Suci Tak Lagi Suci

Suci Tak Lagi Suci
Bab 145 ( Liburan ke Pantai )


__ADS_3

Suci dan Arya menjalani rumah tangga mereka dengan harmonis, meski pun terkadang ada kerikil kecil yang membuat kesalahpahaman di antara keduanya, tapi Suci dan Arya selalu bisa mengatasinya dengan baik, sehingga mereka selalu menjalani hari dengan bahagia.


"Sayang, maaf ya Papa selalu sibuk bekerja, tadi Papa sampai telat datang ke acara Ulang tahun Arsyi," ucap Arya dengan memeluk tubuh Suci yang saat ini tengah berbaring di sampingnya.


Hari ini keluarga Argadana mengadakan syukuran Ulang Tahun Arsyi yang ke-1 di salah satu Panti Asuhan yang masih berada di Kota Jakarta, tapi Arya yang harus menghadiri meeting penting, datang terlambat pada acara ulang tahun Arsyila.


"Pa, Papa tidak perlu meminta maaf, Mama mengerti kalau Papa sibuk karena bekerja keras untuk keluarga. Mama justru minta maaf karena tidak bisa membantu pekerjaan Papa," ucap Suci dengan mengusap lembut wajah tampan Arya.


"Makasih ya Sayang, Mama memang Istri terbaik di Dunia ini. Sebagai hadiahnya, besok Papa akan mengajak semuanya untuk pergi liburan."


"Memangnya Papa mau mengajak kami liburan kemana?" tanya Suci yang merasa penasaran.


"Rahasia dong, besok juga Mama tau."


"Kenapa sih pake di rahasiakan segala?"


"Papa kan mau buat kejutan buat Mama. Sekarang kita tidur, hari ini Papa cape banget."


"Mama mau packing packing dulu ya, biar besok kita langsung berangkat?"


"Tidak perlu Ma, Asisten Papa sudah menyiapkan semuanya, jadi kita tinggal berangkat saja."


"Papa bikin penasaran saja," gumam Suci.


Arya mendekap tubuh Suci dengan erat, kemudian mencium keningnya sebelum tidur, sedangkan Suci memijat pelan dahi Arya sampai akhirnya Arya tertidur pulas.


"Selamat malam Suamiku sayang," ucap Suci dengan memeluk tubuh Arya.


......................


Keesokan paginya..


Saat ini semuanya sudah terlihat bersiap, begitu juga dengan Bi Sari yang mereka ajak untuk membantu menjaga Anak-anak.


"Pa, kita liburannya bukan ke luar kota kan? Kasihan Anak-anak kalau harus bepergian jauh," ujar Suci.


"Tidak sayang, liburannya masih sekitar Jakarta kok. Yuk masuk mobil," ujar Arya dengan membuka pintu mobil untuk Suci.


Arya sengaja menyuruh Supir untuk membawa mobil yang berukuran besar supaya cukup untuk membawa semua keluarganya dalam satu mobil.


Sepanjang perjalanan, semuanya terlihat bahagia mendengar celotehan ketiga Anak Suci dan Arya, apalagi Iqbal dan Rizky yang berusia dua tahun sudah pintar berbicara, sedangkan Arsyi baru mulai belajar bicara dan berjalan.

__ADS_1


Setelah satu jam perjalanan, Arya membangunkan Suci yang tertidur di sampingnya dengan memeluk Arsyi.


"Sayang, kita sudah sampai. Arsyi biar Papa yang gendong," ujar Arya dengan mengambil Arsyi yang masih terlelap, sedangkan Rizky dan Iqbal yang sudah bisa berjalan, digandeng oleh Mama Erina dan Bi Sari supaya keduanya tidak berlari saat turun dari mobil.


Semuanya kini masuk ke dalam Hotel, dan sebelumnya Arya sudah membooking empat kamar untuk mereka menginap.


Arya membawa Arsyi ke dalam kamarnya bersama Suci karena Arsyi masih tidur.


"Sayang, Rizky sama Iqbal mau ikut masuk ke kamar Mama sama Papa juga tidak?" tanya Suci kepada Rizky dan Iqbal.


"Enggak, Iki sama Ibal mau main sama Oma Opa," jawab Rizky.


"Ma, kami titip Anak-anak ya. Maaf ngerepotin," ujar Suci.


"Sayang, kalian tidak perlu khawatir, kami pasti bakalan jaga Cucu kami yang tampan tampan ini," ujar Mama Erina.


Rizky dan Iqbal ikut masuk ke dalam kamar Mama Erina dan Papa Fadil, begitu juga dengan Oma Rahma dan Bi Sari yang akan membantu menjaga kedua Anak Suci dan Arya yang sedang aktif aktifnya.


Setelah Arya menidurkan Arsyi, Arya menarik lembut tangan Suci menuju jendela.


"Mama lihat, Mama suka tidak pemandangannya?" tanya Arya dengan membuka jendela kamarnya yang langsung menghadap Pantai.


Mata Suci berbinar ketika melihat keindahan Pantai yang saat ini berada di depan matanya, karena sudah dari dulu Suci ingin sekali pergi ke Pantai.


