Suci Tak Lagi Suci

Suci Tak Lagi Suci
Bab 31 ( Kedatangan Mama Erina )


__ADS_3

Arya merasa berat untuk pergi bekerja, karena Arya ingin selalu berada di dekat Rizky dan Suci.


"Tuan, kenapa Anda masih belum berangkat juga?" tanya Suci yang masih melihat Arya berada di depan pintu.


"Suci, hari ini aku malas masuk kerja, aku masih gak enak badan," jawab Arya yang mencoba mencari alasan.


Suci meraba dahi Arya, dan Suci langsung menghela napas panjang.


"Tuan tidak demam, jadi sebaiknya sekarang Tuan berangkat kerja, mungpung Rizky juga sedang tidak rewel. Bukannya hari ini ada meeting penting ya?" ujar Suci yang tadi sempat mendengar Arya berbicara dengan Farel lewat telpon.


"Kalau saja tidak ada meeting penting, hari ini aku bakalan bolos kerja," gerutu Arya.


"Tuan, saya tidak ingin Tuan menjadikan Rizky sebagai alasan tidak masuk kerja. Bukannya Tuan Arya adalah seorang Pemimpin? dan seorang Pemimpin harus memberikan contoh yang baik untuk semua Karyawan nya. Saya juga tidak mau jika pertemanan kita sampai membawa dampak yang buruk untuk kehidupan Tuan."


"Suci, mengenal kamu dan Rizky adalah kebahagiaan terbesar dalam hidupku, jadi jangan pernah berpikir seperti itu. Sayang, Papa berangkat kerja dulu ya, Rizky jangan nakal, dan Rizky harus bisa menjaga Mama dengan baik," ujar Arya dengan mengelus lembut kepala Rizky.


Suci hanya tersenyum melihat kelakuan Arya ketika berbicara kepada Rizky, karena Arya seolah sedang berbicara kepada Anak yang sudah besar.


"Perasaan, Rizky masih bayi. Jadi, Rizky masih belum mengerti perkataan Tuan," ujar Suci.


"Kamu salah Suci, karena Rizky mengerti perkataanku. Ya kan sayang? tuh kamu lihat sendiri, Rizky langsung tertawa saat aku berbicara kepadanya."


"Iya iya, sekarang sebaiknya cepetan berangkat sebelum terlambat, yang semangat ya kerjanya. Semoga semuanya berjalan dengan lancar," ucap Suci, sehingga membuat Arya langsung bersemangat.


Setelah puas menciumi wajah Rizky, Arya rasanya ingin sekali mencium kening Suci sebelum berangkat kerja, tapi itu semua tidak mungkin dia lakukan.


Suci marah tidak ya kalau aku mencium keningnya, batin Arya, sampai akhirnya Arya terbesit ide untuk mencuri ciuman.


"Suci, tunggu, sepertinya kepala kamu ada kutu nya," ujar Arya.


"Tuan jangan bercanda, saya sudah lama tidak memiliki kutu," ujar Suci dengan mencoba menundukkan kepalanya, dan mencari kutu yang dikatakan Arya menggunakan sebelah tangannya.

__ADS_1


"Kamu diam dulu jangan gerak, biar aku ambil," ujar Arya.


Saat ini Suci sudah diam sesuai permintaan Arya, sampai akhirnya..


"Cup," Arya mendaratkan sebuah kecupan pada kening Suci, kemudian berlari menuju mobil meninggalkan Suci yang masih diam mematung karena merasa terkejut dengan perlakuan Arya terhadap dirinya.


Dari kejauhan, ada seseorang yang merasa geram melihat interaksi Suci dan Arya, dan orang tersebut tidak lain adalah Mama Erina.


"Jadi perempuan itu yang sudah membuat Arya berubah? Aku harus menemuinya setelah Arya pergi," gumam Mama Erina yang akan menyuruh Suci untuk menjauh dari kehidupan Arya.


Setelah kepergian Arya, Suci memutuskan untuk kembali masuk ke dalam rumah, tapi tiba-tiba ada suara yang menghentikan langkah Suci yang hendak menutup pintu.


"Tunggu," teriak Mama Erina.


"Maaf, Anda cari siapa ya?" tanya Suci yang baru pertama kali melihat Mama Erina.


Mama Erina terkejut saat pertama kali melihat wajah Suci dari jarak yang dekat, karena wajah Suci begitu mirip dengan dirinya saat masih muda dulu.


Kenapa perempuan ini memiliki wajah yang begitu mirip denganku saat masih muda dulu? tidak mungkin kan jika dia adalah bayi ku yang dulu aku tukarkan dengan bayi Asih? batin Mama Erina kini bertanya-tanya.


"Kamu tidak usah pura-pura peduli sama saya. Kamu pasti sudah tau kan siapa saya?" tanya Mama Erina dengan bersikap angkuh.


