Suci Tak Lagi Suci

Suci Tak Lagi Suci
Bab 219 ( Menentang keras Poligami )


__ADS_3

Rizky, Dinda, dan Putri saat ini telah sampai di kediaman Irwan. Suasana sudah terasa tegang, karena para orang tua telah berkumpul di halaman rumah pada saat ketiganya turun dari mobil.


Semuanya merasa heran ketika melihat Rizky yang menggenggam erat tangan Dinda dan Putri.


"Assalamu'alaikum," ucap Rizky, Dinda, dan Putri secara bersamaan.


"Wa'alaikumsalam," jawab semuanya, kemudian ketiganya bergantian memeluk serta mencium para orangtua.


Hesti sedikit pun tidak menyangka jika Dinda memutuskan berhenti bekerja dan kembali ke Indonesia, apalagi Dinda pulang bersama dengan Rizky dan Putri.


"Nak, Bunda bahagia sekali karena Dinda akhirnya kembali ke tanah air. Kenapa Dinda sebelumnya tidak memberikan kabar jika Dinda bertemu dengan Putri dan Rizky saat mereka pergi bulan madu ke Amerika?" tanya Hesti dengan memeluk erat tubuh Dinda.


"Bunda, sebenarnya ada sesuatu yang ingin kami sampaikan," ucap Dinda yang sudah merasa takut apabila keluarganya tidak mengijinkan Dinda menikah dengan Rizky.


"Kalau begitu sekarang kita masuk, kasihan kalian pasti cape setelah menempuh perjalanan jauh. Dinda sama Putri juga masih belum tau kan kalau sebentar lagi kalian akan memiliki Keponakan," ujar Hesti dengan mata berbinar ketika menceritakan Ratu yang saat ini tengah hamil.


Semuanya sudah berkumpul di ruang keluarga, begitu juga dengan Ratu dan Nanda yang ikut bergabung.


Ratu merasa heran ketika melihat Rizky yang terus menggenggam erat tangan Dinda, tapi sekarang Ratu sudah tidak merasa cemburu lagi ketika Rizky dekat dengan perempuan lain.


Arya yang pertama kali angkat suara untuk bertanya tentang tujuan Rizky mengumpulkan semuanya di rumah Irwan.


"Nak, apa yang ingin Rizky katakan sampai meminta kami untuk berkumpul?"


"Sebenarnya, Rizky ingin mengatakan kalau Rizky dan Dinda akan menikah, dan kami mohon do'a dan restu dari semuanya.


Degg


Semuanya terkejut ketika mendengar perkataan Rizky, dan Papa Andi bergegas menyuruh Arya dan Irwan untuk memeluk Istri istrinya supaya tidak pingsan berjamaah, seperti yang dulu pernah terjadi pada Mama Maya dan Hesti ketika mendengar Nanda melakukan kesalahan dengan Ratu.


"Irwan, Arya, sekarang kalian peluk tubuh Istri-istri kalian, jangan sampai mereka pingsan berjamaah."


Benar saja dugaan Papa Andi. Suci, Hesti, dan Mama Maya hampir saja pingsan seandainya para Suami tidak berusaha menenangkannya.


"Tenang Ma, Rizky pasti memiliki alasan yang kuat di balik semua itu," ujar Arya.


"Alasan apa Pa? Meski pun Mama tau kalau Rizky dan Dinda saling mencintai, tapi Mama tidak setuju jika Rizky sampai menyakiti hati Putri, karena Mama menentang keras Poligami," tegas Suci.


"Iya, kami juga menentang keras Poligami," tambah Hesti dan Mama Maya secara bersamaan.

__ADS_1


Nanda yang tidak mendengar Ratu ikut bicara, langsung saja berbisik pada telinga Ratu.


"Kenapa kamu tidak ikut bicara? Berarti kamu tidak menentang keras Poligami kan?"


Ratu langsung menatap tajam Nanda.


"Apa kamu berniat untuk melakukan Poligami juga?" tanya Ratu dengan penuh penekanan, sehingga membuat Nanda menelan ludah.


"Tidak, tidak mungkin seperti itu," jawab Nanda yang terlihat ketakutan.


Hesti menghela nafas panjang, Hesti tidak habis pikir kenapa Rizky dan Dinda memutuskan untuk menikah.


"Bunda juga tidak akan pernah merestui pernikahan kalian. Bisa-bisanya kamu menjadi orang ketiga dalam pernikahan Rizky dan Putri. Bunda kecewa sama kamu Dinda, Bunda tidak mau memiliki Anak yang di cap sebagai Pelakor," teriak Hesti yang begitu murka terhadap Dinda.


Mama Maya terlihat menangis dengan memeluk Papa Andi, karena Mama Maya mengira jika Dinda dan Rizky sudah melakukan hubungan terlarang sehingga keduanya memutuskan ingin segera menikah.


"Dinda sayang, katakan sama Oma, apa kamu dan Rizky sudah melakukan hubungan terlarang, makanya kalian ingin segera menikah?" tanya Mama Maya.


Suasana saat ini menjadi ricuh, semuanya tidak ada yang menyetujui pernikahan Rizky dan Dinda, sampai akhirnya Putri yang sudah tidak tahan pun angkat suara.


