Suci Tak Lagi Suci

Suci Tak Lagi Suci
Bab 6 ( Ajakan kawin lari )


__ADS_3

Suci yang tidak mau mendengarkan perdebatan Rian dan Mama nya, memutuskan untuk ke luar dari ruang kerja Bu Linda.


"Seandainya aku tidak membutuhkan pekerjaan ini, aku juga sudah tidak ingin bekerja di sini," gumam Suci dengan menghela napas panjang.


Setelah Suci ke luar dari dalam ruangannya, Mama Linda yang geram terhadap Rian, kembali angkat suara.


"Rian, apa kamu mau mempermalukan Mama di depan perempuan kotor itu?"


"Ma, Suci memiliki nama, dan Rian harap Mama menepati janji Mama untuk tidak mengganggu hidup Suci lagi."


Rian dan Mama Linda sebelumnya telah membuat kesepakatan, kalau Rian akan bersedia untuk bertunangan dengan Alina asalkan Mama Linda tidak mengganggu hidup Suci lagi, apalagi sampai memecat Suci dari Restoran.


"Mama ingat janji Mama, jadi kamu tidak perlu khawatir. Buktinya si Suci tidak Mama pecat kan? tapi kamu juga harus ingat kalau besok kamu dan Alina harus segera bertunangan, dan hari ini Mama akan mempersiapkan pertunangan kalian yang akan di adakan di Restoran ini."


"Ma, tapi tadi Rian dengar sendiri kalau Mama sudah menghina Suci? dan Rian tidak mau acara pertunangannya di adakan di sini. Rian tau kalau Mama sengaja kan ingin membuat hati Suci semakin hancur jika melihat pertunangan Rian?"


"Mama hanya mengatakan kebenaran jika Suci adalah perempuan kotor. Pada kenyataannya dia memang sudah kotor kan? dan keputusan Mama tidak bisa diganggu gugat. Kamu dan Alina akan tetap bertunangan di Restoran ini."


"Untuk tempat pertunangan Rian akan menerimanya, tapi kalau satu kali lagi saja Rian mendengar Mama menghina Suci, Rian tidak akan segan-segan untuk pergi dari rumah," ancam Rian dengan melangkahkan kaki ke luar dari ruang kerja Mama Linda, sehingga membuat Mama Linda semakin membenci Suci.


"Aku harus memikirkan cara untuk menyingkirkan Suci dari kehidupan Rian, karena gara-gara perempuan miskin itu, Rian selalu berani melawanku. Lihat saja Suci, setelah Rian menikah dengan Alina, aku tidak akan segan-segan untuk menyakitimu," gumam Mama Linda dengan mengepalkan kedua tangannya.


......................


Rian menghampiri Suci yang baru saja selesai membereskan dapur.


"Suci, sekarang kamu ikut aku," ujar Rian dengan menarik tangan Suci lewat pintu belakang Restoran.


"Rian, kamu mau apa lagi? aku mohon, jangan terus mengganggu hidupku," ujar Suci dengan menangis.


"Suci, maaf kalau Mama sudah menyakiti hatimu, tapi aku tidak bisa melupakan kamu."

__ADS_1


"Rian, apa kamu tidak mendengar perkataan Mama kamu kalau aku adalah perempuan kotor? jadi kamu jangan pernah mendekati aku lagi, kalau kamu tidak ingin terkena sial."


"Aku tidak bisa melupakan kamu begitu saja Suci, aku sangat mencintai kamu. Bagaimana kalau kita kawin lari? Kamu mau kan?"


"Tidak Rian, kamu jangan gila, aku tidak mau melakukan semua itu."


"Suci, besok Mama memaksa aku untuk bertunangan dengan perempuan yang tidak aku cintai, dan sama saja Mama membunuh aku secara perlahan, karena selamanya hanya kamu perempuan satu-satunya yang aku cintai. Jadi, aku mohon sama kamu, besok ketika acara pertunangan, kamu ikut aku untuk kabur dari sini, dan aku berjanji akan selalu membahagiakan kamu," ujar Rian, tapi Suci tidak bisa mengatakan satu patah kata pun, karena saat ini dirinya bingung harus memberikan jawaban apa kepada Rian.


......................


Keesokan harinya...


Restoran sudah ramai dengan para tamu undangan yang datang untuk menghadiri acara pertunangan Alina dan Rian.


