Suci Tak Lagi Suci

Suci Tak Lagi Suci
Bab 23 ( Keceplosan )


__ADS_3

Mama Linda hari ini telah diperbolehkan ke luar dari Rumah Sakit, tapi sekarang Mama Linda sudah lumpuh dan sebagian wajahnya masih mengalami luka bakar.


Selama Mama Linda di rawat di Rumah Sakit, Alina sama sekali tidak pernah datang menjenguknya, sehingga membuat Mama Linda bertanya-tanya.


Ketika sampai rumah, Mama Linda duduk di atas kursi roda, kemudian Rian mendorong kursi roda Mama Linda untuk membawanya masuk ke dalam rumah.


Alina yang tengah mengecat kuku dengan duduk di sofa ruang keluarga, terlihat acuh ketika melihat kedatangan Mama Linda dan Rian, bahkan Alina hanya melihat sekilas Suami dan juga Ibu mertuanya tersebut.


"Alina, kamu sedang apa sayang?" tanya Mama Linda.


"Mama masih punya mata kan? memangnya Mama gak lihat kalau sekarang Alina sedang mengecat kuku?"


"Nak, kenapa Alina berbicara seperti itu kepada Mama? bahkan Alina tidak mau menjenguk Mama ke Rumah Sakit."


"Ma, seharusnya Mama tau kenapa Alina tidak datang untuk menjenguk Mama ke Rumah Sakit. Alina sekarang sedang hamil tua, dan Rumah Sakit adalah tempat yang kotor, jadi Alina tidak mau sampai terkena penyakit yang menular. Lagian Alina juga tidak bisa melihat wajah Mama yang seperti monster, amit amit jabang bayi, jangan sampai wajah bayi Alina menyeramkan seperti Mama," ujar Alina dengan mengusap perutnya.


Rian langsung membentak Alina yang sudah bicara keterlaluan terhadap Mama Linda.


"Alina, jaga ucapanmu, beraninya kamu berbicara seperti itu terhadap Mama !!"


"Rian, aku berbicara apa adanya, sekarang wajah Mama memang seperti monster kan? terus dimana letak kesalahanku?" teriak Alina yang tidak pernah mau mengalah.


"Cukup Alina, kamu sudah benar-benar keterlaluan. Bagaimana pun juga Mama adalah Mama kamu juga. Dasar Menantu durhaka," teriak Rian yang sudah benar-benar merasa kesal terhadap Alina.


"Rian, sudah Nak, perkataan Alina memang benar, sekarang Mama sudah menjadi orang cacat," ujar Mama Linda dengan menangis.


"Terus saja Mama bela Menantu kesayangan Mama, itulah akibatnya kalau Mama terlalu memanjakan Alina, sekarang Alina semakin berani bersikap tidak sopan terhadap Mama."


"Nak, Alina sedang hamil Cucu Mama, dan Mama tidak mau jika Alina terlalu banyak pikiran."


"Maaf Ma, tapi Rian tidak yakin jika bayi yang berada dalam kandungan Alina adalah Anak Rian. Jadi, nanti Rian akan melakukan tes DNA setelah Alina melahirkan."


"Nak, kenapa Rian berbicara seperti itu?"


"Sudahlah Ma, Rian tidak ingin terus berdebat dengan Mama, dan nanti Rian yakin kalau Mama akan menyesal dengan Menantu pilihan Mama yang selalu Mama bangga-banggakan," ujar Rian dengan berlalu meninggalkan Mama Linda dan Alina.

__ADS_1


......................


Rian yang merindukan Suci, akhirnya memutuskan untuk menemui Suci.


"Sebaiknya sekarang aku menemui Suci, aku sangat merindukannya," gumam Rian dengan bersemangat.


Rian terlebih dahulu membeli hadiah untuk Rizky, karena jika Rian membelikan hadiah untuk Suci, Rian tau kalau Suci pasti akan menolaknya.


Satu jam perjalanan sudah Rian tempuh, dan saat ini Rian telah sampai di halaman rumah kontrakan Suci.


Rian merasakan sesak dalam dadanya ketika melihat Suci yang tengah mengobrol dengan seorang laki-laki yang saat ini tengah menggendong Rizky, dan laki-laki tersebut tidak lain adalah Arya.


Siapa lelaki yang sedang bersama Suci? baru kali ini aku melihat Suci tertawa bahagia seperti itu, batin Rian yang terbakar api cemburu.


Sebelum Suci mengantarkan makan siang untuk Arya, Arya sudah terlebih dahulu datang ke kontrakan Suci, karena Arya sangat merindukan Suci dan Rizky, bahkan semalaman Arya tidak bisa tidur. Sampai akhirnya Arya memutuskan untuk makan siang di kontrakan Suci saja.


