Suci Tak Lagi Suci

Suci Tak Lagi Suci
Bab 60 ( Hamil lagi )


__ADS_3

Satu bulan sudah Suci dan Rian tinggal bersama, tapi Suci merasa heran, karena Rian tidak pernah menyentuhnya, bahkan Rian selalu terlihat ragu untuk tidur satu ranjang dengan Suci.


"Mas, sarapannya sudah siap," ujar Suci dengan memeluk tubuh Rian yang saat ini tengah berdiri di depan cermin.


"Makasih sayang, kalau begitu sekarang kita sarapan dulu," ujar Rian.


Suci yang mencium aroma parfum Rian, tiba-tiba merasakan gejolak hebat pada perutnya, sampai akhirnya Suci berlari menuju kamar mandi untuk mengeluarkan isi perutnya.


Rian yang merasa khawatir mendengar Suci muntah, langsung menyusul Suci ke dalam kamar mandi.


"Sayang, kenapa Suci bisa sampai muntah seperti ini?" tanya Rian dengan memijit tengkuk leher Suci.


"Gak tau Mas, Suci tiba-tiba merasa mual saat mencium aroma parfum yang Mas pake," jawab Suci.


Rian mencium aroma parfum pada tubuhnya, tapi Rian tidak merasakan ada sesuatu yang aneh.


"Padahal biasanya Suci suka kan sama aroma parfum yang Mas pake? Mas pake parfum yang biasa kok."


"Gak tau Mas, kepala Suci tiba-tiba pusing sama mual saat mencium aroma parfum Mas."


"Ya sudah, kalau begitu sekarang Mas ganti baju saja," ujar Rian, kemudian bergegas mengganti pakaiannya.


Setelah Rian mengganti pakaian, Rian mengajak Suci untuk sarapan, tapi saat di meja makan, Suci yang mencium aroma masakan, kembali berlari ke dalam kamar mandi.


"Sayang, sebaiknya sekarang kita memeriksakan kondisi Suci ke Dokter, Mas takut Suci kenapa-napa kalau muntah terus seperti ini," ujar Rian dengan kembali memijit tengkuk leher Suci.


"Mungkin Suci cuma masuk angin saja Mas."


Bi Ijah yang mendengar Suci muntah, langsung menghampiri Suci dan Rian dengan membawa segelas teh manis hangat.


"Nyonya, sebaiknya Nyonya minum dulu teh nya," ujar Bi Ijah.


"Makasih banyak Bi," ucap Suci dengan meneguk habis teh manis hangat pemberian Bi Ijah.


"Bi, kami titip Rizky dulu ya, kami mau ke Dokter dulu karena dari tadi Suci mual muntah terus," ujar Rian yang tidak percaya sepenuhnya kepada Susi.


"Iya Tuan tenang saja, saya pasti akan membantu Susi menjaga Den Rizky," ujar Bi Ijah yang sangat memahami kekhawatiran majikannya.

__ADS_1


"Mas, sebaiknya Mas makan dulu, Suci juga baik-baik saja kok."


"Sayang, Mas tidak mau kalau Suci sampai kenapa-napa, sebaiknya kita ke Dokter sekarang."


Bi Ijah yang menduga jika saat ini Suci tengah hamil muda, memutuskan untuk bertanya kepada Suci.


"Memangnya apa penyebab Nyonya merasa mual?"


"Tadi saya mual karena mencium aroma parfum Mas Rian, padahal biasanya saya menyukainya Bi, dan barusan saya mual lagi saat mencium aroma masakan," jawab Suci.


"Sepertinya saat ini Nyonya sedang hamil," ujar Bi Ijah, sehingga membuat Rian dan Suci merasa terkejut.


Suci terlihat berpikir, karena sudah satu bulan ini Suci masih belum menstruasi.


"Kenapa kita gak kepikiran sampai sana ya Mas? padahal sudah satu bulan ini Suci juga belum menstruasi," ujar Suci.


Rian hanya diam mematung, karena Rian yakin jika Suci kembali hamil Anak Arya.


Suci pasti hamil Anak Arya lagi, karena sebelum Suci mengalami kecelakaan, Suci dan Arya baru beberapa hari menikah, batin Rian yang rasanya tidak rela ketika memikirkan Suci dan Arya yang sudah menghabiskan malam bersama sehingga membuat Suci hamil lagi.


