Suci Tak Lagi Suci

Suci Tak Lagi Suci
Bab 92 ( Permintaan terakhir Mama Linda )


__ADS_3

Mama Linda yang merasa khawatir karena Suci dan Rian belum pulang juga, menyuruh Bi Sari untuk menyusul ke rumah Arya.


"Bi, kenapa ya Rian dan Suci belum pulang juga? Padahal Rizky dan Arsyi dari tadi tidak mau berhenti menangis. Sebaiknya sekarang Bibi susul Suci dan Rian ke rumah Arya, entah kenapa perasaan saya jadi tidak enak begini," ujar Mama Linda.


Bi Sari bergegas menuju rumah Arya untuk mencari keberadaan Suci dan Rian, tapi Bi Sari hanya melihat Irwan dan Hesti yang sedang mengajak main Rizky di teras rumah.


Bi Sari mengucap salam, kemudian menanyakan keberadaan Suci dan Rian kepada Hesti dan Irwan.


"Maaf Mbak, apa Nyonya Suci sama Tuan Rian ada di sini? Kasihan Nona Kecil sama Den Rizky dari tadi nangis terus."


"Suci tadi jatuh pingsan, jadi Arya dan Rian membawanya ke Rumah Sakit," jawab Hesti.


"Aduh, bagaimana ini? Kasihan Anak-anak Nyonya Suci," gumam Bi Sari yang merasa bingung.


"Kalau begitu kami bantu menenangkan Anak-anak Suci," ujar Hesti yang mengajak Rizky dan Irwan menuju rumah Mama Linda.


Hesti dan Irwan terkejut ketika melihat bayi cantik yang mirip sekali dengan Arya.


"Irwan, lihat deh, bayi Suci mirip sekali dengan Arya," ujar Hesti, dan Mama Linda yang mendengar perkataan Hesti, langsung angkat suara.


"Tentu saja Arsyila mirip dengan Arya, karena Arsyila adalah Anak kandung Arya," ujar Mama Linda dengan tersenyum.


Irwan dan Hesti berjabat tangan dengan Mama Linda, dan Mama Linda Menyambut hangat kedatangan mereka.


"Silahkan duduk Nak. Bi, tolong buatkan minuman untuk Teman-teman Suci," ujar Mama Linda, dan Bi Sari bergegas menuju dapur setelah Irwan membantu menjaga Anak angkat Rian.


"Jadi benar kalau Arsyi adalah Anak kandung Suci dan Arya?" tanya Hesti mencoba memastikan kebenarannya.


"Benar, karena Rian sadar diri jika dirinya bukanlah Suami Suci, jadi Rian tidak pernah menyentuh Suci," jawab Mama Linda.


"Lalu kenapa Rian tidak mau mengembalikan Suci kepada Arya?" tanya Hesti lagi.


Mama Linda menghela nafas panjang mendengar pertanyaan Hesti.


"Saya tau kalau Rian sudah melakukan kesalahan, dan saya juga sudah beberapa kali menyuruh Rian supaya mengembalikan Suci kepada Arya, tapi Rian tetap pada pendiriannya yang menginginkan Suci selalu berada di sampingnya. Saat ini ingatan Suci juga masih belum kembali, jika Rian mengatakan yang sebenarnya kepada Suci, pasti Suci akan merasa bingung. Rian juga mengatakan kepada saya, jika ingatan Suci sudah kembali, dan Suci lebih memilih Arya, Rian akan ikhlas mengembalikan Suci kepada Arya," ujar Mama Linda.


"Tante benar, Suci pasti merasa bingung jika kita mengatakan yang sebenarnya, bahkan barusan saja Suci sampai pingsan ketika tidak sengaja mendengar saya yang mengatakan jika Arya adalah Suami Suci, bukan Rian," ujar Hesti.

__ADS_1


"Lalu bagaimana sekarang keadaan Suci?" tanya Mama Linda yang terlihat panik.


"Kami juga belum mendapatkan kabar setelah satu jam yang lalu Arya dan Rian membawa Suci ke Rumah Sakit. Semoga saja Suci tidak sampai kenapa-napa," jawab Irwan.


Hesti yang melihat Anak angkat Rian, merasa penasaran, sampai akhirnya Hesti kembali bertanya.


"Tante, lalu ini Anak siapa? Kenapa nama dan usianya sama dengan Rizky Anaknya Suci dan Arya?" tanya Hesti.


Mama Linda menjelaskan tentang siapa Rizky yang sebenarnya kepada Hesti dan Irwan. Meski pun Hesti merasa kesal terhadap perbuatan Rian, tapi semuanya telah terjadi.


......................


Di tempat lain, Arya saat ini sudah berada di ruang Dokter untuk membicarakan tentang pengobatan Suci, dan Dokter kembali menjelaskan kemungkinan besar yang akan terjadi kepada Suci pasca operasi.


"Dok, sekarang yang lebih penting adalah kesehatan Suci, tolong lakukan yang terbaik untuk pengobatan Istri saya. Berapa pun biayanya, saya pasti akan membayarnya," ujar Arya.


"Baiklah Tuan, kami akan melakukan yang terbaik untuk Pasien," ujar Dokter.


Setelah Arya menandatangani semua dokumen persetujuan operasi dan pemasangan ring, Arya kembali menuju depan ruang IGD untuk melihat kondisi Suci.


"Rian, apa Suci masih belum bisa dipindahkan ke kamar perawatan?" tanya Arya yang melihat Rian masih menunggu di depan ruang IGD.


"Aku sudah menyetujui semua persyaratan untuk operasi dan pemasangan ring, mungkin nanti setelah Suci selesai melakukan serangkaian pemeriksaan, Dokter akan segera melakukan tindakan," jawab Arya.


