Suci Tak Lagi Suci

Suci Tak Lagi Suci
Bab 18 ( Akhirnya aku menemukanmu )


__ADS_3

Beberapa saat kemudian, handphone pemberian Rian kembali berbunyi, karena Rian mengirim pesan kepada Suci.


📥"Tolong terima pemberianku yang tidak seberapa, anggap saja semua itu adalah pemberian dari seorang Teman, dan aku tidak menerima penolakan."


Suci menghela napas panjang melihat pesan dari Rian.


"Dari dulu Rian selalu saja begitu," gumam Suci.


Dulu saat berpacaran dengan Suci, Rian selalu diam-diam memberikan uang atau pun hadiah, sebab jika Rian memberikannya secara langsung, Suci sudah pasti akan menolaknya.


"Kamu beruntung karena Rian terlihat tulus mencintai kamu, bahkan Rian juga memberikan semua perlengkapan bayi untuk Rizky," ujar Hesti yang saat ini membantu Suci membereskan pakaian.


"Tapi kami tidak mungkin bersama, karena Rian sudah memiliki istri."


"Apa kamu mau menerima Rian jika nanti dia sudah bercerai dengan istri nya?" tanya Hesti.


"Aku tidak tau Hesti, aku masih belum memikirkan sampai ke arah sana, lagi pula kejadian malam itu telah membuat aku trauma terhadap yang namanya laki-laki."


"Bagaimana kalau suatu saat nanti kamu bertemu dengan Ayah kandung Rizky?"


"Aku tidak akan membiarkan dia mengetahui kalau kejadian malam itu telah membuat aku hamil, karena aku sangat membenci dia, dan pastinya lelaki bejat itu juga tidak akan pernah peduli terhadap kami," ujar Suci dengan sorot mata penuh kebencian.


"Bagaimana kalau dugaan kamu salah? bagaimana kalau selama ini dia selalu berusaha mencari mu untuk mempertanggung jawabkan semua perbuatannya?" tanya Hesti lagi.


"Sudahlah Hesti, semua itu tidak mungkin. Sebaiknya kita tidak usah membicarakan dia, karena semua itu hanya membuat mood ku hancur saja," ujar Suci.


"Iya, iya maaf. Suci sebaiknya untuk beberapa bulan ini kamu jangan dulu bekerja, kamu baru saja melahirkan, dan kasihan juga Rizky kalau kamu kerja dalam waktu dekat ini."


"Tapi aku tidak mau merepotkan kamu hanya dengan berdiam diri saja Hesti."


"Kamu kan punya uang pemberian dari Rian. Bagaimana kalau kamu memakainya untuk membuka usaha kecil-kecilan."


"Aku tidak memiliki keahlian lain selain memasak," ujar Suci.


"Kalau begitu kamu bikin usaha catering saja. Di sekitar sini kan banyak perkantoran, nanti biar aku bantu juga menawarkan masakan kamu pada semua temanku di Kantor."


"Ide yang bagus, kalau begitu mulai minggu depan aku akan berjualan masakan. Semoga semuanya diberikan kelancaran," ucap Suci yang di Amini oleh Hesti dan Bu Rita yang kebetulan mendengar percakapan Hesti dan Suci dari luar kamar.

__ADS_1


......................


Rian begitu terkejut melihat kondisi Mama Linda yang terluka parah, bahkan Dokter mengatakan jika kaki Mama Linda mengalami lumpuh.


"Pa, kenapa kondisi Mama bisa seperti ini?" tanya Rian.


"Papa juga tidak tau Nak, tapi orang yang menelpon Papa mengatakan kalau Mama kamu mengalami kecelakaan, dan mobil nya masuk ke dalam jurang karena menabrak pagar pembatas jalan, beruntung Mama sempat ke luar dari dalam mobil sebelum akhirnya mobil yang Mama kemudikan meledak. Mungkin Mama ingin menyusul Papa menuju Surabaya, makanya Mama mengalami kecelakaan di jalan menuju Surabaya."


Apa Mama mencoba untuk kabur karena tau kalau aku pergi ke Kantor Polisi untuk membebaskan Suci, dan Mama takut jika Polisi menangkapnya, batin Rian.


Beberapa saat kemudian, Mama Linda secara perlahan membuka matanya.


"Papa, Rian," ucap Mama Linda dengan lirih.


"Alhamdulillah Mama akhirnya sadar juga," ucap Rian.


"Rian, ini semua salah kamu, kalau kamu tidak pergi ke Kantor Polisi untuk membebaskan Suci, Mama pasti tidak akan mengalami kecelakaan."


