Suci Tak Lagi Suci

Suci Tak Lagi Suci
Bab 181 ( Kejadian masalalu terulang kembali )


__ADS_3

Saat ini Iqbal telah sampai di kediaman Argadana, kemudian Iqbal bergegas menuju kamarnya untuk mengambil beberapa pakaian yang akan dia bawa.


Ketika Iqbal melewati kamar Arsyi yang terbuka, Iqbal kembali teringat dengan perbuatan bejatnya yang telah menghancurkan hidup Arsyi.


Secara perlahan Iqbal melangkahkan kaki nya memberanikan diri masuk ke dalam kamar Arsyi, dan Iqbal semakin merasa bersalah ketika melihat bercak darah perawan Arsyi yang menempel di atas sprei.


"Maafin Kakak Tuan Putri, Kakak tidak ada niat sedikit pun menyakiti Arsyi," gumam Iqbal dengan memeluk sprei yang menjadi saksi bisu perbuatan bejatnya terhadap Arsyi.


Iqbal memutuskan untuk membersihkan kamar Arsyi terlebih dahulu sebelum pergi dari kediaman Argadana, karena Iqbal berpikir Arsyi pasti akan sedih dan kembali teringat dengan kejadian naas yang menimpanya jika melihat kondisi kamar yang berantakan, bahkan Iqbal mencuci sprei tersebut menggunakan tangannya sendiri.


Setelah Iqbal selesai membersihkan kamar Arsyi, Iqbal memutuskan untuk mencari petunjuk tentang siapa orangtua kandungnya.


"Papa bilang semua petunjuk tentang orangtua kandungku ada di dalam laci meja yang berada di ruang kerja," gumam Iqbal, kemudian melangkahkan kaki nya masuk ke dalam ruang kerja yang berada di kediaman Argadana.


Iqbal menemukan beberapa dokumen pengalihan harta atas nama Rian kepada Suci, tapi beberapa sertifikat yang di alihkan tersebut sudah berubah atas nama Iqbal.


"Apa mungkin Ayah angkat aku yang sebelumnya bernama Rian? Tapi apa hubungan Ayah angkat ku dengan Mama?"


Iqbal mencoba mencari petunjuk lain, sampai akhirnya Iqbal menemukan selembar fhoto Rian bersama seorang laki-laki paruh baya yang tengah menggendong bayi laki-laki.


"Bukannya bayi yang berada di dalam fhoto ini adalah aku saat masih bayi? Apa lelaki ini adalah Ayah kandungku? Dan lelaki tampan ini adalah Ayah angkat ku?" gumam Iqbal.


Ketika Iqbal membalikan fhoto tersebut, di sana terdapat sebuah tulisan 'saat pertama kali aku bertemu dengan Pak Tamrin dan Iqbal' sehingga membuat Iqbal semakin yakin jika itu adalah fhoto Rian dan Ayah kandungnya.


Iqbal teringat dengan perkataan Arya jika Iqbal bisa mengambil semua harta peninggalan Rian, tapi Iqbal tidak berniat untuk mengambil semua itu, dan Iqbal hanya mengambil selembar fhoto dirinya bersama Rian dan Pak Tamrin yang akan Iqbal jadikan sebagai petunjuk.


"Aku yakin kalau Papa masih menyayangiku, makanya Papa menyuruh aku mengambil semua harta peninggalan mendiang Ayah Rian supaya aku tidak kelaparan ketika pergi dari kediaman Argadana. Akan tetapi, aku tidak bisa membawa semua ini, karena aku tidak pantas mendapatkannya. Mulai sekarang aku akan berdiri di atas kaki ku sendiri, selama aku masih memiliki tangan dan kaki, aku akan bekerja keras untuk bertahan hidup, dan aku akan membuktikan kepada semuanya jika aku bisa sukses tanpa mengandalkan harta pemberian siapa pun," gumam Iqbal.

__ADS_1


Iqbal menyimpan kunci mobil dan kartu ATM pemberian Arya bersama sertifikat pemberian Rian, karena Iqbal sudah memutuskan untuk tidak mengambil sepeser pun harta dari Rian mau pun Arya.


Selama kuliah di luar negeri, Suci dan Arya tidak tau jika Iqbal mendapatkan beasiswa, Iqbal juga sebenarnya kuliah sambil bekerja untuk memenuhi semua kebutuhannya, Iqbal bahkan tidak pernah menggunakan uang yang dikirimkan oleh Arya, karena Iqbal ingin membuktikan kepada kedua orangtuanya jika Iqbal bisa membuat mereka bangga.


"Aku masih memiliki tabungan hasil kerjaku untuk bertahan hidup, dan suatu saat nanti, aku pasti akan kembali ke rumah ini untuk melamar Arsyi," gumam Iqbal ketika melangkahkan kaki ke luar dari kediaman Argadana.