"Mas kenapa diam saja? apa Mas tidak bahagia jika Suci hamil lagi?" tanya Suci yang saat ini terlihat sedih.


"Suci kira Mas tidak mau jika Suci hamil lagi."


"Mana mungkin seperti itu, kalau begitu sekarang kita pergi ke Dokter untuk memeriksa kandungan Suci."


Aku pasti akan merasa sangat bahagia jika Suci hamil Anakku, tapi semua itu tidak akan pernah mungkin terjadi, karena selain tidak bisa menyentuh Suci, aku juga adalah lelaki mandul. Akan tetapi, meski pun bayi yang ada dalam kandungan Suci bukanlah darah dagingku, aku akan tetap menyayanginya seperti Anak kandungku sendiri, ucap Rian dalam hati.


......................


Di tempat lain, tepatnya di kediaman Argadana, Arya juga mengalami mual muntah dari semenjak bangun tidur, sehingga Arya terus saja bolak balik ke kamar mandi.


"Kenapa denganku? kenapa aku merasa mual terus ya?" gumam Arya.


Oma Rahma yang mendengar Arya muntah, bergegas menghampiri Arya.


"Arya, kenapa kamu Nak? dari tadi Oma dengar Arya muntah terus?" tanya Oma Rahma.

__ADS_1


"Gak tau Oma, saat bangun tidur tiba-tiba kepala Arya terasa pusing, Arya juga merasa mual."


Oma Rahma memicingkan matanya, karena Oma Rahma teringat dengan kejadian satu tahun yang lalu pada saat Arya mengalami ngidam karena kehamilan Suci.


"Arya, kamu tidak menghamili Anak gadis orang lagi kan?" tanya Oma Rahma.


"Oma, tidak mungkin Arya melakukan kesalahan seperti itu lagi, selamanya yang Arya cintai hanya Suci. Bahkan semenjak Suci meninggal dunia, Oma tau sendiri kalau Arya sibuk mengurus Rizky."


Oma Rahma terlihat berpikir karena kenyataannya Arya memang selalu sibuk bekerja dan merawat Rizky.


"Oma juga percaya kalau Arya tidak mungkin mengulangi kesalahan yang sama, hanya saja Oma bingung kenapa Arya mengalami mual muntah seperti saat dulu Suci hamil oleh Rizky."


"Arya juga bingung Oma kenapa Arya bisa seperti ini lagi. Apa mungkin kalau sebenarnya Suci masih hidup dan saat ini Suci sedang hamil Anak Arya?" ujar Arya dengan mata berbinar, karena Arya selalu berharap jika Suci masih hidup.


"Nak, Oma harap Arya ikhlas melepas kepergian Suci, sekarang Suci sudah beristirahat dengan tenang. Kita lihat sendiri barang-barang milik Suci ada bersama jenazah yang sudah kita kebumikan."


"Tapi Oma, bisa saja kan itu adalah jenazah oranglain, apalagi wajahnya tidak dapat kita kenali."


"Terus bagaimana dengan barang-barang milik Suci? tidak mungkin kan Suci sengaja membuang barang-barangnya, kemudian dengan teganya Suci pergi meninggalkan Anak dan Suaminya," ujar Oma Rahma, sehingga membuat Arya merasa lemas.


......................


Saat ini Rian dan Suci telah sampai di Klinik Dokter spesial kandungan, dan keduanya sudah harap-harap cemas ketika Perawat mempersilahkan Suci dan Rian untuk masuk ke dalam ruang praktek Dokter.


"Nyonya, Tuan, silahkan masuk," ucap Perawat.


Perawat membantu Suci untuk berbaring, kemudian Dokter mengoleskan gel dan menempelkan alat USG pada perut Suci.


"Sepertinya dua bulan yang lalu Nyonya baru melahirkan ya?" tanya Dokter dengan menggerakkan alat USG pada perut Suci yang masih terlihat datar.


"Iya Dok, bayi kami baru berusia dua bulan, tapi tadi kepala saya pusing dan saya mengalami mual muntah," jawab Suci.


Setelah Dokter mengamati kandungan Suci, Dokter kembali angkat suara.


"Selamat Nyonya dan Tuan, karena kalian akan kembali menjadi orangtua. Saat ini usia kandungan Nyonya sudah memasuki minggu ke empat," ucap Dokter dengan tersenyum.


*

__ADS_1


*


Bersambung


__ADS_2