"Astagfirullah Ma, jadi benar dugaan Rian, kalau Mama sengaja kabur menuju Surabaya karena takut Polisi akan menangkap Mama, karena Suci terbukti tidak bersalah?" ujar Rian.


"Pa, ingatan Rian sudah kembali. Apa salah jika Rian membebaskan orang yang tidak bersalah dari dalam penjara? Papa tau, kalau selama ini Mama sudah jahat terhadap Suci, bahkan Mama sudah memfitnah Suci mencelakai Rian supaya bisa menjebloskan Suci ke dalam Penjara. Rian yakin kalau tiga orang Saksi pada kecelakaan tersebut adalah orang suruhan Mama, karena saat itu tidak ada satu pun orang di lokasi kejadian."


"Rian, kamu tega sekali menuduh Mama melakukan semua itu."


"Ma, seharusnya Mama sadar, dan mungkin sebentar lagi Polisi akan datang untuk menjemput Mama."


"Tidak, tidak, Mama tidak mau masuk Penjara Pa. Dasar Anak durhaka kamu Rian," ujar Mama Linda kemudian bangun dan hendak menghampiri Rian, tapi Mama Linda tidak bisa berdiri sehingga terjatuh dari atas ranjang pesakitan nya.


Rian dan Papa Ardi membantu Mama Linda untuk kembali duduk di atas ranjang pesakitan nya, dan beberapa saat kemudian Dokter datang untuk memeriksa kondisi Mama Linda.


"Dok, kenapa kaki saya tidak bisa digerakkan?" tanya Mama Linda dengan menangis.


"Maaf Nyonya, kecelakaan mobil yang Anda alami telah menyebabkan kaki Anda patah dan mengalami kelumpuhan," ujar Dokter.


"Tidak, tidak mungkin saya lumpuh," teriak Mama Linda dengan menangis histeris, kemudian Mama Linda merasakan panas seperti terbakar pada wajah dan sekujur tubuhnya, dan Mama Linda mengambil kaca yang berada di atas nakas untuk melihat wajahnya.


"Tidak mungkin wajah cantikku menjadi jelek seperti monster," teriak Mama Linda kemudian pingsan.

__ADS_1


......................


Satu minggu kemudian..


Hari ini Suci sudah mulai berjualan, dan semua orang yang membeli masakan Suci memuji masakan Suci yang sangat enak, bahkan Suci mendapatkan orderan dari Perusahaan Arya, karena Hesti merekomendasikan masakan Suci untuk acara meeting hari ini.


"Bu, Suci titip Rizky dulu ya, Suci mau mengantarkan nasi box yang dipesan oleh Bos nya Hesti."


"Iya Nak, tenang saja, Rizky juga sedang tidur. Suci hati-hati ya dijalan," ujar Bu Rita.


Suci mengucap Salam, sebelum berangkat dan melajukan motor matic milik Hesti menuju Argadana Grup yang hanya berjarak satu kilo meter saja dari rumah kontrakan Hesti.


Setelah sampai di depan kantor, Suci menelpon Hesti supaya bisa membantunya membawakan Box makanan yang dia bawa.


"Suci, Perusahaan tempat aku bekerja bagus kan?" ujar Hesti.


"Iya Hesti, Kantor nya besar sekali. Semoga nanti aku bisa bekerja di sini juga," ujar Suci dengan melangkahkan kaki mengikuti Hesti.


Hesti masuk terlebih dahulu ke dalam ruang meeting setelah sebelumnya mengetuk pintu, karena kebetulan saat ini sudah jam istirahat makan siang, dan peserta meeting telah menunggu makanan yang dibawa Hesti dan Suci.


Suci yang merasa berat karena menjinjing kantong makanan, tersandung keset depan ruang meeting, sampai akhirnya Suci menabrak Arya yang akan ke luar dari ruang meeting.


Brugh


Tubuh Suci hilang keseimbangan kemudian terjatuh menimpa Arya, dan saat ini posisi Suci berada di atas tubuh Arya.


Hesti yang melihat Suci terjatuh bergegas mengambil kantong keresek yang Suci bawa supaya makanan nya tidak tumpah, sedangkan Suci dan Arya saat ini saling memandang dengan debaran jantung yang berdetak kencang pada keduanya, meski pun Suci tidak yakin jika lelaki yang berada di hadapannya saat ini adalah sosok laki-laki yang telah merenggut kesuciannya.


Arya menatap lekat wajah Suci dengan tatapan penuh cinta, dan Arya tersenyum bahagia, karena akhirnya Arya bisa bertemu dengan Suci.


Akhirnya aku menemukanmu, batin Arya.


*


*


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2