"Mohon maaf semuanya, Putri harap semuanya tenang dulu, karena semua ini tidak seperti yang kalian bayangkan. Sebenarnya yang meminta Dinda dan Rizky menikah adalah Putri," tegas Putri, sehingga membuat semuanya semakin terkejut.


"Nak, katakan sama Mama, kenapa Putri melakukan semua itu? Apa karena Rizky mencintai Dinda, dan Rizky memaksa Putri untuk mengijinkannya melakukan Poligami?"


"Bukan Ma."


"Atau karena Putri tidak bisa memberikan Rizky keturunan? Jika memang alasannya itu, kami tidak akan pernah mempermasalahkannya. Kalian bisa mengadopsi Anak, tapi jangan pernah Putri meminta Rizky untuk melakukan Poligami, karena tidak akan ada satu pun perempuan di Dunia ini yang rela dimadu," ujar Suci yang terus memberi nasehat kepada Putri.


Putri merasa terharu karena memiliki Mertua yang begitu baik, bahkan Suci menyayangi Putri seperti Anak kandungnya sendiri.


"Makasih banyak ya Ma, karena selama ini Mama sudah menyayangi Putri seperti Anak kandung Mama sendiri, tapi bukan itu alasannya, karena alasan yang sebenarnya adalah Putri akan segera meninggalkan kalian semua untuk selamanya," ucap Putri dengan menangis dalam pelukan Suci.


"A_apa maksud Putri?"


"Putri mengidap kanker paru-paru stadium akhir, dan waktu Putri di Dunia ini sudah tidak banyak lagi. Selama ini pernikahan Putri dan Rizky tidak seperti yang kalian bayangkan, kami tidak pernah melakukan hubungan Suami Istri, karena Putri tidak bisa melakukan kewajiban Putri sebagai seorang Istri, begitu juga dengan Rizky yang selalu mencintai Dinda."


"Tidak, tidak mungkin Putri memiliki penyakit seperti itu," ucap Suci dengan lirih.


Putri menghirup nafas dalam-dalam sebelum melanjutkan perkataannya.

__ADS_1


"Sebenarnya bukan Dinda yang merebut Rizky, tapi Putri yang sudah menjadi orang ketiga di antara Rizky dan Dinda, karena dari awal Putri sudah tau jika Dinda dan Rizky saling mencintai, tapi Putri egois karena ingin memiliki Rizky di sisa hidup Putri."


Semuanya menangis mendengar perkataan Putri. Tidak ada yang mengira jika Putri memiliki penyakit parah seperti itu.


"Nak, kenapa Putri baru mengatakannya sekarang? Apa Farel sudah tau tentang penyakit Putri?" tanya Arya.


"Putri tidak bisa mengatakan semua itu kepada Ayah, karena Putri tidak mau kondisi kesehatan Ayah semakin memburuk. Dan Putri mohon, jangan ada yang memberitahu Ayah tentang semua ini. Putri juga sudah memutuskan akan mendonorkan jantung Putri untuk Ayah."


Suci menjerit mendengar perkataan Putri, karena Suci tidak rela menghadapi kenyataan pahit yang menimpa Putri.


"Tidak, tidak mungkin. Putri jangan berkata seperti itu, Putri pasti sembuh, dan kami akan melakukan apa pun untuk kesembuhan kamu Nak."


"Ma, sebelum Putri menikah dengan Rizky, Dokter sudah mendiagnosa jika umur Putri paling lama hanya bisa bertahan selama enam bulan, dan sekarang Rizky dan Putri sudah menikah selama empat bulan, berarti waktu Putri sudah tidak lama lagi."


"Nak, Dokter hanyalah manusia, Dokter bukan Tuhan yang bisa menentukan umur manusia, karena sejatinya kita tidak pernah tau kapan ajal akan menjemput."


"Dokter memang bukan Tuhan, tapi Putri tidak tau sampai kapan Putri masih bisa bertahan. Mungkin besok atau lusa ajal akan segera menjemput Putri, dan sebelum waktu itu tiba, Putri ingin mewujudkan semua keinginan terakhir dalam hidup Putri, salah satunya melihat Rizky dan Dinda menikah. Jadi, Putri mohon sama kalian, tolong restui pernikahan Rizky dan Dinda."


Semuanya tertegun mendengar perkataan Putri, tapi mereka tidak mungkin mengecewakan Putri di sisa hidupnya.


"Apa Putri sudah memikirkannya baik-baik?" tanya Suci yang tidak ingin Putri menyesali keputusannya.


"Putri sudah ikhlas Ma, bahkan Putri sengaja mengajak Rizky liburan ke Amerika untuk menyatukan Rizky dengan Dinda. Selama di Amerika, bahkan kami tinggal di Apartemen Dinda."


Irwan melihat Dinda dan Rizky yang terus saja menundukkan kepala nya.


"Rizky, Dinda, apa kalian sudah melakukan kesalahan yang fatal? Ayah lihat dari tadi kalian berdua terus saja menundukkan kepala?" tanya Irwan.


Rizky dan Dinda merasa terkejut ketika mendengar pertanyaan Irwan, sehingga keduanya melihat ke arah Irwan secara bersamaan.


"Ka_kami tidak mungkin melakukan sesuatu yang melebihi batas," jawab Dinda dan Rizky dengan lirih.


"Kalau begitu, kapan kalian ingin menikah?" tanya Irwan lagi.


"Sekarang." ucap Dinda dan Rizky secara bersamaan.


*


*

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2