Suci Tak Lagi Suci

Suci Tak Lagi Suci
Bab 58 ( Papa Fadil pingsan )


__ADS_3

Arya memutuskan untuk mengajak Bu Rita menuju rumah yang sebelumnya Arya hadiahkan sebagai kado pernikahan kepada Suci, karena Arya yakin jika kotak surat milik Suci berada di rumah tersebut.


"Bu, sebaiknya sekarang kita ke rumah Suci, karena sebelumnya saya membawa Suci ke rumah baru kami, dan barang-barang milik Suci masih berada di sana. Mungkin saja kotak surat milik Suci juga ada di sana," ujar Arya.


Arya tadinya ingin menitipkan Rizky terlebih dahulu kepada Oma Rahma, tapi Bu Rita meminta ijin supaya bisa membawa Rizky untuk ikut bersamanya.


"Arya, apa boleh Ibu membawa Rizky bersama kita?" tanya Bu Rita yang masih merasa kangen terhadap Rizky.


"Tentu saja Bu, kasihan Rizky, karena semenjak Suci meninggal dunia, saya belum pernah mengajak Rizky main ke luar," ujar Arya dengan tertunduk sedih, dan Bu Rita merasa kasihan melihat kesedihan yang terpancar pada wajah Arya.


Arya memang sudah melakukan kesalahan yang besar terhadap Suci, tapi dia sudah berusaha menebus semua kesalahan yang telah dia perbuat. Selama Suci hidup, Arya juga sudah tulus mencintai Suci, tidak seharusnya aku terus terusan menghakimi Arya, batin Bu Rita yang mulai menyadari kesalahannya terhadap Arya.


Saat ini Arya dan Bu Rita telah sampai di kediaman Arya, karena perjalanan dari kediaman Argadana menuju kediaman Arya, hanya memakan waktu selama setengah jam perjalanan saja.


"Silahkan masuk Bu," ucap Arya.


Bu Rita tersenyum juga meneteskan airmata saat melihat fhoto Suci bersama Arya dan Rizky yang banyak terpajang di setiap ruangan rumah.


Suci terlihat bahagia saat bersama Arya dan Rizky, sayangnya kebahagiaan mereka cuma sebentar, batin Bu Rita.


Arya masuk ke dalam kamar untuk mengambil tas milik Suci, dan Arya begitu terkejut ketika melihat isi kamar yang berantakan seperti kapal pecah.


"Kenapa kamarnya berantakan sekali? apa mungkin ada perampok yang masuk?" gumam Arya.


Arya mencoba memeriksa barang berharga yang disimpan dalam lemari, karena sebelumnya Suci menyimpan sertifikat rumah bersama emas pemberian Arya di dalam lemari tersebut, tapi anehnya semua barang berharga tidak ada yang hilang, padahal lemari tidak dikunci.


"Jika yang datang ke rumah ini adalah perampok, pasti mereka sudah mengambil semua barang berharga yang ada di rumah ini, tapi anehnya tidak ada barang berharga yang hilang. Apa sebenarnya motif di balik semua kejadian ini?" gumam Arya, kemudian meneruskan untuk mencari tas milik Suci.


Arya terkejut saat menemukan tas milik Suci, karena kondisi tas dalam keadaan terbuka, apalagi pakaian di dalam tas sudah berantakan.

__ADS_1


"Kenapa tas milik Suci berantakan seperti ini?" ujar Arya, kemudian ke luar dari dalam kamar untuk menghampiri Bu Rita.


"Bu, sepertinya ada perampok yang datang ke rumah ini, karena kondisi kamar sangat berantakan," ujar Arya.


Bu Rita mengikuti Arya masuk ke dalam kamar, kemudian Bu Rita membantu Arya mencari kotak surat milik Suci.


"Arya, apa ada barang berharga yang hilang?" tanya Bu Rita.


"Tidak ada Bu, makanya Arya merasa heran, dan anehnya tas milik Suci sudah dalam keadaan terbuka, bahkan pakaiannya sudah berantakan."


"Kalau begitu, Ibu akan mencoba memeriksa barang-barang Suci," ujar Bu Rita, kemudian mengeluarkan semua barang yang berada di dalam tas milik Suci.


Bu Rita menemukan kotak surat milik Suci, tapi saat ini kotak surat sudah dalam keadaan terbuka, bahkan sudah tidak isinya.


