
Semuanya begitu terkejut ketika mendengar perkataan Ratu, padahal sebelumnya Ratu menolak mentah-mentah menikah dengan Nanda.
"Nak, Ratu tidak sedang bercanda kan?" tanya Farel dengan tersenyum bahagia.
"Tidak Dad, Ratu sudah memutuskan untuk menerima tanggung jawab dari Nanda," ujar Ratu dengan memeluk tubuh Farel.
Tubuh Nanda terasa lemas mendengar keputusan Ratu, karena mau tidak mau akhirnya Nanda harus menikahi perempuan yang tidak dia cintai.
Kenapa Ratu tiba-tiba merubah keputusannya? Sepertinya ada seseorang yang sudah membuat Ratu berubah pikiran, ucap Nanda dalam hati.
Sebenarnya saat Farel dan Ayu tidak sadarkan diri, Putri diam-diam menelpon Ratu dan mengatakan tentang penyakit jantung Farel.
Pada awalnya Ratu tetap menolak untuk menikah dengan Nanda, tapi Putri terus memohon kepada Ratu supaya bersedia menikah dengan Nanda, karena dengan begitu Farel akan merasa tenang, dan kondisi kesehatannya akan menjadi lebih baik.
Ratu bersedia menikah dengan Nanda, tapi Ratu memiliki sebuah syarat yang harus dipenuhi oleh Putri, dan Putri menyetujui permintaan Ratu, meski pun Putri masih belum mengetahui syarat tersebut.
"Irwan, kapan kita akan melaksanakan pernikahan Nanda dan Ratu?" tanya Farel yang terlihat bersemangat.
"Bagaimana kalau minggu depan saja setelah kondisi kamu benar-benar pulih?" jawab Irwan.
"Baiklah, bagaimana kamu saja. Kita tidak perlu membuat pesta yang meriah, cukup dihadiri keluarga terdekat saja," ujar Farel.
"Ratu, apa Ratu tidak keberatan jika kita mengadakan pesta pernikahan secara sederhana?" tanya Irwan.
"Meski pun tidak ada pesta pernikahan, Ratu juga tidak keberatan Om," karena aku hanya ingin mengadakan pesta pernikahan dengan Kak Rizky dan aku akan meminta Putri supaya melepaskan Kak Rizky untukku, lanjut Ratu dalam hati dengan terus melirik ke arah Rizky yang terlihat acuh.
Ratu sebenarnya tidak ingin mengadakan pesta pernikahan karena dia tidak mau ada orang yang tau tentang pernikahannya dengan Nanda, tapi Ratu tidak mungkin mengatakan keinginannya tersebut, karena Farel pasti akan murka.
"Putri, apa bisa kita bicara berdua?" tanya Ratu.
Putri dan Ratu ke luar dari kamar perawatan Farel menuju ruang kerja Putri, karena Putri sudah yakin jika Ratu akan mengatakan tentang syarat yang harus Putri penuhi.
"Sekarang kita hanya berdua, kamu sudah bisa mengatakan syarat yang akan kamu minta kepadaku !!" ujar Putri, ketika keduanya sampai di dalam ruang kerja Putri.
"Kakak ku memang sangat pengertian. Baiklah, kalau begitu aku tidak akan sungkan," ujar Ratu dengan tersenyum licik.
"Memangnya apa yang kamu mau dariku?" tanya Putri.
"Aku ingin kamu memberikan Kak Rizky kepadaku. Apa kamu bisa? Kamu harus ingat Putri, kamu sudah berjanji akan memenuhi syarat yang aku mau," ujar Ratu.
Putri sedikit pun tidak pernah menyangka jika Ratu akan meminta syarat seperti itu.
__ADS_1
"Maaf Ratu, Suamiku bukan Boneka yang bisa aku berikan apabila kamu menginginkannya. Rizky adalah manusia yang memiliki hati, meski pun aku melepaskannya, belum tentu dia bersedia menikahi kamu, dan kamu harus ingat, sebentar lagi kamu akan menikah dengan Nanda," tegas Putri.
"Kamu tidak usah sombong Putri, seharusnya kamu sadar diri kalau kamu tidak pantas bersanding dengan Kak Rizky. Meski pun nanti aku sudah menikah dengan Nanda, aku akan tetap mengejar Kak Rizky sampai aku mendapatkannya. Kamu harus ingat itu !!"
Ratu akhirnya ke luar dari dalam ruang kerja Putri, karena Ratu merasa kesal terhadap Putri yang tidak bersedia memenuhi keinginannya.
"Meski pun sebentar lagi aku akan pergi untuk selamanya, tapi Aku akan pastikan Ratu tidak akan pernah bisa mendapatkan Rizky, karena aku sudah berjanji akan menyatukan Rizky dengan Dinda," gumam Putri.
......................
Empat hari kemudian..
Rizky sudah memutuskan untuk segera melakukan operasi kepada Iqbal, karena saat ini kondisi Iqbal sudah lebih baik.
"Iqbal, aku sudah mempersiapkan ruang operasi untuk kamu, sebaiknya kamu dan Bapak bersiap, karena satu jam lagi kita akan masuk ke dalam ruang operasi," ujar Rizky.
"Ma, apa Arsyi tidak bisa datang ke sini? Iqbal ingin melihat Arsyi sebelum masuk ke dalam ruang operasi," ujar Iqbal dengan tatapan memohon.
Suci dan Arya sebenarnya merasa tidak tega kepada Iqbal, tapi mereka tidak bisa memberitahukan keadaan Iqbal kepada Arsyi.
