terimakasih karena kamu sudah mau mengembalikan Suci kepadaku. Kamu tidak perlu khawatir, karena aku berjanji akan membahagiakan Suci dalam seumur hidupku, dan aku tidak akan pernah menyakiti nya, tidak seperti kamu yang hanya memberikan luka pada hati Suci. Mulai sekarang kamu juga harus menepati janjimu untuk tidak mendekati Istriku lagi," ucap Rian dengan penuh penekanan, kemudian pergi begitu saja meninggalkan Arya yang diam mematung.


*


*

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2