Suci Tak Lagi Suci

Suci Tak Lagi Suci
Bab 75 ( Menjenguk Mama Linda )


__ADS_3

Suci dan Rian saat ini telah sampai di Jawa timur, dan keduanya langsung menuju kediaman Mama Linda.


"Sayang, Bunda tidak kenapa-napa kan? Apa Tuan Putri kita baik-baik saja?" tanya Rian dengan mengelus lembut perut Suci.


"Bunda dan Tuan Putri kita baik-baik saja Yah. Jadi, Ayah tidak perlu mengkhawatirkan kami. Justru Bunda kasihan sama Ayah karena dari tadi Ayah harus menggendong Rizky. Tangan Ayah pasti pegal," ujar Suci dengan memijit pelan tangan Rian.


"Ayah akan melakukan apa pun untuk kalian, karena kalian adalah sumber kebahagiaan untuk Ayah," ucap Rian dengan mencium tangan Suci.


Rian sebenarnya sudah merasa takut karena harus menghadapi Mama Linda, tapi Rian sudah bertekad akan melakukan apa pun demi Suci, meski pun besar kemungkinan Mama Linda akan menolak kehadiran Suci.


Rian, kamu harus tenang. Apa pun yang terjadi, aku akan mempertahankan Suci supaya selalu berada di sampingku. Mama pasti tidak akan percaya jika Rizky dan bayi yang saat ini berada dalam kandungan Suci adalah Anakku, karena sebelumnya Mama sudah mengetahui jika aku mandul, batin Rian yang saat ini berada dalam dilema.


Suci menggenggam erat tangan Rian, dan Suci tau betul tentang kekhawatiran Rian saat ini, karena Suci masih mengingat bagaimana saat dulu Mama Linda tidak menyetujui hubungannya dengan Rian.


"Apa pun yang terjadi, Bunda akan selalu berada di samping Ayah, jadi Ayah jangan khawatir, karena Ayah memiliki kami," ucap Suci dengan tersenyum.


"Makasih sayang, Bunda selalu mengerti Ayah. Semoga saja sekarang Mama sudah bisa menerima pernikahan kita," meski pun pada kenyataannya Mama pasti tidak akan percaya jika kita sudah menikah, apalagi sampai memiliki Anak, batin Rian.


"Amin, semoga saja Yah, karena Bunda selalu takut jika hidup kita tidak akan bahagia apabila kita tidak mendapatkan restu dari orangtua."


Setelah sampai kediaman Mama Linda, Suci dan Rian mengucapkan salam, dan Bi Sari bergegas membukakan pintu untuk majikannya tersebut.


"Tuan, bagaimana kabarnya?" tanya Bi Sari.


Bi Sari terlihat heran ketika melihat Suci yang hamil, juga Rian yang saat ini menggendong bayi laki-laki.


Kenapa Tuan Rian bisa membawa perempuan hamil dan bayi ya? Padahal Tuan Rian baru pergi beberapa bulan saja. Sebaiknya aku tidak usah kepo, semua itu juga bukan urusanku, batin Bi Sari.


"Alhamdulillah kabar saya baik Bi. Oh iya Bi, perkenalkan ini Istri dan Anak saya," ujar Rian.


Suci menjabat tangan Bi Sari yang masih terlihat berpikir, karena Bi Sari ingat betul jika saat Rian pergi, Rian pernah bilang kepada Mama Linda jika Rian mandul.


Bukannya Tuan Rian mandul ya? Kenapa Istrinya bisa hamil? Apa mungkin Tuan Rian menikahi Janda beranak dua? Batin Bi Sari kini bertanya-tanya.


"Bibi baik-baik saja kan?" tanya Suci.

__ADS_1


"Eh iya Nyonya, saya baik-baik saja. Kalau begitu, silahkan masuk," ujar Bi Sari.


Bi Sari mengantar Rian dan Suci yang ingin bertemu langsung dengan Mama Linda yang saat ini sedang terbaring lemah di dalam kamarnya. Bi Sari juga menawarkan diri untuk menggendong Rizky.


"Tuan, biar saya saja yang menggendong Tuan muda. Tuan dan Nyonya silahkan masuk," ujar Bi Sari dengan membukakan pintu kamar Mama Linda untuk Rian dan Suci, kemudian mengambil Rizky dari gendongan Rian.


Sebenarnya Rian ingin menemui Mama Linda tanpa mengajak Suci terlebih dahulu, tapi Rian tidak mungkin melarang Suci untuk ikut masuk ke dalam kamar Mama Linda, karena Suci pasti akan merasa curiga kepada Rian.


Suci dan Rian mengucap Salam ketika masuk ke dalam kamar Mama Linda, dan secara perlahan Mama Linda mulai membuka matanya.


"Rian, akhirnya kamu pulang juga Nak," ucap Mama Linda dengan mata yang berbinar.


