Suci Tak Lagi Suci

Suci Tak Lagi Suci
Bab 222 ( Jangan berhenti mencintaiku )


__ADS_3

Dinda dan Rizky memutuskan untuk pulang, karena saat ini cuaca sudah terlihat mendung.


"Sayang, gak apa-apa kan kalau kita langsung pulang ke kediaman Argadana?" tanya Rizky.


"Gak apa-apa Kak, Ayah sama Bunda juga ada di sana buat bantu nyiapin acara tahlil nanti sore," jawab Dinda.


Rizky merasa sangat bersyukur, karena saat dirinya berada dalam keadaan terpuruk, Rizky memiliki Dinda yang selalu berada di sampingnya.


......................


Setelah tiga hari pasca operasi pencangkokan jantung, akhirnya Farel sadar dari koma.


"Alhamdulillah Ayah akhirnya sadar juga," ucap Ayu dan semua yang berada di dalam kamar perawatan Farel.


Farel melihat satu persatu orang yang ada di dalam kamar perawatannya, tapi Farel tidak melihat keberadaan Putri.


"Rizky, kemana Putri?" tanya Farel ketika melihat Rizky duduk di samping ranjang pesakitannya setelah memeriksa kondisi Farel.


Rizky diam karena tidak sanggup mengatakan yang sebenarnya.


"Kenapa kamu tidak menjawab pertanyaan Ayah?" tanya Farel lagi.


"Ayah tenang dulu. Ayah baru saja sadar setelah tiga hari koma," ujar Ayu.


"Bu, barusan Ayah mimpi sedang bersama dengan Putri di sebuah Taman yang sangat indah, tapi saat Ayah mengajaknya pulang, Putri tidak mau ikut karena Putri ingin tinggal bersama Alina."


Semuanya merasa sedih ketika mendengar cerita Farel, tapi satu pun dari mereka tidak ada yang sanggup mengatakan kejadian yang sebenarnya.


"Kenapa kalian tidak ada yang mau menjawab keberadaan Putri? Putri baik-baik saja kan?" tanya Farel lagi.


Farel terkejut ketika meraba dada sebelah kirinya yang diperban.


Degg


Jantung Farel berhenti berdetak ketika mengingat perkataan Putri yang akan selalu menemani Farel dalam detak jantungnya.


"Tidak, tidak mungkin, tidak mungkin orang yang mendonorkan jantungnya adalah Putri," teriak Farel dengan menangis.


"Yah, kita harus mengikhlaskan kepergian Putri," ucap Ayu dengan lirih.


"Jadi benar kalau Putri yang mendonorkan jantungnya untukku? Kenapa kalian membiarkan Putri melakukan semua itu?" teriak Farel yang masih belum bisa menerima kematian Putri.


"Yah, sebelum meninggal dunia karena kanker paru-paru stadium akhir, Kak Putri memiliki keinginan terakhir, yaitu mendonorkan jantungnya untuk Ayah supaya Ayah bisa kembali sehat. Jadi, Ayah harus kuat dan ikhlas supaya bisa menjaga pemberian terakhir Kak Putri," ujar Ratu dengan memeluk tubuh Farel, kemudian Ratu memberikan surat yang sebelumnya ditulis oleh Putri untuk Farel.


Untuk Ayah tercinta


Saat Ayah membaca surat ini, Putri berharap Ayah sudah sembuh dan selalu diberikan kesehatan.


Yah, terimakasih banyak atas cinta dan kasih sayang yang telah Ayah berikan. Putri bersyukur karena Putri bisa terlahir menjadi Anak Ayah.


Putri harap Ayah bisa mengikhlaskan kepergian Putri. Putri bahagia, karena Putri bisa selalu menemani Ayah untuk selamanya.


Sebelum Putri meninggal dunia, Putri memiliki tiga keinginan terakhir.


Yang pertama, menikah dengan lelaki yang Putri cintai, yaitu Rizky.

__ADS_1


Putri tau jika perempuan yang Rizky cintai adalah Dinda, tapi Putri ingin menghabiskan sisa umur Putri dengan berada di samping Rizky, dan akhirnya Putri bisa menikah dengan Rizky, meski pun Putri harus egois, karena memisahkan dua orang yang saling mencintai.


Yang kedua, menyatukan Rizky dengan Dinda.


