Suci Tak Lagi Suci

Suci Tak Lagi Suci
Bab 180 ( Kamu bukan Anak ku lagi )


__ADS_3

Iqbal terus menundukkan kepalanya, bahkan saat ini tubuh Iqbal sudah bergetar hebat karena takut jika Arya akan murka terhadap dirinya.


"Iqbal, apa kamu tidak mendengar perkataan Papa?" teriak Arya.


Suci mencoba menenangkan Arya, apalagi Suci merasa kasihan ketika melihat Iqbal ketakutan.


"Pa sabar, sebaiknya sekarang kita duduk dulu," ujar Suci, kemudian menggandeng Arya untuk duduk di atas sofa.


Suci juga meminta semuanya untuk duduk, dan Nanda memilih duduk di samping ranjang pesakitan Arsyi dengan terus menggenggam erat tangan Arsyi, sedangkan Iqbal masih berlutut di atas lantai.


"Iqbal, sebaiknya Iqbal sekarang duduk juga di atas sofa, kita bisa membicarakannya baik-baik, karena Mama tau jika Iqbal tidak mungkin sengaja menyakiti Arsyi, apalagi selama ini Iqbal sangat menyayangi Arsyi," ujar Suci dengan membantu Iqbal berdiri sehingga membuat Iqbal semakin merasa bersalah.


Iqbal langsung memeluk kaki Suci, kemudian Iqbal menumpahkan tangisannya.


"Nak, jangan seperti ini," ujar Suci dengan kembali membantu Iqbal untuk berdiri, tapi Iqbal malah mengeratkan pelukannya pada kaki Suci.


"Ma, maafin Iqbal, seharusnya Iqbal membalas jasa orangtua yang sudah membesarkan Iqbal dengan berbakti," ucap Iqbal dengan terus menangis.


"A_pa maksud perkataan Iqbal? Kami adalah orangtua Iqbal, jadi Iqbal tidak perlu mengatakan semua itu," ujar Suci dengan tergagap.


"Mama tidak perlu menutupinya lagi, Iqbal sudah mengetahui semuanya jika Iqbal hanyalah Anak angkat Mama dan Papa."


Semuanya begitu terkejut ketika mendengar perkataan Iqbal, dan Suci langsung menjatuhkan tubuhnya di samling Iqbal, kemudian memeluk tubuh Iqbal yang terlihat begitu rapuh.


"Nak, maafkan kami, kami tidak bermaksud menyembunyikan semuanya dari Iqbal. Meski pun pada kenyataannya kita tidak memiliki hubungan darah, tapi kami menyayangi Iqbal seperti Anak kandung sendiri. Selama ini kami juga tidak pernah membeda-bedakan kasih sayang kepada kalian bertiga," ujar Suci.


"Tapi Iqbal tidak pantas mendapatkan kasih sayang dari kalian, karena selama ini Mama dan Papa telah membesarkan seekor binatang. Anak angkat yang sudah kalian besarkan dengan cinta dan kasih sayang sudah tega menghancurkan hidup Anak kandung kalian," ucap Iqbal dengan lirih.


"A_apa maksud Iqbal?" tanya Suci dengan menatap lekat wajah Iqbal.


"Maafin Iqbal Ma, maafin Iqbal, Iqbal begitu terpukul ketika mengetahui jika Iqbal hanyalah Anak angkat Mama dan Papa, sampai akhirnya Iqbal terjerumus pada lembah dosa dengan mengkonsumsi minuman haram, Iqbal menyesal Ma, jika saja Iqbal tidak berada di bawah pengaruh alkohol, Iqbal tidak mungkin menodai Arsyi."


Degg


Suci, Arya dan Nanda begitu terkejut ketika mendengar pengakuan Iqbal, dan Suci begitu syok sampai akhirnya Suci pingsan.

__ADS_1


"Ma, bangun Ma, maafin Iqbal," ucap Iqbal dengan menopang kepala Suci.


Arya dan Rizky yang melihat Suci pingsan bergegas menghampirinya, kemudian Arya mendorong tubuh Iqbal yang memeluk Suci.


Plak


Tamparan keras mendarat pada pipi Iqbal, karena Arya begitu murka dengan perbuatan yang telah Iqbal lakukan.


"Puas kamu Iqbal telah membuat Mama kamu menjadi seperti ini?" teriak Arya, kemudian menggendong Suci lalu membaringkan nya di atas sofa.


Putri bergegas memeriksa kondisi Suci, sedangkan Rizky mencoba menenangkan Arya yang sudah siap melayangkan tinju pada Iqbal.


"Sabar Pa, jangan seperti ini, tadi juga Rizky sudah memberikan pelajaran kepada Iqbal," ujar Rizky.


Sebenarnya Rizky merasa kasihan ketika melihat wajah Iqbal yang sudah babak belur akibat perbuatannya.


Ketika Rizky mencoba menghalangi Arya, Nanda memiliki kesempatan untuk melayangkan bogem mentah kepada Iqbal, dan tanpa basa basi lagi, Nanda langsung membabi buta memukuli Iqbal, tapi Iqbal hanya diam tanpa melakukan perlawanan.


"Tega kamu Iqbal, tega kamu menghancurkan hidup perempuan yang aku cintai. Kamu lihat bagaimana kondisi Arsyi sekarang akibat perbuatanmu !!" teriak Nanda dengan terus memukuli Iqbal.


