
Farel begitu terkejut ketika mendengar perkataan Hesti bahwa Suci baru saja melahirkan satu minggu yang lalu, dan Farel kembali teringat dengan kejadian saat Arya merasa mulas pada minggu yang lalu juga.
Sepertinya benar dugaan Arya kalau kejadian malam itu membuat Suci hamil dan melahirkan Anak Arya. Arya pasti bahagia sekali mendengar kabar bahwa dirinya telah menjadi seorang Ayah, batin Farel.
"Oh iya Hesti, aku minta alamat rumah kamu dan juga nomor handphone Suci, supaya nanti Tuan Arya bisa lebih gampang menghubunginya apabila Tuan Arya ingin request makanan," ujar Farel, dan Hesti memberikan alamat serta nomor handphone Suci kepada Farel tanpa merasa curiga sedikit pun.
"Sekarang kamu bisa melanjutkan kembali pekerjaan kamu," ujar Farel kepada Hesti, dan Hesti pamit ke luar dari dalam ruangan Farel dengan perasaan bahagia, karena ternyata Farel memanggil Hesti bukan untuk memecatnya.
Rina yang melihat Hesti terus mengembangkan senyuman, langsung menyindir Hesti.
"Kenapa kamu senyum-senyum sendiri? saking sedihnya karena dipecat, kamu pasti jadi stres seperti itu."
"Bu Rina yang terhormat, Alhamdulillah saya masih waras, saya tersenyum karena merasa bahagia, sebab Tuan Farel memanggil saya bukan untuk memecat saya," ujar Hesti, dan Rina menjadi penasaran kenapa Farel memanggil Hesti.
"Terus ngapain Tuan Farel memanggil kamu kalau bukan untuk memecat kamu? bukannya tadi Teman kamu si tukang catering itu telah melakukan kesalahan?"
"Apa Anda belum tau kalau Tuan Arya menjadi pelanggan tetap Teman saya? bahkan setiap hari Tuan Arya menyuruh Teman saya secara khusus supaya mengantarkan makanan untuknya."
"A_apa? tidak mungkin seperti itu, dulu saja aku sering membawakan makanan untuk Tuan Arya, tapi Tuan Arya tidak pernah mau memakannya, jangankan memakannya, bahkan menyentuhnya saja Tuan Arya tidak mau," rengek Rina yang nge fans berat kepada Arya, bahkan semua Karyawati di perusahaan Arya selalu berlomba-lomba mendapatkan perhatian Arya, tapi Arya tidak pernah melirik mereka sedikit pun.
"Yang sabar ya Bu, mungkin Anda belum beruntung," makanya kalau mimpi jangan ketinggian, lanjut Hesti dalam hati dengan berlalu meninggalkan Rina yang masih terlihat kesal.
................
Farel bergegas menuju ruangan Arya untuk menyampaikan informasi yang telah dia dapatkan, bahkan Farel langsung menerobos masuk sehingga mengejutkan Arya yang tengah melamun.
"Rel, bisa tidak kamu kalau masuk ketuk pintu dulu? untung saja aku tidak memiliki penyakit jantung. Memangnya ada apa sih, kamu terlihat buru-buru seperti itu? awas saja kalau kamu memberikan informasi yang tidak penting," dengus Arya.
"Bos informasi yang aku dapatkan sangat penting_"
Ucapan Farel terhenti karena Arya memotongnya.
"Tidak ada yang lebih penting dari pada Suci."
__ADS_1
"Bos dengerin dulu, ini juga tentang Suci. Aku barusan sudah mencari informasi dari Temannya Suci, dan Hesti bilang kalau Suci minggu yang lalu telah melahirkan," ujar Farel, sontak saja Arya merasa terkejut bercampur bahagia sekaligus terharu.
"Jadi benar dugaanku kalau Suci telah melahirkan bayi kami?" ujar Arya dengan menitikkan air mata.
"Iya Ya, aku juga yakin kalau itu bayi kamu, karena saat Suci melahirkan bertepatan dengan kamu yang tiba-tiba merasa mulas," ujar Farel.
Arya tiba-tiba bangun dari duduknya, karena Arya ingin menemui Suci dan bayinya.
"Ya, kamu mau kemana?"
"Aku ingin menemui Suci dan Anak kami sekarang juga," jawab Arya yang sudah tidak sabar ingin melihat darah dagingnya.
"Ya, apa kamu ingin bunuh diri? kalau kamu menemui Suci sekarang, dan mengakui jika kamu adalah lelaki bejat itu, yang ada Suci akan menjauh dari kamu. Sebaiknya kamu sabar dulu sampai menemukan waktu yang tepat untuk mengatakan semuanya."