"Assalamu'alaikum," ucap Rian.


"Wa'alaikumsalam," jawab Suci dan Arya secara bersamaan.


Ngapain sih si Rian pake ke sini segala? ganggu suasana saja, batin Arya.


"Suci, maaf aku ganggu kamu. Sepertinya kamu sedang ada tamu," ujar Rian yang juga melihat Arya dengan tatapan tidak suka.


"Kamu tidak ganggu kok, Tuan Arya datang ke sini untuk makan siang, karena kebetulan sekarang aku jualan makanan."


Arya yang tidak suka melihat Suci mengobrol dengan Rian, akhirnya angkat suara juga.


"Bukannya kamu Suami Alina ya?" tanya Arya kepada Rian, tapi Rian tidak mengenali Arya, karena saat itu Arya tidak ikut menyalami Rian dan Alina ke pelaminan.


"Kenapa kamu bisa mengenalku? tanya Rian balik bertanya.


"Namaku Arya, aku adalah teman kuliah Alina, dan kebetulan aku datang saat pernikahan kalian," jawab Arya.


Apa dia lelaki yang dulu selalu Alina kejar? dan apa mungkin juga kalau bayi yang saat ini Alina kandung adalah Anak Arya? bisa saja kan Alina berselingkuh dengan Arya, karena dari dulu Alina sangat mencintai Arya? batin Rian kini bertanya-tanya.

__ADS_1


Arya dan Rian berjabat tangan, dan Rian memiliki ide untuk memancing reaksi Arya dengan mengatakan jika Rian akan bercerai dengan Alina.


"Arya, mungkin sekarang statusku masih Suami Alina, tapi sebentar lagi kami akan segera bercerai," ujar Rian, sontak saja perkataan Rian membuat Arya merasa terkejut, karena Arya tidak mau jika Rian sampai merebut Suci darinya.


Kenapa Arya terlihat tidak suka mendengar kabar perceraian ku dengan Alina, bukannya seharusnya dia senang karena nanti dia bisa menikah dengan Alina? atau jangan-jangan Arya juga menyukai Suci? tidak, aku tidak akan membiarkan siapa pun merebut Suci dariku, karena Suci hanya akan menjadi milikku, batin Rian.


"Tuan Arya, Rian, sebaiknya kita ngobrolnya di dalam. Tuan Arya juga harus segera makan siang, nanti jam istirahat nya keburu habis," ujar Suci.


Rian dan Arya yang masih menggendong Rizky akhirnya masuk ke dalam rumah, dan saat ini suasana terlihat tegang, sampai akhirnya Suci mencoba mencairkan suasana dengan menanyakan kondisi Mama Linda.


"Rian, bagaimana kondisi Nyonya Linda?"


"Sekarang kedua kaki Mama mengalami lumpuh, bahkan wajah dan tubuhnya masih mengalami luka bakar, meski pun sudah melakukan operasi plastik."


"Astagfirullah, semoga saja Nyonya Linda diberikan ketabahan dalam menghadapi ujian hidupnya," ucap Suci.


"Amin. Makasih banyak ya Suci, kamu masih saja baik terhadap Mama, padahal selama ini Mama sudah sangat jahat terhadap kamu. Atas nama Mama, aku minta maaf yang sebesar-besarnya."


"Rian, sudah berapa kali aku bilang, kalau kamu tidak perlu terus terusan meminta maaf atas kesalahan yang tidak kamu perbuat. Sebaiknya kita lupakan semuanya, dan mulai membuka lembaran baru."


"Tapi Suci, Mama sudah keterlaluan, Mama sudah tega menjebloskan kamu ke dalam penjara, padahal kamu tidak bersalah."


Arya yang terkejut ketika mendengar bahwa Ibunya Rian yang telah menjebloskan Suci ke dalam penjara merasa sangat geram, bahkan Arya sampai berteriak.


"Apa? jadi Mama kamu yang sudah menjebloskan Suci ke dalam penjara? benar-benar kejam sekali. Berani-beraninya dia menuduh perempuan yang aku cin_"


Perkataan Arya terhenti ketika mendengar suara tangisan Rizky yang saat ini dalam pangkuannya, apalagi saat ini Suci dan Rian terlihat heran dengan reaksi Arya yang terlihat begitu marah.


"Cup cup cup sayang, jangan nangis. Maafin Papa Nak, Rizky pasti kaget ya mendengar Papa berteriak," ujar Arya mencoba menenangkan Rizky yang masih menangis, dan sekarang giliran Suci dan Rian yang merasa terkejut mendengar perkataan Arya.


"Apa?" teriak Suci dan Rian secara bersamaan.


*


*

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2