Suci Tak Lagi Suci

Suci Tak Lagi Suci
Bab 215 ( Mengorbankan perasaan )


__ADS_3

Setelah selesai makan malam, Dinda dan Putri masuk ke dalam kamar masing-masing untuk beristirahat.


Dinda sama sekali tidak bisa memejamkan matanya, karena Dinda terus kepikiran dengan Rizky dan Putri yang tidur dalam satu kamar.


"Sadar kamu Dinda, mereka adalah Suami Istri, jadi sudah sepantasnya tidur satu kamar," gumam Dinda yang merasa tidak rela ketika membayangkan Rizky dan Putri yang selalu menghabiskan malam bersama.


Dinda kembali menangis sehingga membuat tenggorokannya terasa kering.


"Gara-gara terus menangis, tenggorokanku sampai kering seperti ini. Sebaiknya aku mengambil air minum dulu," gumam Dinda, kemudian melangkahkan kaki nya menuju dapur.


Ketika Dinda membuka kulkas untuk mengambil minuman dingin, Dinda terkejut karena merasakan sebuah tangan yang memeluknya dari belakang.


Pada awalnya Dinda merasa ketakutan, apalagi lampu dapur dalam keadaan mati. Sampai akhirnya Dinda mendengar suara Rizky.


"Dinda, aku sangat merindukanmu," ucap Rizky dengan lirih.


Dinda diam mematung, desiran hangat kini menjalar pada tubuhnya ketika Rizky mencium tengkuk leher Dinda.


"Kak Rizky jangan seperti ini. Bagaimana kalau nanti Kak Putri sampai melihatnya? Dinda tidak mau kalau Kak Putri sampai salah paham," ujar Dinda dengan mencoba melepas pelukan Rizky.


"Putri sudah tidur, jadi dia tidak akan melihat kita. Biarkan begini sebentar saja," ujar Rizky, kemudian membalikan tubuh Dinda supaya menghadap ke arahnya.


"Sejak kapan seorang Kak Rizky menjadi lelaki bajingan seperti ini? Meski pun Kak Putri sudah tidur, tidak seharusnya Kak Rizky melakukan semua ini_" perkataan Dinda terputus, karena Rizky tiba-tiba membungkam mulut Dinda dengan ciuman.


Dinda mencoba memberontak, tapi semakin lama ciuman Rizky semakin dalam.


Putri sebenarnya hanya pura-pura tidur, karena dia sengaja ingin tau apa yang akan dilakukan Rizky apabila dirinya sudah tertidur.


Putri terkejut ketika diam-diam mengintip semua yang dilakukan oleh Rizky terhadap Dinda dari balik pintu kamar.


Hati Putri terasa sakit, dadanya terasa sesak ketika melihat Rizky yang memeluk bahkan mencium Dinda dengan penuh cinta dan kasih sayang, karena sebelumnya Rizky tidak pernah sekali pun bersikap seperti itu terhadap Putri.


Pada awalnya Putri ingin menghampiri Dinda dan Rizky untuk menjelaskan kepada Dinda jika selama ini pernikahannya dengan Rizky hanyalah sebatas pernikahan di atas kertas saja, tapi ternyata Putri masih belum sanggup melakukan semua itu.


"Ternyata Rizky akan bersikap seperti itu kepada perempuan yang dia cintai? Seharusnya aku tidak seperti ini, seharusnya aku merasa bahagia, karena tujuanku datang ke sini untuk menyatukan Rizky dan Dinda," gumam Putri dengan menitikkan air mata, kemudian Putri pura-pura tidur lagi supaya Rizky tidak merasa curiga apabila kembali ke dalam kamar.


Dinda terus memukul dada bidang Rizky supaya melepaskan ciumannya. Setelah pasokan oksigen pada keduanya habis, Rizky baru melepas ciumannya dari Dinda.


"Ternyata manis," gumam Rizky dengan tersenyum bahagia.

__ADS_1


Plak


Dinda menampar keras pipi Rizky.


"Kenapa Kak Rizky tega sekali melakukan semua itu? Padahal selama ini Dinda selalu menjaganya untuk Suami Dinda nanti," ujar Dinda dengan menangis sehingga membuat Rizky merasa bersalah.


"Dinda, maaf. Aku tidak bermaksud kurang ajar sama kamu, tapi aku tidak bisa menahan semuanya. Aku sangat mencintai kamu, dan aku sangat merindukan kamu," ucap Rizky dengan menangkup kedua pipi Dinda.


Di satu sisi Dinda merasa bahagia karena ternyata Rizky masih memiliki perasaan yang sama dengannya, tapi di sisi lain, Dinda tidak mau menjadi orang ketiga dalam pernikahan Rizky, apalagi sampai di cap sebagai seorang Pelakor.


"Apa Kak Rizky sadar dengan apa yang Kak Rizky katakan? Tidak sepantasnya lelaki yang telah beristri berbicara seperti itu. Apa Kak Rizky pikir Dinda adalah perempuan murahan yang bisa Kak Rizky permainkan dengan sesuka hati?"


"Maaf Dinda, aku sama sekali tidak berpikir seperti itu, tapi aku tidak bisa mengendalikan perasaanku. Aku tau kalau kamu juga masih mencintaiku kan?"


"Perasaan itu memang masih ada, dan tidak bisa Dinda pungkiri jika semakin lama perasaan cinta Dinda untuk Kak Rizky semakin besar. Akan tetapi, Dinda sadar betul jika cinta kita terlarang, Dinda tidak mau menjadi orang ketiga dalam rumah tangga Kak Rizky dan Kak Putri, apalagi sampai di cap sebagai seorang Pelakor. Jadi, sebaiknya mulai sekarang kita lupakan saja perasaan cinta yang kita miliki, dan anggap saja malam ini tidak pernah terjadi apa pun di antara kita," ujar Dinda, kemudian melangkahkan kaki menuju kamarnya.