"Arya, ini kotak surat milik Suci, tapi di dalamnya sudah kosong," ujar Bu Rita dengan memperlihatkan kotak surat yang kosong.


"Kenapa yang hilang justru isi kotak surat milik Suci?" gumam Arya.


"Sepertinya yang mengambil isi kotak surat milik Suci, ada hubungannya dengan masalalu Suci."


"Iya Bu, Arya juga memiliki pemikiran seperti itu. Sepertinya ada orang yang sengaja mengambilnya supaya kita tidak berhasil menemukan orangtua kandung Suci.," ujar Arya.


......................


Papa Fadil yang baru tiba di kediaman Argadana, bergegas masuk menuju ke dalam kamar Oma Rahma.


"Fadil, apa kamu sudah menemukan kotak surat milik Suci?" tanya Oma Rahma.


"Sudah Ma, Fadil hanya menemukan ini di dalamnya," ujar Papa Fadil dengan memberikan surat yang ditulis Bu Asih dan sebuah fhoto kepada Oma Rahma.

__ADS_1


Sebelumnya Oma Rahma dan Papa Fadil memang sudah berencana untuk mencari kotak surat milik Suci di rumah baru Arya, dan Oma Rahma mengambil kunci duplikat rumah baru tersebut dari dalam laci kamar Arya kemudian memberikannya kepada Papa Fadil.


Oma Rahma yang mendengar percakapan Bu Rita dan Arya, bergegas menghubungi Papa Fadil supaya segera mengambil kotak surat dari rumah Arya sebelum Arya dan Bu Rita tiba di sana.


Dengan tangan gemetar, Papa Fadil dan Oma Rahma secara perlahan membuka surat yang ditulis oleh Bu Asih, dan mereka langsung menangis setelah membaca surat tersebut, karena ternyata Suci adalah Anak kandung Papa Fadil dan Mama Erina.


Papa Fadil dan Oma Rahma semakin yakin ketika melihat fhoto Bu Asih, Pak Iman dan Arya yang baru lahir, apalagi ketika mereka melihat alamat orangtua kandung Suci yang tertera pada surat tersebut, karena itu adalah alamat rumah kediaman Argadana.


"Ternyata benar dugaan kita selama ini Ma, Suci adalah Anak Fadil," ujar Papa fadil dengan menangis memeluk Oma Rahma.


"Nak, kita harus berusaha untuk ikhlas, semua ini sudah suratan takdir dari Tuhan," ujar Oma Rahma dengan mengelus lembut punggung Papa Fadil.


"Tapi Ma, semua ini berawal dari Fadil yang menginginkan memiliki Anak laki-laki. Fadil sudah berdosa kepada Suci Ma, Fadil adalah orangtua yang jahat."


Papa Fadil begitu terpukul setelah mengetahui semuanya, karena Papa Fadil semakin merasa bersalah terhadap Suci.


"Maafkan Papa Suci, maafkan Papa," ucap Papa Fadil dengan memegangi dadanya yang tiba-tiba terasa sakit, sampai akhirnya Papa Fadil pingsan.


"Fadil, bangun Nak," ujar Oma Rahma dengan menangis sambil menggoyangkan tubuh Papa Fadil.


Oma Rahma berteriak meminta tolong kepada Asisten rumah tangganya, kemudian Papa Fadil bergegas dibawa menuju Rumah Sakit.


"Aku harus menghubungi Arya untuk memberitahukan kondisi Fadil, apalagi saat ini Erina masih dirawat di Rumah sakit jiwa," gumam Oma Rahma, kemudian menelpon Arya.


Setelah mendapatkan telpon dari Oma Rahma, Arya mengantarkan Rizky dan Bu Rita menuju kediaman Argadana terlebih dahulu sebelum berangkat ke Rumah Sakit.


"Bu, tidak apa-apa kan kalau Arya titip Rizky sebentar? soalnya Arya hanya percaya kepada Ibu dan Oma,"


"Iya, tidak apa-apa Nak, hari ini kebetulan Ibu juga sedang libur bekerja," jawab Bu Rita.

__ADS_1


Arya terlebih dahulu menyuruh Asisten rumah tangganya untuk melayani Bu Rita, kemudian Arya bergegas melajukan mobilnya menuju Rumah Sakit.


Kenapa Papa bisa sampai pingsan? batin Arya kini bertanya-tanya.


__ADS_2