"Maaf ya Nak, Arsyi masih belum bisa ke luar rumah. Sebaiknya Iqbal jangan terlalu banyak pikiran, yang penting sekarang Iqbal harus semangat supaya bisa segera sembuh," ujar Suci dengan mengusap lembut kepala Iqbal.
Iqbal dan Pak Tamrin sudah bersiap untuk masuk ke dalam ruang operasi, tapi Iqbal masih saja terlihat gelisah karena Arsyi tidak bisa datang. Sampai akhirnya terdengar suara seseorang yang begitu familiar.
"Arsyi, Kakak tidak sedang bermimpi kan?" tanya Iqbal dengan menggenggam erat tangan Arsyi.
Arsyi sebenarnya masih merasa takut kepada Iqbal, tapi Arsyi mencoba menyembunyikan rasa takutnya tersebut.
"Iqbal, kamu sudah bertemu dengan Arsyi. Sekarang kita harus masuk ke dalam ruang operasi," ujar Rizky.
Iqbal merasa berat untuk melepaskan pegangan tangannya terhadap Arsyi, tapi Arsyi mengatakan kalau dia akan menunggunya di depan ruang operasi.
"Kak Iqbal harus segera sembuh, karena kalau tidak, Arsyi akan semakin membenci Kak Iqbal."
"Arsyi janji ya jangan tinggalin Kakak."
"Iya, Arsyi akan menunggu Kakak di sini."
Iqbal dan Pak Tamrin sudah di bawa masuk ke dalam ruang operasi, dan Arsyi langsung menangis dalam pelukan Arya dan Suci.
"Kenapa Mama sama Papa menutupi semuanya dari Arsyi? Apa masih ada hal lain yang kalian tutupi?" tanya Arsyi.
__ADS_1
Suci dan Arya sebenarnya masih menutupi rencana pernikahan Nanda dan Ratu yang tinggal beberapa hari lagi, karena mereka tidak ingin Arsyi semakin sedih.
"Nak, maafin kami, Mama sama Papa tidak bermaksud menutupi penyakit Iqbal. Bagaimana Arsyi bisa tau kalau hari ini Iqbal akan melakukan operasi?" tanya Suci.
"Sebenarnya tadi Kak Rizky telpon, Kak Rizky menceritakan semuanya kepada Arsyi tentang penyakit yang Kak Iqbal derita. Meski pun Arsyi masih membenci Kak Iqbal, tapi Arsyi masih peduli kepadanya, karena bagaimanapun juga kami sudah dibesarkan sebagai saudara."
"Apa Arsyi masih mencintai Kak Iqbal?" tanya Suci.
"Arsyi tidak tau Ma, karena sejak kejadian itu rasa cinta yang Arsyi miliki untuk Kak Iqbal berubah menjadi rasa benci, dan Arsyi baru menyadari jika selama ini Arsyi sudah jatuh cinta sama Nanda."
Suci dan Arya semakin sulit untuk mengatakan kepada Arsyi jika sebentar lagi Nanda akan menikah dengan Ratu, tapi mereka tidak mungkin menutupi semuanya, karena suatu saat nanti, Arsyi pasti akan mengetahuinya.
......................
Hesti dan Irwan sedang sibuk mempersiapkan acara pernikahan Nanda dan Ratu yang akan dilaksanakan di kediamannya, karena saat ini Farel masih dalam masa pemulihan dan harus di rawat selama beberapa hari lagi.
Hesti sebenarnya merasa kasihan ketika melihat Nanda, karena Nanda selalu terlihat sedih, bahkan tubuh Nanda semakin hari semakin kurus karena jarang makan.
"Nanda sayang, sekarang Nanda makan dulu ya," ujar Hesti dengan membawa makanan ke dalam ruang kerja Nanda, tapi Nanda masih sibuk dengan setumpuk berkas-berkas.
"Makasih banyak Bunda, tapi Nanda masih belum lapar, apalagi pekerjaan Nanda belum selesai."
"Bukannya Ayah sengaja menyuruh Nanda cuti supaya bisa beristirahat?"
Irwan sebelumnya menyuruh Nanda untuk mengambil cuti, tapi ternyata Nanda malah mengerjakan semua pekerjaannya di rumah.
"Nak, sampai kapan Nanda akan menyiksa diri seperti ini?" tanya Hesti dengan menangis.
"Nanda baik-baik saja Bunda, jadi Bunda tidak perlu khawatir."
"Apa Nanda pikir Bunda bisa Nanda bohongi?"
"Maaf Bunda, Nanda tidak bermaksud membohongi Bunda. Sekarang Nanda akan makan," ujar Nanda dengan mengambil makanan yang Hesti bawa.
"Nak, Bunda tau bagaimana perasaan Nanda, tapi Nanda harus berusaha untuk ikhlas dengan takdir yang sudah Tuhan tentukan."
Nanda tiba-tiba berhenti mengunyah, karena makanan yang masuk ke dalam mulutnya terasa hambar.
"Bunda tenang saja, setelah Nanda menikah dengan Ratu, Nanda pasti akan berusaha mencintai Ratu dan melupakan Arsyi. Akan tetapi, Nanda tidak akan lagi mencintai seseorang terlalu dalam, karena semua itu hanya akan membuat kita sakit apabila kita tidak bisa mendapatkan orang yang kita cintai," ujar Nanda dengan menitikkan airmata.
*
__ADS_1
*
Bersambung