
Rian kembali ke kamar Mama Linda, karena mau tidak mau Rian harus mengatakan yang sebenarnya kepada Mama Linda supaya Mama Linda mengerti dan bisa menerima Suci jika kelak Rian menikahinya.
Lebih baik aku jujur kepada Mama, siapa tau dengan begitu Mama akan menyadari kesalahan besar yang telah Mama perbuat kepada Suci, dan Mama mau menerima Suci jika aku mengatakan rencanaku untuk menikahinya, batin Rian.
Mama Linda yang melihat Rian kembali masuk ke dalam kamarnya, langsung melontarkan banyak pertanyaan kepada Rian.
"Rian, sekarang juga jelaskan kepada Mama, kenapa kamu bisa menikah dengan Suci? Bahkan kalian sudah memiliki dua orang Anak, bukannya kamu mandul? Apalagi Suci baru beberapa bulan saja bebas dari penjara," ujar Mama Linda.
Rian menghela nafas panjang sebelum menjawab pertanyaan Mama Linda.
"Ma, kejadian malang yang menimpa Suci telah menyebabkan Suci hamil. Kasihan Suci, karena harus mendekam di dalam penjara dalam keadaan hamil bahkan sampai Suci melahirkan."
"Jadi selama Suci berada di penjara, Suci dalam keadaan hamil?" gumam Mama Linda yang terlihat berpikir.
"Iya Ma, dan semua itu adalah kesalahan Mama, karena Mama sudah tega memfitnah Suci. Apa Mama sadar jika selama ini Mama telah berbuat dosa yang besar terhadap Suci? coba sekarang Mama bayangkan, bagaimana jika Mama yang berada di posisi Suci saat itu?" tanya Rian, dan airmata Mama Linda lolos begitu saja, apalagi dulu saat hamil Rian, Mama Linda mengalami ngidam yang sangat parah, bahkan sampai di rawat di Rumah Sakit, karena mengalami mual muntah yang berlebihan.
Kasihan Suci, pasti berat menjalani hukuman dalam keadaan hamil. Aku memang sudah melakukan dosa yang sangat besar terhadap Suci, dan hukuman yang saat ini aku dapatkan, tidak sebanding dengan penderitaan yang sudah Suci alami, batin Mama Linda yang sudah mulai menyadari kesalahannya.
"Rian, terimakasih karena kamu sudah menyadarkan Mama, tapi Mama ingin kamu jujur, apa benar Suci hamil Anak Rian? Lalu bagaimana dengan bayi yang dilahirkan oleh Alina, bukannya Rian mandul?"
"Anak Alina memang bukan darah daging Rian, karena kenyataannya Rian memang mandul. Sebenarnya Rian belum menikahi Suci, karena saat ini sebagian ingatan Suci hilang, jadi Rian memanfaatkan keadaan dengan mengatakan kepada Suci jika kami sudah menikah, dan bayi yang berada dalam kandungan Suci adalah Anak Rian, padahal kenyataannya bayi yang Suci kandung bukanlah Anak Rian."
__ADS_1
"Kalau bayi yang Suci kandung bukan Anak Rian, lalu itu Anak siapa?"
"Sebelum Suci mengalami kecelakaan, lelaki bejat yang telah menghancurkan hidup Suci sudah berhasil menikahi Suci, tapi saat itu Arya menyembunyikan semua kebenarannya dari Suci, dan Rian sendiri tidak tau apa sebelum mengalami hilang ingatan, Suci sudah mengetahuinya atau belum."
Rian menceritakan secara detail bagaimana kehidupan Suci setelah ke luar dari dalam penjara, sampai akhirnya Rian menemukan Suci yang menjadi korban tabrak lari. Rian juga menceritakan tentang siapa Rizky yang sebenarnya kepada Mama Linda, bahwa Rizky yang Rian akui sebagai Anaknya dan Anak Suci, hanyalah Anak adopsi untuk menggantikan Rizky Anak Suci dan Arya.
Mama Linda tidak menyangka jika Rian sudah berbuat nekad hanya demi bisa bersatu dengan Suci.
"Rian, kenapa kamu tega sekali memisahkan Ibu dan Anak? Bagaimana kalau nanti ingatan Suci kembali? Suci pasti kecewa, apalagi kamu sudah menjadi seorang Pebinor," ujar Mama Linda yang tidak habis pikir dengan jalan pikiran Rian.