Rizky masih diam mematung melihat kepergian Dinda, kemudian Rizky mengacak rambutnya secara kasar, karena Rizky tidak habis pikir kenapa dia bisa melakukan semua itu kepada Dinda.


"Kenapa aku bisa melakukan semua itu kepada Dinda? Padahal sebelumnya aku tidak pernah bisa melakukan semua itu terhadap perempuan lain. Maafkan aku Dinda, sekarang Dinda pasti kecewa terhadapku," gumam Rizky.


Rizky memutuskan untuk kembali ke dalam kamarnya, dan Rizky merasa bersalah ketika melihat Putri, karena Rizky sudah mengkhianati pernikahannya.


Putri yang tidak ingin Rizky terus terusan merasa bersalah secara perlahan membuka matanya.


"Rizky, kamu jangan bicara seperti itu, karena hatiku terasa sakit ketika mendengar kamu menyalahkan diri sendiri," ujar Putri.


"Putri, maaf, aku sudah mengganggu tidur kamu," ucap Rizky.


"Seharusnya aku yang meminta maaf, karena sebenarnya aku hanya pura-pura tidur."


"Ja_jadi kamu belum tidur? Apa tadi kamu melihat semuanya?" tanya Rizky dengan tergagap.


"Iya, tebakan kamu benar. Tadinya aku berniat untuk menghampiri kalian, dan aku ingin menjelaskan kepada Dinda tentang pernikahan kita yang hanya sebatas pernikahan di atas kertas saja, tapi ternyata aku masih belum sanggup melakukan semua itu. Mungkin aku sudah egois karena masih saja memikirkan perasaanku, padahal sejak awal, tujuanku mengajak kamu datang ke sini adalah untuk menyatukan kamu dan Dinda," ujar Putri dengan menangis.


"Putri, maaf karena aku telah menyakiti hati kamu. Tidak seharusnya aku masih memiliki perasaan untuk perempuan lain selain kamu."


"Dari awal akulah yang sudah menjadi orang ketiga di antara kamu dan Dinda. Sebelumnya aku juga sudah berjanji akan menyatukan kamu dan Dinda sebelum aku pergi untuk selama-lamanya."


"Putri, kenapa kamu sampai rela mengorbankan perasaan kamu sendiri? Aku tidak mau kamu melakukan sesuatu yang akan menyakiti hati kamu. Sebaiknya kita segera kembali ke Indonesia, dan aku berjanji akan berubah menjadi Suami yang baik serta berusaha melupakan Dinda."

__ADS_1


"Tidak Rizky, kamu tidak boleh melakukan semua itu. Bukannya kamu sudah berjanji akan mengabulkan semua keinginan terakhirku? Melihat kamu dan Dinda menikah merupakan salah satu keinginan terakhirku juga, dan aku akan bersedia pulang ke Indonesia apabila Dinda ikut pulang juga bersama kita."


Rizky dan Putri terus berdebat, karena Rizky tidak mungkin melakukan sesuatu yang akan membuat Putri merasa sakit hati.


"Aku dan Dinda tidak akan pernah bisa melakukan semua itu, karena prinsip kami sama, yaitu tidak bisa bahagia di atas penderitaan orang lain. Jika memang kami ingin bersikap egois, sudah sejak dulu kami melakukannya sebelum aku menikahi kamu," ujar Rizky kemudian membaringkan tubuhnya membelakangi Putri.


Sudah jelas kalau kamu dan Dinda saling mencintai, kenapa kalian harus mengorbankan perasaan kalian untukku? Sebaiknya besok aku segera membicarakannya dengan Dinda supaya tidak terjadi kesalahpahaman lagi, ucap Putri dalam hati yang sudah bertekad untuk mengatakan kejadian yang sebenarnya kepada Dinda.


......................


Keesokan paginya, Putri menghampiri Dinda yang terlihat sedang memasak.


"Dinda memang rajin sekali, pagi-pagi begini sudah memasak. Apa ada yang bisa Kak Putri bantu?"


"Tidak perlu Kak, sebentar lagi juga selesai. Setiap hari Dinda memang seperti ini, karena Dinda lebih suka memasak sendiri, jadi sudah terjamin kebersihannya."


"Memang benar-benar calon Istri idaman," puji Putri, dan Dinda hanya tersenyum menanggapi perkataan Putri.


"Oh iya, sebentar lagi akan ada seseorang yang datang ke sini untuk sarapan bersama kita, dan nanti setelah selesai sarapan, kami akan mengajak Kak Rizky dan Kak Putri jalan-jalan berkeliling Amerika," ujar Dinda.


Baru juga Putri hendak melayangkan pertanyaan tentang siapa gerangan yang akan datang, sudah keburu terdengar suara bel Apartemen berbunyi.


"Itu pasti orangnya. Yuk kita lihat. Nanti Dinda bakalan kenalin Kak Putri sama Kak Rizky dengan sosok lelaki yang berarti dalam hidup Dinda."


Dinda menarik lembut tangan Putri menuju pintu, tapi Rizky yang sedang duduk di ruang tamu, sudah mendahului Dinda membuka pintu Apartemen.


"Maaf cari siapa ya?" tanya Rizky ketika melihat sosok pria blasteran yang saat ini berdiri di hadapannya.


"Saya mencari Dinda."


"Memangnya kamu siapa Dinda?" tanya Rizky yang merasa cemburu.


"Saya_" ucapan lelaki tampan tersebut terhenti karena Dinda langsung memotongnya.


"Namanya Mark, dia adalah Bos sekaligus kekasihku."


*


*

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2