Sebelum Putri meninggal dunia, Putri ingin mengembalikan Rizky kepada pemilik hatinya, dan akhirnya misi menyatukan Rizky dan Dinda berhasil. Putri bahagia karena bisa melihat Rizky menikah dengan perempuan yang dicintainya.


Yang ketiga, mendonorkan jantung Putri untuk Ayah.


Putri ingin selalu berada di samping Ayah dan melihat Ayah kembali sembuh.


Putri bersyukur seandainya jantung Putri bisa tetap hidup dalam tubuh Ayah, karena Putri bisa selalu menemani Ayah.


Terimakasih banyak juga kepada semuanya. Putri bersyukur karena di kehidupan ini bisa mengenal orang-orang baik seperti kalian.


^^^Salam sayang, Putri.^^^


Farel membaca surat yang ditulis Putri dengan menangis, karena Farel tidak mengira jika Tuhan akan lebih dulu memanggil Putri.


"Terimakasih banyak sayang. Ayah bangga memiliki Anak sebaik Putri. Semoga Putri mendapatkan tempat terbaik di Surganya Allah," ucap Farel yang di Amini oleh semuanya.


......................


Dua tahun kemudian..


Dua tahun sudah Rizky dan Dinda mengarungi bahtera rumah tangga. Banyak suka dan duka yang mereka lewati, dan saat ini keduanya telah dikaruniai sepasang Anak kembar yang berusia satu tahun.


Semenjak menikah dengan Rizky, Rizky memboyong Dinda untuk tinggal di rumah yang dibeli Rizky hasil dari kerja kerasnya, karena Rizky dan Dinda ingin hidup mandiri, apalagi rumah tersebut berada dekat dengan Rumah Sakit tempat Rizky bekerja.


"Sayang, Bunda sudah siap belum? Kita harus segera berangkat ke kediaman Argadana sebelum Mama sama Papa pulang dari Eropa?" teriak Rizky dari luar kamar, karena Dinda masih belum selesai bersiap.


Satu tahun yang lalu, Arya memilih pensiun dari perusahaan setelah menyerahkan perusahaan untuk dikelola oleh Rizky dan Iqbal, karena Arya ingin mengajak Suci menghabiskan masa tua mereka dengan mengasuh Cucu dan berkeliling Dunia.


Beberapa saat kemudian, terdengar suara bel rumah Rizky yang berbunyi. Ternyata yang datang adalah Nanda dan Ratu, karena sebelumnya mereka sudah janjian akan berangkat bersama ke kediaman Argadana.


"Nanda, Ratu, untung kalian berdua segera datang, aku titip Anak-anak dulu ya, dari tadi Dinda belum ke luar dari kamar," ujar Rizky dengan menitipkan kedua Anak kembarnya kepada Nanda dan Ratu.


Rizky menghampiri Dinda ke dalam kamar, dan ternyata Dinda belum ke luar karena resleting gaunnya macet.


"Sayang, kenapa Bunda tidak panggil Ayah buat bantu betulin?" tanya Rizky dengan membetulkan resleting belakang gaun Dinda yang sebelumnya tersangkut rambut.


"Ayah pasti repot karena harus menjaga si kembar, apalagi Bibi masih pulang kampung. Oh iya, kemana si kembar?"


"Nanda sama Ratu udah datang, jadi Ayah titipin sama mereka."


Rizky menatap lekat wajah Dinda dari pantulan cermin, dan Rizky selalu kagum dengan kecantikan Istrinya.


"Semakin hari, My love semakin cantik," puji Rizky dengan memeluk serta mencium tengkuk leher Dinda dari belakang.


"Gak usah gombal. Yuk berangkat, kasihan Ratu sama Nanda nanti kelamaan menunggu," ujar Dinda dengan menggandeng Rizky ke luar dari dalam kamar.


Ratu dan Nanda terdengar berdebat, karena semakin hari wajah Anak mereka semakin mirip dengan Arsyi.


"Kenapa sih wajah Putri semakin hari malah mirip sama Arsyi?" gerutu Ratu.


Ratu memberikan nama Putri Aisyah kepada Anak perempuannya yang saat ini berusia dua setengah tahun. Ratu berharap, Anaknya akan tumbuh menjadi sosok wanita hebat dan baik hati seperti mendiang Putri.

__ADS_1


"Ratu, kenapa kamu selalu menyalahkan aku karena Putri memiliki wajah yang mirip dengan Arsyi? Di Dunia ini juga banyak orang yang memiliki wajah yang mirip."