"Ma, semua yang terjadi kepada Suci adalah takdir, karena Tuhan ingin mengembalikan Suci kepada Rian. Apa salah jika Rian mengambil sesuatu yang seharusnya menjadi milik Rian? Seandainya dulu Arya tidak menghancurkan hidup Suci, mungkin kami sudah menikah dan hidup bahagia."
"Nak, dalam hidup tidak ada kata seandainya dan kebetulan, karena semuanya sudah di atur oleh Tuhan. Bukannya Rian sendiri yang mengatakan jika semua yang terjadi kepada Suci adalah takdir? Mungkin Rian memang tidak ditakdirkan berjodoh dengan Suci, tapi jodoh Suci yang sebenarnya adalah Arya, makanya Tuhan mempertemukan Arya dan Suci dengan cara seperti itu. Mama harap Rian mau mengembalikan Suci kepada Anak dan Suaminya."
"Nak, Mama tidak ingin Rian merasa sakit hati apabila nanti ingatan Suci kembali. Mama tidak mau jika nanti Suci membenci Rian. Mama juga seorang Ibu, dan Mama tau bagaimana rasanya jika seorang Ibu dipisahkan dari Anaknya."
Rian terlihat berpikir, tapi Rian masih tetap dengan pendiriannya untuk memiliki Suci, apalagi sebelumnya Rian sudah bertemu dengan Arya dan memintanya untuk melepaskan Suci.
"Maaf Ma, Rian tidak bisa mengikuti saran Mama untuk mengembalikan Suci kepada keluarganya, karena sebelumnya Rian sudah bertemu dengan Suami Suci, dan Rian meminta supaya Arya melepaskan Suci untuk Rian, juga tidak mengganggu Suci lagi."
"Apa Arya menyetujuinya?"
__ADS_1
"Arya setuju karena mengira Suci dan Rian telah berselingkuh. Sepertinya sebelum Suci mengalami kecelakaan, Suci telah mengetahui jika Arya adalah lelaki bejat yang telah menghancurkan kehidupannya, makanya Arya juga mengira jika Suci membencinya sehingga Suci lebih memilih kembali kepada Rian.
"Jadi Arya tidak mengetahui yang sebenarnya jika saat ini Suci mengalami hilang ingatan?" tanya Mama Linda, dan Rian menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.
"Nak, sekarang yang Rian rasakan untuk Suci bukanlah perasaan cinta, tapi itu adalah obsesi untuk memiliki."
"Ma, dulu Rian sudah kehilangan Suci, dan sekarang Rian ingin memiliki Suci untuk selamanya. Jadi, Rian tidak akan melepaskan Suci meski pun untuk Arya sekali pun."
"Nak, kenapa Rian jadi keras kepala seperti ini? Mama yakin jika Arya mengetahui kebenarannya jika saat ini Suci mengalami hilang ingatan, Arya pasti tidak akan melepaskan Suci begitu saja, karena Arya pasti sangat mencintai Suci, makanya Arya mau bertanggung jawab dengan menikahi Suci."
"Lalu bagaimana dengan Rian? Rian juga sangat mencintai Suci, karena Suci adalah cinta pertama dan cinta terakhir Rian."
"Cinta tidak harus saling memiliki, karena cinta adalah sebuah pengorbanan, asalkan orang yang kita cintai bahagia, maka kita harus ikut bahagia meski pun hati kita terluka, dan itu yang sudah Mama lakukan untuk Papa kamu. Mama lebih memilih untuk melepas Papa kamu, karena Mama tau kalau Papa akan lebih bahagia dengan Istri barunya."
Rian terus berpikir tentang langkah apa yang akan Rian ambil ke depannya, karena suatu saat nanti ingatan Suci pasti akan kembali, meski pun Rian tidak tau kapan waktu itu tiba, tapi jika Rian sampai menikahi Suci, Suci pasti akan semakin membencinya, apalagi saat ini Suci masih berstatus Istri Arya.
"Ma, berikan Rian waktu untuk memiliki Suci sampai ingatan Suci kembali, dan nanti setelah ingatan Suci kembali, biarkan Suci yang memilih antara Rian atau Arya."
*
*
__ADS_1
Bersambung