"Aku tidak akan pernah membiarkan kamu menikahi Arsyi, karena aku akan tetap menikahinya, kamu juga tidak akan bisa menikahi Arsyi karena kalian berdua adalah saudara," ujar Nanda dengan mendorong tubuh Iqbal.


"Apa tadi kamu tidak mendengar ucapanku kalau aku hanyalah Anak angkat? Aku dan Arsyi tidak memiliki hubungan darah, jadi kami bisa menikah," ujar Iqbal.


Nanda semakin geram mendengar perkataan Iqbal, tapi ketika Nanda hendak memukuli Iqbal lagi, Rizky mencoba menghalangi Nanda.


"Cukup Nanda, Iqbal bisa mati jika kamu terus memukulinya, sekarang yang harus kita pikirkan adalah kesembuhan Arsyi, karena Arsyi mengalami trauma yang pasti sulit untuk disembuhkan," ujar Rizky.


"Arsyi pasti akan sembuh Kak, dan Nanda akan terus mendampingi serta menjaga Arsyi dengan baik. Nanda tidak akan pernah meninggalkan Arsyi sendirian."


Iqbal mencoba mendekati Arya supaya bisa memberikan restu kepadanya untuk menikahi Arsyi, kemudian Iqbal berlutut di bawah kaki Arya.


"Pa, maafin Iqbal, Iqbal tau kalau Iqbal sudah melakukan kesalahan yang sangat besar terhadap Arsyi, tapi Iqbal mohon, restui Iqbal untuk menikahi Arsyi."


Arya saat ini tidak dapat berpikir jernih, karena Arya masih merasa emosi terhadap perbuatan Iqbal.

__ADS_1


"Jangan panggil aku Papa lagi, karena mulai sekarang kamu bukan Anak ku lagi Iqbal, sebaiknya kamu pergi dari sini sebelum kesabaranku habis !!" teriak Arya.


"Baiklah kalau itu keinginan Papa, Iqbal akan pergi dari sini, Papa juga bisa melaporkan Iqbal kepada pihak berwajib, dan Iqbal akan menerima nya. Akan tetapi, suatu saat nanti Iqbal pasti akan kembali untuk menikahi Arsyi," ujar Iqbal yang tetap kukuh dengan pendiriannya.


"Kamu jangan bermimpi Iqbal, karena aku yang akan menikahi Arsyi," teriak Nanda.


"Kamu harus tau Nanda kalau aku dan Arsyi saling mencintai, jadi sebaiknya kamu lepaskan Arsyi demi kebahagiaannya," ujar Iqbal.


"Apa kamu pikir Arsyi mau menerima lelaki bejat seperti kamu? Kalau memang Arsyi memiliki perasaaan cinta sama kamu, apa Arsyi masih akan tetap mencintai kamu setelah perbuatan yang kamu lakukan?" sindir Nanda dengan tersenyum mengejek.


"Kita lihat saja nanti, karena aku akan terus memperjuangkan cintaku," ujar Iqbal dengan mengepalkan kedua tangannya.


Iqbal sebenarnya merasa takut jika Arsyi sampai membenci dirinya, tapi Iqbal sadar betul jika setiap perbuatan pasti akan ada konsekuensinya.


"Pa, sekarang Iqbal akan pergi. Sekali lagi Iqbal minta maaf atas kesalahan yang telah Iqbal lakukan, dan Iqbal mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya karena Papa dan Mama sudah membesarkan Iqbal. Akan tetapi, Iqbal harap Papa mau memberitahu siapa orangtua kandung Iqbal yang sebenarnya."


"Semua petunjuk tentang orangtua kandung kamu ada di dalam laci meja ruang kerja di kediaman Argadana, kamu juga bisa mengambil harta peninggalan dari Ayah angkat kamu yang sebelumnya," tegas Arya.


Sebenarnya saat ini masih banyak pertanyaan dalam benak Iqbal mengenai maksud perkataan Arya, tapi Iqbal tidak berani untuk kembali bertanya ketika melihat ekspresi wajah Arya.


"Satu hal lagi Iqbal, kamu harus ingat, mulai sekarang kamu sudah bukan Anak ku lagi, jadi aku minta kamu jangan pernah muncul di hadapan kami lagi," ucap Arya dengan penuh penekanan.


"Tapi Pa_" perkataan Iqbal terputus karena Rizky langsung menarik Iqbal ke luar dari kamar perawatan Arsyi.


"Rizky, lepaskan aku, aku tidak mau berpisah dengan Arsyi," ujar Iqbal dengan mencoba melepaskan diri dari pegangan Rizky.


"Cukup Iqbal, saat ini Papa sedang emosi, apalagi Mama dan Arsyi masih belum sadarkan diri. Sebaiknya kamu pergi dari sini," ujar Rizky, tapi sebenarnya Rizky tidak tega mengusir Iqbal.


"Rizky, aku tau kalau kalian semua kecewa terhadapku. Aku harap kamu masih mau menganggap ku sebagai saudara. Aku titip Mama dan Arsyi ya, aku pasti akan kembali untuk menebus semua kesalahanku," ujar Iqbal kemudian melangkahkan kakinya menuju kediaman Argadana, karena Iqbal akan mencari tahu siapa orangtua kandung yang sudah tega memberikannya kepada oranglain.


*


*


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2