Suci hanya bisa menangis ketika melihat dari kejauhan lelaki yang dicintainya bertunangan dengan perempuan lain.


"Rian, semoga kamu selalu bahagia dengan gadis pilihan orangtuamu," gumam Suci dengan melangkahkan kaki ke luar dari dalam Restoran, dan Mama Linda menyunggingkan senyuman ketika melihat Suci menangis.


Ketika Mama Linda sibuk menyambut tamu, Rian mencoba untuk kabur, dan saat ini Rian menyusul Suci lewat pintu belakang Restoran.


"Suci, tunggu," ujar Rian dengan tersenyum ketika melihat wajah Suci.


"Rian, kenapa kamu ada di sini? seharusnya kamu sekarang bersama dengan tunanganmu," ujar Suci dengan melangkahkan kakinya meninggalkan Rian, tapi Rian menghentikan langkah Suci dengan memeluk erat tubuhnya dari belakang.


"Suci, aku hanya ingin kamu yang menjadi istriku, dan aku akan membawa kamu pergi dari tempat ini," ujar Rian yang sudah bertekad untuk mengajak Suci kawin lari.


"Tidak Rian, aku tidak ingin menikah tanpa restu dari orangtua kamu, karena kita tidak akan hidup bahagia. Sebaiknya kamu lupakan aku, lupakan cinta kita Rian," ujar Suci dengan berlari menyebrangi jalan.


Rian yang melihat sebuah truk melaju kencang ke arah Suci, bergegas berlari untuk menyelamatkan Suci.


Setelah Rian mendorong Suci ke pinggir jalan, terdengar suara benturan keras.

__ADS_1


Brugh


Rian terpental jauh karena tertabrak truk dan pengendara truk yang Mama Linda suruh untuk menabrak Suci, memutuskan untuk melarikan diri karena takut Mama Linda akan memarahinya karena telah salah menabrak orang.


"Rian," teriak Suci dengan menghampiri tubuh Rian yang saat ini tergeletak di tengah jalan dengan berlumuran darah.


"Rian bangun Rian. Tolong, tolong," teriak Suci, dan saat ini Suci begitu khawatir melihat kondisi Rian yang tidak sadarkan diri.


Mama Linda dan yang lainnya menghampiri Suci dan Rian yang berada tidak jauh dari Restoran, dan Mama Linda begitu terkejut ketika melihat Rian yang sudah tertabrak oleh orang suruhannya, sehingga Mama Linda memutuskan untuk memfitnah Suci.


"Dasar perempuan pembawa sial, kamu pasti sudah mencelakai Anakku kan? Sekarang juga bawa dia ke kantor Polisi, karena dia pasti sudah mendorong Rian hingga tertabrak truk," ujar Mama Linda, tapi Suci terus memeluk tubuh Rian.


"Tidak Nyonya, Suci tidak mungkin menyakiti Rian. Nyonya juga tidak memiliki bukti apa pun untuk melaporkan Suci. Suci mohon ijinkan Suci menemani Rian ke Rumah Sakit."


Mama Linda yang tidak mau membuang waktu untuk menyelamatkan Rian, akhirnya mengijinkan Suci untuk ikut ke Rumah Sakit, tapi Mama Linda masih berniat untuk menjebloskan Suci ke dalam penjara dengan mencari orang yang bisa dia bayar untuk menjadi Saksi palsu.


Setelah sampai Rumah Sakit, Rian dibawa masuk ke dalam ruang IGD untuk mendapatkan pertolongan medis, dan Suci terus menunggunya di depan ruang IGD dengan pakaian yang masih berlumuran dengan darah, karena sepanjang perjalanan menuju Rumah Sakit, Suci terus memeluk tubuh Rian.


Rian, kamu harus selamat. Kenapa kamu sampai mengorbankan diri demi menyelamatkan nyawaku? batin Suci yang terus saja menangis.


"Dok, bagaimana kondisi Anak kami?" tanya Mama Linda ketika melihat Dokter ke luar dari ruang IGD.


"Pasien saat ini masih belum melewati masa kritisnya, dan kemungkinan besar, Pasien akan mengalami hilang ingatan, karena cidera pada kepalanya," ujar Dokter.


Di satu sisi Mama Linda merasa khawatir dengan kondisi Rian, tapi di sisi lain, Mama Linda bahagia ketika mendengar kemungkinan besar Rian akan mengalami hilang ingatan, karena dengan begitu Rian akan melupakan Suci.


*


*


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2