
"Tidak, tidak mungkin ingatan kamu sudah kembali Rian," teriak Alina yang begitu ketakutan saat Rian mengatakan jika dirinya telah mengingat Suci.
"Kenapa kamu terlihat takut seperti itu Alina? apa kamu takut jika perbuatan kamu dan Mama terbongkar? karena selama ini kalian sudah memberikan obat yang justru malah memperburuk ingatanku," ujar Rian.
"Tidak Rian, aku tidak mungkin melakukan semua itu. Aku sangat mencintai kamu Rian, apalagi sekarang aku sedang hamil Anak kita," ujar Alina dengan menangis memeluk tubuh Rian.
"Maaf Alina, tapi dari awal aku tidak yakin jika bayi yang saat ini berada dalam kandungan kamu adalah Anakku, apalagi semenjak kita menikah, kamu selalu keluyuran hampir setiap malam."
Plak
Tamparan keras mendarat pada pipi Rian, dan semua itu Alina lakukan untuk mencoba menampik tuduhan Rian, karena Alina takut jika rahasia perselingkuhannya dengan Farel terbongkar.
"Aku tidak serendah itu Rian, kamu benar-benar keterlaluan."
"Baiklah, nanti setelah bayi dalam kandungan kamu lahir, kita akan membuktikannya dengan melakukan tes DNA," ujar Rian dengan berlalu meninggalkan Alina yang saat ini masih diam mematung.
Rian memutuskan untuk berangkat ke kantor Polisi, karena Rian ingin membebaskan Suci malam ini juga, padahal sekarang waktu sudah menunjukan pukul dua belas malam.
"Rian, mau kemana kamu malam-malam begini?" tanya Mama Linda saat melihat Rian ke luar dari dalam rumah, tapi Rian yang merasa kesal terhadap Mama Linda tidak menjawab pertanyaan Mama Linda dan pergi begitu saja.
Mama Linda langsung bertanya kepada Alina yang saat ini ke luar dari dalam kamar untuk mengejar Rian.
"Sayang, mau kemana Rian tengah malam begini?" tanya Mama Linda kepada Alina yang saat ini terlihat khawatir.
"Ma, ingatan Rian sudah kembali, dan saat ini Rian pasti akan pergi ke kantor Polisi untuk membebaskan Suci."
"A_apa? bagaimana bisa seperti itu? selama ini kita sudah memberikan obat kepada Rian supaya ingatan nya tidak dapat kembali lagi. Mama harus mengejar Rian, Rian tidak boleh membebaskan Suci, bagaimana kalau nanti Mama yang ditahan karena telah melakukan tuduhan palsu, apalagi kalau sampai para Saksi yang Mama bayar mengatakan semuanya kepada pihak Kepolisian bahwa Mama yang sudah menyuruh mereka untuk memberikan kesaksian palsu," ujar Mama Linda dengan mengejar Rian menggunakan mobil.
__ADS_1
......................
Rian melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, karena Rian melihat dari kaca spion jika saat ini mobil Mama Linda berusaha untuk mengejarnya.
"Aku harus membebaskan Suci saat ini juga, karena aku tidak mau Suci terus-terusan tersiksa di dalam penjara, dan menanggung hukuman atas kesalahan yang tidak pernah dia perbuat," gumam Rian.
Setelah sampai halaman Kantor Polisi, Rian langsung ke luar dari dalam mobilnya dan berlari masuk ke dalam Kantor Polisi, sehingga membuat Polisi yang tengah tertidur terlonjak kaget.
"Pak, tolong bantu saya," ujar Rian dengan nafas ngos-ngosan.
"Maaf Mas, ada apa malam-malam begini Anda datang ke Kantor Polisi? apa Anda telah dirampok?" tanya Polisi.
"Iya Pak, hati saya telah dicuri oleh salah satu Tahanan di sini," ujar Rian dengan tersenyum.
"Tahanan mana yang telah mencuri hati Mas, biar saya interogasi mereka?" tanya Pak Polisi yang masih belum menyadari perkataan Rian, karena Polisi tersebut masih belum sadar sepenuhnya setelah terbangun secara mendadak.
