Suci Tak Lagi Suci

Suci Tak Lagi Suci
Bab 42 ( Kecelakaan maut )


__ADS_3

Saat ini Suci terus berlari tak tentu arah, Suci begitu syok menerima kenyataan jika Arya adalah orang yang menghancurkan hidupnya.


"Padahal aku baru saja merasakan kebahagiaan dalam berumah tangga. Aku pikir Arya adalah orang baik, tapi ternyata Arya hanyalah seorang bajingan yang berpura-pura baik," gumam Suci dengan terus menangis, sampai akhirnya..


Brugh


Tubuh Suci terpental jauh karena tertabrak mobil.


"Erwin, kenapa kamu malah menabraknya?" teriak Irwan, karena tadinya kedua Kakak beradik tersebut berniat untuk menculik Suci dan menjauhkannya dari hidup Arya.


"Aku tidak sengaja Irwan," ujar Erwin dengan gemetar ketakutan, kemudian kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


"Berhenti Erwin, apa kamu sudah gila? kita harus membawa Suci ke Rumah Sakit," teriak Irwan.


"Tidak, aku tidak mau dipenjara, aku tidak mau dipenjara," teriak Erwin, dan tanpa sadar mobil yang dikendarai oleh Erwin menabrak pembatas jalan, sehingga menyebabkan mobilnya masuk ke dalam jurang.


Duar


Sesaat kemudian terjadi ledakan dahsyat, karena mobil yang Irwan dan Erwin tumpangi meledak setelah berada di dasar jurang.


......................


Rian yang tengah mengendarai mobilnya, menepikan mobilnya ketika ada salah satu warga yang menghentikan mobil Rian.


"Maaf ada apa ya Pak?" tanya Rian.


"Pak, barusan ada pasien tabrak lari, dan sekarang keadaannya kritis. Apa bisa Bapak membantu memberikan tumpangan menuju Rumah Sakit," ujar salah satu Warga yang melihat Suci tertabrak mobil.


"Iya Pak, silahkan masukan korban ke dalam mobil saya," ujar Rian dengan turun untuk membantu korban tabrak lari.


Rian begitu terkejut ketika melihat korban tabrak lari yang saat ini berada di hadapannya.


"Suci," ucap Rian kemudian memeluk tubuh Suci yang sudah berlumuran dengan darah.


"Apa Bapak mengenal korban?" tanya salah satu warga.

__ADS_1


"Iya Pak, Suci adalah Istri saya. Tolong bantu saya memasukannya ke dalam mobil."


"Pak sebaiknya kami ikut mengantar ke Rumah Sakit juga," ujar salah satu Warga.


"Terimakasih Pak, tidak perlu, biar saya sendiri saja yang membawa istri saya ke Rumah Sakit," ujar Rian yang sengaja mengaku sebagai Suami Suci, supaya Warga memberikan ijin kepada Rian untuk membawanya sendiri ke Rumah Sakit.


Setelah Suci berada di dalam mobil, Rian melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju Rumah Sakit terdekat.


"Apa yang terjadi dengan kamu Suci? kenapa Arya tidak bisa menjaga kamu dengan baik? jika aku tau pada akhirnya akan seperti ini, aku tidak akan membiarkan kamu menikah dengan Arya," gumam Rian dengan terus menangis, karena Rian takut jika Suci sampai kenapa napa.


Setelah sampai Rumah Sakit, Suci dibawa menuju ruang IGD, dan Rian menunggu Suci di luar ruang IGD dengan harap harap cemas, apalagi sudah satu jam lebih Dokter masih belum juga selesai melakukan tindakan.


Ketika Rian melihat Dokter ke luar dari dalam ruang IGD, Rian langsung menghampiri Dokter untuk menanyakan keadaan Suci.


"Dok, bagaimana keadaan istri saya?" tanya Rian yang lagi lagi mengaku sebagai Suami Suci.


"Pasien mengalami pendarahan pada otaknya, dan kemungkinan besar Pasien akan mengalami amnesia. Saat ini Pasien sudah bisa dipindahkan menuju kamar perawatan, dan Anda bisa mengurus administrasinya terlebih dahulu," jawab Dokter.


Setelah Rian menyelesaikan administrasi, Suci dibawa menuju kamar perawatan VVIP yang Rian pesan.


"Sayang, mulai sekarang aku tidak akan pernah melepaskanmu lagi, aku akan selalu menjaga dan melindungimu dengan segenap jiwa dan ragaku," ucap Rian dengan memegang erat tangan Suci.