"Tapi aku ingin sekali memeluk Anakku Rel."
"Kalau begitu, kamu pura-pura saja datang ke sana untuk mengantarkan uang makanan yang kamu pesan, jadi kamu bisa ketemu Suci dan Anak kalian."
"Tapi aku ingin membelikan banyak hadiah untuk Anakku."
"Kamu benar juga. Selama hampir satu tahun aku sudah mencari Suci yang hilang tanpa jejak, dan aku tidak mau kalau sampai Suci pergi lagi dari kehidupanku," gumam Arya.
Setelah Farel memberikan alamat dan juga nomor handphone Suci kepada Arya, Arya memutuskan untuk pergi menemui Suci.
......................
Saat ini perasaan Arya tidak karuan, jantungnya terus saja berdetak kencang karena merasa grogi.
Arya yang sudah tiba di depan rumah kontrakan Suci, melihat Suci yang saat ini tengah mengajak main Rizky di teras depan kontrakannya.
"Assalamu'alaikum," ucap Arya.
"Wa'alaikumsalam," jawab Suci yang merasa terkejut dengan kedatangan Arya.
__ADS_1
"Suci, maaf ya kalau aku sudah ganggu waktu kamu," ucap Arya yang ingin sekali segera melihat wajah bayi yang saat ini tengah digendong oleh Suci.
"Tidak apa-apa Tuan. Memangnya ada keperluan apa Tuan datang kemari?" tanya Suci, kemudian mempersilahkan Arya untuk masuk.
"Tuan, tunggu sebentar ya, saya mau bikin minum dulu," ujar Suci, dan Arya menawarkan diri untuk menggendong Rizky, karena saat ini Bu Rita sedang ke Pasar membeli bahan-bahan masakan untuk besok berjualan.
"Suci, apa boleh aku menggendong bayi kamu? supaya kamu juga tidak kesusahan saat membuat minum," ujar Arya.
"Tapi saya tidak mau merepotkan Tuan," ujar Suci yang merasa tidak enak.
"Aku sama sekali tidak merasa direpotkan, aku justru senang kalau bisa mengajak main bayi kamu, apalagi aku suka dengan Anak kecil," ujar Arya yang mencoba mencari alasan, padahal dalam seumur hidup Arya, sekali pun Arya belum pernah menggendong bayi.
Secara perlahan Suci memberikan Rizky kepada Arya, dan hati Arya terasa menghangat ketika menggendong Rizky, dan Arya begitu terkejut ketika melihat wajah Rizky yang begitu mirip dengan dirinya.
"Suci, siapa nama bayi nya?" tanya Arya.
"Namanya Rizky Nugraha, Tuan. Kalau begitu, saya permisi ke belakang dulu," ujar Suci dengan melangkahkan kaki menuju dapur.
Wajah Rizky benar-benar mirip denganku. Nak, ini Papa. Maafkan Papa karena selama ini tidak bisa menjaga Rizky, batin Arya dengan menitikkan airmata.
Arya terus menatap lekat wajah tampan Anaknya, dengan sesekali menciumi wajah Rizky, dan Suci yang melihat perlakuan Arya terhadap Rizky merasa heran dibuatnya.
Kenapa ya aku merasa aneh dengan perlakuan Tuan Arya kepada Rizky? dia terlihat menyayangi Rizky seperti Anak kandungnya sendiri. Mikir apa kamu Suci? aku tidak seharusnya memiliki pikiran seperti itu, mana mungkin Tuan Arya adalah Ayah kandung Rizky, karena Ayah kandung Rizky adalah lelaki bejat yang telah merusak hidupku, batin Suci.
"Tuan, maaf saya sudah merepotkan, silahkan diminum," ujar Suci dengan membawa segelas es jeruk.
Suci hendak mengambil Rizky dari pangkuan Arya, tapi Arya masih ingin menggendongnya.
"Makasih banyak, maaf aku sudah merepotkan. Suci, bolehkan kalau aku lebih lama lagi menggendong Rizky? Aku senang melihat wajah Rizky yang begitu tampan dan lucu. Pasti Rizky mirip sekali dengan Ayahnya," ujar Arya dengan terus mengembangkan senyuman.
"Rizky tidak memiliki Ayah, karena Ayahnya telah mati," ujar Suci dengan penuh kebencian, sehingga membuat Arya merasa terkejut sekaligus sakit hati ketika mendengar perkataan Suci.
*
__ADS_1
*
Bersambung