"Kalau begitu, sekarang aku pulang dulu untuk menjaga Anak-anak. Aku yakin kamu bisa menjaga Suci dengan baik. Kalau ada apa-apa, aku harap kamu bersedia untuk memberikan kabar," ujar Rian, dan Arya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


Beberapa saat kemudian, Perawat mendorong ranjang pesakitan Suci untuk dipindahkan menuju kamar perawatan, dan Arya setia mendampingi Suci yang masih belum juga sadarkan diri.


"Sayang, aku tau kalau kamu adalah perempuan yang kuat, kamu pasti bisa bertahan untuk Anak-anak kita, dan aku akan selalu menunggu kamu sampai sembuh," ujar Arya dengan menggenggam erat tangan Suci.


......................


Setelah sampai rumahnya, Rian mendapatkan banyak pertanyaan dari Mama Linda dan Hesti, tapi Rian hanya bisa menangis karena tak kuasa untuk mengatakan tentang penyakit yang saat ini Suci derita.


"Rian, kenapa kamu diam saja? Bagaimana kondisi Suci kami? Dia baik-baik saja kan?" tanya Hesti.


"Sayang sudah, mungkin Rian masih belum siap menjawabnya," ujar Irwan dengan mencoba menjauhkan Hesti dari Rian, karena Irwan takut kalau Hesti akan kembali menghajar Rian.

__ADS_1


Mama Linda mendekati Rian yang saat ini masih terlihat menangis, dan Mama Linda mencoba menenangkan Rian dengan memeluk tubuhnya.


"Nak, kalau Rian belum siap untuk menceritakan tentang yang terjadi kepada Suci, Rian jangan terlalu memaksakan diri. Sebaiknya sekarang Rian minum dulu supaya merasa lebih tenang," ujar Mama Linda dengan memberikan segelas air putih kepada Rian.


Setelah merasa lebih tenang, Rian akhirnya mencoba untuk mengatakan apa yang sebenarnya terjadi kepada Suci.


"Ma, Saat ini Suci harus melakukan operasi karena terdapat gumpalan darah pada otaknya, dan lebih parahnya lagi, Suci mengalami penyakit jantung," ujar Rian dengan kembali menangis, begitu juga dengan semua yang berada di sana, karena mereka tidak pernah mengira jika Suci akan menderita penyakit seberat itu.


"Ma, Rian tidak sanggup melihat Suci terus kesakitan. Meski pun Suci masih bisa bertahan dengan menggunakan ring pada jantungnya, tapi semua itu tidak akan bertahan lama, dan Suci harus tetap mendapatkan donor jantung. Seandainya saja Rian bisa mendonorkan jantung untuk Suci, Rian akan dengan senang hati melakukannya, tapi Dokter bilang Rian tidak bisa melakukan semua itu."


Mama Linda mengerti apa yang Rian rasakan saat ini, dan Mama Linda mencoba untuk terus menyemangati Rian.


"Nak, Suci adalah orang baik, dan Mama yakin kalau Suci pasti akan sembuh. Suci adalah lentera untuk kita, dan sekarang yang bisa kita lakukan adalah mendo'akan kesembuhan Suci. Kapan Suci akan melakukan operasi dan pemasangan Ring?"


"Dokter masih memeriksa kondisi Suci, tapi Arya sudah menandatangani berkas persetujuan operasi, meski pun besar kemungkinan, ingatan Suci yang hilang tidak akan pernah kembali lagi setelah Suci melakukan operasi," jelas Rian.


"Kasihan Arya, dia lebih memilih Suci melupakannya dari pada Suci merasa kesakitan," ujar Irwan dengan memeluk tubuh Hesti yang saat ini masih menangis dalam pelukannya.


"Ma, kenapa harus Suci yang mengalami semua ini? Sekarang Rian tidak bisa melakukan apa pun untuk kesembuhan Suci."


"Semua yang terjadi dalam hidup kita sudah menjadi takdir, kita harus ikhlas dan terus mendukung kesembuhan Suci. Mama beruntung karena bisa mengenal Suci serta merasakan kasih sayangnya. Meski pun pada awalnya Mama sudah melakukan banyak kesalahan terhadap Suci, tapi Suci tetap baik dan memaafkan semua kesalahan Mama."


"Kasihan Suci, karena sejak dilahirkan ke Dunia ini, Suci masih belum merasakan kebahagiaan, bahkan Suci belum ditakdirkan bertemu dengan orangtua kandungnya," ujar Hesti.


Rian dan Mama Linda terkejut ketika mendengar fakta jika Suci bukanlah Anak kandung mendiang Bu Asih.


"Kasihan sekali nasib Suci, semoga saja Suci kembali sembuh, dan Suci bisa mendapatkan kebahagiaan serta bertemu dengan orangtua kandungnya. Nak, jika Mama meninggal dunia, tolong donorkan jantung Mama untuk Suci, dan Rian tidak boleh egois, Rian harus mengembalikan Suci kepada Arya, karena Mama melihat kebahagiaan terpancar pada wajah Suci ketika Suci bersama dengan Arya," ujar Mama Linda.


"Mama tidak boleh berbicara seperti itu, Tuhan pasti akan memberikan umur yang panjang kepada Mama."


"Nak, setiap yang hidup pasti akan mati, dan kita hanya menunggu giliran saja, karena esok atau lusa, ajal pasti akan datang menjemput," ujar Mama Linda dengan tersenyum.


Tiba-tiba tubuh Mama Linda terasa dingin dan dadanya terasa sesak, sampai akhirnya Mama Linda hilang kesadaran.


"Ma, bangun Ma, Mama kenapa?" teriak Rian dengan kembali menangis.


*

__ADS_1


*


Bersambung


__ADS_2