Setelah meminum air yang diberikan oleh Rian, Pak Polisi sudah bisa berpikir jernih, dan beliau langsung menepuk jidat nya saat mengingat perkataan Rian.
"Berani-beraninya ya kamu ngerjain saya," ujar Pak Polisi yang geram terhadap Rian, tapi Rian malah terlihat cengengesan dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Pak, tadi kan saya sudah minta maaf, karena saya sudah bercanda."
"Memangnya ada apa Mas datang ke sini? padahal ini baru pukul satu dini hari?" tanya Pak Polisi.
"Pak, tolong bantu saya untuk membebaskan Tahanan bernama Suci Pratiwi. Saya bersumpah kalau Suci tidak bersalah, dan saat itu Suci tidak mendorong saya, tapi saya yang mendorong dia supaya tidak tertabrak truk, sampai akhirnya saya yang tertabrak dan mengalami hilang ingatan," ujar Rian.
"Kami pasti akan membantu Anda, tapi sebaiknya Anda pulang dulu, karena saat ini kami belum bisa memproses laporan Anda. Anda juga harus menyuruh orang yang membuat laporan terhadap Suci mencabut tuntutannya, dan para Saksi yang memberatkan Suci juga harus dimintai keterangan lagi."
__ADS_1
"Tapi Pak, di sini saya adalah kunci utama, berarti saya berhak mencabut tuntutan yang dilakukan Mama saya terhadap Suci, apalagi saat itu saya tidak melihat satu orang Saksi pun berada di lokasi kejadian."
"Berarti jika ketiga Saksi telah terbukti memberikan keterangan palsu, dan Ibu Anda juga telah melakukan tuduhan palsu terhadap Suci, Ibu Anda juga akan dimasukan ke dalam penjara," ujar Pak Polisi.
Untuk sesaat Rian berada dalam dilema. Rian tidak mau Mama Linda sampai masuk penjara, karena bagaimanapun juga Mama Linda adalah Ibu kandungnya.
Meski pun aku tidak ingin Mama masuk ke dalam penjara, tapi keadilan harus tetap ditegakkan, karena Mama sudah benar-benar keterlaluan, dan sekarang adalah saatnya untuk Mama menebus semua kesalahannya terhadap Suci, batin Rian.
"Pak, keadilan harus tetap ditegakkan, meski pun pada akhirnya saya akan di cap sebagai Anak durhaka karena telah menjebloskan Ibu kandung saya ke dalam Penjara," ujar Rian yang sudah mantap dengan keputusannya.
Rian meminta ijin untuk menunggu di Kantor Polisi, karena pengakuan Rian akan diproses pada esok pagi, dan Rian ingin bertemu dengan Suci terlebih dahulu.
"Pak, saya bisa kan ikut menunggu di sini sampai besok pagi, selain ingin membebaskan Suci, saya juga ingin bertemu dengan Suci," ujar Rian.
"Silahkan Pak, Kebetulan Suci juga baru saja melahirkan. Kalau Anda mau, Anda bisa melihat Suci dari balik jeruji besi di sebelah sana, karena Suci saat ini berada di dalam klinik," ujar Pak Polisi dengan menunjuk letak Klinik yang berada di sebelah ruangan tempat Rian berada.
Deg, deg, deg
Jantung Rian berpacu cepat ketika mendengar Suci baru melahirkan.
Jadi setelah pemerkosaan itu Suci hamil, bahkan sekarang Suci memiliki seorang Anak? Kasihan Suci karena dia harus berada di dalam Penjara dengan kondisi hamil. Maafkan aku Suci, karena aku tidak bisa menjagamu dengan baik sehingga nasibmu begitu malang, batin Rian.
Rian melangkahkan kaki secara perlahan menuju Klinik yang terhalang oleh jeruji besi, dan Rian langsung menitikkan airmata ketika melihat Suci yang saat ini tengah menyusui bayinya.
*
*
__ADS_1
Bersambung