"Kita kan satu hati, meski pun Mama tidak mengatakan apa pun, tapi Papa pasti tau apa yang Mama inginkan. Lain kali kalau Mama menginginkan sesuatu, Mama bilang saja sama Papa. Sesibuk apa pun Papa di Kantor, Papa pasti akan menyempatkan diri mencari waktu untuk memenuhi keinginan Mama," ujar Arya dengan memeluk tubuh Suci.


Suci sebenarnya merasa kasihan kepada Arya, karena setiap hari Arya berangkat pagi dan pulang malam, makanya Suci tidak berani mengatakan keinginannya untuk berlibur ke Pantai, sampai akhirnya Arya tidak sengaja mendengar percakapan Suci dan Mama Erina.


"Makasih ya Pa," ucap Suci.


"Makasih untuk apa?" tanya Arya.


"Karena Papa sudah mengajak Mama berlibur ke tempat yang Mama mau," ucap Suci dengan memeluk erat tubuh Arya.


"Sayang, sudah seharusnya Papa melakukan semua itu, Papa justru selalu merasa bersalah karena belum bisa membahagiakan Mama dan Anak-anak."


"Kata siapa Mama tidak bahagia? Asalkan kita selalu bersama, Mama akan selalu bahagia."


"Kalau begitu sekarang kita tidur siang dulu mumpung Arsyi masih tidur, nanti sore kita ajak Anak-anak main pasir sambil melihat matahari terbenam," ujar Arya, kemudian Arya dan Suci berbaring di samping Arsyi yang saat ini berada di tengah-tengah mereka.


......................

__ADS_1


Setelah selesai makan siang, semuanya memutuskan untuk pergi ke Pantai yang hanya berjarak sekitar seratus meter saja dari Hotel.


Iqbal dan Rizky langsung berlarian di tepi Pantai, kemudian keduanya menghampiri Arsyi yang sedang membuat Istana pasir.


Setelah berfoto dengan keluarganya, Arya menitipkan ketiga Anaknya, karena Arya ingin mengajak Suci jalan-jalan di pinggir Pantai.


"Ma, kami titip Anak-anak dulu ya, Arya sama Suci mau kencan," ujar Arya dengan terkekeh.


"Kalian tenang saja, kami berempat pasti bakalan jaga Anak-anak, Suci sama Arya pergi bersenang-senang saja," ujar Mama Erina yang sangat mengerti jika Suci dan Arya jarang sekali bisa menghabiskan waktu bersama.


Suci dan Arya berpegangan tangan dengan berjalan di pinggir pantai, dan bibir Suci terus mengembangkan senyuman karena baru kali ini Suci main di Pantai.


Suci tiba-tiba melepaskan pegangan tangannya dari Arya, kemudian Suci berlari di atas ombak kecil yang menyapu kakinya.


"Sayang tunggu," ujar Arya kemudian mengejar Suci.


Arya mengangkat tubuh Suci, lalu memutar tubuhnya.


"Udah Pa, turunin Mama, nanti pinggang Papa encok," ujar Suci dengan terkekeh, kemudian Suci mencipratkan air pada tubuh Arya, begitu juga dengan Arya yang membalas perbuatan Suci, dan keduanya terlihat bermain air seperti Anak kecil.


"Udahan yuk main airnya. Sekarang Mama naik punggung Papa, Papa mau buktiin kalau Papa masih kuat gendong Mama sambil lari," ujar Arya kemudian menggendong Suci, lalu membawanya berlari ke tepi pantai.


Momen kebersamaan Suci dan Arya di abadikan oleh Papa Fadil yang mem video mereka, karena Suci dan Arya bermain air tidak jauh dari ketiga Anaknya.


Semuanya tersenyum bahagia melihat kebahagiaan Suci dan Arya, karena baru kali ini mereka bisa pergi liburan setelah sebelumnya banyak drama kehidupan yang harus mereka lewati.


"Mungkin begini ya rasanya pacaran," ujar Arya yang saat ini berbaring di atas paha Suci yang tengah duduk atas pasir.


"Mama gak yakin kalau Papa belum pernah pacaran," ujar Suci dengan mengusap lembut rambut Arya.


"Sayang, hanya Mama yang pertama dan terakhir dalam hidup Papa. Dulu kita tidak sempat pacaran, bahkan kita menikah setelah punya Rizky. Papa sangat bersyukur karena akhirnya kita bisa kembali bersama setelah melewati banyak ujian dalam hidup kita. Mama dulu kan pernah pacaran sama Rian, bahkan sampai tiga tahun, jadi Mama pasti tau rasanya pacaran," ujar Arya dengan memejamkan matanya.


"Jangan bilang Papa cemburu?"


"Kalau Rian masih hidup, mungkin Papa akan selalu merasa cemburu, tapi sekarang Rian sudah beristirahat dengan tenang. Papa tidak akan pernah melupakan jasa besar Rian untuk kita, apalagi Mama masih bisa berada di sini karena jantung Rian yang masih hidup dalam tubuh Mama," ujar Arya dengan mencium tangan Suci.


"Meski pun Papa bukan cinta pertama Mama, tapi Papa adalah cinta terakhir Mama," ucap Suci dengan menundukkan kepalanya untuk mencium bibir Arya.


*


*

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2