Ketika Iqbal sudah berada di luar gerbang kediaman Argadana, Iqbal mengedarkan pandangannya untuk melihat rumah tempat dirinya dibesarkan, apalagi rumah tersebut memiliki banyak kenangan sehingga tanpa terasa Iqbal kembali menitikkan airmata.


"Selamat tinggal semuanya, terimakasih banyak atas cinta dan kasih sayang yang telah kalian berikan selama ini. Aku pasti akan kembali untuk menjemput Tuan Putri ku," gumam Iqbal sebelum pergi meninggalkan kediaman Argadana.


......................


Di tempat lain, secara perlahan Suci mulai membuka matanya, dan Suci terkejut ketika melihat dirinya yang sudah terbaring di atas ranjang pesakitan.


"Dimana aku?" gumam Suci.


"Sayang, Alhamdulillah Mama sudah sadar, Mama baik-baik saja kan? Sebaiknya sekarang Mama minum dulu. Mama tau kalau Mama sudah membuat Papa khawatir," ujar Arya dengan memberikan segelas air putih kepada Suci.


Suci langsung menenggak habis air pemberian Arya, karena dirinya benar-benar merasa haus.


"Makasih banyak Pa, maaf kalau Mama sudah membuat Papa khawatir. Bagaimana kondisi Arsyi sekarang?"


"Tadi Arsyi sempat sadar, tapi Rizky terpaksa memberikan Arsyi obat penenang, karena Arsyi kembali histeris ketika melihat kami semua. Mungkin Arsyi masih merasa trauma atas perbuat bejat yang dilakukan oleh Iqbal," ujar Arya dengan mengepalkan kedua tangannya.


Suci sebenarnya merasa sedih karena sekarang keluarganya menjadi terpecah belah karena masalah tersebut.


Ketika Suci melihat Arsyi yang terbaring lemah di atas ranjang pesakitan yang berada di sebelah ranjang pesakitan Suci, Suci kembali teringat dengan kejadian di masalalu saat dirinya dinodai oleh Arya.

__ADS_1


"Pasti semua ini tidak mudah untuk Arsyi, karena dulu Mama juga pernah mengalaminya," gumam Suci.


Degg


Jantung Arya rasanya berhenti berdetak ketika mendengar perkataan Suci, karena Arya kembali teringat dengan perbuatannya di masalalu yang telah menghancurkan hidup Suci.


Kenapa aku sampai lupa jika dulu aku juga telah menghancurkan hidup Suci? Ucap Arya dalam hati.


Saat ini Arya diam mematung karena Arya mengingat perkataan Iqbal tentang Anak angkat yang sudah menghancurkan hidup Anak kandung, karena Arya kembali teringat dengan kesalahan yang telah ia perbuat di masa lalu terhadap Suci.


Kenapa kejadian di masalalu bisa terulang kembali oleh Anak-anakku? Apa ini adalah karma karena dulu aku juga telah melakukan kesalahan yang sama terhadap Suci? Aku juga sama dengan Iqbal, aku adalah Anak angkat yang sudah menghancurkan hidup Anak kandung, Ucap Arya dalam hati yang terus merutuki kesalahannya.


"Ma, maafin Papa, seandainya dulu Papa tidak menghancurkan hidup Mama, mungkin kejadian ini tidak akan menimpa Anak kita. Mungkin ini semua adalah karma atas perbuatan yang telah Papa lakukan kepada Mama," ucap Arya dengan menangis memeluk tubuh Suci.


"Pa, maafin Mama, Mama tidak bermaksud menyinggung Papa dengan mengungkit masalalu kita. Semua kejadian di masalalu sudah bisa kita lewati bersama, karena Papa selalu berada di samping Mama, Papa juga sudah bisa meyakinkan Mama. Mama yakin jika Arsyi pasti bisa melewati semua ini jika Iqbal berusaha untuk menebus semua kesalahannya dengan mendampingi Arsyi, apalagi Arsyi juga memiliki banyak orang yang menyayanginya."


Degg


Arya terkejut ketika mendengar perkataan Suci, apalagi sebelumnya Arya sudah mengusir Iqbal bahkan memutuskan hubungannya dengan Iqbal.


Apa yang sudah aku lakukan? Seharusnya aku memberikan kesempatan kepada Iqbal untuk menebus semua kesalahannya terhadap Arsyi, seperti Suci yang dulu telah memberikan kesempatan kepadaku. Bagaimana kalau Suci sampai mengetahui jika aku sudah mengusir Iqbal? Bahkan dengan teganya aku memutuskan hubungan keluarga dengan Iqbal? Sepertinya Suci akan kecewa kepadaku, batin Arya yang saat ini berada dalam dilema.


*


*


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2