"Maaf tapi saya tidak mengenal Nyonya, bukannya Nyonya belum sempat mengenalkan diri?" Suci balik bertanya.


"Kalau begitu kamu harus tau, Nama saya adalah Nyonya Erina, dan saya adalah Ibu kandung Arya."


Suci tidak pernah memiliki prasangka buruk sedikit pun dengan kedatangan Mama Erina, karena Suci mengira jika Mama Erina datang ke rumah kontrakannya untuk mencari keberadaan Arya.


"Jadi kedatangan Nyonya ke sini mau mencari Tuan Arya? tapi maaf Nyonya, karena Tuan Arya tidak ada di sini, Tuan Arya baru saja berangkat kerja," ujar Suci, dan tingkah polos Suci membuat Mama Erina semakin merasa geram.


"Kamu tidak usah berpura-pura polos, aku tau betul jika tujuan perempuan seperti Kamu mendekati Arya karena menginginkan harta nya saja kan? jangan mimpi kamu, seharusnya kamu mengaca, jika perempuan miskin seperti kamu tidak pantas bersanding dengan Arya, apalagi kamu sudah memiliki Anak. Jangan jangan bayi kamu juga Anak haram," ujar Mama Erina.

__ADS_1


Suci merasa sakit hati atas penghinaan Mama Erina, apalagi Mama Erina sampai tega menghina Rizky.


"Maaf Nyonya, saya memang orang miskin, tapi saya juga punya harga diri. Nyonya tenang saja, saya dan Tuan Arya tidak memiliki hubungan apa pun. Nyonya juga benar, kalau saya hanyalah orang miskin, tapi menurut saya lebih baik miskin harta daripada miskin hati seperti Anda yang sudah tega menghina oranglain karena menilai hanya dari hartanya saja. Dan satu hal lagi, jangan pernah hina Anak saya, karena bagi saya, Anak adalah harta yang tak ternilai harganya," ujar Suci, kemudian menutup pintu rumah kontrakannya.


"Dasar perempuan tidak tau diri, aku belum selesai bicara !!" teriak Mama Erina.


Bu Rita yang melihat Mama Erina berteriak di depan rumah kontrakannya bergegas menghampiri Mama Erina.


"Maaf Nyonya, tidak baik Anda berteriak di depan rumah orang," ujar Bu Rita.


"Memangnya kamu siapanya perempuan ja*lang yang sudah berani mendekati Arya Anak kesayangan saya?" tanya Mama Erina.


"Jaga mulut Anda Nyonya, karena Suci adalah perempuan baik-baik. Sebaiknya Nyonya jangan menuduh sembarangan, karena Arya sendiri yang selalu datang ke sini berusaha untuk mendekati Suci," ujar Bu Rita yang saat ini adu mulut dengan Mama Erina.


"Mana mungkin perempuan baik-baik memiliki Anak di luar nikah," ujar Mama Erina yang tidak mau mengalah.


"Kalau Anda tidak tau apa-apa jangan asal bicara. Suci memiliki Anak di luar nikah karena dia telah menjadi korban pemerkosaan. Justru saya curiga jika bayi yang Suci lahirkan adalah Anak Arya. Anda lihat sendiri wajah Rizky yang sangat mirip dengan Arya, bahkan Arya selalu menyebut dirinya Papa kepada Rizky."


"Kamu kalau bicara jangan sembarangan. Tidak mungkin Arya melakukan perbuatan bejat seperti itu, pasti Anak kamu yang sudah kegatelan sehingga menjajalkan tubuhnya pada setiap lelaki," ujar Mama Erina yang mengira jika Suci adalah Anak Bu Rita.


Suci yang mendengar keributan, kembali ke luar setelah sebelumnya menidurkan Rizky, dan Suci langsung menghalangi Bu Rita yang akan menampar Mama Erina.


"Sudah Bu, kita tidak perlu repot-repot mengotori tangan kita."


"Tapi Nak, dia sudah menghina kamu, dan Ibu tidak rela."


"Bu, biarkan Nyonya yang terhormat ini menghina Suci sampai puas, karena apa yang kita ucapkan, suatu saat nanti pasti akan berbalik kepada diri kita," ujar Suci dengan mengajak Bu Rita untuk masuk ke dalam rumah, dan Mama Erina akhirnya memutuskan untuk pulang.


Ternyata dugaanku salah. Awalnya aku berpikir jika Suci adalah Anak ku karena dia memiliki wajah yang mirip denganku saat masih muda dulu. Tapi bagus deh kalau dia bukan Anak kandung ku, karena aku hanya akan mengakui Arya sebagai Anak kandungku, meski pun pada kenyataannya Arya bukan darah dagingku, ucap Mama Erina dalam hati.


*

__ADS_1


*


Bersambung


__ADS_2