
Rian sudah terlihat ketakutan ketika mendengar pertanyaan Irwan, sampai akhirnya Rian bergegas menyuruh Suci menunggu di ruang kerjanya.
"Sayang, sebaiknya sekarang Bunda bawa Rizky masuk ke ruang kerja Ayah, kasihan Bunda sama Rizky pasti kecapean."
"Tapi Yah, Tuan Irwan sudah salah paham terhadap Ayah. Tidak mungkin kan sebelum menikah dengan Bunda Ayah menikah dengan perempuan lain?" tanya Suci.
"Iya sayang, Irwan sudah salah paham, nanti Ayah jelaskan semuanya kepada Irwan, jadi Bunda tidak terlalu banyak pikiran, apalagi sekarang Bunda sedang hamil," ujar Rian.
Suci terpaksa masuk ke dalam ruang kerja Rian, karena Suci tidak mau jika berdebat dengan Rian, apalagi di depan banyak orang.
"Rian, apa dia Suci? tolong jelaskan semuanya !!" tegas Irwan.
Aku harus tenang, jangan sampai Irwan curiga kepadaku, batin Rian.
"Istriku bernama Susan bukan Suci. Tidak mungkin aku menikah dengan Suci, apalagi aku dengar Suci telah meninggal dunia."
"Tapi aku sangat yakin jika dia adalah Suci."
"Susan memang memiliki wajah yang mirip dengan Suci, tapi Suci hanyalah masalaluku, aku juga tidak mengira jika dia meninggal dengan cara mengenaskan," ujar Rian dengan berpura-pura sedih.
Irwan mengacak rambutnya secara kasar, karena dia kembali mengingat kejadian saat Erwin menabrak Suci.
"Lalu kenapa kamu membohongi istri kamu tentang pernikahan kamu dan Alina?"
"Sebenarnya sebelum menikah dengan Alina, aku sudah terlebih dahulu menikah dengan Susan, kamu lihat sendiri sebentar lagi kami akan memiliki dua Anak. Jadi, aku minta sama kamu supaya jangan membahas apa pun tentang Alina di depan Susan, karena Susan tidak tau apa-apa. Dulu aku telah dipaksa untuk menikahi Alina, apalagi saat itu aku sedang hilang ingatan," jelas Rian.
Kenapa aku merasa ragu dengan perkataan Rian. Apalagi Rian dan Susan memiliki Anak bernama Rizky. Bukannya Anak Arya dan Suci juga bernama Rizky? sepertinya usia Anak mereka juga seumuran. Kenapa semuanya bisa kebetulan seperti itu? Apa aku katakan saja kepada Arya kalau Rian memiliki istri yang wajahnya mirip dengan Suci? tapi wajah Susan tertutup masker, jadi aku tidak bisa melihatnya, batin Irwan terus bertanya-tanya.
"Maaf Irwan, sebaiknya sekarang kita membicarakan tentang pesanan catering kamu, karena aku harus segera pulang. Kasihan Anak dan Istriku jika menunggu terlalu lama," ujar Rian.
Setelah Irwan dan Rian selesai membicarakan tentang pesanan catering, Irwan pamit kepada Rian untuk kembali ke Hotel.
__ADS_1
"Rian, aku sudah mentransfer uangnya, besok makanannya antar saja ke PT. Rizky grup, karena besok adalah pembukaan perusahaan baru milik Arya."
Degg
Jantung Rian rasanya berhenti berdetak ketika mendengar Irwan mengucapkan nama Arya.
"Apa Arya juga berada di Kalimantan?" tanya Rian yang sudah merasa was was.
"Arya tidak bisa datang, karena semenjak Suci meninggal dunia, Arya sibuk mengurus Anaknya juga memantau perusahaan. Kalau begitu aku permisi dulu," ujar Irwan dengan menjabat tangan Rian, kemudian kembali ke Hotel.
Rian sebenarnya merasa bersalah terhadap Arya, tapi lagi-lagi ego Rian mengalahkan segalanya.
Syukurlah kalau Arya tidak bisa datang, semoga saja Irwan tidak merasa curiga dengan penjelasanku. Tapi kalau dipikir pikir, tidak seharusnya aku merasa bersalah kepada Arya, karena Arya yang dulu sudah memisahkan aku dan Suci, dan sudah seharusnya aku mengambil apa yang semestinya menjadi milikku, batin Rian.
......................
Di tempat lain, Arya terlihat cemas karena badan Rizky tiba-tiba panas.
"Oma, apa kita bawa saja Rizky ke Rumah Sakit? Arya takut kalau Rizky sampai kenapa-napa."