"Aku curiga kalau kamu sudah menukarkan Anak kita dengan Anak Arsyi saat aku dan Arsyi melahirkan dulu, karena kami melahirkan di hari dan Rumah Sakit yang sama," ujar Ratu dengan menatap tajam Nanda.


"Ratu, perkataan kamu tidak masuk akal. Bagaimana mungkin aku bisa menukarkan Anak kita dengan Anak Arsyi dan Iqbal, Anak mereka juga berjenis kelamin laki-laki," ujar Nanda yang tidak habis pikir dengan jalan pikiran Ratu.


Anak pertama Arsyi dan Iqbal berjenis kelamin laki-laki, dan saat ini Arsyi sedang hamil Anak kedua.


Dinda dan Rizky mencoba menjadi penengah di antara Ratu dan Nanda.


"Sudah-sudah, kenapa sih kalian masih saja meributkan tentang Putri yang mirip Arsyi?" tanya Dinda.


"Mungkin Putri mirip Arsyi karena dulu Nanda sangat mencintainya," celetuk Rizky yang malah menjadi kompor.


"Wah, kamu bener-benar ipar gak ada akhlak, bisa-bisanya kamu menjadi kompor. Yang aku tau, kalau Anak kita mirip seseorang, berarti saat hamil, Ibunya membenci orang tersebut," ujar Nanda yang mencoba menampik perkataan Rizky supaya Ratu tidak murka terhadapnya.


"Sudah sudah, kapan berangkatnya kalau kalian ribut terus? Sebaiknya kita berangkat sekarang, sebelum Mama sama Papa pulang," ujar Dinda.


Saat ini semuanya telah berkumpul di kediaman Argadana, begitu juga dengan Irwan, Farel beserta Istri mereka.


Suci dan Arya begitu terkejut ketika masuk ke dalam rumah, karena saat ini semua keluarga terlihat berkumpul menyambut kepulangan mereka dengan menyanyikan lagu selamat ulang tahun.


Semuanya bergantian mengucapkan selamat ulang tahun dan do'a untuk kedua pasangan harmonis yang sudah menjadi Kakek dan Nenek di usia mereka yang ke-50.


"Terimakasih semuanya, karena sudah memberikan kejutan untuk kami," ucap Suci dan Arya.


Setelah acara ulang tahun selesai, Suci dan Arya memutuskan untuk beristirahat, karena tubuh mereka terasa cape setelah menempuh perjalanan jauh.


Suci berdiri di balkon depan kamarnya dengan menatap hamparan bintang di langit.


Suci terlihat melamun ketika kembali mengingat perjalanan hidupnya dengan Arya. Meski pun pertemuan Suci dan Arya berawal dari sebuah kesalahan, tapi Suci bersyukur karena Tuhan memberikan kebahagian dalam kehidupan keluarganya.


"Sayang, kenapa belum tidur?" tanya Arya dengan memeluk tubuh Suci dari belakang.


"Pa, tidak terasa ya sekarang usia kita sudah lima puluh tahun? Bahkan sebentar lagi kita memiliki empat Cucu. Sepertinya kita harus mengganti panggilan menjadi Kakek dan Nenek," ujar Suci dengan terkekeh.


"Boleh juga tuh idenya," ujar Arya yang ikut tertawa.


Suci membalikan tubuhnya menghadap Arya, kemudian Suci menatap lekat wajah lelaki yang sudah menjadi Suaminya selama hampir tiga puluh tahun.


"Pa, terimakasih banyak atas cinta dan kasih sayang yang Papa berikan selama ini. Mama bahagia karena memiliki Suami yang sempurna seperti Papa," ucap Suci dengan memeluk tubuh Arya.


"Seharusnya Papa yang berkata seperti itu. Sayang, jangan pernah berhenti mencintaiku."


"Dari dulu, sekarang, nanti, dan selamanya, hanya akan ada nama Kakek dalam hati Nenek," ucap Suci dengan tersenyum.


*


*


...TAMAT...


♥️♥️♥️


Terimakasih banyak kepada semuanya yang sudah berkenan membaca Karya receh saya. Sehat dan sukses selalu untuk semuanya, 🤲

__ADS_1


Semoga berkenan baca Karya-karya receh saya yang lainnya, 🙏🙏🙏


__ADS_2