Suci Tak Lagi Suci

Suci Tak Lagi Suci
Bab 11 ( Dibalik musibah selalu ada hikmah yang tersembunyi )


__ADS_3

Saat tersadar dari pingsannya, Rian langsung mencari keberadaan Suci.


"Ma, mana Suci?" tanya Rian, sehingga membuat Mama Linda dan Alina merasa terkejut, karena Rian sudah kembali mengingat Suci.


"Rian sayang, sepertinya kamu salah menyebut nama. Sekarang Alina adalah istri Rian, kenapa Rian malah menanyakan Suci?" ujar Mama Linda, sehingga Rian kembali memegang kepalanya yang terasa sakit.


Kenapa saat aku terbangun, aku malah mengingat nama Suci? apa sebelumnya Suci begitu penting dalam kehidupanku? batin Rian kini bertanya tanya.


Semenjak Rian hilang ingatan, Mama Linda tidak pernah memberikan obat dari Dokter, justru Mama Linda memberikan Rian obat supaya memperburuk ingatan nya, karena dengan begitu, Mama Linda berharap supaya Rian tidak mengingat Suci lagi untuk selamanya.


"Sayang, sebaiknya sekarang kalian istirahat ya, ini malam pertama kalian, dan Mama harap, Mama bisa segera mendapatkan Cucu dari Alina dan Rian," ujar Mama Linda, kemudian mengedipkan matanya kepada Alina, karena Mama Linda dan Alina sudah berencana untuk memberikan Rian obat perangsang ke dalam minumannya.


"Sayang, sebaiknya kamu minum dulu," ujar Alina dengan memberikan segelas air yang sebelumnya sudah dicampur obat perangsang, karena Alina dan Mama Linda sangat yakin jika Rian tidak akan bisa menyentuh Alina jika dalam keadaan sadar.


Setelah meminum air pemberian Alina, tubuh Rian terasa panas, dan Rian terus saja mengipasi tubuhnya menggunakan tangan.


"Sayang, sepertinya kamu kepanasan, sebaiknya sekarang kamu buka pakaian kamu," ujar Alina dengan membantu Rian melepaskan semua pakaiannya.


Awalnya Rian menolak Alina, tapi lama kelamaan, Rian yang sudah berada di bawah pengaruh obat perangsang tiba-tiba melihat wajah Alina berubah menjadi Suci.


"Suci," ucap Rian dengan hasrat yang sudah menggelora.


Secara perlahan Rian mendekatkan tubuhnya pada Alina, dan akhirnya Rian jatuh ke dalam pelukan Alina.


Alina sebenarnya merasa kesal karena Rian terus saja menyebut nama Suci saat bercumbu dengannya, tapi Alina yang sudah benar-benar jatuh cinta kepada Rian, hanya bisa menahan semuanya di dalam hati.


Sekarang kamu sudah menjadi milikku seutuhnya Rian, dan kamu tidak akan bisa lepas lagi dari ku, batin Alina dengan tersenyum penuh kemenangan.


......................


Suci menjalani hari-harinya di penjara dengan mendekatkan diri kepada Tuhan, dan Suci berusaha menerima takdir hidup nya dengan ikhlas.

__ADS_1


"Suci, sepertinya semakin hari perut kamu semakin membesar?" tanya Hesti.


"Jangan sembarangan kamu kalau bicara Hesti, mana mungkin Suci kita hamil di luar nikah," ujar Bu Rita yang begitu menyayangi Suci seperti Putri kandungnya sendiri, karena semenjak kedatangan Suci, Suci selalu mengajarkan kebaikan kepada semuanya, bahkan Suci mengajari para Tahanan belajar mengaji.


"Hesti, Bu, sebenarnya dua bulan yang lalu Suci menjadi korban pemerkosaan tepat pada malam sebelum Suci menikah, sampai akhirnya acara pernikahan Suci dibatalkan, bahkan Ibu Suci meninggal dunia karena mengalami serangan jantung," ujar Suci dengan menitikkan airmata, kemudian Suci menceritakan kronologi kejadian tentang nasib malang yang menimpanya.


Semua yang mendengar cerita Suci sampai menangis mendengar nasib Suci yang malang.


"Suci, kamu jangan sedih ya, sekarang kamu memiliki kami yang akan selalu ada untuk kamu, dan kita akan membesarkan bayi kamu bersama-sama," ujar Hesti dengan memeluk tubuh Suci.


"Iya Nak, kehadiran Suci adalah anugerah bagi kami, dan kami akan selalu ada untuk Suci," ujar Bu Rita, begitu juga dengan yang lainnya, dan semuanya memeluk tubuh Suci yang saat ini berada di tengah-tengah mereka.