Mama Linda masih belum melihat keberadaan Suci yang berdiri di belakang Rian.


"Ma, bagaimana kabar Mama sekarang?" tanya Rian.


"Mama merasa lebih baik setelah bertemu dengan kamu Nak."


"Syukurlah kalau begitu. Ma, Rian membawa Menantu Mama," ucap Rian dengan menggenggam erat tangan Suci yang saat ini sudah berdiri di sampingnya.


"Su_suci," ucap Mama Linda dengan tergagap.


"Bagaimana kabarnya Nyonya?" tanya Suci dengan menghampiri Mama Linda, kemudian mencium punggung tangannya.


"Mau apa kamu ke sini? Apa kamu mau menertawakan aku karena sekarang aku sudah cacat?" teriak Mama Linda.


"Astagfirullah Nyonya, saya tidak mungkin menertawakan Ibu Mertua saya sendiri," ucap Suci, sehingga membuat Mama Linda semakin merasa terkejut.


"Rian, apa maksudnya semua ini? Kenapa Suci mengatakan jika dia adalah Menantu Mama? Kapan kalian menikah? Apalagi sekarang Suci sedang hamil, tidak mungkin kan jika itu Anak kamu? Bukannya kamu itu man_" perkataan Mama Linda terputus karena Rian memotongnya.


Suci terlihat heran ketika mendengar perkataan Mama Linda yang seakan baru mengetahui pernikahan Suci dan Rian.


Kenapa Nyonya Linda sepertinya tidak mengetahui pernikahan aku dan Mas Rian ya? Apa mungkin saat dulu kami menikah, kami kawin lari karena Mama Linda tidak merestui pernikahan kami? Batin Suci kini bertanya-tanya.


"Cukup Ma, sampai kapan Mama akan membenci orang yang tidak bersalah seperti Suci? Sekarang Suci sudah menjadi Istri Rian, bahkan sebentar lagi kami akan memiliki dua Anak, jadi Rian harap, Mama akan menerima Suci dan Anak kami."

__ADS_1


Sebelum Mama Linda kembali angkat suara, Rian memutuskan untuk Mengantarkan Suci ke kamarnya terlebih dahulu, supaya Rian bisa lebih leluasa untuk mengatakan yang sebenarnya kepada Mama Linda.


"Sayang, sebaiknya sekarang Bunda istirahat dulu ya, ada sesuatu yang harus Ayah bicarakan dengan Mama," ujar Rian dengan menggandeng Suci menuju kamarnya.


Setelah sampai kamar, Suci akhirnya angkat suara, karena Suci merasa heran dengan sikap yang ditunjukan oleh Mama Linda.


"Yah, kenapa Nyonya Linda terlihat kaget ketika mendengar pernikahan kita? Apa dulu saat kita menikah, kita kawin lari?"


Rian terlihat berpikir, sampai akhirnya Rian mengiyakan pertanyaan Suci, sebab Rian tidak memiliki alasan lain.


"Iya sayang, dulu kita kawin lari karena Mama tidak merestui pernikahan kita. Sebaiknya sekarang Bunda istirahat dan jangan terlalu banyak pikiran, nanti Ayah akan berbicara kepada Mama supaya Mama bisa merestui pernikahan kita."


Maaf Suci, karena aku selalu berbohong kepada kamu, tapi aku terpaksa melakukan itu, karena ingin selalu memilikimu dan berada di dekatmu, lanjut Rian dalam hati.


......................


Arya saat ini telah kembali ke Jakarta, dan Arya memutuskan untuk langsung berangkat menuju Bekasi, meski pun saat ini Arya merasa kecapean setelah bolak balik Jakarta Kalimantan.


"Aku harus segera bertemu dengan Suci, aku tidak mau menyesal dalam seumur hidupku karena telah melepaskan belahan jiwaku," gumam Arya.


Arya menuju rumah lama Mama Linda, tapi lagi lagi Arya harus menelan kekecewaan karena Mama Linda sudah tidak tinggal di sana, bahkan rumah Mama Linda sudah dijual.


"Pak, apa Bapak tidak tau alamat rumah baru Nyonya Linda?" tanya Arya kepada Penjaga rumah.


"Saya Satpam baru di sini Tuan, jadi saya tidak tau tentang pemilik rumah yang lama," jawab Pak Satpam.


Arya mencoba bertanya kepada tetangga Mama Linda, tapi semua tetangganya tidak ada yang tau Mama Linda pindah kemana, karena selama tinggal di Bekasi, Mama Linda adalah orang yang angkuh, sehingga Mama Linda tidak pernah bersosialisasi dengan para tetangganya.


"Kenapa Rian tega sekali memisahkan Suci dari kami? Kemana lagi aku harus mencari keberadaan Suci?" gumam Arya yang sudah mulai putus asa.


*


*


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2