"Tapi Oma, Arya takut kalau Rizky sampai kenapa-napa, karena hanya Rizky satu-satunya peninggalan Suci yang Arya miliki di Dunia ini," ucap Arya dengan mengelus lembut kepala Rizky yang saat ini tengah terlelap dalam pangkuannya.
"Oma mengerti perasaan Arya, dan Suci pasti bahagia karena Arya begitu mencintai dan menyayangi Suci dan Rizky."
"Arya hanya bisa menjaga Rizky dengan baik untuk menebus semua kesalahan yang telah Arya lakukan kepada Suci," ucap Arya dengan berlinang airmata, sehingga Oma Rahma ikut sedih melihatnya.
Beberapa saat kemudian, Arya mendapatkan telpon dari Irwan yang akan melaporkan persiapan pembukaan Perusahaan.
📞"Assalamu'alaikum Irwan, bagaimana persiapan pembukaan perusahaan? apa kamu sudah memesan catering nya?" tanya Arya.
📞"Wa'alaikumsalam, semuanya sudah beres Bos, tadi aku sudah memesan catering kepada Rian," jawab Irwan.
__ADS_1
📞"Apa yang kamu maksud adalah Rian mantan Suami Alina?"
📞"Iya Bos, dan aku juga tidak mengira jika sebelum Rian menikah dengan Alina, Rian sudah menikah dengan perempuan bernama Susan, bahkan mereka sudah memiliki Anak yang seumuran dengan Rizky, nama Anak Rian dan Susan juga bernama Rizky," ujar Irwan.
Arya merasa heran, karena dulu saat Arya menikah dengan Suci, Rian datang dan mengaku jika dirinya mandul, bahkan saat itu Rian memberikan hasil pemeriksaannya.
📞"Irwan, apa kamu tidak salah dengar? karena dulu Rian pernah mengatakan jika dirinya mandul, makanya Rian yakin kalau bayi yang Alina lahirkan bukanlah darah dagingnya."
📞"Arya, aku tidak mungkin salah dengar, apalagi sekarang Istri Rian juga sedang hamil lagi. Sebenarnya aku merasa tidak asing dengan istri Rian, karena suaranya mirip sekali dengan mendiang Suci, apalagi Rian mengatakan jika wajah Susan mirip dengan Suci, saat aku merasa curiga jika Susan adalah Susi. Sayangnya wajah Susan tertutup oleh masker, jadi aku tidak bisa melihatnya."
📞"Irwan, apa mungkin dia adalah Suciku? aku selalu yakin jika Suci masih hidup. Kamu juga tahu sendiri kalau selama beberapa bulan ini, aku tiba-tiba mual muntah seperti saat dulu Suci hamil Rizky. Mungkin saja kan jika sebenarnya Susan adalah Suci, apalagi sekarang dia sedang hamil, tidak mungkin jika Rian yang mandul bisa memiliki Anak? jadi kemungkinan besar Suci kembali hamil Anakku," ujar Arya dengan mata yang berbinar.
📞"Arya, aku tidak mau memberikan harapan palsu kepada kamu, tapi kalau kamu ingin memastikannya, kamu bisa datang langsung ke sini."
Sebenarnya Arya ingin sekali pergi ke Kalimantan untuk memastikan semuanya, tapi saat ini Arya tidak mungkin meninggalkan Rizky yang sedang sakit.
📞"Irwan, aku ingin sekali memastikan semuanya, tapi untuk saat ini aku tidak mungkin bisa pergi ke Kalimantan, karena Rizky sedang sakit."
📞"Kalau begitu, nanti aku akan berusaha memastikan semuanya. Sebaiknya sekarang kamu fokus saja merawat Rizky, semoga Rizky cepat sembuh," ujar Irwan kemudian mengakhiri panggilan telponnya setelah sebelumnya mengucapkan Salam.
......................
Alina terus saja uring-uringan, karena pekerjaan dari Irwan begitu banyak.
"Padahal sekarang jam kerja sudah selesai, tapi pekerjaan dari Irwan masih juga belum beres. Seandainya aku masih menjadi Sekretaris Farel, pasti Farel akan membantuku," gumam Alina yang sudah mulai menyesali semuanya.
Farel sebenarnya merasa kasihan melihat Alina, karena diam diam Farel selalu mengawasi Alina.
"Maafkan aku Alina, aku terpaksa melakukan semua ini. Semoga saja kamu merasa kehilangan aku, dan kamu menyadari apa artinya diriku dalam hidupmu," gumam Farel.
*
__ADS_1
*
Bersambung