................


Padahal tadinya Arya ingin mencari keberadaan Suci, tapi Arya harus mengurungkan niatnya karena Mama Erina masih belum juga sadarkan diri, apalagi saat ini Rizky terus saja menangis.


"Oma, sebaiknya Arya saja yang menggendong Rizky," ujar Arya dengan mengambil Rizky dari gendongan Oma Rahma, dan Rizky langsung berhenti menangis ketika Arya yang menggendongnya.


"Ikatan batin Anak dan Ayah memang begitu kuat. Rizky langsung berhenti menangis ketika Arya yang menggendongnya," ucap Oma Rahma.


"Oma, apa yang sekarang harus Arya lakukan? Arya tidak mau kehilangan Suci."


"Oma mengerti perasaan kamu Nak. Sebaiknya Arya beri waktu kepada Suci untuk berpikir, karena pasti tidak akan mudah bagi Suci menerima semua kenyataan pahit ini, terlebih lagi Arya sudah menjadi Suaminya. Akan tetapi, Oma yakin Suci pasti akan kembali, karena Rizky masih berada di sini."


"Arya menyesal Oma, seharusnya dari awal Arya jujur kepada Suci, dan sekarang Suci pasti sudah semakin kecewa kepada Arya."

__ADS_1


"Nak, penyesalan memang selalu datang belakangan, yang penting sekarang Arya harus terus berusaha memperbaiki kesalahan yang Arya lakukan, dan jangan sampai mengulangi kesalahan yang sama. Oma yakin suatu saat nanti Suci akan memaafkan kesalahan Arya, karena Oma lihat Suci adalah perempuan yang baik."


"Iya Oma benar, Suci adalah perempuan terbaik yang pernah Arya kenal, bahkan Suci sudah merubah hidup Arya menjadi pribadi yang lebih baik."


"Oma juga bersyukur karena sekarang Arya sudah menjadi pribadi yang lebih baik dan bertanggung jawab. Cinta memang bisa merubah segalanya, dan Suci pantas untuk Arya perjuangkan."


......................


Arya begitu terkejut ketika mendapatkan telpon dari Farel yang mengabarkan jika Irwan dan Erwin mengalami kecelakaan mobil, apalagi Erwin dikabarkan meninggal dunia, sedangkan Irwan masih dalam keadaan kritis.


"Oma, Arya titip Rizky dulu ya sebentar, barusan Farel telpon katanya Irwan dan Erwin mengalami kecelakaan, dan kecelakaan itu menyebabkan Erwin meninggal dunia, sedangkan Irwan dalam keadaan kritis."


"Iya Nak, Arya tenang saja, Oma akan menjaga Rizky dengan baik, Rizky juga sekarang masih tidur. Arya hati-hati ya bawa mobilnya," ucap Oma Rahma.


Arya melajukan mobilnya dengan perasaan tak karuan, dan sepanjang perjalanan menuju Rumah Sakit, Arya menengok ke arah kiri dan kanan untuk mencari keberadaan Suci.


"Kamu dimana sayang? kenapa kamu masih belum pulang juga," gumam Arya.


Setelah sampai Rumah Sakit, Arya langsung menghampiri Farel yang saat ini sedang bersama dengan keluarga Irwan dan Erwin.


"Om, Tante, Arya turut berduka cita atas meninggalnya Erwin."


"Makasih banyak ya Nak, Om juga tidak mengira jika Erwin akan pergi secepat itu."


Arya yang merasakan kejanggalan atas kecelakaan mobil yang menimpa Irwan dan Erwin, akhirnya mengajak Farel untuk bicara berdua.


"Farel, apa kamu tau penyebab kecelakaan Irwan dan Erwin? karena aku merasakan sebuah kejanggalan. Apalagi lokasi kecelakaan mereka tidak jauh dari rumahku."


Farel terlihat berpikir sampai akhirnya Farel memutuskan untuk mengatakan kepada Arya tentang perkataan Irwan dan Erwin yang sebelumnya berencana untuk menculik Suci.


"Ya, sebenarnya saat mereka mengetahui jika kamu sudah menemukan Suci, Irwan dan Erwin berencana untuk menculik Suci dan menjauhkannya dari kehidupan kamu."


"Kenapa mereka bisa berpikir licik seperti itu?" ujar Arya dengan mengacak rambutnya secara kasar.


*

__ADS_1


*


Bersambung


__ADS_2