Alhamdulillah ya Allah, ternyata benar jika dibalik musibah selalu ada hikmah yang tersembunyi, ucap Suci dalam hati dengan tersenyum bahagia, karena semenjak masuk ke dalam penjara, Suci merasa memiliki banyak keluarga.


Suci sebenarnya merasa heran karena Suci hanya beberapa kali mengalami mual muntah, bahkan Suci terlihat seperti perempuan yang tidak hamil. Lain hal nya dengan Arya, karena semenjak pulang dari pernikahan Alina dan Rian, setiap pagi Arya mengalami mual muntah, sehingga membuat badannya terasa lemas.


"Sayang, Arya sebaiknya di rawat di Rumah Sakit saja ya, Mama takut kalau Arya sampai kenapa-napa," ujar Mama Erina yang saat ini menyuapi Arya makan, tapi Arya selalu memuntahkan makanan yang sudah masuk ke dalam perutnya.


Oma Rahma juga merasa bingung dengan penyakit Arya yang tidak wajar, dan akhirnya beliau angkat suara.


"Arya, apa kamu pernah melakukan kesalahan terhadap seorang gadis?"


"A_apa maksud Oma?" tanya Arya yang terlihat gugup.


"Soalnya teman Oma pernah bercerita tentang Cucu nya yang tiba-tiba memiliki penyakit aneh seperti kamu saat ini, dan ternyata Cucu teman Omah telah menghamili seorang gadis, makanya Cucu teman Oma yang mengalami morning sick nes, karena dia sudah berdosa terhadap seorang gadis."


"Mama kalau bicara jangan sembarangan. Mana mungkin Anak kesayangan Erina melakukan perbuatan serendah itu," ujar Mama Erina yang tidak terima dengan perkataan Oma Rahma.


"Erina, Mama hanya bertanya kepada Arya, karena Mama takut jika Cucu Mama sampai melakukan perbuatan dosa besar," ujar Oma Rahma.


Saat ini Arya terlihat cemas, karena batin Arya mengakui kesalahan yang telah dia perbuat, meski pun bibirnya seakan terkunci dan tidak bisa mengucapkan satu patah kata pun untuk menjawab pertanyaan Oma Rahma.

__ADS_1


Apa mungkin saat ini Suci tengah hamil Anakku, makanya aku menjadi mual muntah seperti ini? Suci kemana lagi aku harus mencari mu? batin Arya.


......................


Hari ini Rian mendapatkan surat panggilan dari Pengadilan, karena Rian harus menjadi Saksi dalam sidang putusan hukuman untuk Suci, dan Rian begitu terkejut karena baru mengetahui kalau Suci saat ini telah berada di dalam penjara atas tuduhan mencelakainya.


"Ma, apa maksudnya semua ini? kenapa Suci bisa sampai masuk penjara?" tanya Rian dengan memperlihatkan surat panggilan dirinya kepada Mama Linda.


"Sayang, Mama kan sudah pernah bilang, kalau Suci sudah mencelakai kamu, jadi sudah seharusnya dong orang yang bersalah itu masuk ke dalam penjara?" ujar Mama Linda dengan entengnya.


"Ma, Rian yakin kalau perempuan bernama Suci tidak mungkin melakukan semua itu."


"Kamu tau dari mana? saat ini kamu masih hilang ingatan, jadi kamu masih belum mengingat kejadian yang menimpa kamu," ujar Mama Linda yang merasa geram terhadap Rian.


"Ma, meski pun ingatan Rian belum pulih, tapi hati Rian mengatakan jika Suci tidak melakukan semua itu," ujar Rian yang saat ini terus berdebat dengan Mama Linda, sampai akhirnya Alina ke luar dari dalam kamar nya dengan tersenyum bahagia.


"Ma, Mas Rian, Alina punya kabar gembira," ujar Alina, tapi Rian yang merasa kesal hendak pergi begitu saja, karena setelah malam pertama Rian dan Alina, sikap Rian kepada Alina malah semakin dingin, bahkan Rian tidak bisa menyentuh Alina lagi. Rian juga merasa bingung karena Rian terus saja mengingat nama Suci.


"Sayang, memangnya Alina punya kabar gembira apa?" tanya Mama Linda.


"Ma, Alina hamil," jawab Alina, sontak saja Rian menghentikan langkahnya karena merasa terkejut.


"Sayang, selamat ya, akhirnya Mama bakalan jadi seorang Nenek. Dan kamu Rian, sebentar lagi kamu akan menjadi seorang Papa Nak," ujar Mama Linda, tapi Rian terlihat tidak bahagia.


Bagaimana bisa Alina hamil Anakku, bahkan aku hanya satu kali menyentuhnya, itu pun dalam keadaan tidak sadar, batin Rian.


*


*


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2